Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Dampak kemarau panjang mengancam sektor pertanian di sejumlah wilayah di Sulawesi Utara dan memicu terjadinya keterbatasan air untuk irigasi. Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi I lalu menerapkan sejumlah langkah strategis guna memastikan pasokan air ke sawah-sawah petani tetap terjaga.

Kemarau yang melanda dalam beberapa bulan terakhir mulai berdampak pada menyusutnya debit air di sejumlah bendung dan daerah irigasi utama, seperti Bendungan Torout dan Bendungan Kosinggolan di Kabupaten Bolaang Mongondow.

Untuk mengantisipasi gagal panen akibat keterbatasan air, BWS Sulawesi I fokus melakukan langkah-langkah mitigasi, meliputi pemantauan kondisi lapangan dan survei lokasi terdampak. Selain itu, juga memberikan dukungan penuh melalui upaya suplai air dengan penggunaan pompa, penyiraman, maupun sarana distribusi air sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan.

Tak hanya itu, BWS Sulawesi I juga melakukan distribusi air bersih bagi warga di sejumlah wilayah yang mengalami krisis air bersih akibat kemarau.

Pihak BWS Sulawesi I juga terus berkoordinasi dengan kelompok tani dan pemerintah daerah setempat agar pola tanam dapat disesuaikan dengan ketersediaan air yang ada selama musim kemarau.

Langkah antisipasi ini diharapkan mampu meminimalkan risiko kerugian para petani dan menjaga stabilitas ketahanan pangan di wilayah Sulawesi Utara.

#sulawesi #kemarau #pasokanair

Baca Juga Karhutla Gunung Ciremai Berhasil Dipadamkan, Tim Gabungan Fokus Pendinginan | SAPA PAGI di https://www.kompas.tv/regional/697941/karhutla-gunung-ciremai-berhasil-dipadamkan-tim-gabungan-fokus-pendinginan-sapa-pagi



