00:00Saya ingin menjelaskan sedikit, ada negara tetangga kita yang kemarin menyampaikan tentang ekspor gas kita yang sebagian kita kurangi.
00:18Saya ingin menyampaikan bahwa total gas yang kita kirim, kita ekspor ke negara sahabat kita, saudara kita, konon katanya saudara
00:29kita, itu sebesar 409,55 mm BTOD.
00:41Oke, saya ulangi, total ekspor kita gas pipa dari dua tempat, satu adalah dari Laut Natuna, satu adalah dari Sumatera,
00:57itu totalnya sebesar 409,55 mm.
01:08Yang kemarin kita potong, itu adalah 31 mm, hanya kurang lebih sekitar 8 persen.
01:21Saya membaca berita, hanya 31 itu ternyata baru 2 persen konsumsi dari negara kita itu, negara temak sahabat kita.
01:35Jadi kalau 409 mm, katakanlah kalau itu tidak jalan, itu berarti berapa persen?
01:44Saya baca di media, itu ada sekitar 1000 mm kebutuhan mereka ya, 1000 lebih.
01:49Berarti kurang lebih sekitar 30 persen.
01:52Tetapi, atas arahan bawah presiden, Prabowo, negara kita adalah negara yang menghargai kontrak, aturan.
02:04Jadi jangan ajarin Indonesia terhadap komitmen untuk menjaga, menghargai kontrak.
02:1531 mm yang kita potong itu adalah masih di batas kontrak minimum.
02:25Saya ulangi, 31 yang kita potong sebagian, itu masih dalam batas kontrak minimum.
02:37Batas kontrak minimum kita, itu adalah sekitar 91 sampai 92.
02:44Dan kita baru sekitar 8 persen, terkecuali kita potong 10 persen.
02:50Nah, itu baru kita melanggar kontrak.
02:55Dan ini terjadi karena pertama adalah terjadi pemeliharaan, shutdown.
02:59Yang kedua adalah memang ada kebutuhan domestik.
03:04Yang berikut adalah itu baru gas via pipa.
03:14Belum gas LNG yang kita kirim.
03:18Gas LNG yang kita kirim, totalnya itu kurang lebih sekitar 146 kargo.
03:31146 kargo ini setara berapa mm, Pak Joko?
03:37Iya, berapa mm itu?
03:39140 mm?
03:42Iya, itu nanti dijelaskan teknis.
03:45Jadi, cukup besar yang kita kirim.
03:49Bapak Ibu semua, pemerintah Indonesia sangat menghargai aturan.
03:57Apalagi menteri SDM-nya.
03:58Sangat menghargai aturan sekali.
04:01Tapi saya juga minta,
04:04jangan di saat bersamaan kalian minta menghargai,
04:08susah minta dihargai.
04:11Senang mengolok-olok negara lain.
04:12Gimana itu?
04:14Jadi, disinilah asas kebersamaan kita.
04:19Jadi, kita harus equity treatment.
04:23Indonesia ini terlalu baik.
04:27Terlalu baik.
04:29Menghargai kontrak.
04:32Tapi hargai juga dong hubungan bersama antar negara.
04:35Harus sama-sama menghargai.
04:39Teman-teman semua, lambang ASEAN itu padi dan kapas.
04:44diikat.
04:46Itu artinya apa?
04:47Melambangkan kemakmuran bersama.
04:49Penghargaan bersama.
04:52Duduk sama rendah, berdiri sama tinggi.
04:56Dan saya juga meminta kepada pihak-pihak lain,
04:59untuk menghargailah.
05:02Saling menghargailah.
05:06Dan jangan ajarin
05:08kami, khususnya
05:10kementerian SDM
05:12untuk tentang menghargai kontrak.
05:14Saya paham betul tentang kontrak itu.
05:16Itu satu.
05:18Yang kedua,
05:20kami juga telah melakukan rapat
05:22dengan tim Gakum
05:23dan tim internal di SDM
05:27untuk akan
05:29melakukan
05:32monitoring
05:33pemeriksaan terhadap
05:37kebun-kebun
05:38yang juga melakukan
05:42usaha pertambangan.
05:45Yang ditenggarai
05:47itu dilakukan oleh beberapa perusahaan asing.
05:53Dan ingat,
05:55sebagai mantan menteri investasi,
05:57kalau izin itu hanya dikeluarkan
06:00untuk
06:00usaha
06:02sawit,
06:04tidak boleh melakukan
06:05usaha lain,
06:06pendapatan lain di situ.
