00:03Intro
00:05Program Transmigrasi kini tak lagi sekadar memindahkan masyarakat ke wilayah baru.
00:11Pemerintah juga berupaya membuka peluang usaha agar para transmigran bisa membangun kehidupan yang lebih mandiri dan sejahtera.
00:18Di kawasan transmigrasi Rempang, Batam, Kepulauan Riau, 500 kepala keluarga mulai menata kehidupan baru.
00:25Setelah setahun menjoini kehidupan di kawasan ini, sejumlah warga mulai merintis usaha.
00:30Mulai dari budidaya ikan nila hingga tanaman.
00:40Salah satu warga Rempang, Meri, mulai merintis usaha budidaya ikan nila.
00:45Mulai dari pemeliharaan hingga upaya mendapatkan hasil panen yang baik.
00:50Kami sampai sini, kami ada dibuat pelatihan, berbagai macam pelatihan.
00:57Seperti pelatihan identifikasi lahan pekarangan, dan untuk peliharaan ikan, segala macam gitu.
01:05Sudah banyak kami terima pelatihan-pelatihan.
01:07Jadi kami mulai baru menerapkan ini.
01:11Seperti penanaman di lahan pekarangan, nanam sayur-sayuran, buah-buahan.
01:18Nah, dan itu di lahan pekarangan ini kami disarankan sama Pak Menteri harus adanya tiga.
01:25Tiga itu estetika, ekologi, dan ekonomi.
01:29Jadi, estetikanya untuk ya keindahan, ekologinya ya penakaan doa dan garangan.
01:38Yang ketiga E-nya ekonomi, untuk menambah ekonomi keluarga.
01:44Jadi, untuk penambahan bioplok ini, kami disarankan ada dari Dinas Perikanan,
01:53biar ada untuk lauk-lauk untuk hari-hari gitu kan.
01:57Jadi, dibuatlah ada dua blok, dikasih dan bantuan selama satu periode.
02:03Satu periode.
02:04Satu periode untuk blok ini.
02:06Jadi, disini ikan milah.
02:08Nah, jadi, nanti setelah kami terlatih, baru kedepannya kami mandiri.
02:15Berarti lahan 500 meternya ini memang benar dimanfaatkan?
02:19Iya, betul Pak.
02:20Jadi, kami disarankan harus bisa memempaatkan lahan yang sisa dari bangunan ya.
02:275 meter, potong bangunan, sisa berapa?
02:30Nah, harus bisa lah kami mampah.
02:33Pemerintah berupaya mengembangkan potensi lain yang dapat menggerakkan perekonomian masyarakat.
02:38Salah satunya melalui ekowisata atau wisata berbasis lingkungan dalam Festival Transmigrasi 2026.
02:47Menteri Transmigrasi, Muhammad Iftita Sulaiman menyiapkan strategi pengembangan ekowisata
02:52agar potensi alam di kawasan transmigrasi dapat memberi nilai tambah bagi masyarakat.
03:00Ketemuan anak-anak generasi muda di kawasan transmigrasi ini memberikan lebih banyak lagi ide-ide yang sangat baik.
03:07Dan tentu saja, setelah ini kita tidak berhenti hanya di ide,
03:11tapi kita sudah bicarakan juga dengan Pak Direktur Jenderal tadi untuk diimplementasikan,
03:17digerakkan masyarakat untuk bisa mengatasi persoalan-persoalan yang ada di Satuan Pengukiman di Tanjung Banon ini,
03:25depan ekositi agar mereka bisa-bisa betul-betul mandiri.
03:29Karena teman-teman dari Jerman, jadi tadi juga sudah memberikan pandangan
03:34bahwa sebetulnya tidak harus bergantung kepada pemerintah.
03:38Semua sumber daya sudah ada di sini.
03:41Yang paling penting, saran dari mereka adalah memberdayakan dan memampukan masyarakat ini.
03:48Jadi kita ingin ke depan mudah-mudahan apa yang kita konsepkan
03:53dengan strategi ada gula dan ada semut.
03:56Dengan kita konsepkan bahwa masyarakat juga berpindah meskipun dalam area yang sama,
04:02itu dalam rangka kehidupan yang lebih baik.
04:05Saya juga tadi disapa banyak para transmigran lokal yang ada di sini
04:09mengucapkan terima kasih sekali.
04:11Mereka yang tadinya merasa kesepian tinggal di sini,
04:15sekarang merasa sangat terhibur.
04:17Bahkan tadi juga saya terharu,
04:19mahasiswa dari Jerman sudah memiliki sahabat transmigran lokal bernama Joko.
04:25Tadi dia dengan fasi menceritakan bagaimana pengalaman hidupnya.
04:29Tentu lebih besar lagi transmigrasi ini bukan lagi soal perpindahan penduduk
04:34dan lebih dari sekedar ekonomi.
04:36Ini adalah juga misi kemanusiaan.
04:38Bahwa pada prinsipnya, orang itu ingin kehidupan yang lebih baik.
04:42Bahwa pada prinsipnya, bahkan orang yang berbeda bangsa dari Jerman sana
04:50bersedia untuk mengeluangkan waktu, tenaga pikiran,
04:54memberikan kontribusi juga kepada kita.
05:00Cara baru nonton di Smart TV
05:02Nonton live streaming dan ribuan tayangan Kompas Gramedia
05:06langsung dari Smart TV kamu
05:08Cara installnya, buka Google Play Store di Smart TV kamu
05:13Cari Kompas TV melalui pencarian
05:16Pilih aplikasi, lalu install
05:18Selesai, kamu bisa menonton video pilihan editorial Kompas TV
05:23Download Kompas TV apps di TV kamu sekarang juga!