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/697949/full-plt-kepala-balai-wilayah-sungai-sulawesi-bahas-balai-wilayah-sungai-sulawesi-i-pasok-air
Transkrip
00:02Saudara dampak kemarau panjang mengancam sektor pertanian di sejumlah wilayah di Sulawesi Utara dan memicu terjadinya keterbatasan air untuk irigasi.
00:11Walau wilayah sungai atau BWS Sulawesi satu lalu menerapkan sejumlah langkah strategis guna memastikan pasokan air ke sawah-sawah petani
00:20tetap terjaga.
00:24Kemarau yang melanda wilayah Sulawesi Utara dalam beberapa bulan terakhir mulai berdampak pada menyusutnya debit air di sejumlah bendungan dan
00:32dera irigasi utama.
00:35Untuk mengantisipasi gagal panen akibat keterbatasan air, BWS Sulawesi satu Manado fokus melakukan langkah-langkah mitigasi,
00:42meliputi pementauan kondisi lapangan dan survei lokasi terdampak.
00:47Selain itu juga memberikan dokumen penuh melalui upaya suplai air dengan penggunaan pompa, penyiraman, maupun sarana distribusi air sesuai dengan
00:55kondisi dan kebutuhan di lapangan.
00:59Tak hanya itu, BWS Sulawesi satu juga melakukan distribusi air bersih bagi warga di sejumlah wilayah yang mengalami krisis air
01:06bersih akibat kemarau.
01:09Langkah ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk membantu masyarakat, khususnya para petani.
01:16Agar dapat mendapatkan akses air di tengah kondisi kemarau.
01:20Kami juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, kelompok tani, dan pihak terkait agar penanganan dapat dilakukan secara tepat sasaran.
01:29Kami berharap dukungan ini dapat membantu mengurangi dampak kekeringan terhadap lahan pertanian.
01:35Namun, pengelolaan dan pembagian air secara optimal juga menjadi hal penting, sehingga air yang tersedia dapat dimanfaatkan secara efektif dan
01:46menjangkau lahan yang membutuhkan.
01:47Pihak BWS Sulawesi I Manado juga terus berkoordinasi dengan kelompok tani dan pemerintah daerah setempat agar pola tanam dapat disesuaikan
01:56dengan ketersediaan air yang ada selama musim kemarau.
02:00Langkah antisipasi ini diharapkan mampu meminimalisir resiko kerugian para petani dan menjaga stabilitas ketahanan pangan di wilayah Sulawesi Utara.
02:17Sejumlah langkah strategis balai wilayah sungai di Sulawesi Utara memastikan pasokan air ke sawah-sawah petani.
02:23Mari kita bahas bersama Peltek Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi I, Romy Tongkeles.
02:29Salam Nusantara, Bapak. Terima kasih telah bergabung di Jurnal Nusantara.
02:35Salam Nusantara.
02:37Baik, Pak Romy, terkait dengan kondisi kekeringan pada tahun ini seperti apa di sana?
02:42Lalu kemudian berapa persen penurunan debit sungai utama di wilayah Sulawesi Utara?
02:47Yang terjadi pada puncak kemarau.
02:51Ya, terima kasih Mbak Karla.
02:53Baru dapat kami sampaikan data hidrologi dari BWS11 Manano.
03:00Data hujan yang kami dapat sejak tanggal 5 Juli tahun 2026.
03:07Sudah 3 bulan dari saat ini, itu belum pernah hujan secara signifikan.
03:13Dan data yang kami dapat dari BMKG untuk puncak kekeringan akan terjadi pada bulan November dan mungkin sampai dengan akhir
03:27tahun ini.
03:28Dan untuk daerah terdampak yang ada di Provinsi Sulawesi Utara ini, yang paling besar ada di Kabupaten Bolmong Raya, khususnya
03:39pada daerah aliran sungai das yang kecil.
03:42Dan untuk danau Tondano, kami telah melakukan pengukuran di sungai Tondano yang melalui bendungan kuil.
03:54Di sana terjadi penurunan sebesar 7 meter kubik sejak satu minggu terakhir ini.
04:02Yang biasanya itu sekitar 8 sampai dengan 9 meter kubik yang masuk ke dalam bendungan kuil di sungai Tondano.
04:14Saat ini hanya sekitar 0,98 meter kubik per detik.
04:20Jadi ada penurunan sebesar kira-kira 7 meter kubik per detik.
04:26Dan untuk embung-embung yang terdapat di Provinsi Sulawesi Utara, ada 18 embung dan 3 embung ada di Kabupaten Bolmong
04:37Raya.
04:38Dan itu juga telah mengalami penurunan debit.
04:43Dan untuk sungai-sungai yang telah mengalami penurunan, ada sungai Domoga terjadi penurunan debit sekitar kurang lebih 72 persen.
04:59Sungai Tondano terjadi penurunan debit sekitar 47 persen.
05:04Dan sungai Poigar, sungai Ronoyapo terjadi penurunan sebanyak 17 persen.
05:10Demikian, bakarlah.
05:11Baik, kekeringan ini juga berdampak pada penurunan debit air di sungai Tondano.
05:15Lalu kemudian, Pak Romi, apa program utama dari BWS Sulawesi I dalam menangani kekeringan dan apa saja yang menjadi fokus
05:24-fokusnya?
05:26Ya, kami fokus ke semua sumberai yang ada.
05:30Ada embung, bendung, seluruh irigasi juga kita lakukan kegiatan normalisasi untuk menjaga fungsi infrastruktur
05:38dan mengoptimalkan penurunan air ke DRL Pertawahan.
