Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 4 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Perdebatan soal putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait gugatan diskualifikasi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memanas dalam program Bola Liar.

Andi Azwan menjelaskan alasannya menyerukan "Hidup Prabowo" setelah putusan dibacakan dan menegaskan bahwa Prabowo-Gibran merupakan satu paket kepemimpinan.

Pernyataan tersebut memicu tanggapan dari narasumber lain yang mempertanyakan makna dukungan itu serta mengaitkannya dengan dinamika politik pascaputusan MK.

Lukas Luwarso menyoroti Putusan MK Nomor 90 Tahun 2023, mengkritik proses pencalonan Gibran, dan menyebut Gibran sebagai liability bagi Prabowo.

Perbedaan pandangan pun memicu adu argumen mengenai legitimasi politik, dugaan intervensi dalam proses pemilu, dan masa depan hubungan Prabowo-Gibran.

Apa makna seruan "Hidup Prabowo" dalam polemik ini?

Produser: Prayogi Haro

Editor: Lintang

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/695457/emosi-sampai-tunjuk-tunjuk-debat-lukas-luwarso-dan-andi-azwan-soal-gibran-prabowo-dan-putusan-mk
Transkrip
00:00Saya memuji Ande Aswan nih, sekaligus ujungnya ada pertanyaan, gini, pada waktu dia sujud syukur,
00:06setelah amal putusan MK dibacakan, dia sujud syukur, lalu dia bilang begini, ini menarik kalimatnya ya,
00:12adalah ditolak, lalu gitu ya, saya baca betul, dengan ini berarti Gibran adalah pemimpin masa depan,
00:20betul ya, persis betul ya, tiba-tiba habis itu dia bilang, hidup Prabowo, hidup Prabowo, gitu.
00:26Saya bingung, Prabowo kan gak pihak terkait dalam persidangan ini, ini kurang lebih apa ya?
00:34Boleh saya jelaskan?
00:35Enggak, enggak, nanti saya bisa jawab, kurang lebih begini, oh hidup Prabowo karena membiarkan syudang MK berjalan dengan baik,
00:42tanpa intervensi, satu, yang kedua bisa juga ini, hidup Prabowo, hidup Prabowo,
00:48supaya Pak Prabowo, dalam tanda petik, itu nanti tidak membiarkan ini berlanjut ke DPR.
00:55Ini kan berarti hebat nih, harus tepuk tangan pada Andi Azwan ini ya.
00:59Nah, apa kurniawan ketawa-ketawa aja, tapi kurniawan yang tadi gak ditarik ya,
01:05bahwa ada calon yang gak jujur, dan ada yang meloloskan yang tidak jujur.
01:09Dikaitkan dengan, tadi ada calon, calon yang tidak jujur, yang meloloskan tidak jujur,
01:16yang meloloskan tidak jujur, baru semua tidak jujur.
01:17Semua calon.
01:18Yang ini terkait tadi, hidup Prabowo, artinya apa?
01:22Jadi begini, Prof. G, kalau kita melihat, kenapa saya tanya itu?
01:27Karena mereka melakukan namanya politik belabambu, dan juga politik karambol.
01:34Kita ingat, ini paslon, pasangan calon, Prabowo dan Gibran.
01:39Ya, secara hukum, itu sudah dilantik.
01:42Ada produk hukum itu.
01:44Kemudian digugat oleh mereka, tapi sasarannya dulu adalah Gibran.
01:48Padahal ini kalau kita lihat, PHPU-nya itu adalah paslon.
01:52Yang digugat juga adalah paslon.
01:54Jadi ini...
01:54Jadi Anda bayangkan nanti akan menyerang Prabowo?
01:56Jelas!
01:57Hah?
01:57Jelas itu.
01:58Di Pilgada-Pilgada gak terjadi begitu?
02:00Kita bicara Pilpres, bukan Pilgada.
02:01Lain dong cerita itu.
02:03Kan ada pertanyaan dari Prof. Tau itu kan?
02:05Artinya disitulah kita melihat, bahwasannya, apa yang terjadi itu, itulah sasaran akhirnya.
