00:00Kita beralih ke topik pilihan yang kedua, saudara setelah lima bulan hidup dalam bayang-bayang ancaman perompak Somalia.
00:07Empat APK WNI akhirnya pulang ke tanah air dengan selamat.
00:11Perjalanan mereka mengarungi samudera membawa 18.500 barel minyak terhalang aksi perompak Somalia.
00:19Ancaman hingga tindak kekerasan mereka alami selama disandra para perompak.
00:24Lalu bagaimana mereka akhirnya bisa bebas dan kembali ke pelukan keluarga?
00:39Kecemasan keluarga berganti rasa syukur.
00:42Tangis haru pecah, begitu empat APK asal Indonesia yang disandra perompak Somalia
00:47bertemu dengan keluarga di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
00:51Pelukan hangat keluarga jadi pengobat rindu dan kecemasan.
00:55Satu APK, yakni Vicky, harus duduk di kursi roda akibat luka tembak perompak Somalia.
01:21Meski telah berhasil kembali ke tanah air, namun kapten kapal Asyari Samadikun menangis
01:28karena lima awak kapal meninggal saat operasi penyelamatan.
01:33Tiga korban berasal dari Pakistan, satu dari Myanmar, dan satu lagi dari India.
01:39saya selaku kapten
01:57memohon maaf sebesar-besarnya kepada
02:22Lalu bagaimana upaya pembebasan anak buah kapal yang disandra perompak Somalia,
02:27operasi penyelamatan pada akhir September berlangsung secara dramatis.
02:32Aparat dari Panlan, negara bagian Somalia, menyerang kapal dengan sejumlah tembakan
02:38dan mendapat perlawanan dari perompak.
02:41Para perompak ini bahkan menjadikan sandra sebagai tamengnya.
02:48Dan dalam operasi penyelamatan itu, sodara lima anak buah kapal dibunuh oleh perompak.
02:54Tiga korban berasal dari Pakistan, satu dari Myanmar, dan satu lagi dari India.
03:02Perhatinkan ancaman terhadap keselamatan para awak itu nyata.
03:06Berkali-kali mereka terancam peluru,
03:12bahkan sempat diikat untuk dieksekusi,
03:15tapi somehow seluruh awak kita berhasil lolos.
03:21Informasi awal, selamat semua.
03:24Aduh senetal, Alhamdulillah.
03:26Nggak ada korban dari para ABK.
03:31Kemudian berkembanglah berita baru.
03:34Oh, ternyata ada korban.
03:35Tapi karena fluid, berita berubah-rubah,
03:39kemudian kita dapat kontak dari Kapten Azhari sendiri.
03:41Berarti masih hidup selamat Kapten Azhari.
03:45Dan menurut informasi Kapten Azhari,
03:48semua awal Indonesia hidup,
03:52tapi ada satu yang terluka.
03:56Dan inilah sodara suasana saat para ABK di sandra perompak Somalia.
04:01Hari demi hari mereka hadapi ketegangan.
04:04Yang terjadi, tak hanya bertahan dari ancaman perompak,
04:08mereka juga harus bertahan dengan kondisi perut lapar.
04:11Mereka sempat kehabisan bekal dan tidak ada kiriman dari kantor mereka.
04:20Cuma yang paling berat itu hari-hari pekan-pekan pertama.
04:24Sama yang selama kami survive itu lima bulan,
04:30betul-betul tidak ada suplai makanan dari kantor.
04:33Alhamdulillah saya kan tertinggi.
04:36Memang bahwa peralatan pancing biasa itu yang kami gunakan untuk survive.
04:40Kadang juga pembahar yang kasih kami kayak kambing.
04:43Cuma itu sehingga saya itu selama kami hampir lima bulan itu,
04:48kami di-supply kambingnya itu sekitar 15 negera.
04:51Itu pun kami kembar 17.
04:54Itu pun kambingnya kurus-kurus, kecil,
04:56tapi mau gimana lagi segera sama luar saya.
04:59Sekiranya kita punya makanan.
05:02Kalau mancing pun kadang dapat, kadang tidak.
05:06Kapal tanker Honor 25 bermuatan bahan bakar minyak
05:10berangkat pada 20 Februari dari Pelabuhan Berbera di Republik Somaliland.
05:16Kapal tiba di dekat pantai Uni Emirat Arab tak lama setelah konflik Timur Tengah dimulai.
05:22Kapal terlihat berputar-putar di perairan dekat pintu masuk Selat Hormuz
05:27sebelum berbalik arah pada 2 April menuju ke Mogadishu, Somalia.
05:33Kapal tanker Honor 25 mengangkut 17 kru.
05:37Di antaranya 10 warga Pakistan,
05:401 orang warga Myanmar,
05:421 warga Sri Lanka,
05:431 warga India,
05:45dan 4 lain yang merupakan warga negara Indonesia.
05:50Kapten kapal Ashari mengungkap
05:53bahwa kapal yang dinahkodainya mulai dibuntuti perompak
05:56sejak jarak sekitar 3 mil.
05:58Tiga perahu perompak terlihat mendekat dari sisi kanan dan kiri kapal.
06:03Ashari baru menyadari ancaman serius setelah mendapat laporan dari kru.
06:08Lewat rompong,
06:09ia melihat para bajak laut membawa senjata.
06:15Kemudian, sodara,
06:16ketegangan memuncak saat para perompak mulai menembaki kapal.
06:21Ashari berusaha untuk menyelamatkan diri
06:23dengan masuk ke kamar dan mengunci pintu.
06:26Namun, kamarnya pun jadi sasaran tembakan.
06:30Di tengah situasi yang mengancam nyawa ini,
06:33ia sempat mengirim pesan suara ke kantor dan keluarganya untuk memberi kabar.
06:37Tak berselang lama,
06:38perompak berhasil menaik ke kapal dan mendobrak sejumlah pintu.
06:43Ashari pun diminta untuk mengumpulkan seluruh kru.
06:47Sebelah kanan kapal,
06:50berkelas menimba.
06:51Menimba,
06:53saya tidak tahu berapa kali dia menimba,
06:55banyak kali.
06:56Di situ, kami kumpul semua.
06:58Pembeli page,
07:00saya ambil
07:02handphone kami,
07:03dikumpul semua.
07:04Terus saya dicari di atas.
07:06Di situ, saya ditorong
07:08sunyata api.
07:09Di kepala saya itu,
07:11saya tidak tahu berapa kali.
07:13Habis itu,
07:17kami kumpul semua di bridge.
07:20Selama,
07:21paling menjaga,
07:23di selama hari pertama sampai hari kelima.
07:25Mereka panik-paniknya.
07:27selamat menikmati.
07:27Selamat menikmati.