Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
BATAM, KOMPAS.TV - Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman mendorong pengembangan program transmigrasi yang tidak hanya berfokus pada pemindahan masyarakat ke wilayah baru, tetapi juga membuka peluang usaha untuk meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan warga.

Upaya tersebut sejalan dengan perkembangan di Kawasan Transmigrasi Rempang, Batam, Kepulauan Riau.

Sebanyak 500 kepala keluarga mulai menata kehidupan baru setelah menjalani satu tahun kehidupan di kawasan tersebut.

Pengembangan usaha ini menjadi salah satu gambaran bagaimana kawasan transmigrasi berpotensi menjadi ruang bagi masyarakat untuk membangun kehidupan yang lebih produktif.

#mentrans #transmigran #kementeriantransmigrasi

Baca Juga Berkaca dari Sengketa Lahan Transmigran di Kalsel, Mentrans: Jangan Jual Beli Tanah Tanpa AJB di https://www.kompas.tv/regional/650009/berkaca-dari-sengketa-lahan-transmigran-di-kalsel-mentrans-jangan-jual-beli-tanah-tanpa-ajb



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/695333/mentrans-dorong-kemandirian-ekonomi-transmigran-kembangkan-budidaya-ikan-dan-tanaman
Transkrip
00:03Intro
00:05Program Transmigrasi kini tak lagi sekadar memindahkan masyarakat ke wilayah baru.
00:11Pemerintah juga berupaya membuka peluang usaha agar para transmigran bisa membangun kehidupan yang lebih mandiri dan sejahtera.
00:18Di kawasan transmigrasi Rempang, Batam, Kepulauan Riau, 500 kepala keluarga mulai menata kehidupan baru.
00:25Setelah setahun menjoini kehidupan di kawasan ini, sejumlah warga mulai merintis usaha.
00:30Mulai dari budidaya ikan nila hingga tanaman.
00:40Salah satu warga Rempang, Meri, mulai merintis usaha budidaya ikan nila.
00:45Mulai dari pemeliharaan hingga upaya mendapatkan hasil panen yang baik.
00:50Kami sampai sini, kami ada dibuat pelatihan, berbagai macam pelatihan.
00:57Seperti pelatihan identifikasi lahan pekarangan, dan untuk peliharaan ikan, segala macam gitu.
01:05Sudah banyak kami terima pelatihan-pelatihan.
01:07Jadi kami mulai baru menerapkan ini.
01:11Seperti penanaman di lahan pekarangan, nanam sayur-sayuran, buah-buahan.
01:18Nah, dan itu di lahan pekarangan ini kami disarankan sama Pak Menteri harus adanya tiga.
01:25Tiga itu estetika, ekologi, dan ekonomi.
01:29Jadi, estetikanya untuk ya keindahan, ekologinya ya penakaan doa dan garangan.
01:38Yang ketiga E-nya ekonomi, untuk menambah ekonomi keluarga.
01:44Jadi, untuk penambahan bioplok ini, kami disarankan ada dari Dinas Perikanan,
01:53biar ada untuk lauk-lauk untuk hari-hari gitu kan.
01:57Jadi, dibuatlah ada dua blok, dikasih dan bantuan selama satu periode.
02:03Satu periode.
02:04Satu periode untuk blok ini.
02:06Jadi, disini ikan milah.
02:08Nah, jadi, nanti setelah kami terlatih, baru kedepannya kami mandiri.
02:15Berarti lahan 500 meternya ini memang benar dimanfaatkan?
02:19Iya, betul Pak.
02:20Jadi, kami disarankan harus bisa memempaatkan lahan yang sisa dari bangunan ya.
02:275 meter, potong bangunan, sisa berapa?
02:30Nah, harus bisa lah kami mampah.
02:33Pemerintah berupaya mengembangkan potensi lain yang dapat menggerakkan perekonomian masyarakat.
02:38Salah satunya melalui ekowisata atau wisata berbasis lingkungan dalam Festival Transmigrasi 2026.
02:47Menteri Transmigrasi, Muhammad Iftita Sulaiman menyiapkan strategi pengembangan ekowisata
02:52agar potensi alam di kawasan transmigrasi dapat memberi nilai tambah bagi masyarakat.
03:00Ketemuan anak-anak generasi muda di kawasan transmigrasi ini memberikan lebih banyak lagi ide-ide yang sangat baik.
03:07Dan tentu saja, setelah ini kita tidak berhenti hanya di ide,
03:11tapi kita sudah bicarakan juga dengan Pak Direktur Jenderal tadi untuk diimplementasikan,
03:17digerakkan masyarakat untuk bisa mengatasi persoalan-persoalan yang ada di Satuan Pengukiman di Tanjung Banon ini,
03:25depan ekositi agar mereka bisa-bisa betul-betul mandiri.
03:29Karena teman-teman dari Jerman, jadi tadi juga sudah memberikan pandangan
03:34bahwa sebetulnya tidak harus bergantung kepada pemerintah.
03:38Semua sumber daya sudah ada di sini.
03:41Yang paling penting, saran dari mereka adalah memberdayakan dan memampukan masyarakat ini.
03:48Jadi kita ingin ke depan mudah-mudahan apa yang kita konsepkan
03:53dengan strategi ada gula dan ada semut.
03:56Dengan kita konsepkan bahwa masyarakat juga berpindah meskipun dalam area yang sama,
04:02itu dalam rangka kehidupan yang lebih baik.
04:05Saya juga tadi disapa banyak para transmigran lokal yang ada di sini
04:09mengucapkan terima kasih sekali.
04:11Mereka yang tadinya merasa kesepian tinggal di sini,
04:15sekarang merasa sangat terhibur.
04:17Bahkan tadi juga saya terharu,
04:19mahasiswa dari Jerman sudah memiliki sahabat transmigran lokal bernama Joko.
04:25Tadi dia dengan fasi menceritakan bagaimana pengalaman hidupnya.
04:29Tentu lebih besar lagi transmigrasi ini bukan lagi soal perpindahan penduduk
04:34dan lebih dari sekedar ekonomi.
04:36Ini adalah juga misi kemanusiaan.
04:38Bahwa pada prinsipnya, orang itu ingin kehidupan yang lebih baik.
04:42Bahwa pada prinsipnya, bahkan orang yang berbeda bangsa dari Jerman sana
04:50bersedia untuk mengeluangkan waktu, tenaga pikiran,
04:54memberikan kontribusi juga kepada kita.
05:00Cara baru nonton di Smart TV
05:02Nonton live streaming dan ribuan tayangan Kompas Gramedia
05:06langsung dari Smart TV kamu
05:08Cara installnya, buka Google Play Store di Smart TV kamu
05:13Cari Kompas TV melalui pencarian
05:16Pilih aplikasi, lalu install
05:18Selesai, kamu bisa menonton video pilihan editorial Kompas TV
05:23Download Kompas TV apps di TV kamu sekarang juga!

Dianjurkan