00:00Saya memuji Ande Aswan nih, sekaligus ujungnya ada pertanyaan, gini, pada waktu dia sujud syukur,
00:06setelah amal putusan MK dibacakan, dia sujud syukur, lalu dia bilang begini, ini menarik kalimatnya ya,
00:12adalah ditolak, lalu gitu ya, saya baca betul, dengan ini berarti Gibran adalah pemimpin masa depan,
00:20betul ya, persis betul ya, tiba-tiba habis itu dia bilang, hidup Prabowo, hidup Prabowo, gitu.
00:26Saya bingung, Prabowo kan gak pihak terkait dalam persidangan ini, ini kurang lebih apa ya?
00:34Boleh saya jelaskan?
00:35Enggak, enggak, nanti saya bisa jawab, kurang lebih begini, oh hidup Prabowo karena membiarkan syudang MK berjalan dengan baik,
00:42tanpa intervensi, satu, yang kedua bisa juga ini, hidup Prabowo, hidup Prabowo,
00:48supaya Pak Prabowo, dalam tanda petik, itu nanti tidak membiarkan ini berlanjut ke DPR.
00:55Ini kan berarti hebat nih, harus tepuk tangan pada Andi Azwan ini ya.
00:59Nah, apa kurniawan ketawa-ketawa aja, tapi kurniawan yang tadi gak ditarik ya,
01:05bahwa ada calon yang gak jujur, dan ada yang meloloskan yang tidak jujur.
01:09Dikaitkan dengan, tadi ada calon, calon yang tidak jujur, yang meloloskan tidak jujur,
01:16yang meloloskan tidak jujur, baru semua tidak jujur.
01:17Semua calon.
01:18Yang ini terkait tadi, hidup Prabowo, artinya apa?
01:22Jadi begini, Prof. G, kalau kita melihat, kenapa saya tanya itu?
01:27Karena mereka melakukan namanya politik belabambu, dan juga politik karambol.
01:34Kita ingat, ini paslon, pasangan calon, Prabowo dan Gibran.
01:39Ya, secara hukum, itu sudah dilantik.
01:42Ada produk hukum itu.
01:44Kemudian digugat oleh mereka, tapi sasarannya dulu adalah Gibran.
01:48Padahal ini kalau kita lihat, PHPU-nya itu adalah paslon.
01:52Yang digugat juga adalah paslon.
01:54Jadi ini...
01:54Jadi Anda bayangkan nanti akan menyerang Prabowo?
01:56Jelas!
01:57Hah?
01:57Jelas itu.
01:58Di Pilgada-Pilgada gak terjadi begitu?
02:00Kita bicara Pilpres, bukan Pilgada.
02:01Lain dong cerita itu.
02:03Kan ada pertanyaan dari Prof. Tau itu kan?
02:05Artinya disitulah kita melihat, bahwasannya, apa yang terjadi itu, itulah sasaran akhirnya.
02:11Pertama, ini mengganggu semua dengan kegaduan-kegaduan itu dengan program-program dari Pak Prabowo dan Mas Gibran itu.
02:19Jelas itu dilakukan ini.
02:20Kita telah melihat kegaduan-kegaduan itu yang terjadi.
02:24Kemudian, sasar yang paling empuk itu jelas Mas Gibran.
02:27Kenapa?
02:28Tidak mempunyai partai di parlemen.
02:31Intinya kan itu.
02:32Nah, dihajar di situ, tapi ini efek karambol yang digunakan.
02:35Buat apa?
02:36Nanti dengan Mas Gibran.
02:37Apakah mereka itu berafiliasi dengan siapa mereka itu?
02:40Paslon 1 dan Paslon 3 mereka.
02:42Makanya ada yang poros-poros itu yang dikatakan itu kan.
02:45Ada yang dibilang potenya poros itu kemuar, ada poros lebak bulus.
02:49Kata pengamat mengatakan itu.
02:51Di sini juga dibicarakan itu.
02:53Di tempat ini, minggu kemarin.
02:55Nah, inilah kita lihat.
02:56Makanya saya katakan, semua teman-teman itu secara refleks untuk itu.
03:01Kita berdoa, berterima kasih.
03:02Itu refleks ya?
03:03Hidup Prabowo.
03:04Hidup Prabowo.
03:04Hidup Prabowo, karena apa?
03:06Bukan karena keamanan juga ya?
03:08Bukan karena keamanan juga ya?
03:09Lebih aman kalau hidup Prabowo.
03:11Nah, nah.
03:11Ini kan ini satu paket.
03:12Prabowo Gibran.
03:14Saya katakan, hidup Prabowo.
03:16Hidup Prabowo, hidup Mas Gibran.
03:17Pemimpin masa depannya saya katakan, 2034.
03:21Ya.
03:21Oh, bukan 2029.
03:23Ya, ya.
03:23Oke.
03:24Kalau saya bisa memahami kepedihan Andi Aswan dan teman-teman relawan ini.
03:28Karena kepedihan kok, MK yang disembah sujud syukuri ya?
03:34Cuma putusan yang membatalkan, menolak gugatan formal.
03:39Tapi mereka tidak mensyukuri.
03:42Kata siapa?
03:43Sebentar dong ya.
03:44Ya, kata siapa?
03:45Tidak mensyukuri yang soal substansial.
03:48Substansial apa?
03:48Jadi, MK ini simple aja.
03:50MK ini memang sedang bermain cantik.
03:51Amar putusannya apa?
03:52Amar putusannya?
03:52MK ini sedang bermain cantik.
03:54Kalau MK seluguh relawan.
03:57Memang gugatan itu harus ditolak melalui putusan selah.
04:02Bahwa Anda tidak memenuhi legal standing selesai.
04:06Tapi MK ini sedang bermain cantik.
04:08Mereka ingin melakukan penebusan besa.
04:12Ya, boleh.
04:13Akrobat politik.
04:14Melakukan penebusan besa.
04:17Kesalahan mereka di tahun 2023 ketika dipimpin Pamanya Gibran yang bernama Usman.
04:22Yang melanggar etik sudah dipecat.
04:24Artinya begini.
04:25Akrobat politik yang dilakukan.
04:27Diskusi-diskusi bolanya itu.
04:29Jangan diskusi pada level formalitas.
04:33Pada level birokratik.
04:35Hanya ngomong-ngomong.
04:35Yang jelas memang MK itu sedang bermain cantik.
04:38Mereka menutup hal yang sepele.
04:41Administratif.
04:42Prosedural.
04:43Tapi mereka membuka yang substansial.
04:45Tahun 2023 itu Indonesia dimanipulasi oleh kekuatan pemerintah.
04:51KPU bawah selu termasuk kemendidaksmen.
04:55Nah itu mau diperbaiki.
04:57Dan yang secara politik yang harus dipahami ya.
05:01Politik real ya.
05:02Politik real ya.
05:03Politik real ya.
05:04Tidak akan dikdaksmen.
05:06Sekarang menurut saya
05:07Gibran itu sudah liabilitis untuk Prabowo.
05:11Prabowo tidak terkait lagi untuk mengajak.
05:15Hati-hati perbicaraan itu.
05:16Makanya Jokowi juga sudah sadar diri.
05:19Jokowi bilang soal itu tidak akan mengikirkan dulu.
05:24Karena itu masih jauh.
05:26Karena dia tahu putus asa.
05:28Jokowi sudah putus asa.