Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyebut telah melaporkan kondisi ekonomi Indonesia kepada Presiden RI, Prabowo Subianto, dalam rapat di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (19/10/2026).

"Meng-update situasi perekonomian akhir tahun ini, dan juga sekaligus dalam rangka dua tahun Pemerintahan Presiden Prabowo. Tadi kami sampaikan bahwa kondisi makroekonomi relatif stabil," ujar Menko Perekonomian Airlangga.

Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti serta Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi juga mengatakan dalam rapat tersebut dibahas soal stabilitas rupiah hingga IHSG.

Baca Juga Harga Minyak Mentah RI Tembus 112 Dolar AS, Wamenkeu Pastikan BBM Subsidi Tidak Naik di https://www.kompas.tv/ekonomi/695726/harga-minyak-mentah-ri-tembus-112-dolar-as-wamenkeu-pastikan-bbm-subsidi-tidak-naik

#breakingnews #prabowo #gibran #pasarsaham


Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/696953/full-menko-airlangga-menkeu-suahasil-usai-lapor-ekonomi-ri-ke-prabowo-soroti-rupiah-ihsg
Transkrip
00:00Hari ini Bapak Presiden memanggil tim ekonomi terutama untuk mengupdate situasi perekonomian
00:10menghilangkan akhir tahun ini dan berkarigus dalam berapa dua tahun pemerintahan Bapak Presiden Bapak Prabowo.
00:22Tadi kami sampaikan bahwa kondisi makro ekonomi relatif stabil juga disampaikan terkait dengan kondisi pertumbuhan ekonomi
00:33kemudian juga terkait dengan target inflasi dan juga terkait dengan situasi makro dari perbankan
00:42kemudian juga dari investasi yang sudah berjalan dan dari berbagai angka-angka makro itu
00:52kemudian juga kami membahas bagaimana caranya untuk meningkatkan ekspor.
00:59Jadi ekspor kita akan pacu dari seluruh sektor termasuk manufaktur sehingga berbagai hal yang bisa mengurangi ekspor
01:10nanti akan kita diboternake-in yang sudah diberikan penugasan oleh Bapak Presiden melalui Satgas.
01:19Selanjutnya saya minta Pak Menteri Keuangan terkait dengan APBN yang juga tadi disampaikan kepada Bapak Presiden.
01:27Silahkan Pak Menteri.
01:31Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh teman-teman media semua.
01:34Jadi satu aspek dari kondisi ekonomi makro yang kita sampaikan adalah
01:39bagaimana APBN terus bekerja melihat kondisi di dunia global impactnya kepada ekonomi yang domestik
01:50dan bagaimana penanganan pelaksanaan APBN untuk sisa tahun 2026 ini.
01:58Kita lihat sebenarnya kondisi ekonomi dunia itu cukup volatile.
02:02Jadi cukup banyak Amerika Serikat punya kurakan yang masih meningkat terus termasuk inflasinya masih tinggi.
02:11Lalu kemudian Eropa juga mengalami kondisi yang kita tahu cukup volatile.
02:17Nah ini semuanya memiliki dampak di global yang pasti akan terkena dampak ke Indonesia.
02:23Kami mengaporkan kepada Bapak Presiden kondisi ekonomi makro masih sangat resilient.
02:28Kondisi transaksi di masyarakat juga masih sangat resilient.
02:33Jadi kita akan terus menjaga stabilitas ke depan dan tetap mendorong pertumbuhan.
02:38Khusus tentang ekonomi pelaksanaan APBN tadi kami melaporkan kepada Bapak Presiden
02:45bahwa di dalam sisa tahun 2026 ini Kementerian Keuangan akan terus melakukan penelahan dan efisiensi anggaran.
02:56Nah teman-teman media telah mengetahui juga bahwa langkah-langkah yang dilakukan oleh Kementerian Keuangan
03:01adalah bagian dari langkah-langkah akhir tahun yang memang secara rutin dilakukan untuk memastikan anggaran itu terlaksana
