00:01Terima kasih, sahabat-sahabat kawan-kawan yang mewakili aliansi kolektif sipil untuk Angkat Gibran.
00:11Tentu kami sekali lagi minta terima kasih atas saran, masukan, kritik, pandangan, pernyataan, tuntutan, dan provokasi.
00:25Mudah-mudahan ditanggapi secara positif.
00:29Nah seperti yang saya katakan tadi, saya kira kita pertama tidak boleh tidak menerima aspirasi apapun yang disampaikan oleh kelompok
00:40masyarakat manapun,
00:41apalagi sudah hadir di rumah rakyat ini, di gedung DPR ini.
00:46Yang kedua, kami sudah betul-betul mendengar secara seksama apa yang disampaikan termasuk tuntutan yang tadi disampaikan,
00:59bahwa masukan-masukan itu akan kemudian kami tidak lanjuti, seperti yang saya katakan tadi.
01:09Saya akan sampaikan kepada pimpinan kami di fraksi maupun di partai.
01:15Walaupun dari pemicara informal, kami sebetulnya sudah ada beberapa diskusi yang
01:22bagaimana supaya masalah ini tidak berkepanjangan, tidak terus menjadi polemik.
01:29Memang DPR punya fasilitas, sebenarnya kalau kawan-kawan menanggap pernah mengikuti beberapa waktu sebelumnya,
01:39saya sebenarnya mengusulkan juga ada fasilitas lain.
01:43Tapi ini dalam rangka untuk menerima, membangun kesadaran untuk supaya semua proses yang selama ini kita anggap ada yang keliru,
01:59itu bisa diperbaiki.
02:00Waktu itu melalui komisi buah untuk bisa mendapatkan penjelasan lebih lanjut dari penyelenggara pemilu.
02:08Sebetulnya pintu masuknya di situ.
02:10Nah, apakah kemudian mau dipergunakan untuk bagaimana supaya bisa menjelaskan bahwa ada atau tidak ijazahnya,
02:23saya kira itu juga bisa menjadi fasilitasnya juga di situ.
02:29Dan makanya sebetulnya memasuk di DPR ini apa?
02:33Kalau saya kan menilai putusan makamah konstitusi itu ya sudah final and binding.
02:41Dan DPR saya kira tidak punya kewenangan secara konstitusional untuk menguji putusan makamah konstitusi.
02:48Ini kan yang disoalkan ketika setelah putusan itu disabutkan ada pandangan yang lain, pendapat yang lain.
02:55Nah, kalau kemudian pendapat lainnya itu bisa membatah, yang bantahnya cuma sederhana saja.
03:01Ya kan, waktu itu kalau tidak sempat, kalau kata Bang Effendi Gazzali, waktunya tidak cukup.
03:07Sekarang kan waktunya cukup lapang.
03:10Ya, tinggal ditunjukkan saja.
03:12Ya, tinggal ditunjukkan saja.
03:14Saya kira clear.
03:18Kalau memang ada tinggal ditunjukkan, saya kira kami tidak perlu di desa-desa untuk buat angket sebenarnya.
03:25Ya, kalau memang mau menunjukkan.
03:30Tapi ya sudah, kalau memang ini salah satu ya, salah satu yang memang mungkin, apa namanya,
03:40kami akan pertimbangkan dan tidak lanjuti usulan dari kawan-kawan untuk membentuk angket dalam rangka untuk pembuktian kembali, kan kira
03:51-kira gitu ya,
03:52soal apa yang menjadi perusahaan makam konstitusi itu.
03:55Saya kira itu saja yang bisa saya sampaikan.
03:58Sekali-terima kasih atas kehadiran Bapak, Ibu sekalian semua.
04:04Mudah-mudahan apa yang kita lakukan sekarang ini,
04:10saya selalu mengatakan apapun nanti langkah yang diambil, keputusan yang kita tempuh ya,
04:17itu berdasarkan tiga hal.
04:19Yang pertama adalah tetap di atas segala-galanya adalah untuk keberian rakyat.
04:24Kemudian yang kedua adalah untuk menjaga martabat bangsa dan kedalatan negara.
04:29Saya kira itu yang sama-sama kita harus pegang teguh.
04:32Apapun nanti kemudian yang kita ambil langkah dan keputusannya.
04:37Terima kasih.
04:38Sekali lagi, selamat sore, selamat sihat kepada kita semua.
04:41Bila Tuh Hidayah.
04:42Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
04:45Terima kasih banyak Pak.
04:46Terima kasih.
04:47Terima kasih.
04:51Terima kasih.
04:54Terima kasih.
04:54Terima kasih.
04:54Terima kasih.