00:02Saudara dampak kemarau panjang mengancam sektor pertanian di sejumlah wilayah di Sulawesi Utara dan memicu terjadinya keterbatasan air untuk irigasi.
00:11Walau wilayah sungai atau BWS Sulawesi satu lalu menerapkan sejumlah langkah strategis guna memastikan pasokan air ke sawah-sawah petani
00:20tetap terjaga.
00:24Kemarau yang melanda wilayah Sulawesi Utara dalam beberapa bulan terakhir mulai berdampak pada menyusutnya debit air di sejumlah bendungan dan
00:32dera irigasi utama.
00:35Untuk mengantisipasi gagal panen akibat keterbatasan air, BWS Sulawesi satu Manado fokus melakukan langkah-langkah mitigasi,
00:42meliputi pementauan kondisi lapangan dan survei lokasi terdampak.
00:47Selain itu juga memberikan dokumen penuh melalui upaya suplai air dengan penggunaan pompa, penyiraman, maupun sarana distribusi air sesuai dengan
00:55kondisi dan kebutuhan di lapangan.
00:59Tak hanya itu, BWS Sulawesi satu juga melakukan distribusi air bersih bagi warga di sejumlah wilayah yang mengalami krisis air
01:06bersih akibat kemarau.
01:09Langkah ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk membantu masyarakat, khususnya para petani.
01:16Agar dapat mendapatkan akses air di tengah kondisi kemarau.
01:20Kami juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, kelompok tani, dan pihak terkait agar penanganan dapat dilakukan secara tepat sasaran.
01:29Kami berharap dukungan ini dapat membantu mengurangi dampak kekeringan terhadap lahan pertanian.
01:35Namun, pengelolaan dan pembagian air secara optimal juga menjadi hal penting, sehingga air yang tersedia dapat dimanfaatkan secara efektif dan
01:46menjangkau lahan yang membutuhkan.
01:47Pihak BWS Sulawesi I Manado juga terus berkoordinasi dengan kelompok tani dan pemerintah daerah setempat agar pola tanam dapat disesuaikan
01:56dengan ketersediaan air yang ada selama musim kemarau.
02:00Langkah antisipasi ini diharapkan mampu meminimalisir resiko kerugian para petani dan menjaga stabilitas ketahanan pangan di wilayah Sulawesi Utara.
02:17Sejumlah langkah strategis balai wilayah sungai di Sulawesi Utara memastikan pasokan air ke sawah-sawah petani.
02:23Mari kita bahas bersama Peltek Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi I, Romy Tongkeles.
02:29Salam Nusantara, Bapak. Terima kasih telah bergabung di Jurnal Nusantara.
02:35Salam Nusantara.
02:37Baik, Pak Romy, terkait dengan kondisi kekeringan pada tahun ini seperti apa di sana?
02:42Lalu kemudian berapa persen penurunan debit sungai utama di wilayah Sulawesi Utara?
02:47Yang terjadi pada puncak kemarau.
02:51Ya, terima kasih Mbak Karla.
02:53Baru dapat kami sampaikan data hidrologi dari BWS11 Manano.
03:00Data hujan yang kami dapat sejak tanggal 5 Juli tahun 2026.
03:07Sudah 3 bulan dari saat ini, itu belum pernah hujan secara signifikan.
03:13Dan data yang kami dapat dari BMKG untuk puncak kekeringan akan terjadi pada bulan November dan mungkin sampai dengan akhir
03:27tahun ini.
03:28Dan untuk daerah terdampak yang ada di Provinsi Sulawesi Utara ini, yang paling besar ada di Kabupaten Bolmong Raya, khususnya
03:39pada daerah aliran sungai das yang kecil.
03:42Dan untuk danau Tondano, kami telah melakukan pengukuran di sungai Tondano yang melalui bendungan kuil.
03:54Di sana terjadi penurunan sebesar 7 meter kubik sejak satu minggu terakhir ini.
04:02Yang biasanya itu sekitar 8 sampai dengan 9 meter kubik yang masuk ke dalam bendungan kuil di sungai Tondano.
04:14Saat ini hanya sekitar 0,98 meter kubik per detik.
04:20Jadi ada penurunan sebesar kira-kira 7 meter kubik per detik.
04:26Dan untuk embung-embung yang terdapat di Provinsi Sulawesi Utara, ada 18 embung dan 3 embung ada di Kabupaten Bolmong
04:37Raya.
04:38Dan itu juga telah mengalami penurunan debit.
04:43Dan untuk sungai-sungai yang telah mengalami penurunan, ada sungai Domoga terjadi penurunan debit sekitar kurang lebih 72 persen.
04:59Sungai Tondano terjadi penurunan debit sekitar 47 persen.
05:04Dan sungai Poigar, sungai Ronoyapo terjadi penurunan sebanyak 17 persen.
05:10Demikian, bakarlah.
05:11Baik, kekeringan ini juga berdampak pada penurunan debit air di sungai Tondano.
05:15Lalu kemudian, Pak Romi, apa program utama dari BWS Sulawesi I dalam menangani kekeringan dan apa saja yang menjadi fokus
05:24-fokusnya?
05:26Ya, kami fokus ke semua sumberai yang ada.
05:30Ada embung, bendung, seluruh irigasi juga kita lakukan kegiatan normalisasi untuk menjaga fungsi infrastruktur
05:38dan mengoptimalkan penurunan air ke DRL Pertawahan.
05:45Namun juga kita melakukan monitoring kekeringan per hari dan kita laporkan itu ke pembina.