06:09Dan saya sudah mendapat
06:10laporan dari Dirjen Gakum,
06:12ada beberapa
06:15perusahaan
06:16yang
06:18sedang berpendelaman
06:20tapi berpotensi
06:21untuk melakukan
06:23kegiatan lain
06:24selain daripada izin yang dikeluarkan.
06:27yang ketiga,
06:29yang keempat ya,
06:31Bapak Ibu semua,
06:33harga yang kita berikan pun
06:36harganya sangat ekonomis,
06:39sangat kita konsisten dengan kontrak ya,
06:43harganya pun sekalipun ICP-nya naik tinggi,
06:46tapi kita kasih harga masih di bawah
06:47rata-rata
06:4920 dolar per mm.
06:51Pak Joko ya,
06:53masih di bawah 20 dolar per mm.
06:56Ini
06:56sekedar pemberitahuan.
06:58Jadi kita juga ingin
07:00dengan hati yang
07:02tulus,
07:03kita harus saling
07:04membantu,
07:06saling menghargai,
07:09jangan pakai rumus
07:10disana senang,
07:11disini senang,
07:13dimanaman hatimu senang.
07:15kebiasaan-kebiasaan lama
07:16udah harus kita
07:18berlahan-lahan
07:22ya lupakan.
07:24Kita mau yang baru lah.
07:26Bapak Ibu semua,
07:28yang berikut,
07:28apa strategi ke depan?
07:32Pemerintah Indonesia juga
07:34sudah melakukan kerjasama
07:36dengan beberapa negara
07:37untuk
07:38tembaki nuklir.
07:40Salah satu diantaranya
07:41nuklir yang akan kita tempatkan
07:43masih dalam studi,
07:44kita akan taruh di
07:45Kepri,
07:46di Batam.
07:49Untuk bagaimana mendorong
07:50ketahanan energi kita.
07:53Ini masih dalam
07:56perhitungan.
07:59Ini masih dalam perhitungan.
08:01Dan kita
08:02sampai dengan hari ini
08:04masih melakukan kajian
08:07untuk
08:12tahapan proses
08:13ekspor
08:13listrik
08:14ke negara lain.
08:16Karena kita masih
08:17butuhkan listrik banyak
08:18di negara kita,
08:19jadi mungkin
08:21belum dalam waktu dekat kali ya.
08:23Tapi semuanya
08:23akan kita kaji lagi.
08:25Kita hitung itu,
08:27kita timbak-timbak lah.
08:29Indonesia juga tahu bahwa
08:31kita mengimpor
08:35BBM RUM 90
08:36yang tadi saya sampaikan
08:37dari negara tetangga.
08:39Dan mulai besok
08:40saya akan berangkat ke
08:42beberapa negara
08:43termasuk
08:44India,
08:45China,
08:45dan beberapa negara
08:46untuk saya mendapatkan
08:47kepastian pasokan.
08:50Rakyat Indonesia
08:51tenang.
08:54Insya Allah
08:55saya memberikan jaminan
08:56atas arahan
08:57perintah
08:59Presiden Prabowo
09:01bahwa cadangan
09:03BBM kita
09:05dalam standar
09:06minimum nasional
09:07harga tidak akan
09:09naik untuk BBM subsidi.
09:12Ya,
09:13saya diperintahkan
09:14untuk mencari
09:15kontrak jangka panjang.
09:18Dan terakhir,
09:20saya senang
09:21untuk kita
09:23sama-sama
09:23menghargai.
09:26yang kita
09:27sama-sama
09:28harus menghargai
09:28apalagi
09:30sesama
09:32sodalah.
09:34Tapi kalau
09:34ada yang
09:35merasa
09:36untuk dihargai
09:37saja,
09:38sementara lain-lain
09:39tidak dihargai,
09:41maka saya pikir
09:42semua
09:42pasti
09:43ada jalannya.
09:45Seperti orang
09:45Papua bilang,
09:46jangan tulis lain,
09:48baca lain,
09:50bikin lain.
09:50Saya pikir demikian
09:52teman-teman
09:52media.
09:53Silahkan kalau ada yang
09:54mau tanya.
09:55Pak Bahlil.
09:56Pak, sebelah sini Pak,
09:57maaf Pak.
09:58Sebelah mana?
09:59Eh, bos.