02:11Pertama, ini mengganggu semua dengan kegaduan-kegaduan itu dengan program-program dari Pak Prabowo dan Mas Gibran itu.
02:19Jelas itu dilakukan ini.
02:20Kita telah melihat kegaduan-kegaduan itu yang terjadi.
02:24Kemudian, sasar yang paling empuk itu jelas Mas Gibran.
02:27Kenapa?
02:28Tidak mempunyai partai di parlemen.
02:31Intinya kan itu.
02:32Nah, dihajar di situ, tapi ini efek karambol yang digunakan.
02:35Buat apa?
02:36Nanti dengan Mas Gibran.
02:37Apakah mereka itu berafiliasi dengan siapa mereka itu?
02:40Paslon 1 dan Paslon 3 mereka.
02:42Makanya ada yang poros-poros itu yang dikatakan itu kan.
02:45Ada yang dibilang potenya poros itu kemuar, ada poros lebak bulus.
02:49Kata pengamat mengatakan itu.
02:51Di sini juga dibicarakan itu.
02:53Di tempat ini, minggu kemarin.
02:55Nah, inilah kita lihat.
02:56Makanya saya katakan, semua teman-teman itu secara refleks untuk itu.
03:01Kita berdoa, berterima kasih.
03:02Itu refleks ya?
03:03Hidup Prabowo.
03:04Hidup Prabowo.
03:04Hidup Prabowo, karena apa?
03:06Bukan karena keamanan juga ya?
03:08Bukan karena keamanan juga ya?
03:09Lebih aman kalau hidup Prabowo.
03:11Nah, nah.
03:11Ini kan ini satu paket.
03:12Prabowo Gibran.
03:14Saya katakan, hidup Prabowo.
03:16Hidup Prabowo, hidup Mas Gibran.
03:17Pemimpin masa depannya saya katakan, 2034.
03:21Ya.
03:21Oh, bukan 2029.
03:23Ya, ya.
03:23Oke.
03:24Kalau saya bisa memahami kepedihan Andi Aswan dan teman-teman relawan ini.
03:28Karena kepedihan kok, MK yang disembah sujud syukuri ya?
03:34Cuma putusan yang membatalkan, menolak gugatan formal.
03:39Tapi mereka tidak mensyukuri.
03:42Kata siapa?
03:43Sebentar dong ya.
03:44Ya, kata siapa?
03:45Tidak mensyukuri yang soal substansial.
03:48Substansial apa?
03:48Jadi, MK ini simple aja.
03:50MK ini memang sedang bermain cantik.
03:51Amar putusannya apa?
03:52Amar putusannya?
03:52MK ini sedang bermain cantik.
03:54Kalau MK seluguh relawan.
03:57Memang gugatan itu harus ditolak melalui putusan selah.
04:02Bahwa Anda tidak memenuhi legal standing selesai.
04:06Tapi MK ini sedang bermain cantik.
04:08Mereka ingin melakukan penebusan besa.
04:12Ya, boleh.
04:13Akrobat politik.
04:14Melakukan penebusan besa.
04:17Kesalahan mereka di tahun 2023 ketika dipimpin Pamanya Gibran yang bernama Usman.
04:22Yang melanggar etik sudah dipecat.
04:24Artinya begini.
04:25Akrobat politik yang dilakukan.
04:27Diskusi-diskusi bolanya itu.
04:29Jangan diskusi pada level formalitas.
04:33Pada level birokratik.
04:35Hanya ngomong-ngomong.
04:35Yang jelas memang MK itu sedang bermain cantik.
04:38Mereka menutup hal yang sepele.
04:41Administratif.
04:42Prosedural.
04:43Tapi mereka membuka yang substansial.
04:45Tahun 2023 itu Indonesia dimanipulasi oleh kekuatan pemerintah.
04:51KPU bawah selu termasuk kemendidaksmen.
04:55Nah itu mau diperbaiki.
04:57Dan yang secara politik yang harus dipahami ya.
05:01Politik real ya.
05:02Politik real ya.
05:03Politik real ya.
05:04Tidak akan dikdaksmen.
05:06Sekarang menurut saya
05:07Gibran itu sudah liabilitis untuk Prabowo.
05:11Prabowo tidak terkait lagi untuk mengajak.
05:15Hati-hati perbicaraan itu.
05:16Makanya Jokowi juga sudah sadar diri.
05:19Jokowi bilang soal itu tidak akan mengikirkan dulu.
05:24Karena itu masih jauh.
05:26Karena dia tahu putus asa.
05:28Jokowi sudah putus asa.

Dianjurkan