Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Generasi boomer sampai millenial banyak yang percaya pekerjaan di balik meja dan layar adalah masa depan. Namun kenyataan kini berbalik. Saat kecerdasan buatan atau AI mulai mengambil alih tugas administrasi perkantoran, generasi muda justru meninggalkan jalur itu. Mereka beralih ke pekerjaan yang mengandalkan keterampilan fisik yang ternyata penghasilannya bisa jauh lebih besar, bahkan mencapai miliaran rupiah setahun.

Tonton juga RiauOnline “
(RiauOnline)

#Riauonline #Riauonlinecoid #genz #pekerjaan

Jangan lupa subscribe, tinggalkan komentar dan share.

Tonton konten lainnya juga di YouTube Channel:
- Sisi Lain https://youtu.be/_TYOe2wDBl8
- Wamoi dan Riau https://youtu.be/roXyLa8aFLU

Jangan lupa subscribe yaa..

Follow Juga akun Sosial Media kami

https://www.facebook.com/RiauOnlin

https://twitter.com/red_riauonline

https://www.instagram.com/riauonline.co.id/?hl=id

https://www.tiktok.com/@riauonline1

https://s.helo-app.com/al/xvYZYpjbvR

https://sck.io/u/j3hlxrGg

Transkrip
00:01Pekerjaan kantoran, yang dulu dianggap sebagai masa depan, kini justru mulai ditinggalkan anak muda.
00:06Di tengah perkembangan kecerdasan buatan atau AI, pekerjaan yang mengandalkan keterampilan fisik justru semakin diburu,
00:13bahkan menawarkan penghasilan hingga miliaran rupiah per tahun.
00:17Fenomena ini terlihat di Amerika Serikat.
00:19Sekolah kejuruan yang menawarkan jurusan pengelasan, petukangan, manufaktur, dan teknik listrik kini semakin diminati.
00:26Salah satu sekolah di Middleton bahkan menginvestasikan 90 juta dolar Amerika atau sekitar 1,5 triliun rupiah untuk fasilitas praktek
00:34modern.
00:35Hasilnya, lebih dari 2.300 siswa mendaftar dalam waktu singkat.
00:40Pekerjaan teknis saat ini juga bukan sekadar mengandalkan tenaga fisik.
00:43Para pekerja dituntut mampu mengoperasikan mesin canggih, sistem otomatisasi, hingga peralatan berbasis komputer.
00:50Keahlian praktis yang membutuhkan kehadiran langsung inilah yang relatif sulit digantikan AI.
00:54Salah satu bidang dengan peluang besar adalah pembangunan pusat data AI.
00:59Pembawa acara televisi Mike Rowe mengungkap pengalamannya mengunjungi sebuah pusat data besar di Texas.
01:04Ia menceritakan bahwa teknisi berusia di bawah 30 tahun, tanpa gelar sarjana,
01:09bisa memperoleh penghasilan 240 ribu hingga 280 ribu dolar Amerika per tahun,
01:14atau setara 4,3 miliar rupiah hingga 5 miliar rupiah.
01:18Sementara itu, pengajar pengelasan Quincy Miller John menyebut pekerja di pabrik baja
01:23kini bisa mendapatkan 41 hingga 52 dolar Amerika per jam.
01:27Konsultan pendidikan pemerintah Wisconsin, John Mim, juga menilai pekerjaan tangan
01:31kini semakin dipandang sebagai profesi berkeahlian tinggi dengan bayaran yang menarik.
01:35Di sisi lain, laporan Forum Ekonomi Dunia memperkirakan sekitar 83 juta pekerjaan
01:41dapat berubah atau hilang dalam periode 2023 hingga 2027.
01:46Bidang administrasi, pencatatan, layanan pelanggan, dan keuangan
01:50termasuk pekerjaan yang menghadapi perubahan besar akibat perkembangan teknologi.
01:54Di Indonesia, peluang serupa mulai terbuka seiring pesatnya
01:57pembangunan pusat data dan infrastruktur digital.
02:00Teknisi listrik, teknisi pendingin udara, pekerja konstruksi,
02:04hingga tenaga pengelasan berpotensi semakin dibutuhkan.
02:08Fenomena ini menunjukkan bahwa masa depan karir
02:10tidak selalu harus ditempuh melalui pekerjaan di balik meja.
02:14Di era AI, keterampilan praktis, kemampuan memecahkan masalah,
02:18dan keahlian teknis justru bisa menjadi modal berharga
02:21untuk meraih penghasilan tinggi.

Dianjurkan