10:01Dengan Rio Pak,
10:02dari Dunia Energi Pak,
10:02ada beberapa pertanyaan.
10:03Yang pertama,
10:04ke depan berarti
10:05skema pengadaan
10:06LPG,
10:07CRUD,
10:08dan BBM,
10:09berarti melalui BLU,
10:10kemudian kepertamatan,
10:11atau seperti apa
10:11mungkin bisa dijelaskan Pak.
10:13Kemudian,
10:13tadi Bapak sempat
10:14menyegung
10:14equal treatment Pak.
10:16Apakah kebijakan ini
10:17sebagai respon juga?
10:19Kalau memang ada
10:20quote-unquote,
10:21kita kan terjadi
10:22kelangkaan BBM Pak,
10:23berdua Pak,
10:23bulan terakhir Pak.
10:24Sebagai respon
10:25terhadap
10:26kelangkaan tersebut,
10:27karena kan kita tahu
10:28sumber BBM kita
10:29ataupun kita
10:30dari mana Pak,
10:31yang tadi Pak jelaskan juga.
10:32Kemudian terakhir Pak,
10:34sumber gasnya itu
10:35nanti
10:37yang
10:38dipangkas itu Pak,
10:39maaf Pak,
10:39itu dari mana saja Pak.
10:41Dan kalau memang
10:41ada tindakan hukum,
10:43nintinya ada tindakan hukum,
10:44seperti apa respon pemerintah Pak?
10:45Terima kasih Pak.
10:47pertanyaan kau banyak kali.
10:50Yang pertama,
10:51dalam per-per-107,
10:53itu nanti
10:55yang mengadakan
10:56BLU,
10:57setelah itu
10:58BLU
10:59akan
11:00melakukan
11:02B2B,
11:03B2G dengan Pertamina.
11:04Jadi Pertamina nanti
11:05akan membeli
11:05di BLU.
11:08Jadi gak ada lagi
11:09perusahaan-perusahaan lain.
11:11Gak ada lagi.
11:13Jadi negara ke negara aja
11:14udah,
11:15biar tidak ada
11:15adustan antara kita.
11:18Ya,
11:18dinda ya.
11:20Yang kedua,
11:22terkait dengan
11:23respon,
11:24gak ada respon-respon.
11:25Mau respon siapa?
11:26Saya menyampaikan ini
11:27terkait dengan
11:28bagaimana
11:29kondisi energi kita.
11:31Kalian disampaikan
11:32kelangkaan itu
11:33adalah
11:34metode
11:35supply
11:36logistiknya.
11:38dari
11:39kilang
11:40ke terminal.
11:41Jadi itu namanya
11:42bukan cadangan
11:44nasional kita
11:44yang berkurang ya.
11:46Bukan,
11:46itu harus clear dulu.
11:47Di Bali kan kemarin
11:48terjadi,
11:49karena terjadi
11:51keterlambatan
11:52daripada
11:52kapal yang
11:54tiba di sana.
11:55Tapi Alhamdulillah
11:56udah clear.
11:57Alhamdulillah udah clear.
11:59Yang ketiga,
12:01menyangkut dengan
12:02pemotongan
12:0231mm
12:03itu di daerah
12:05satu di laut,
12:08laut Natuna,
12:09yaitu dari perusahaan
12:103S dari
12:11Medco
12:12NP
12:13Gresik
12:14dan Petrocina
12:15Jabung.
12:16Dan yang kedua
12:17adalah
12:18Prime Natuna
12:19Blok A
12:21dan
12:21Medco Natuna
12:23Blok B.
12:25Jadi,
12:27dan ketiga
12:28adalah wilayah
12:28Kakap ya.
12:30Jadi,
12:31sekalipun terjadi
12:31pemotongan,
12:32tidak kita
12:33melanggaran aturan.
12:34Karena masih
12:35di dalam
12:36batas
12:37minimal ekspor.
12:39Sekali lagi
12:40saya katakan ya,
12:41tidak
12:42kita melakukan
12:43pelanggaran aturan
12:44atau pelanggaran kontrak
12:45karena kita baru
12:47melakukan
12:48minimum.
12:51Jadi,
12:52saya juga bingung ya,
12:53kenapa
12:53mungkin yang ngomong ini
12:54belum baca kontrak dulu kali ya?
12:56Kok ada
12:57kayak
12:57gimana gitu ya?
12:59Padahal
13:00itu baru 31.