05:45Namun juga kita melakukan monitoring kekeringan per hari dan kita laporkan itu ke pembina.
05:52Dan untuk fokus kita selanjutnya ke pompanisasi, kami membawa pompa menyarutkan air untuk masyarakat yang mengalami atau terancam sawanya untuk
06:07gagal panen.
06:09Dan sebagian besar pompa sudah kita bawa ke petani dan saat ini kita selalu memantau kegiatan yang ada untuk masalah
06:17kekeringan ini.
06:18Demikian, Pak Romi tadi disebutkan juga sejumlah sungai ini mengalami penurunan debit air lalu dengan kondisi seperti ini.
06:25Bagaimana sistem pendistribusian atau penyeloran air untuk irigasi dengan kondisi debit air yang tengah menurun di sejumlah sungai di sana?
06:34Ya kita berkoordinasi dengan Dinas Pertanian, Sabupaten, Dinas Pertanian Daerah melalui penyuluh pertanian yang ada
06:44dan juga bersama-sama dengan kelompok tani, capoktan untuk berkoordinasi melihat seperti apa yang akan bisa kita lakukan dalam masalah
06:54kekeringan ini
06:55melalui juga pembagian air yang merata dan titik pola tanam yang kita ubah, kita ubah, tapi itu berdasarkan koordinasi bersama
07:05semua pihak terkait.
07:06Demikian, Pak Romi.
07:07Baik, dengan kondisi kekeringan di sana, Pak Romi, apakah kemudian dari BWS Sulawesi 1 ini telah membangun atau menggali sumur
07:14dan juga pompanisasi
07:16di sejumlah wilayah paling terdampak kekeringan di sana? Dan kalau sudah ini wilayah mana saja, Pak?
07:22Ya, terima kasih. Untuk yang dilakukan dalam rangka darurat kemarau ini, kita telah membangun ada 108 sumur pompa yang beroperasi
07:34terdiri dari 43 unit menggunakan tenaga surya, solar tail, dan 63 unit menggunakan mesin geset bertenaga diesel.
07:47Dan juga saat ini kita lagi atau sementara membangun ada 4 kegiatan untuk pemboran sumur bor dan rumah pompa
07:56dan keempat itu ada 2 tempat yang kita bangun di Kabupaten Tarlaut dan ada 1 di desa Nyangas, desa terluar.
08:07Demikian, Pak Romi.
08:08Baik, kalau kemudian apakah ada teknologi seperti modifikasi cuaca atau water harvesting yang kemudian digunakan BWS Sulawesi 1
08:16untuk menangani dampak kekeringan ini, Pak?
08:20Terima kasih.
08:33Terima kasih.
08:51Untuk aquifer, nanti di dalam proses itu airnya dapat keluar dan kita manfaatkan untuk masyarakat.
08:58Dan yang berikut untuk data atau kondisi hidrologi secara real time dapat kita lapor.
09:05Kita telah membangun ada 119 pos hidrologi untuk pemantauan ketinggian muka air sungai
09:12dan 17 di antaranya telah menggunakan pos telemetri.
09:16di mana pos telemetri ini dapat menyampaikan data secara real time dan langsung ke BWS Sulawesi 1.
09:22Demikian, Pak.
09:23Baik, dengan air irigasi yang terbatas ini, lalu kemudian apa solusi yang ditawarkan BWS Sulawesi 1 bersama dengan dinas pertanian
09:32terkait dengan kebutuhan petani akan irigasi sawahnya?
09:35Apakah ada perubahan pola tanam atau seperti apa, Pak?
09:39Ya, terima kasih.
09:41Untuk koordinasi, kita berkoordinasi dengan dinas pertanian daerah bersama juga dengan penyuluh dan masyarakat.
09:49Kita menyesuaikan pola tanam sebagai salah satu upaya untuk mengantisipasi dapat kekeringan dan menyesuaikan kebutuhan air dengan ketersediaan air yang
09:59ada.
09:59Dan apabila terdapat area pertanian yang terancam mengalami gagal panen akibat kekurangan air,
10:07kita dari BWS Sulawesi 1 telah menyiapkan bantuan pompa untuk menyuplat air dari sumber terdekat.
10:13Dan sebagian juga pompa-pompa air ini telah kita serahkan ke masyarakat untuk mencegah resiko gagal panen.
10:21Demikian, Pak.
10:22Baik, dengan kondisi kekeringan yang tengah berlangsung dan juga musim kemarau panjang yang kerap kali berlangsung di sejumlah wilayah di
10:30Indonesia,
10:30termasuk di Sulawesi Utara, apa langkah atau program jangka panjang dari BWS Sulawesi 1 untuk menangani ataupun mengantisipasi kekeringan ini
10:40sehingga tidak lagi terjadi, Pak?
10:42Ya, di sumber air di BWS Sulawesi 1 khususnya ada program atau dokumen pula rencana pengelolaan SDA,
10:51diantaranya perencanaan yang kita akan rencanakan untuk membangun,
10:55ada pertama untuk mengoptimalkan embung, bendungan, dan apsa.
11:00Kedua, kita melakukan penambahan sumur-murumah pompa.
11:06Dan yang ketiga, rencana kelanjutan untuk pembangunan revitalisasi dan autodano.
11:15Demikian.
11:16Baik, terima kasih banyak atas informasinya, Pak Romy, atas waktunya di Jurnal Nusantara.
11:22Semoga sejumlah langkah yang telah dilakukan dan disiapkan untuk masyarakat di sana dapat berdampak langsung,
11:29dapat langsung dirasakan oleh masyarakat untuk menghadapi kondisi kekeringan di sana.
11:34Terima kasih, Pak Romy, atas waktunya hari ini di Jurnal Nusantara.
11:38Selamat kembali bertugas.
11:40Terima kasih, Mbak. Salam Nusantara.

Dianjurkan