Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Setelah 5 bulan hidup dalam bayang-bayang ancaman perompak Somalia, 4 ABK WNI akhirnya pulang ke Tanah Air dengan selamat. Perjalanan mereka mengarungi samudera membawa 18.500 barel minyak terhalang aksi perompak Somalia. Ancaman hingga tindak kekerasan mereka alami selama disandera para perompak.

Tangis haru pecah begitu 4 ABK asal Indonesia yang disandera perompak Somalia bertemu dengan keluarga di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Satu ABK, yakni Fiki harus duduk di kursi roda akibat luka tembak perompak Somalia.

Meski telah berhasil kembali ke Tanah Air, kapten kapal Ashari Samadikun menangis karena 5 awak kapal meninggal saat operasi penyelamatan. 3 korban berasal dari Pakistan, 1 dari Myanmar, dan 1 lagi dari India.

Operasi penyelamatan pada akhir September berlangsung dramatis. Aparat dari Puntland, negara bagian Somalia menyerang kapal dengan sejumlah tembakan dan mendapat perlawanan dari perompak. Para perompak bahkan menjadikan sandera sebagai tameng.

Inilah suasana saat para ABK disandera perompak Somalia. Hari demi hari mereka menghadapi ketegangan yang terjadi. Tak hanya bertahan dari ancaman perompak, mereka juga harus bertahan dengan kondisi perut lapar.

Kapten kapal, Ashari mengungkap kapal yang dinakhodainya mulai dibuntuti perompak sejak jarak sekitar 3 mil.

Tiga perahu perompak terlihat mendekat dari sisi kanan dan kiri kapal. Ashari baru menyadari ancaman serius setelah mendapat laporan dari kru. Lewat teropong, ia melihat para bajak laut membawa senjata.

Ketegangan memuncak saat para perompak mulai menembaki kapal. Ashari berusaha menyelamatkan diri dengan masuk ke kamar dan mengunci pintu. Namun, kamarnya pun jadi sasaran tembakan.

Di tengah situasi yang mengancam nyawa, ia sempat mengirim pesan suara ke kantor dan keluarganya untuk memberi kabar. Tak berselang lama, perompak berhasil naik ke kapal dan mendobrak sejumlah pintu. Ashari pun diminta mengumpulkan seluruh kru.

