Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Wakil Ketua Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), Nanik S. Deyang, berbicara mengenai penyaluran 130 unit becak listrik kepada pengemudi becak di Bogor.

Dalam pidatonya, Nanik menyebut bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Presiden Prabowo Subianto terhadap para pengemudi becak, terutama mereka yang telah lanjut usia dan masih harus mengayuh becak untuk mencari nafkah.

Nanik mengatakan, gagasan becak listrik telah dimulai sejak 2023, ketika Prabowo masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan, dan menurutnya saat itu menggunakan dana pribadi Prabowo.

Ia juga mengingatkan para penerima agar merawat becak listrik dan tidak menjual atau memindahtangankannya.

Penyaluran bantuan ini, menurut Nanik, ditujukan untuk membantu meringankan beban para pengemudi becak dalam mencari penghasilan.



Produser: Prayogi Haro

Editor: Joshua

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/696955/jangan-khawatir-nanik-bicara-penyaluran-130-becak-listrik-sama-kayak-naik-mobil-presiden-prabowo
Transkrip
00:00Becak listrik ini dibuat oleh perusahaan yang membuat mobilnya Presiden.
00:07Jadi Bapak ini naik becak ini sama dengan naik mobilnya Pak Presiden yang bikin PT Pindad Pak.
00:15Mobil Pak Presiden juga yang bukan yang buat PT Pindad.
00:19Harganya 22 juta loh Pak, hati-hati.
00:22Di rumah dirantai nanti Pak ya.
00:24Bogor, mohon dukungan untuk becak listriknya Pak Prabowo.
00:28Bapak Bupati tenang saja, kalau kurang kita kasih lagi nanti becaknya.
00:32Sekarang 130 kurang nanti kita kasih lagi ya.
00:36Nah ini enaknya kalau kita punya Presiden ini jangan khawatir ya.
00:41Presiden kita baik hati ngurusinya yang diurus cuma rakyat aja gak ngurus yang lain.
00:45Yang diurus cuma rakyat, rakyat, rakyat udah cukup.
00:48Tuh tanya Pak Rudi, tanya Pak Sastra.
00:50Kuda aja diurus masa rakyatnya gak diurus ya kan.
00:54Nah Bapak Ibu sekalian.
00:58Becak listrik ini dibuat oleh perusahaan yang membuat mobilnya Presiden.
01:11Jadi Bapak ini naik becak ini sama dengan naik mobilnya Pak Presiden yang bikin PT Pindad Pak.
01:19Mobil Pak Presiden juga yang bukan yang buat PT Pindad.
01:24Harganya 22 juta loh Pak, hati-hati.
01:27Di rumah dirantai nanti Pak ya.
01:30Terus gak boleh Pak Bupati mohon, ini jangan dipindah tangankan.
01:34Gak boleh pindah tangan, gak boleh dijual.
01:37Kalau dijual atau dijual anaknya Pak Polisi saya minta tolong Pak.
01:42Gak boleh ya nanti kan, nanti ada tanda tangan di situ.
01:46Karena ini adalah ketulusan.
01:49Ini hati nurani Presiden, saking cintanya pada rakyat.
01:54Tadi kan beliau sudah sampaikan,
01:57saya itu nangis kalau lihat masih ada pepecak-pepecak yang usianya sepuh,
02:04usianya tua, lansia, masih ngontel di jalan.
02:07Bapak Ibu sekalian, yang saya akan sampaikan adalah
02:15pemberian becak ini bukan karena beliau menjadi Presiden.
02:20Jauh sebelum menjadi Presiden, tepatnya tahun 2023,
02:26Pak Presiden Prabowo sudah mulai membagi becak listrik.
02:30Jadi bukan karena beliau sebagai Presiden,
02:33tapi karena hatinya, beliau kan memang, ya buat apa ya?
02:38Itu segundung hambalang kan sudah milik beliau,
02:40jadi beliau gak butuh apa-apa.
02:42Dia butuhnya rakyat Indonesia ditolong.
02:46Beliau gak pengen lihat rakyat Indonesia menderita.
02:49Ya Bapak Ibu, jadi tolong dirawat dan jangan dipindah tangan.
02:53Ini betul-betul bentuk kasih sayang Pak Presiden Prabowo.
02:58Kenapa saya mengetahui, saya ini juga jadi Presiden Pak,
03:03sebelum Pak Prabowo jadi Presiden.
03:06Saya Presiden becak listrik Indonesia Pak.
03:10Jadi Bapak ini warga saya juga ya.
03:13Nah, Pak, kita Pak Prabowo ini akan memberikan becak listrik itu dari tahun 2023.
03:20Waktu itu beliau belum jadi Presiden, masih jadi Menhan.
03:26Duitnya duit dari kantong pribadi Pak, dari kantong beliau.
03:29Bukan dari APBN dulu kayak begitu Pak ya.
03:33Kenapa Pak Prabowo sampai seperti ini?
03:35Itulah beliau.
03:37Menjadi Presiden pun bukan karena nyari duit atau jabatan tuh, enggak.
03:43Karena melihat Indonesia yang sudah merdeka 81 tahun,
03:50tapi masih banyak rakyat yang susah.
03:56Beliau ingin yang rakyat ini yang kaya, yang suge itu jangan cuma yang di atas-atas,
04:02yang ke bawah juga.
04:05Ya kalau gak kaya, gak mungkin kaya semua paling tidak-tidak menderita.
04:09Itulah sebabnya beliau sangat melihatkan yang paling,
04:13di antara yang paling menderitakan para tukang besa harus mencari nafkah dengan ngowes.
04:23Cara baru nonton di Smart TV.
04:26Nonton live streaming dan ribuan tayangan Kompas Gramedia langsung dari Smart TV kamu.
04:32Cara installnya, buka Google Play Store di Smart TV kamu.
04:36Cari Kompas TV melalui pencarian.
04:39Pilih aplikasi, lalu install.
04:42Selesai, kamu bisa menonton video pilihan editorial Kompas TV.
04:47Download Kompas TV apps di TV kamu sekarang juga.
04:51Terima kasih.
04:52Terima kasih.
04:52Terima kasih.
04:53Terima kasih.

Dianjurkan