Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Kasus mutilasi ibu dan anak di Madiun, Jawa Timur, terus menjadi perhatian.

Sejumlah fakta baru terungkap dalam proses penyidikan, mulai dari hasil uji DNA bagian tubuh yang ditemukan di rumah tersangka hingga dugaan motif pembunuhan yang dipicu akumulasi perselisihan antara tersangka dan korban.



#madiun #jatim #mutilasi #istrisiri

Baca Juga Polda Jatim Ungkap Hasil DNA Korban Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun Identik di https://www.kompas.tv/nasional/699449/polda-jatim-ungkap-hasil-dna-korban-pembunuhan-ibu-dan-anak-di-madiun-identik



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/699523/penyidikan-kasus-mutilasi-ibu-dan-anak-di-madiun-ini-fakta-terbaru-yang-terungkap-parasot
Transkrip
00:00Oke, jadi dari kronologi singkat bahwa sebenarnya antara korban dan pelaku ini sudah berkenalan mungkin sekitar 3 tahun yang lalu,
00:08mungkin sekitar di tahun 2023, memang memiliki hubungan pacaran dan sebagainya, sehingga mungkin pelaku dan korban ini singkatnya adalah melakukan,
00:17mungkin menikah secara sendiri, yaitu di kota Samarinda, seperti itu.
00:21Setelah 3 tahun mereka melakukan hubungan pacaran, sehingga melakukan pernikahan secara sendiri di kota Samarinda.
00:33Kalau sepengetahuan Anda sebagai kuasa hukum korban, profil pelaku sendiri seperti apa?
00:39Kalau sepengetahuan saya sebagai seorang kuasa hukum, memang saya profil dari pelaku ini sebenarnya dia bekerja sebagai seorang, mungkin bekerja
00:48di kapal ya,
00:48secara garis besar dia bekerja sebagai di kapal, mungkin pelayaran dan sebagainya, dan mungkin pekerjaan itu tidak menentuh, seperti itu.
00:56Jadi mungkin sistem kontrak, dia kalau memang ada panggilan dari perusahaan, mungkin pelaku ini mungkin akan bekerja di luar negeri
01:03atau di luar daripada Indonesia itu seperti keterangan awal yang saya dapat dari keterangan adik korban, seperti itu.
01:09Kalau kita lihat ini kan ada jeda waktu ketika terakhir kali keluarga menghubungi korban, sehingga akhirnya melapor bahwa ada dugaan
01:17hilang.
01:18Yang menyebabkan keluarga akhirnya curiga, korban dan juga anaknya ini sudah hilang kontak, sehingga perlu akhirnya melapor ke polisi seperti
01:26apa?
01:26Jadi mungkin awal mula mereka hanya melaporkan, orang hilang karena sejak tanggal 20 itu ada komunikasi terakhir antara korban dan
01:36ibunya pada saat komunikasi terakhir dan putus komunikasi lewat Sidiopol itu memang sudah berakhir dari tanggal 20.
01:43Itu korban tidak pernah mengabari keluarganya, tidak pernah mengabari sehingga keluarga korban itu berlihat datang ke Madiun untuk menemui pelaku
01:52ini untuk menanyakan di mana keberadaan korban seperti itu.
01:55Jadi korban mengelak bahwa korban ini pada saat itu adalah cekcok bersama pelaku, cekcok ribut dan sebagainya.
02:02Sehingga korban ini pergi melarikan diri dari pelaku seperti itu, itu jadi keterangan awal yang saya inginkan.
02:09Berdasarkan laporan tersebut, dilakukan serangkaian penyidikan dan penyidikan terkait dengan adanya orang hilang.
02:20Kemudian ditemukan beberapa fakta di lapangan bahwa yang bersambutan pernah melakukan menginap di salah satu hotel
02:34dan dari situ kita temukan jejak digital di mana ada CCTV yang menginapkan kepada kita bahwa benar yang kesakitan telah
02:46menginap di situ.
02:48Dari situ dilakukan pengembangan, kemudian ditemukanlah fakta bahwa korban yang tadinya dilaporkan hilang sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
03:04Yang selanjutnya, peran berubah menjadi ketidak pidana pembunuhan.
03:11Secara umum ketidak pidana pembunuhan, namun pasal yang kami telapkan yaitu ketidak pidana pembunuhan merencana berdasarkan fakta yang sudah kami