#abk #perompak #somalia

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/695413/kesaksian-abk-saat-kapalnya-dibajak-perompak-somalia-korban-disandera-selama-5-bulan-berut
Transkrip
00:00Kita beralih ke topik pilihan yang kedua, saudara setelah lima bulan hidup dalam bayang-bayang ancaman perompak Somalia.
00:07Empat APK WNI akhirnya pulang ke tanah air dengan selamat.
00:11Perjalanan mereka mengarungi samudera membawa 18.500 barel minyak terhalang aksi perompak Somalia.
00:19Ancaman hingga tindak kekerasan mereka alami selama disandra para perompak.
00:24Lalu bagaimana mereka akhirnya bisa bebas dan kembali ke pelukan keluarga?
00:39Kecemasan keluarga berganti rasa syukur.
00:42Tangis haru pecah, begitu empat APK asal Indonesia yang disandra perompak Somalia
00:47bertemu dengan keluarga di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
00:51Pelukan hangat keluarga jadi pengobat rindu dan kecemasan.
00:55Satu APK, yakni Vicky, harus duduk di kursi roda akibat luka tembak perompak Somalia.
01:21Meski telah berhasil kembali ke tanah air, namun kapten kapal Asyari Samadikun menangis
01:28karena lima awak kapal meninggal saat operasi penyelamatan.
01:33Tiga korban berasal dari Pakistan, satu dari Myanmar, dan satu lagi dari India.
01:39saya selaku kapten
01:57memohon maaf sebesar-besarnya kepada
02:22Lalu bagaimana upaya pembebasan anak buah kapal yang disandra perompak Somalia,
02:27operasi penyelamatan pada akhir September berlangsung secara dramatis.
02:32Aparat dari Panlan, negara bagian Somalia, menyerang kapal dengan sejumlah tembakan
02:38dan mendapat perlawanan dari perompak.
02:41Para perompak ini bahkan menjadikan sandra sebagai tamengnya.
02:48Dan dalam operasi penyelamatan itu, sodara lima anak buah kapal dibunuh oleh perompak.
02:54Tiga korban berasal dari Pakistan, satu dari Myanmar, dan satu lagi dari India.
03:02Perhatinkan ancaman terhadap keselamatan para awak itu nyata.
03:06Berkali-kali mereka terancam peluru,
03:12bahkan sempat diikat untuk dieksekusi,
03:15tapi somehow seluruh awak kita berhasil lolos.
03:21Informasi awal, selamat semua.
03:24Aduh senetal, Alhamdulillah.
03:26Nggak ada korban dari para ABK.
03:31Kemudian berkembanglah berita baru.
03:34Oh, ternyata ada korban.
03:35Tapi karena fluid, berita berubah-rubah,
03:39kemudian kita dapat kontak dari Kapten Azhari sendiri.
03:41Berarti masih hidup selamat Kapten Azhari.
03:45Dan menurut informasi Kapten Azhari,
03:48semua awal Indonesia hidup,
03:52tapi ada satu yang terluka.
03:56Dan inilah sodara suasana saat para ABK di sandra perompak Somalia.
04:01Hari demi hari mereka hadapi ketegangan.
04:04Yang terjadi, tak hanya bertahan dari ancaman perompak,
04:08mereka juga harus bertahan dengan kondisi perut lapar.
04:11Mereka sempat kehabisan bekal dan tidak ada kiriman dari kantor mereka.
04:20Cuma yang paling berat itu hari-hari pekan-pekan pertama.
04:24Sama yang selama kami survive itu lima bulan,
04:30betul-betul tidak ada suplai makanan dari kantor.
04:33Alhamdulillah saya kan tertinggi.
04:36Memang bahwa peralatan pancing biasa itu yang kami gunakan untuk survive.
04:40Kadang juga pembahar yang kasih kami kayak kambing.
04:43Cuma itu sehingga saya itu selama kami hampir lima bulan itu,
04:48kami di-supply kambingnya itu sekitar 15 negera.
04:51Itu pun kami kembar 17.
04:54Itu pun kambingnya kurus-kurus, kecil,
04:56tapi mau gimana lagi segera sama luar saya.
04:59Sekiranya kita punya makanan.
05:02Kalau mancing pun kadang dapat, kadang tidak.
05:06Kapal tanker Honor 25 bermuatan bahan bakar minyak
05:10berangkat pada 20 Februari dari Pelabuhan Berbera di Republik Somaliland.
05:16Kapal tiba di dekat pantai Uni Emirat Arab tak lama setelah konflik Timur Tengah dimulai.
05:22Kapal terlihat berputar-putar di perairan dekat pintu masuk Selat Hormuz
05:27sebelum berbalik arah pada 2 April menuju ke Mogadishu, Somalia.
05:33Kapal tanker Honor 25 mengangkut 17 kru.
05:37Di antaranya 10 warga Pakistan,
05:401 orang warga Myanmar,
05:421 warga Sri Lanka,
05:431 warga India,
05:45dan 4 lain yang merupakan warga negara Indonesia.
05:50Kapten kapal Ashari mengungkap
05:53bahwa kapal yang dinahkodainya mulai dibuntuti perompak
05:56sejak jarak sekitar 3 mil.
05:58Tiga perahu perompak terlihat mendekat dari sisi kanan dan kiri kapal.
06:03Ashari baru menyadari ancaman serius setelah mendapat laporan dari kru.
06:08Lewat rompong,
06:09ia melihat para bajak laut membawa senjata.
06:15Kemudian, sodara,
06:16ketegangan memuncak saat para perompak mulai menembaki kapal.
06:21Ashari berusaha untuk menyelamatkan diri
06:23dengan masuk ke kamar dan mengunci pintu.
06:26Namun, kamarnya pun jadi sasaran tembakan.
06:30Di tengah situasi yang mengancam nyawa ini,
06:33ia sempat mengirim pesan suara ke kantor dan keluarganya untuk memberi kabar.
06:37Tak berselang lama,
06:38perompak berhasil menaik ke kapal dan mendobrak sejumlah pintu.
06:43Ashari pun diminta untuk mengumpulkan seluruh kru.
06:47Sebelah kanan kapal,
06:50berkelas menimba.
06:51Menimba,
06:53saya tidak tahu berapa kali dia menimba,
06:55banyak kali.
06:56Di situ, kami kumpul semua.
06:58Pembeli page,
07:00saya ambil
07:02handphone kami,
07:03dikumpul semua.
07:04Terus saya dicari di atas.
07:06Di situ, saya ditorong
07:08sunyata api.
07:09Di kepala saya itu,
07:11saya tidak tahu berapa kali.
07:13Habis itu,
07:17kami kumpul semua di bridge.
07:20Selama,
07:21paling menjaga,
07:23di selama hari pertama sampai hari kelima.
07:25Mereka panik-paniknya.
07:27selamat menikmati.
07:27Selamat menikmati.

Dianjurkan