05:52Dan untuk fokus kita selanjutnya ke pompanisasi, kami membawa pompa menyarutkan air untuk masyarakat yang mengalami atau terancam sawanya untuk
06:07gagal panen.
06:09Dan sebagian besar pompa sudah kita bawa ke petani dan saat ini kita selalu memantau kegiatan yang ada untuk masalah
06:17kekeringan ini.
06:18Demikian, Pak Romi tadi disebutkan juga sejumlah sungai ini mengalami penurunan debit air lalu dengan kondisi seperti ini.
06:25Bagaimana sistem pendistribusian atau penyeloran air untuk irigasi dengan kondisi debit air yang tengah menurun di sejumlah sungai di sana?
06:34Ya kita berkoordinasi dengan Dinas Pertanian, Sabupaten, Dinas Pertanian Daerah melalui penyuluh pertanian yang ada
06:44dan juga bersama-sama dengan kelompok tani, capoktan untuk berkoordinasi melihat seperti apa yang akan bisa kita lakukan dalam masalah
06:54kekeringan ini
06:55melalui juga pembagian air yang merata dan titik pola tanam yang kita ubah, kita ubah, tapi itu berdasarkan koordinasi bersama
07:05semua pihak terkait.
07:06Demikian, Pak Romi.
07:07Baik, dengan kondisi kekeringan di sana, Pak Romi, apakah kemudian dari BWS Sulawesi 1 ini telah membangun atau menggali sumur
07:14dan juga pompanisasi
07:16di sejumlah wilayah paling terdampak kekeringan di sana? Dan kalau sudah ini wilayah mana saja, Pak?
07:22Ya, terima kasih. Untuk yang dilakukan dalam rangka darurat kemarau ini, kita telah membangun ada 108 sumur pompa yang beroperasi
07:34terdiri dari 43 unit menggunakan tenaga surya, solar tail, dan 63 unit menggunakan mesin geset bertenaga diesel.
07:47Dan juga saat ini kita lagi atau sementara membangun ada 4 kegiatan untuk pemboran sumur bor dan rumah pompa
07:56dan keempat itu ada 2 tempat yang kita bangun di Kabupaten Tarlaut dan ada 1 di desa Nyangas, desa terluar.
08:07Demikian, Pak Romi.
08:08Baik, kalau kemudian apakah ada teknologi seperti modifikasi cuaca atau water harvesting yang kemudian digunakan BWS Sulawesi 1
08:16untuk menangani dampak kekeringan ini, Pak?
08:20Terima kasih.
08:33Terima kasih.
08:51Untuk aquifer, nanti di dalam proses itu airnya dapat keluar dan kita manfaatkan untuk masyarakat.
08:58Dan yang berikut untuk data atau kondisi hidrologi secara real time dapat kita lapor.
09:05Kita telah membangun ada 119 pos hidrologi untuk pemantauan ketinggian muka air sungai
09:12dan 17 di antaranya telah menggunakan pos telemetri.
09:16di mana pos telemetri ini dapat menyampaikan data secara real time dan langsung ke BWS Sulawesi 1.
09:22Demikian, Pak.
09:23Baik, dengan air irigasi yang terbatas ini, lalu kemudian apa solusi yang ditawarkan BWS Sulawesi 1 bersama dengan dinas pertanian
09:32terkait dengan kebutuhan petani akan irigasi sawahnya?
09:35Apakah ada perubahan pola tanam atau seperti apa, Pak?
09:39Ya, terima kasih.
09:41Untuk koordinasi, kita berkoordinasi dengan dinas pertanian daerah bersama juga dengan penyuluh dan masyarakat.
09:49Kita menyesuaikan pola tanam sebagai salah satu upaya untuk mengantisipasi dapat kekeringan dan menyesuaikan kebutuhan air dengan ketersediaan air yang
09:59ada.
09:59Dan apabila terdapat area pertanian yang terancam mengalami gagal panen akibat kekurangan air,
10:07kita dari BWS Sulawesi 1 telah menyiapkan bantuan pompa untuk menyuplat air dari sumber terdekat.
10:13Dan sebagian juga pompa-pompa air ini telah kita serahkan ke masyarakat untuk mencegah resiko gagal panen.
10:21Demikian, Pak.
10:22Baik, dengan kondisi kekeringan yang tengah berlangsung dan juga musim kemarau panjang yang kerap kali berlangsung di sejumlah wilayah di
10:30Indonesia,
10:30termasuk di Sulawesi Utara, apa langkah atau program jangka panjang dari BWS Sulawesi 1 untuk menangani ataupun mengantisipasi kekeringan ini
10:40sehingga tidak lagi terjadi, Pak?
10:42Ya, di sumber air di BWS Sulawesi 1 khususnya ada program atau dokumen pula rencana pengelolaan SDA,
10:51diantaranya perencanaan yang kita akan rencanakan untuk membangun,
10:55ada pertama untuk mengoptimalkan embung, bendungan, dan apsa.
11:00Kedua, kita melakukan penambahan sumur-murumah pompa.
11:06Dan yang ketiga, rencana kelanjutan untuk pembangunan revitalisasi dan autodano.
11:15Demikian.
11:16Baik, terima kasih banyak atas informasinya, Pak Romy, atas waktunya di Jurnal Nusantara.
11:22Semoga sejumlah langkah yang telah dilakukan dan disiapkan untuk masyarakat di sana dapat berdampak langsung,
11:29dapat langsung dirasakan oleh masyarakat untuk menghadapi kondisi kekeringan di sana.
11:34Terima kasih, Pak Romy, atas waktunya hari ini di Jurnal Nusantara.
11:38Selamat kembali bertugas.
11:40Terima kasih, Mbak. Salam Nusantara.