03:20kumpulkan.
03:22Akhirnya jelas berdasarkan hasil penyidikan kita bahwa motif yang dimunculkan pada waktu pemerintahan
03:29diakibatkan karena ada perselisihan yang terjadi sesaat pada saat tersangka dengan korban bertemu di hotel,
03:40di situ terjadi percetokan dan akibat dari percetokan itu timbul emosi dari si tersangka sehingga mengakibatkan korban harus dihabisi pada
03:51saat itu.
03:53Namun untuk lebih lengkapnya nanti kami akan terambil lagi terkait dengan informasi yang kami dapatkan itu.
03:59Yang jelas pada saat itu persiwa itu di atas ke belakang yang akibat dari adanya percetokan antara yang kedua yang
04:06bersantutan.
04:07Ya karena tentu kita bisa melihat upaya-upaya seperti ini memang pertama tadi saya sampaikan juga terpola sama sekali.
04:13Jadi saat kemudian ini terjadi mereka akan menjadikan ini sebagai salah satu pemakmuman.
04:17Yang kedua adalah seringkali ini terakumulasi karena memang status yang terjalin di antara kedua belah pihak ini tidak memiliki legitimasi
04:27yang kuat
04:27maka tentu apa yang terjadi di antara kedua belah pihak tidak memiliki juga tanggung jawab secara hukum.
04:32Nah yang ketiga adalah dalam konteks ini pula seringkali perempuan yang tidak memiliki kemampuan secara tanda kutip gitu ya
04:39untuk melakukan pemilihan diri terhadap pasangannya itu mudah untuk atau kemudian menjadi rentan untuk menjadi sasaran dari kekerasan.
04:45Hal seperti ini akhirnya dalam berbagai kasus gitu ya entah kemudian karena adanya ejekan atau kemudian permasalahan ekonomi tadi saya
04:53sampaikan
04:53atau memang karena hal-hal yang bersifat kecemburuan gitu ya karena memang mereka tidak memiliki satu ikatan yang cukup kuat
05:01maka akan mudah untuk menstimulus para pelaku untuk melakukan kekerasan.
05:04Nah yang keempat ada dalam konteks ini pula.
05:06Berir dalam kontrol sosial itu tidak terjalin dengan baik.
05:09Jadi apakah memang dalam konteks ini keluarga atau latar belakang keluarga yang tidak dikenali
05:14atau kemudian mereka mendapatkan pemahaman antara satu dengan lain yang melalui media sosial
05:18sehingga mereka tidak berada pada titik bahwa apa yang mereka jalin gitu dalam konteks rumah tangga tersebut
05:26itu memang didasari oleh adanya ikatan tertentu.
05:28Di sisi lain pula pada posisi ini seringkali perempuan berada pada titik yang sangat amat perugikan
05:33karena mereka menjadi korban dan mereka memiliki kerentaran cukup tinggi
05:35untuk menjadi sasaran dari kekerasan bahkan yang mengarah kepada pembunuhan.
05:39Ironisnya ada dalam konteks ini pula pelaku menghabisi anaknya gitu
05:45untuk kemudian bisa menghilangkan jejaknya di sisi lain
05:47untuk kemudian melampiaskan secara membabi buta kekesalan tersebut
05:51tidak hanya cukup kepada ibunya tapi kemudian dilampiaskan kepada anaknya.
05:56Mereka berdua terutama Pak Tono ini gimana?
05:58Kalau Pak Tono itu nggak pernah ya, nggak pernah bergaul sama lingkungan.
06:04Kerjanya kan katanya denger-dengar pelayaran tapi kurang tahu, jarang di rumah mas pokoknya.
06:11Kalau Bumartanya itu buru statusnya, tapi ya jarang bergaul loh.
06:17Tapi baik Bumarta itu kalau ada peringatan 17-an apa-apa itu udah bagus nyumbang banyak hadiah dengan anak-anak.
06:25Bagus kalau Bumartanya.
06:27Berarti aktivitasnya ke sehariannya Bumarta dan Pak Tono itu di rumah itu ya?
06:32Iya, di situ.
06:34Kalau terakhir Ibu lihat Bumarta atau Pak Tono itu apa?
06:38Kalau Bumarta tahu hari Sabtu pagi.
06:41Kalau Pak Tono nggak pernah lihat.
06:45Kalau komunikasi dengan Bumarta sering?
06:48Sering ya, ikut arisan kok. Jadi kalau bayar arisan ke saya.
06:53Informasinya tahun kemarin sempat naik haji juga punya?
