00:00Tidak ada dua program Pak yang selalu menjadi sorotan MBG dan KDNV.
00:05Bapak sendiri melihatnya setiap apa-apa kan memang sudah sesuai jauh dan sekarang ada dengan pemimpin baru di MBG.
00:11Ini konsepnya ini ada ininya, konsep ini ada filosofisnya yang banyak orang tidak tahu.
00:18Selain soal data praktisnya, misalkan data praktis apa?
00:22ASEAN Development Bank mencatat 2018 itu 20 juta orang stunting.
00:26Itu kan fakta dari sebuah lembaga yang kredibel, EDB.
00:32Tapi Presiden juga punya konsep yang namanya bagaimana memperbesar welfare.
00:38Jadi dalam teori-teori welfare, itu extended daripada welfare seperti MBG ini memang diharuskan untuk seperti bangsa Indonesia.
00:49Nah yang kedua, KDMP. KDMP ini memang yang tadi belum terceritakan di Kadin.
00:57Jadi kan ada ketimpangan antara swasta yang menguasai 90% perekonomian Indonesia,
01:04BUMN yang menguasai 1.001 triliun dolar mungkin sekarang setelah di restruktur di antara,
01:11dan kooperasi yang merupakan sokoguru kita yang ditatangkan di dalam pasal 33.
01:16Asetnya cuma 300 triliun.
01:19Jadi wajar dong Bapak Presiden kemudian melakukan pemihakkan,
01:22memperkuat kooperasi itu sebagai agen-agen konstitusi.
01:28Jadi itu memang luar biasa Presiden, kita lihat aja dalam berapa tahun ke depan apakah kooperasi bisa menjadi pelaku usaha
01:36yang saiznya lebih besar.
01:38Jadi sampai 2 tahun ini progres untuk program MBG dan KDMP,
01:42kalau Bapak sendiri melihatnya apakah sudah sesuai dengan progres atau dengan target yang ingin dicapai ke depannya?
01:47Ya Pak Presiden sudah bagus dia.
01:51Ketika targetnya itu 300 triliun untuk MBG, kemudian ada kegoncangan dalam tata kelola, kemudian refleksi.
01:59Kan semua organisasi kan begitu kan?
02:00Organisasi teorinya gitu, ada refleksinya.
02:02Refleksi beliau diturunin sekarang jadi 200-an.
02:06Ya kan?
02:06Begitu juga KDMP yang tadinya mau dipaksakan 81.000, kooperasi,
02:12tapi kemudian dikoreksi sekarang 26.600 ya Pak Deputi ya.
02:1626.600.
02:16Jadi saya pikir dari teori organisasi Presiden sangat benar,
02:22jadi dia akan mengejas kembali gitu.
02:23Kalau untuk kebijakan politik luar negeri sendiri, gimana melihatnya nggak selama 2 tahun ke depan?
02:28Ya saya pikir Bapak Presiden bagus dalam konteks mengarung di dua karang,
02:33antara Amerika yang tetap pengen menghegemoni,
02:37dengan kekuatan selatan-selatan yang tadi beliau sampaikan,
02:40itu yang sekarang dikenal dengan teman-teman BRICS itu,
02:43ini kan makin seimbang ke depan.
02:45Ada harapan buat Indonesia menjadi negara-negara yang berpendapatan keluar dari middle income trap,
02:55dan kemudian bisa juga kita itu menjadi pemilik power middle up.
03:02Memang tidak nomor satu ya.
03:04Presiden berharap kita udah keluar dari tengah aja tapi ke atas, tengah middle up gitu.
03:10Pak Gendak, Pak Gendak soal ini Pak Gendak ini, soal yang lagi heboh mendatangkan ini masalah putusan MKM.
03:15Oke, mahu Pak Gendak kepada saya menyampaikan waktu menghormati putusan itu dan masih akan mempelajari.
03:19Cuma sudah ada yang melakukan aksi tumpukan foto wakil sebuang kerja.
03:24Ini dilakukan waktu kedua DPRP Kota Sukabumi, Raja Rasari waktu itu,
03:29dengan alasannya bertujung pada putusan MK itu tadi.
03:31Sejauh mana pemerintah melihat sikap itu dan membaca putusan MKM?
03:34Ya, yang paling penting kan kita menghormati, sebagai eksekutif menghormati yudikatif ya.
03:40Dan itu kekuasaan yudikatif sudah jelas bahwa tidak bisa di-impeach dari pasangan Bapak Presiden maupun Bapak Wakil Presiden.
03:52Nah, terkait tadi kemana alurnya, ini kan kita masih melihat kan,
03:56itu alurnya kan bisa ke politik, bisa kemudian ke hukum lainnya dan lain-lain.
04:01Yang kita memang melihat ini, kalau memang ada instabilitas yang diciptakan oleh ketidakkuasaan,
04:07ya itu jangan di luar jalur-jalur hukum.
04:10Seperti tadi misalkan penurunan foto, ya itu kan kurang baik lah ya,
04:14karena kan beliau bagaimanapun masih tetap sebagai Wakil Presiden gitu.
04:19Karena dia kan, kalau yang nurin foto misalkan tukang beca di pinggir jalan sih gak ada masalah ya kan.
04:24Tapi kalau anggota DPRD kan dia kan makan dari gaji negara, itu aja.
04:28Mungkin kita berharap rakyat harus bersabar karena ini masih berproses gitu.
04:33Ada yang mencoba untuk melakukan impeachment juga dari Bini Indrena yang mengantikan ke MK itu,
04:37mencoba untuk ke DPRD meminta agar proses itu?
04:39Ya itu silahkan aja, kan itu rakyat kan.
04:41Kita semua rakyat punya suara.
04:42Kan jadi pemerintah itu pengen rakyat itu melihat apa yang dilakukan oleh pemerintah.
04:48Kita tidak mengintervensi.
04:50Tidak ada cawe-cawe ngumpulin orang MK dan lain-lain.
04:54Jadi Presiden dalam urusan MK, seperti Undang-Undang Omnibus Law ketika digugat oleh setikat-setikat buruh,
05:01Presiden juga tidak ikut.
05:03Dia menghormati, dia kemerdekaan pengadilan lah.
05:07Tidak ada yang menjadi tujuan buat legisasi Mas Gita sebagai apakah Presiden gara-gara?
05:11Wah itu saya gak tau, nanti saya tanya sama Pak Gibran ya.
05:14Saya pikir itu ya, terima kasih ya.
05:16Saya pikir nanti kita lanjut lagi nanti ya.