03:09namun tetap dilaksanakan dengan efisien.
03:11Namun kalau kita mengatakan efisiensi anggaran itu bukan berarti bahwa menyetop anggaran.
03:17Karena untuk Q4 ini APBN akan belanja sekitar 1.300 triliun rupiah lebih tinggi dibandingkan Q4 tahun 2025 yaitu 1
03:31.200 triliun rupiah.
03:32Jadi belanja APBN akan terus lebih tinggi dibandingkan Q4 tahun lalu dan ini akan mendorong kegiatan ekonomi di masyarakat termasuk
03:41layanan publik,
03:43pemerintah dan juga perlindungan sosial, bantuan pangan sudah mulai bergulir untuk Q4 dan ini akan mendorong kegiatan konsumsi
03:52dan mendorong kegiatan government expenditure di perekonomian kita.
04:00Dan tentu nanti bersama Bank Indonesia kita akan terus bekerjasama memastikan stabilitas dari sektor keuangan Indonesia dan kita akan terus
04:09mendukung teman-teman di OJK yang melakukan pengawasan mikroprudensial.
04:14Mungkin dari saya itu dulu.
04:18Baik, terima kasih Bapak Menko. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
04:24Dari Bank Indonesia tadi kami melaporkan terkait dengan stabilitas karena tetap Bank Indonesia fokus kita adalah menjaga stabilitas rupiah
04:33baik dalam kaitannya dengan inflasi maupun kaitannya dengan nilai tukar.
04:37Untuk inflasi kami juga laporkan untuk inflasi inti yang menjadi menggambarkan pergerakan dari perekonomian masih cukup terkendali di bulan September
04:48masih 2,8 persen.
04:49Memang kami juga laporkan yang memang perlu menjadi perhatian adalah inflasi di pangan ya volatile food inflation yang memang mencapai
04:575 persen.
04:57Nah ini tadi kami laporkan dan juga koordinasi nanti dengan Kementerian Pertanian bagaimana kita bisa menjaga untuk volatile food inflation
05:06agar masuk di dalam koridor Bank Indonesia 2,5 persen-1 persen.
05:11Kemudian untuk rupiah, kita tahu juga global situasinya juga tadi sampaikan oleh Pak Menko bahwa volatilitas masih tinggi.
05:22Mereka menghadapi situasi higher for longer juga, inflasi yang jauh di atas target mereka.
05:28Dan fat fund rate diperkirakan naik namun probability di bulan Oktober akan menjadi lebih kecil saat ini sehingga itu yang
05:36tentu menjadi salah satu tantangan buat rupiah kita.
05:40Tapi so far dua hari ini rupiah bisa kami jaga stabilitasnya sehingga terjadi memang pelambatan, sedikit pelambatan dan itu juga
05:51sesuai dengan beberapa negara di emerging market.
05:54Intinya Bank Indonesia akan selalu tetap berjaga di pasar, kami diminta juga oleh Bapak Presiden untuk terus melihat upayakan kebijakan
06:03-kebijakan yang kami miliki
06:05apakah itu bentuknya intervensi di spot, BNDF dan NDF ataupun juga dalam bentuk insentif biaya hedging yang juga sudah kami
06:14berikan sejak akhir bulan Juni yang lalu
06:18dan hingga saat ini sudah bisa mendatangkan inflow baik dalam bentuk efek swap ataupun dalam bentuk BNDF senilai sekitar 8
06:26miliar sampai 9 miliar USD.
06:28Jadi itu yang disampaikan dari kami tadi kami mencapai dua hal seperti itu. Terima kasih.
06:35Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
06:39Terima kasih Pak Menko.
06:42Rekan-rekan media yang saya hormati selamat malam. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
06:47Salam sejahtera untuk kita semua.
06:48Tadi kami melaporkan kepada Bapak Presiden terkait perkembangan terkini.
06:55Tentu saja terkait dengan stabilitas sektor keuangan.