06:56Iya, iya.
06:57Jadi naik haji dua-duanya.
06:57Jadi naik haji siapa, Bu?
06:58Gimana?
06:59Yang naik haji siapa?
07:00Dua-duanya, Bapak Ibu.
07:02Pak Tono dengan Bumarta juga?
07:04Iya.
07:07Kalau Bumarta sendiri tuh buka bimbel itu kita tahik baru.
07:11Bimbelnya udah lama?
07:13Lama, udah lama bimbelnya.
07:14Sampai sekarang masih jalan?
07:15Masih terakhir hari Jumat kalau nggak salah bukanya.
07:20Sudah murid-murid?
07:21Iya, hari Jumat terakhir.
07:23Kalau informasinya Bumarta sekarang gimana, Bu?
07:25Kurang tahu.
07:27Ada informasinya dipanggil di polda?
07:30Aduh.
07:31Mungkin gini.
07:32Tapi saya nggak dengar kalau dipanggil ke polda.
07:34Kalau Bumarta tuh tidurnya juga di rumah sini?
07:36Iya, di sini kena tanya.
07:38Jadi setelah kemarin kegiatan prarekonstruksi,
07:43memang kita bawa tersangka dan keluarga dari korban, ibu dan adiknya ya.
07:52Jadi karena kita bawa, karena kita pingin di lokasi itu,
08:01bila ada perbedaan yang di BAP itu kita bisa langsung tanyakan kepada ibu dan adiknya.
08:12Karena terakhir kontak mereka korban dan ibu itu,
08:22terakhir itu ada juga di video call itu, tersangka juga di situ.
08:29Jadi menurut ibunya itu, terakhir kontak itu si tersangka kelihatan muram gitu kan.
08:43Dan tidak mau berbicara.
08:44Ya ibunya mungkin berpikir, ah mungkin lagi pada marahan kali.
08:49Tapi setelah itu, itu peristiwa di hotel ya.
08:54Jadi setelah itu langsung nomor korban langsung mati.
09:00Nah itu, yang kita dapat kemarin waktu prarekonstruksi di hotel ya.
09:08Dan itu dibenarkan oleh...
09:12Pada satu sisi, Polda Jawa Timur menggunakan pasal pembunuhan berencana.
09:15Tapi pada alenia-alenia berikutnya,
09:18Polda Jawa Timur juga yang menggunakan diksi emosi sesaat
09:21untuk menjelaskan perilaku sang tersangka.
09:25Nah, pembunuhan berencana dan emosi sesaat
09:27menunjukkan adanya dua mensreya yang berbeda satu sama lain.
09:32Pembunuhan berencana bermakna
09:34bahwa ketika melancarkan aksi bejatnya tersebut,
09:37tersangka ini memiliki mensreya tingkat satu.
09:40Mensreya tingkat tertinggi,
09:42yaitu tidak hanya berkehendak,
09:45tapi bahkan berencana untuk menghabisi nyawa orang lain.
09:49Sementara, ketika Polda Jawa Timur kemudian menggunakan diksi emosi sesaat,
09:55serta merta, mensreya tersangka diturunkan oleh pihak polisi.
09:59Tidak lagi berada pada mensreya tertinggi atau mensreya level satu,
10:03tapi turun, kemungkinan A justru ada di mensreya level tiga.
10:09Mensreya level tiga itu adalah recklessness.
10:12Kalau kita tautkan ke KPHB,
10:14maka recklessness semacam ini adalah
10:16penganiayaan yang mengakibatkan orang
10:24kehilangan nyawa.
10:25Berbeda dan tajam dengan penganiayaan yang mengakibatkan orang meninggal dunia.
10:32Pembunuhan berencana, pelakunya bisa dijatuhi hukuman mati.
10:36Sementara terhadap pelaku penganiayaan yang mengakibatkan orang kehilangan nyawa,
10:42ancaman hukumannya jauh di bawah itu.
10:45Jauh lebih ringan.
10:46Saya sedang berbicara tentang perbuatan tersangka terhadap korban pertama,
10:51yaitu sang istri siri.
10:53Lain lagi kalau kita bicara tentang apa yang dilakukan oleh tersangka
10:57terhadap korban kedua, yaitu anak barita yang bernasib malam itu.
11:07Cara baru nonton di Smart TV,
11:10nonton live streaming,
11:11dan ribuan tayangan Kompas Gramedia langsung dari Smart TV kamu.
11:16Cara installnya,
11:17buka Google Play Store di Smart TV kamu.
11:20Cari Kompas TV melalui pencarian.
11:23Pilih aplikasi, lalu install.
11:26Selesai,
11:27kamu bisa menonton video pilihan editorial Kompas TV.
11:31Download Kompas TV Apps di TV kamu sekarang juga.
11:34Kompas TV.
11:35Terima kasih.
11:35Terima kasih.

Dianjurkan