Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV Kepala Badan Komunikasi, Syahganda Nainggolan, menyatakan pemerintah menghormati pertimbangan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait dokumen pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming. Ia menegaskan, putusan MK tersebut tidak dapat menjadi dasar untuk memakzulkan Gibran.

Pemerintah juga terus memantau dampak putusan MK, baik di ranah politik maupun hukum. Syahganda mempersilakan masyarakat menempuh proses lebih lanjut melalui DPR.

Namun, ia menegaskan pemerintah tidak akan melakukan intervensi terhadap proses tersebut.

#gibranrakabuming #syahganda #mahkamahkonstitusi #pemakzulan #politik #kompastv

Baca Juga Bola Panas Ijazah Gibran Masuk DPR, Sikap PDIP dan Golkar Berbeda | KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/nasional/695358/bola-panas-ijazah-gibran-masuk-dpr-sikap-pdip-dan-golkar-berbeda-kompas-petang

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/695360/bakom-ri-tanggapi-polemik-ijazah-gibran-bisakah-jadi-dasar-pemakzulan-kompas-petang
Transkrip
00:00Terima kasih Anda masih bersama kami di Kompas.
00:03Petang saya Sintia Rompas, sodara Badan Komunikasi RI menyebut,
00:06pemerintah menghormati putusan Mahkamah Konstitusi soal pendidikan Wapres Gibran Raka Buming.
00:13Kepala Bakom juga menegaskan Wapres Gibran tidak bisa diimpeachment atau dimakzulkan.
00:20Kepala Badan Komunikasi Syaganda Naigolan menyebut,
00:23pemerintah menghormati pertimbangan MK soal dokumen pendidikan Wakil Presiden Gibran Raka Buming.
00:28Syaganda menyebut putusan MK tak bisa menjadi dasar untuk memakzulkan Wapres Gibran Raka Buming.
00:35Pemerintah juga terus memantau dampak dari putusan ini, baik di ranah politik maupun hukum.
00:42Syaganda mempersilahkan masyarakat menempuh proses lebih lanjut melalui DPR.
00:46Namun Kepala Bakom menyebut, pemerintah tidak akan mengintervensi.
00:52Yang paling penting kan kita menghormati, sebagai eksekutif menghormati yudikatif ya.
00:58Dan itu kekuasaan yudikatif sudah jelas bahwa tidak bisa diimpeach dari pasangan Bapak Presiden maupun Bapak Wakil Presiden.
01:10Nah terkait tadi kemana alurnya, ini kan kita masih melihat kan,
01:15itu alurnya kan bisa ke politik, bisa kemudian ke hukum lainnya dan lain-lain.
01:19Yang kita memang melihat ini, kalau memang ada instabilitas yang diciptakan oleh ketidakpuasan,
01:25ya itu jangan di luar jalur-jalur hukum.
01:28Seperti tadi misalkan penurunan foto, ya itu kan kurang baik lah ya,
01:33karena kan beliau bagaimanapun masih tetap sebagai Wakil Presiden.
01:43Putusan Mahkamah Konstitusi terkait permohonan gugatan ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming
01:49kini memunculkan pertanyaan baru mengenai langkah yang akan ditempuh DPR RI.
01:54Dalam pertimbangannya, MK menyoroti tidak ditemukan dokumen terkait pemenuhan syarat pendidikan yang setara dengan SMA.
02:01Putusan ini kemudian memunculkan desakan agar DPR bersikap terkait ijazah Wakil Presiden Gibran.
02:08Pihak pemohon, Deni Indrayana dan kawan-kawan berencana meminta audiensi dengan fraksi-fraksi DPR, MPR, hingga pimpinan DPD.
02:16Ia menilai sejumlah partai politik mulai menjajaki komunikasi,
02:21namun masih menunggu arahan sikap Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, yang kini menjabat presiden.
02:27Pemaksudan itu ada di DPR, MK, kembali ke DPR, sebelum ke MPR, dan MPR itu selain unsur DPR, ada unsur
02:37DPD.
02:38Saya sudah diundang oleh salah satu partai untuk berdiskusi awal minggu depan.
02:45Partainya apa, sebaiknya tidak saya sebut dulu.
02:50Beberapa partai juga sudah mulai kontak.
02:53Tetapi ini semuanya wait and see.
02:57Siapa yang di-wait and siapa yang di-see?
03:01Siapa yang ditunggu dan siapa yang dilihat pergerakannya?
03:04Ia jelas pimpinan koalisi.
03:08Yang ditunggu adalah, yang di-wait adalah bagaimana posisi Ketua Umum Partai Gerindra.
03:16Yang di-see adalah bagaimana posisi presiden melihat wapresnya.
03:22Dan kita belum mendengar 1,1 titik dari Presiden Prabowo
03:27atas putusan Mahkamah Konstitusi yang sangat strategis terkait dengan nasib bangsa Indonesia.
03:36Di sisi lain, Partai Golkar menilai,
03:39sikap terhadap putusan MK perlu dibahas bersama antar pimpinan partai politik di DPR.
03:45Menurut Waketum Golkar yang juga anggota Komisi 2 DPR RI, Ahmad Doli Kurnia,
03:50putusan MK perlu dipelajari secara rinci sebelum menentukan langkah selanjutnya.
03:55Kita pelajari dulu, kita baca dulu,
03:58apa yang menjadi putusan secara rinci dari Mahkamah Konstitusi itu.
04:01Nah intinya adalah, kalau Golkar ya,
04:04posisininnya adalah, ini karena sudah masuk ke rana politik,
04:08kemudian juga dalam tanda petik, sekarang bolanya ada di DPR,
04:12DPR itu isinya adalah fraksi-fraksi yang ada melalui partai politik,
04:17tentu harus ada pertemuan-pertemuan antara pimpinan partai politik yang ada di DPR.
04:23Bagaimana menyikapi soal ini?
04:27Kini, publik menanti, apakah komunikasi antar partai di DPR akan berujung pada langkah konkret,
04:34atau polemik ijazah Wakil Presiden Gibran Raka Buming akan berhenti pada wacana politik?
04:40Tim Liputan, Kompas TV
Komentar

Dianjurkan