00:00Soal sejahtera tanpa kerja, sederhananya realistis atau gimana?
00:04Ya menurut saya itu menarik karena itu sepertinya lebih advance ya Bang
00:07dibanding apa yang mungkin hari-hari ini banyak orang-orang tuntut gitu.
00:11Dan justru karena itu saya rasa kenapa itu menjadi lebih advance
00:14karena sebenarnya ada satu barrier sebelum kesana
00:17yaitu bahwa sekarang pemerintah sendiri pun masih belum bisa sampai pada titik se-advance itu Bang.
00:23Bahwa misalnya, Abang mengatakan oke orang bisa sejahtera tanpa kerja dan sebagainya.
00:29Justru itu yang menjadi keresahan banyak orang hari ini tentang program MBG misalnya Bang.
00:33Bahwa orang-orang itu harusnya, idealnya mereka bisa makan secara normal bergizi
00:39tanpa harus menunggu diberi di sekolahnya satu kali sehari misalnya.
00:42Itu adalah satu advancement yang seharusnya hari ini bisa kita achieve, bisa kita capai gitu Bang.
00:48Dengan konsep bahwa memberi makan bergizi itu gak harus dengan kita bikin dapur
00:52secara megah-megahan banyak di mana-mana kemudian kita bikin orang-orang nih
00:58dikasih di sekolahnya satu kali semua pakai tempat makan segala macam
01:01terus setelah dari situ pulang.
01:03Kemudian ini menjadi oke program yang memberi makan orang-orang satu kali sehari tapi gitu.
01:09Jadi kita sebenarnya mengharapkan bahwa abstraksi semacam itu
01:12bahwa orang harus bisa sejahtera tanpa kerja juga pada akhirnya dan sebagainya
01:16itu berlaku pada program-program lain.
01:18di mana seharusnya hal-hal manual itu bisa di cut di mana orang itu bisa mesejahterakan dirinya sendiri
01:23secara mandiri gitu Bang.
01:25Saya kira ini khas pandangan libertarian.
01:32Gini, kenapa negara harus campur tangan?
01:34Kenapa negara harus campur tangan?
01:37Pada soal makan.
01:40Saya gak tahu sebuah alih gizi.
01:42Tentu Fatim aja bisa lebih paham karena seorang dokter.
01:45Tapi intinya gini.
01:46Yang saya lihat dan menurut saya hitung-hitungan.
01:48Pertama, dari setelah makan bergizi,
01:52prosentase kehadiran siswa meningkat.
01:56Karena bagi banyak orang ternyata makan bergizi dan nikmat.
02:00Bukan semua gerisi, bergizi.
02:01Bagi anak-anak nikmat itu lebih penting kadang-kadang ya.
02:04Itu juga rupanya menjadi salah satu insentif model atau model imbalan bagi sejumlah komunitas di Indonesia
02:14untuk mereka meningkatkan kehadiran anak sekolah.
02:18Itu ada itu angka-angkanya.
02:18Kedua, soal format kenapa harus ada sebenarnya agak aneh juga di Indonesia.
02:27Karena sebenarnya ini bukan program yang unik Indonesia.
02:29Banyak negara melakukannya.
02:30Di Brazil sudah 40 juta siswa menjadi beneficiaris dari program ini.
02:35It works.
02:37Dan sekaligus saya bukan alih gizi.
02:40Tapi saya ingin mengatakan bahwa saya gak mengatakan manusia sama dalam komputer.
02:46Daya kognisi manusia itu sama seperti komputer.
02:49Makan itu soal hardware-nya.
02:52Pendidikan itu soal software-nya.
02:54Menurut saya jangan dipertentangkan.
02:55Menurut saya jangan dipertentangkan.
02:57Apakah itu cukup atau tidak, itu mungkin bisa dikritikkan di situ.
03:00Atau mungkin Fatima yang mengatakan harus dua kali.
03:03Tapi misalnya contohnya ini.
03:05Harus dua kali makan ya.
03:06Tapi hanya untuk kelas masyarakat bawah.
03:09Atau 3T saja.
03:10Sementara wilayah kampung-kampung kaya gak usah.
03:13Bisa kaya gitu?
03:14Oke.
03:15Bisa aja usulannya.
03:16Nah kalau kita kembali dari diskusi kita ujungnya karena aksi Indonesia sadar itu tadi.
03:22Sepuas apa bahwa aksi teman-teman ternyata membuat yaudah semua orang tersadarkan bahwa ada kerja, ada evaluasi di situ.
03:29Puas gak kira-kira?
03:30Tentu yang kita harapkan adalah bukan hanya oke kita sudah bekerja lalu ada evaluasi dan sebagainya ya.
03:36Seperti yang saya katakan tadi gitu.
03:37Pada akhirnya masyarakat itu baru akan merasakan oh ini hasilnya ketika mereka memang sudah merasakannya gitu.
03:42Dan saya rasa itu adalah hal yang wajar gitu.
03:44Banyak mungkin Bang salah satu hal yang membuat masyarakat kecewa adalah ketika pemerintah tuh bilang bahwa ya jangan tunggu sekarang
03:50dong hasilnya.
03:51Orang kita baru mulai.
03:52Masalahnya mereka udah mulai nyoblas bukan dari zamannya Pak Prabowo aja gitu loh Bang.
03:56Jadi kayak mereka tuh merasa oke dari setiap zaman mereka selalu disuruh tunggu-tunggu-tunggu.
04:00Mau sampai kapan ditunggu?
04:01Orang yang tadinya masih muda sampai mereka udah tua udah punya anak masih sama terus narasinya.
04:06Sebenarnya sangat wajar kalau misalnya mereka pengen ada hasil yang bisa mereka rasakan mulai sekarang juga gitu.