Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
PALANGKA RAYA, KOMPAS.TV - Upaya pemadaman dan pembasahan lahan masih dilakukan di sejumlah titik panas kebakaran hutan dan lahan.

Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Kota Palangka Raya dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah, hingga Senin (19/10/2026) terdapat sekitar 12 lokasi utama yang menjadi perhatian untuk pemadaman.

Mulai dari Kelurahan Tanjung Pinang, Kelurahan Bukit Tunggal hingga Kelurahan Menteng, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

Secara keseluruhan, terdapat 6.639 kejadian karhutla di seluruh Provinsi Kalimantan Tengah.

Kondisi ini membuat upaya pemadaman terus dilakukan, baik oleh petugas gabungan maupun relawan.

Pada Selasa (20/10/2026) pagi, api terlihat sudah padam di beberapa hektare lahan, namun kabut asap tebal masih menyelimuti Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

Berdasarkan data gabungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, Kominfo dan BPBD hingga pukul 2.51 WIB hari ini, terdapat 26 titik panas yang tersebar di kurang lebih 25 lokasi di Kota Palangka Raya.

Kabut asap yang menyelimuti Kota Palembang kembali menebal.

Selain jarak pandang berkurang, indeks pencemaran udara di Palembang kembali berada di level berbahaya.

Kabut asap yang tebal membatasi jarak pandang, yakni sekitar 700 meter.

Sementara indeks standar pencemar udara di Palembang menunjukkan kondisi udara berada di level berbahaya akibat kabut asap.

Kabut asap yang masih menyelimuti Palembang akibat terbakarnya lahan-lahan gambut, terutama di Kabupaten Ogan Komering Ilir.

Kondisi ini pun dikeluhkan warga, terutama mereka yang banyak beraktivitas di luar ruangan.

Baca Juga Kabut Asap Karhutla Cekik Ekonomi Warga Palangka Raya | DIPO INVESTIGASI di https://www.kompas.tv/video/696917/kabut-asap-karhutla-cekik-ekonomi-warga-palangka-raya-dipo-investigasi

#kabutasap #karhutla #palangkaraya

_

Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!




Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/696965/kabut-asap-karhutla-menebal-begini-pantauan-di-palangka-raya-dan-palembang-kompas-siang
Transkrip
00:00Terima kasih Anda masih di Kompas Siang.
00:02Saudara upaya pemadaman dan pembasahan lahan
00:05masih dilakukan di sejumlah titik panas kebakaran hutan dan lahan.
00:11Berdasarkan data pemerintah Provinsi Kota Palangkaraya
00:15dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah,
00:18hingga Senin 19 Oktober 2026 terdapat sekitar 12 lokasi utama
00:23yang menjadi perhatian untuk pemadaman.
00:25Mulai dari Kelurahan Tanjung Pinang, Kelurahan Bukit Tunggal,
00:30hingga Kelurahan Menteng Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah.
00:35Secara keseluruhan terdapat 6.639 kejadian karhutlah
00:39di seluruh Provinsi Kalimantan Tengah.
00:42Kondisi ini membuat upaya pemadaman terus dilakukan,
00:46baik oleh petugas gabungan maupun relawan.
00:56Dan berikut ini saudara merupakan pantauan udara kondisi terkini,
01:01Jalan Insinyur Soekarno, Kelurahan Jikanraya, Palangkaraya, Kalimantan Tengah
01:08pada selasa pagi.
01:09Api terlihat sudah padam di beberapa hektare lahan,
01:13namun kabut asap tebal masih menyelimuti kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah.
01:18Berdasarkan data gabungan pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah,
01:22Kominfo, dan BPBD,
01:24hingga pukul 2.51 waktu Indonesia Barat,
01:27hari ini terdapat 26 titik panas yang tersebar
01:31di kurang lebih 25 lokasi di kota Palangkaraya.
01:42Kabut asap yang menyelimuti kota Palembang kembali menebal.
01:46Selain jarak pandang berkurang,
01:49indeks pencemaran udara di Palembang kembali berada di level berbahaya.
01:58Kabut asap yang tebal membatasi jarak pandang yakni sekitar 700 meter.
02:04Sementara indeks standar pencemaran udara di Palembang
02:08menunjukkan kondisi udara berada di level berbahaya
02:11akibat kabut asap.
02:14Kabut asap yang masih menyelimuti Palembang
02:18akibat terbakarnya lahan-lahan gambut
02:20terutama di Kabupaten Ogan, Komering, Ilir.
02:23Kondisi ini pun dikeluhkan warga,
02:26terutama mereka yang banyak beraktivitas di luar ruangan.
02:32Keluar orderan pertama jam setengah tujuh,
02:35itulah sudah tebal itu, sampai sekarang.
02:41Terang, mengurangi kemasukan kita,
02:43kenal banyak budak libur, Pak.
02:46Yang ngangkut kami ini budak sekolah ini lah,
02:48kan yang agak ngeramik itu.
02:49Ya, makin nyusai, Pak, kami.
02:52Ya, terutama untuk bernafas.
02:54Ya, ya, ya.
02:55Ya, ya, ya.
02:56Biarpun kita tidak ganti orderan, ya,
02:58bernafas kan paling tidak sesak nafas kita.
03:00Biasa kita plong, enak, tidak pakai masker, kan.
03:05Sekarang ya harus pakai masker, dua lapis pula, nak.
03:09Informasi terkini terkait kabut asap,
03:12kita bergabung dengan jurnalis Kompas TV Sahwa Majid
03:14dan juru kamera Bimo Wicaksana di Palangkaraya
03:17dan jurnalis Kompas TV Purwantoro di Palembang.
03:21Kita ke Kalimantan terlebih dahulu.
03:23Selamat siang, Sahwa.
03:25Bagaimana kondisi terkini kabut asap di Palangkaraya hingga siang ini?
03:33Ya, Renata dan juga saudara,
03:35hingga siang hari ini di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah
03:38masih diselimuti oleh kabut asap yang tebal.
03:42Begitu jika melihat dari indeks konsentrasi partikulat
03:46di Kota Palangkaraya hingga pukul 8 pagi hari ini,
03:49dasarkan data dari BMKG,
03:51ini berada di level sekitar lebih dari 800 mikrogram per meter kubik.
03:57Ini jauh melempaui batas level indeks berbahaya begitu.
04:02Karena memang jika melihat indeks berbahaya itu
04:05ketika sudah berada di atas 250 mikrogram per meter kubik.
04:09Dan jika melihat secara langsung dengan mata pada siang hari ini di Kota Palangkaraya,
04:15lebih tepatnya saat ini saya berada di Jalan Insinyur Soekarno,
04:19kabut asap terlihat lumayan tebal dengan jarak pandang kurang lebih 500 meter.
04:25Dan terlihat memang sedikit menguning begitu jika dibandingkan dengan hari kemarin.
04:32Ini juga tergambarkan dari indeks udara tadi yang dikumpulkan oleh BMKG.
