Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
BNPB Imbau Kewaspadaan Titik Api Baru Karhutla di Kalimantan dan Papua Meski Masuk Musim Hujan

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan laporan perkembangan terkini terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai daerah.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, mengimbau masyarakat dan pemangku kepentingan untuk tetap bersiaga terhadap potensi kemunculan titik api baru, meskipun sebagian besar wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan. Selain mengingatkan kewaspadaan, BNPB juga menginformasikan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang terus berjalan di wilayah Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Sumatera Selatan.

Guna mengoptimalkan penanganan di lapangan, alokasi alutsista udara serta armada water bombing turut disiagakan di sejumlah lokasi rawan karhutla.

#bnpb #karhutla #kalimantan #papua #titikapi

Creative/Video Editor: Icha/Reiki
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Kami ingin menyampaikan bagaimana penanganan dan pengendalian karhutlah di Indonesia.
00:06Dari layar kita bisa lihat ada beberapa provinsi saat ini yang terjadi karhutlah lagi, sebelumnya tidak ada, dan penurunan yang
00:16signifikan di beberapa provinsi.
00:19Kami ingin menyampaikan ada 742 hektare lahan terbakar yang berasal dari Kalimantan Tengah, di mana luas lahannya sebanyak 351 atau
00:35turun 42 persen dari hari sebelumnya.
00:38Papua Selatan, di mana kemarin itu sampai mencapai 700 hektare lebih, saat ini tinggal 253 hektare atau turun 56 persen.
00:50Sulawesi Tenggara sebesar 95 hektare atau turun 63 persen.
00:58Nusa Tenggara Barat, mohon maaf, Nusa Tenggara Timur ada 16 hektare atau turun 36 persen.
01:09Sedangkan di Bangka Belitung, ini menjadi 8 hektare yang sebelumnya kami belum dapat laporan, dan di Kalimantan Barat ada 19
01:19hektare naik 217 persen.
01:22Artinya untuk Kalimantan maupun tempat lain, walaupun musim hujan, masih berpotensi terjadi titik-titik api baru mengingat api atau bara
01:33api yang ada di bawah permukaan masih belum 100 persen untuk padam akibat hujan yang sudah terjadi akhir-akhir ini.
01:42Tentu kami tetap menghimbau dan akan melakukan upaya-upaya sehingga titik-titik api akan padam sehingga tidak menjadi masalah di
01:53kemudian hari setelah membesar.
01:57Ada pun armada udara yang saat ini kita standby ataupun operasikan sebanyak 54 unit.
02:0622 diantaranya adalah untuk patroli maupun untuk melaksanakan operasi modifikasi cuaca.
02:1230 berupa helikopter yang akan melaksanakan waterbombing.
02:18Kita lihat ada di Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Jambi dan Riau.
02:25Tetap ada standby atau dalam keadaan siap-siaga ketika nanti pesawat ini dibutuhkan untuk keperluan yang ketika ada titik api.
02:37Ataupun memang diperlukan untuk melakukan modifikasi cuaca.
02:40Di 6 provinsi selain di luar 6 provinsi selain dari 6 provinsi yang disebutkan di atas ada di Jawa Timur,
02:47Kalimantan Timur, Papua Selatan dan Papua Barat Daya.
02:55Kami juga melaksanakan modifikasi cuaca yang kami laksanakan ada di 3 provinsi.
03:01Di mana Kalimantan Tengah kami laksanakan 6 sorti atau 9.300 kg dry ice maupun NACL kami taburkan.
03:14Dan ini kami taburkan di mana pesawatnya berasal dari Kalimantan Selatan.
03:19Dan hujan dilaporkan di Kota Waringin Barat, Sukamara dan Murung Raya.
03:26Sedangkan di Kalimantan Selatan ada 2 sorti yang kami laksanakan di sana atau sebesar 3.000 kg garam atau NACL.
03:37Dan dilaporkan ada hujan di Banjar Baru, Banjar dan Tanah Laut.
03:42Untuk Sumatera Selatan kami melaksanakan penyemayan garam sebanyak 7.200 kg dan dilaporkan ada hujan di Oki, Oganhilir, Banyu Asin
03:55dan Palembang.
03:57Tentu BNPB bersama tim gabungan masih tetap melaksanakan modifikasi cuaca ketika atmosfer menyiapkan awan-awan atau bibit awan.
04:08Sehingga dapat kita samaikan atau panen hujan dan ini bisa menyirami titik-titik api yang berpotensi masih ada di bawah
04:19permukaan.
04:24Kami juga menyampaikan bahwa ada pelaksanaan OMC di Papua Selatan.
04:29Untuk Papua Selatan kami pada tanggal 31 Oktober yang lalu kami dilaporkan ada 901 titik panas dan pada kemarin tanggal
04:411 November sudah turun secara signifikan menjadi 156 titik panas.
04:48Papua Selatan memiliki lahan gambut seluas 1,12 juta hektare dan yang terluas ada di Kabupaten Mapi, Kabupaten Asmat dengan
04:59kekeringan ekstrim mencapai 70,7 persen.
05:05Gubernur Papua Selatan juga dan Bupati Merauke telah menetapkan status tanggap darurat serta BNPB mengaktikan posko OMC di Lanut JA
05:17di Mara.
05:18Di Merauke sejak tanggal 22 Oktober 2026 hari ini dilaksanakan dua sorti selama lima jam lebih untuk menebarkan 2000 garam,
05:332000 kilogram garam di Kabupaten Merauke maupun Kabupaten Boven-Digul.
05:48Terima kasih telah menonton!

Dianjurkan