13:03Bagaimana lagi
13:04kalau lebih ya?
13:04Tapi kan kita tidak
13:05ingin itu.
13:06Tapi kalau memang
13:07ya gimana-gimana ya
13:09kita bisa
13:10bicarakan
13:11baik-baik ya.
13:13Oke.
13:17Siang Pak Balina.
13:18Saya Rian Pak
13:19dari
13:20Bisnis Indonesia
13:21masih tanya
13:22soal tadi
13:22pemangkasan ekspor
13:24gas ke Singapura.
13:25Ini kan
13:2531 BBTU ya Pak.
13:27Ini tuh
13:27dalam jangka waktunya
13:28apakah
13:29pemangkasan
13:30permanen
13:30atau dalam
13:31tempo beberapa
13:32waktu tertentu Pak.
13:33Kemudian kan ini
13:34tadi dari
13:35Natuna sama Sumatera ya
13:36dan nanti pasokannya
13:37katanya dialihkan
13:37untuk pembangkit
13:38di Batam ya Pak.
13:39Nah gimana sih
13:40memang pasokan gas
13:41untuk pembangkit
13:41di Batam dan Sumatera
13:42kemudian tadi
13:43Bapak juga
13:43menyinggung soal
13:44negara yang
13:45tidak saling menghargai ya.
13:47Memang tolak hukur
13:48tidak saling menghargai itu
13:49seperti apa Pak
13:49untuk Indonesia
13:50apakah dengan
13:50nanti menurut
13:52tolak hukur Bapak
13:52Singapura
13:53sudah menghargai
13:54apakah ekspor ini
13:55bakal dilanjutkan lagi
13:56atau malah
13:57gimana sih Pak ke depannya
13:58kayak itu.
13:59Terima kasih.
14:00Saya hari ini
14:01bicara sebagai
14:01Menteri SDM ya
14:02bukan sebagai Tunggolkar.
14:04Jadi harus
14:05straight
14:05berdasarkan aturan.
14:08Yang pertama
14:09saya mau sampaikan
14:11bahwa
14:11di dalam kontrak
14:13yang ada
14:14itu ada
14:15batas minimum
14:16yang harus disupply.
14:20Oke.
14:22dari apa yang terjadi ini
14:24kita belum
14:24melewati
14:25batas minimum.
14:27Belum ada.
14:28Jadi belum ada
14:28pelanggaran disitu.
14:30Belum
14:31belum ada
14:32ketidak
14:33patuhan kita
14:34atau belum ada
14:37langkah
14:37yang tidak menghargai kontrak.
14:40Terkecuali
14:41Pak Joko
14:42sudah memotong
14:4390%
14:44atau 89%.
14:46Ini kan
14:46baru 8%.
14:48Jadi belum ada bos.
14:50jadi saya gak mau tanggapi
14:51hal yang belum ada ini.
14:52Jadi saya tidak mau
14:53berhalusinasi
14:54dengan orang lain.
14:57Jangan orang punya
14:58kegelisahan
14:59terus saya tanggapi.
15:00Gak bagus.
15:00Saya bukan ahli
15:01peramal orang ya.
15:03Satu.
15:04Yang kedua
15:05kita tahu bahwa
15:06kita sekarang
15:06kan ada beberapa
15:07sumur-sumur gas kita
15:09yang terjadi
15:10incline
15:11penurunan.
15:12Karena ada
15:13terjadi
15:14shutdown
15:15pemeliharaan.
15:16Nah karena terjadi
15:17pemeliharaan
15:18maka saya harus
15:19memprioritaskan
15:20kepentingan
15:20dalam negeri.
15:22Ada dua di situ.
15:23Satu adalah
15:24urusan
15:26PLN
15:27yang kedua
15:28urusan
15:28industri.
15:29Karena industri
15:30kita kalau tidak
15:31kita supply
15:33bagaimana
15:33bisa
15:34punya bahan baku
15:35dan berangkat
15:36meningkatkan
15:36nilai tambah
15:37fililisasinya.
15:39Yang ketiga
15:42apakah ini
15:43permanen atau tidak
15:44saya merasa
15:45belum ada
15:45perlanggaran kontrak.
15:47jadi
15:48saya pikir itu
15:48dinamis saja lah mas.
15:50Ya
15:50silahkan yang lain.
15:52Ya Reza
15:53Pak dari
15:54Nike
15:54saya tadi kan
15:54Terima kasih.