04:39Dan hingga saat ini Renata dan juga saudara,
04:43di Kota Palangkaraya sendiri masih lumayan banyak titik api yang masih terus berupaya untuk dipadamkan.
04:51Berdasarkan data dari Pemprov Kalimantan Tengah
04:55dan juga data dari Badan Penanggulan Bencana Daerah,
04:59hingga hari ini 20 Oktober 2026 terdapat sekitar 26 titik panas
05:08yang tersebar di kurang lebih 25 lokasi di seluruh Kota Palangkaraya.
05:12Dan upaya pemadaman terus dilakukan baik oleh relawan, oleh pemadam kebakaran, dan juga aparat gabungan.
05:21Dan yang menjadi tantangan terbesar dari para relawan, pemadam kebakaran, dan juga aparat gabungan
05:28dalam memadamkan api di lokasi-lokasi titik panas ini adalah
05:32bagaimana kurangnya air begitu Renata dan juga saudara.
05:36Karena memang pada saat ini merupakan kemarau panjang.
05:41Dan di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah ini,
05:45sulit sekali begitu untuk mendapatkan sumber air yang cukup banyak debit airnya
05:51untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan yang mencapai ribuan hektare begitu.
05:56Maka dari itu, kemarin kami juga sempat berbincang dengan beberapa relawan
06:02yang memadamkan api.
06:04Itu mereka harus memanfaatkan air dari sumber-sumber warga
06:09dan juga menggunakan air yang cukup terbatas.
06:12Maka dari itu, ada beberapa titik-titik kebakaran hutan dan lahan
06:17yang sedikit membutuhkan waktu yang sedikit panjang untuk dipadamkan.
06:23Karena memang keterbatasan sumber air yang berada di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah ini.
06:30Dan makadari itu, dari pemadaman juga dilakukan beberapa upaya dengan melakukan inovasi-inovasi
06:37seperti salah satunya dengan membuat busa expired begitu.
06:41Busa expired ini terbentuk dari gabungan dari kimia dan juga tepung tapioca.
06:48Busa expired ini dipercaya dapat memadamkan lebih cepat
06:51dengan debit air yang digunakan lebih sedikit.
06:55Maka dari itu, hingga saat ini kami bisa melihat di Renata dan juga saudara bisa melihat
07:00hingga saat ini Kota Palangkaraya masih diselimuti oleh kabut asap
07:05karena memang hingga saat ini titik-titik api, titik-titik panas maksud saya
07:10di Kota Palangkaraya masih terus bertambah
07:15dan juga jika berkurang besoknya bisa berubah lagi begitu
07:19karena masih belum 100% dapat dipadamkan Renata.
07:23Baik, dari informasi yang kami dapatkan ada 26 titik panas
07:27yang masih menyala di Palangkaraya.
07:31Keterbatasan air ini juga menjadi kendala yang harus dihadapi oleh relawan maupun petugas.
07:36Terima kasih, Sahwa. Kita bergeser ke Palembang, Sumatera Selatan.
07:41Kita tanyakan ke jurnalis Kompas TV Purwantoro.
07:44Purwantoro, bagaimana kondisi kabut asap di Palembang hari ini?
07:49Ya, Renata.
07:52Kondisi kabut asap di Palembang, Sumatera Selatan pada pagi tadi memang menebal dari hari sebelumnya.
08:03Jika di Senin pada pagi hari itu secara visibility itu atau jarak pandang itu terlihat lebih serah
08:11kemudian lebih jauh.
08:14Namun pada pagi hari ini sekitar pukul 7.30 itu jarak pandang hanya mencapai 700 meter.
08:23Kemudian kualitas udara dari data Kementerian Lingkungan Hidup itu mencatat ada sebesar 411 mikrogram per meter kubik.
08:39Artinya kondisi kualitas udara yang ada di Palembang kembali berada pada posisi berbahaya terutama bagi kesehatan.
08:50Ini hampir merata, kondisinya kabur kemudian menebal.
08:55Namun saat matahari muncul pada bisa menembus, jadi agak sedikit terang.
09:00Namun masih terlihat keputihan dan diperkirakan menjelang siang atau siang menjelang sore nanti itu kembali akan menebal, Renata.
09:12Baik Purwantoro, kami catat perkembangan di sana termasuk juga tadi Anda sampaikan bahwa kabut asap dan pakar hutlah ini bahkan
09:23mempengaruhi jarak pandang hingga 700 meter.
09:25Terima kasih banyak informasi lengkapnya.
09:28Purwantoro dari Palembang dan sebelumnya ada Zahwa Majid dan Bimowicaksana dari Palangkaraya.
09:33Terima kasih.
09:33Terima kasih.
09:33Terima kasih.

Dianjurkan