06:58Tadi menyambung apa yang disampaikan Pak Menko, Pak Menko dan juga Ibu Gubernur Bank Indonesia.
07:03Terkhusus terkait dengan pasar modal Indonesia kami juga sampaikan kepada beliau dan kami menyampaikan akan meneruskan reformasi pasar modal
07:13terkait dengan peningkatan transparansi, kemudian likuiditas dan tadi pesan khusus juga terpenting adalah bagaimana kita terus menegakkan enforcement ya
07:25kepada mereka-mereka yang telah melakukan pelanggaran terkait dengan koordinasi trading dan lain sebagainya
07:32sehingga kita akan semakin terus menegakkan kredibilitas, integritas dan juga terus melakukan enforcement terhadap berbagai pelanggaran yang telah terjadi
07:45dan ini harapannya menimbulkan efek jera sehingga ke depan pasar modal Indonesia semakin likuid, semakin transparan
07:53dan menjadi tempat investasi yang baik untuk investor baik itu foreign maupun domestic
08:00apalagi sekarang dengan domestic investor retail kita sudah mencapai 32.700.000 SID
08:07yang tentu saja ini juga menaruh harapan besar untuk pasar modal Indonesia ke depan
08:12bisa menjadi tempat investasi untuk jangka panjang yang baik untuk masyarakat Indonesia
08:20dari saya itu, terima kasih
08:24ada pertanyaan?
08:26ada pertanyaan?
08:30ada pertanyaan?
08:34ada pertanyaan proto-pautanya juga konsum dari kanamaran
08:37dari kesehatan utama dari pemerintah
08:39bahkan untuk promosi ini harus menjalankan di pemerintahan di dua tahun pemerintahan counted
08:46Ya jadi untuk menyelesaikan akhir tahun 2026
08:54Yang namanya mencari efisiensi di anggaran itu adalah pekerjaan yang kontinu
08:59Jadi anggarannya sudah ditetapkan
09:02Tetapi dalam pelaksanaan anggarannya kita selalu mencari ruang untuk membuat
09:07Apakah memang perlu anggaran sedemikian besar
09:10Karena itu poinnya adalah bukan tentang potong anggarannya
09:14Tetapi bagaimana mencapai output dari yang direncanakan dengan pelaksanaan yang efisien
09:22Saya ambil contoh MBG
09:25Makan bergizi gratis kita sekarang sudah mengalami perubahan pengelolaan yang luar biasa
09:29Dan itu dilakukan oleh manajemen badan gizi nasional yang baru
09:34Sehingga dengan manajemen yang baru, pengelolaan yang baru
09:38Kemudian efisiensinya terbentuk
09:40Nah dengan demikian nanti kita pahami bahwa akan ada pelaksanaan anggaran yang lebih efisien
09:46Ini yang terus kita cari
09:47Namun seluruh kegiatan prioritas dari pemerintah dan Bapak Presiden terus kita jalankan
09:54Karena itu kita yakin bahwa belanjanya akan mencapai Rp1.300.000.000 di Q4
10:00Dan ini lebih tinggi dari tahun lalu
10:02Dengan belanja pemerintah yang lebih tinggi
10:05Berarti dorongan dari belanja pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi juga akan ada efek positif
10:13Ini yang kita cari sehingga yang namanya APBN itu menumbuhkan ekonomi
10:17Namun APBN juga melindungi masyarakat
10:20Dan dilaksanakan dengan cara yang efisien sehingga dia kredibel
10:24Saya rasa itu
10:25Terima kasih ya
10:25Ada lagi?
10:32Depisit APBN tetap di angka yang kita laporkan kepada badan anggaran di bulan Juli yang lalu
10:38Yaitu sekitar 2,85% dari PDB
10:41Itu outlook yang kita jaga dan menjadi working agenda kita sampai dengan akhir tahun
10:49Ya, terima kasih
10:50Baik, terima kasih
10:52Selamat malam
10:53Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
10:55Terima kasih ya
10:57Terima kasih
10:58Terima kasih
11:02Terima kasih

Dianjurkan