Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung minta proses hukum kasus pengeroyokan Anggota Satpol PP oleh pekerja proyek di Bulungan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan tetap harus berjalan.

Hal ini disampaikan oleh Pramono saat ditemui di Jakarta pada Senin (12/10/2026).

Pramono Anung menyayangkan peristiwa pengeroyokan yang menimpa anggota Satpol PP Kebayoran Baru, di Bulungan, Jakarta Selatan.

Pramono menyebut pengeroyokan itu terjadi saat penertiban parkir liar yang dilakukan petugas gabungan Satpol PP dan Dinas Perhubungan di Kawasan Bulungan.

Saat penertiban parkir liar berlangsung, terjadi provokasi yang memicu keributan dan berujung pengeroyokan terhadap anggota Satpol PP.

Atas kejadian ini, satu anggota Satpol PP mengalami luka robek dibagian kepala.

Meski telah ada upaya mediasi, namun melihat kronologi peristiwa ini, Gubernur Jakarta Pramono Anung meminta agar proses hukum terhadap kasus ini harus tetap berjalan.

#satpolpp #pramono #proyek

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/695603/gubernur-pramono-soal-pekerja-proyek-keroyok-satpol-pp-di-bulungan-jaksel
Transkrip
00:00Karena itu mereka sedang menjalankan tugas, maka saya minta untuk ditegakkan aturan main.
00:07Dalam saya mendapatkan laporan langsung dari Kepala Dinas Satpol PP, Pak Satriadi, mengenai peristiwa yang terjadi di Jakarta Selatan.
00:16Awalnya adalah ini merupakan penertiban terhadap PKL, parkir liar, dan juga pedagang kaki lima yang
00:23sementara tetapi menggunakan lahan yang mengganggu ketertiban masyarakat.
00:31Dan ketika dilakukan di kolam renang bulungan di daerah itu, kemudian bersama dengan Dinas Perhubungan
00:41melakukan penertiban mencabut pentil ban supaya orang tidak parkir sembarangan.
00:48Tetapi dalam suasana itu kemudian ada yang memprovokasi, terutama bagi para pekerja
00:53yang ada di tempat itu. Dan akibat provokasi itu kemudian ada pentrokan awal
01:00antara D-SUP dengan para pekerja yang ada.
01:05Akhirnya D-SUP-nya mundur ke luar dan masih ada orang yang mengejar petugas.
01:15termasuk Satpol PP yang kemudian dipukul, diantam pakai helm, dan Satpol PP tersebut
01:25akhirnya mendapatkan perawatan di Bukesmas Kelurahan Selong dan menerima enam jahitan.
01:32Sudah-sudah sekalian, terhadap tindakan ini tadi malam pun saya bilang bahwa kita tidak boleh kalah
01:38dengan premanisme yang dilakukan oleh siapapun.
01:41Karena itu mereka sedang menjalankan tugas, maka saya minta untuk ditegakkan aturan main.
01:48Dan akibat itu,
01:51perwakilan dari manajemen proyek PT PP, saya tidak menyebutkan nama lengkapnya,
01:56Bapak Ryan dan Ibu Dewi menemui jawat kebayoran baru dan menyampaikan permohonan maaf
02:01dan juga minta untuk bisa diselesaikan secara kekeluargaan.
02:06Saya menyampaikan bahwa ini petugas yang sedang bekerja
02:10dan mereka bukan seperti yang digambarkan melakukan penertipan terhadap pedagang
02:15ataupun ibu yang biasa berjualan di sana.
02:18Ini rentetanya adalah penertipan yang dilakukan oleh Dishub,
02:22sehingga tidak ada kaitannya dengan itu.
02:25Tetapi sekali lagi, saya minta untuk hal yang seperti ini,
02:29hukum tetap ditegakkan, tetapi tentunya kita tetap membuka silaturahim untuk itu.
02:34Dengan kedatangan manajemen proyek dari PT PP,
02:39Pak Rehan dan Ibu Dewi,
02:41saya menyampaikan kepada Pak Kepala Dinas Satpol PP
02:46untuk didengarkan terlebih dahulu apa yang terjadi.
02:49Tetapi sampai sekarang karena itu sudah dilakukan pemukulan,
02:53mereka mengejar-ngejar dan kemudian mengintimidasi,
02:56saya minta proses hukumnya tetap ditegakkan.
02:59Tidak, gan eba.
03:02Terima kasih telah menonton!
03:45Terima kasih telah menonton!
04:18Terima kasih telah menonton!
04:44Terima kasih telah menonton!

Dianjurkan