- 4 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Wakil Sekretaris Jenderal PKB, Zainul Munasichin, menanggapi isu keterlibatan ketua umum partai politik dalam kasus penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto.
Zainul Munasichin, mengatakan Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) telah menyampaikan secara terbuka bahwa dirinya termasuk dalam daftar pejabat pemerintah dan ketua umum partai yang diduga menjadi sasaran penyadapan.
Zainul menegaskan, penyidikan tidak cukup hanya berhenti pada pelaku yang telah ditetapkan sebagai tersangka.
Sementara itu, Penasihat Ahli Kapolri, Aryanto Sutadi, menjelaskan bahwa penyidikan harus dimulai dengan menelusuri pihak yang melakukan penyadapan, kemudian menggali keterangan dari para tersangka untuk mengetahui siapa yang memerintahkan.
Baca Juga Listyo Sigit Cs Sadap Presiden Prabowo, Jimly: Terindikasi Makar, Ancamannya Hukuman Mati di https://www.kompas.tv/nasional/700427/listyo-sigit-cs-sadap-presiden-prabowo-jimly-terindikasi-makar-ancamannya-hukuman-mati
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/700445/full-ketum-parpol-mengaku-disadap-pkb-desak-aktor-dibongkar-kompas-petang
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Usai penyadapan Presiden Prabowo Subianto terbongkar, kini Ketua Umum Partai Politik ramai-ramai mengklaim kalau jadi korban penyadapan.
00:08Lebih lengkap soal klaim penyadapan Ketua Umum Partai Politik, kita bahas bersama dengan Wasek JNPKB,
00:14ada Bung Zainul Munasihin dan juga ada pesan nasihat ke ahli Kapolri, Bapak Arianto Sutadi.
00:20Selamat petang Bapak-Bapak, Assalamualaikum.
00:23Assalamualaikumussalam.
00:25Ya, saya ingin ke Bung Zainul dulu. Bung Zainul, Ketua Umum Anda, Cak Imin, mengaku juga disadap.
00:31Ini klaim yang kemudian sudah diketahui sebelumnya atau seperti apa sampai saat ini komunikasi di internal PKB sendiri?
00:41Ya, jadi 2 hari yang lalu, Ketua Umum kami, Gus Mohimine Eskandar, memang mengkonfirmasi bahwa beliau masuk dalam daftar,
00:50daftar, pejabat pemerintah termasuk Ketua Umum Partai yang ada dalam penyadapan yang dilakukan oleh para terduga
01:00yang sekarang sudah menjadi terdakwa ya, yang sudah menjadi tersangka.
01:04Ya, tersangka, mohon maaf. Jadi, itu sudah dikonfirmasi oleh Ketua Umum kami dan disampaikan secara terbuka kepada publik.
01:11Beliau juga merasa shock ya, kaget dan menyesalkan tindakan dari penyadapan ini.
01:20Dan beliau mempercayakan penuh kepada aparat kepolisian untuk mengusut secara tuntas kegiatan penyadapan ilegal ini,
01:29termasuk mengungkap motif-motif dibalik proses penyadapan,
01:34dan siapa aktor intelektual yang memerintahkan penyadapan ini.
01:39Termasuk juga adalah menelusuri sampai sejauh mana hasil sehadapan itu sekarang berada posisinya dan juga peredarannya.
01:49Oke, nah kalau ini yang juga menjadi persoalan adalah sebenarnya informasi penting apa dari partai politik yang diduga diambil dari
01:58penyadapan tersebut?
02:00Kita tidak ingin berspekulasi ya, tapi tentu saja kalau yang disajab itu Ketua Umum Partai pasti materi-materinya adalah materi
02:10-materi yang berkaitan dengan
02:11Satu, menyangkut soal kebijakan politik pemerintahan, karena partai politik kan pasti terhubung dengan pengambilan keputusan yang sebanyak strategis di pemerintahan.
02:20Yang kedua, tentu informasi yang penting, yang krusial di partai politik menyangkut soal strategi-strategi pemenangan partai.
02:28Yang itu tentu itu menjadi materi yang sangat secret, materi yang itu hanya boleh diketahui oleh talangan internal partai politik
02:38dan tidak boleh dibuka ke publik.
02:40Karena itu menyangkut soal strategi pemenangan partai politik.
02:43Jadi minimal dua isu itu yang menurut saya kursial kalau kita bicara soal posisi Ketua Umum Partai yang ada dalam
02:51daftar yang disadap.
02:53Oke, jadi kalau Anda mengatakan ada kebijakan arah politik di sana, kemudian strategi partai politik, salah satunya adalah PKB yang
03:01juga Ketua Umum Partai Polnya juga mengaku disadap begitu ya, Caimin.
03:06Nah, itu artinya PKB juga menilai bahwa motif di balik ini semua adalah motif politik?
03:12Ya, kalau kita melihat lebih domininya ke motif politik, tapi kan politik bisa kemana-mana.
03:17Nanti bisa juga menyangkut soal ekonomi kan, ekonomi nasional.
03:21Karena kebijakan politik itu kan pasti juga di dalamnya ada kebijakan ekonomi yang menyangkut soal polisi di level pemerintahan baik
03:32fiskal maupun juga moneter dan juga investasi.
03:35Oke, saya ingin ke Pak Arianto.
03:37Pak Arianto, tadi disebutkan oleh Ketua Umum Partai Politik, Caimin, PKB juga mengaku disadap.
03:44Kemudian juga ada Ketua Umum Partai Gorkar, Bah Lila Haddala juga mengaku disadap.
03:48Nah, ini ada kemungkinan juga disebutkan oleh Bung Zainul, ada motif politik di sana.
03:54Bagaimana kemudian Polri harus bisa melakukan pengusutan, membongkar kasus ini sampai kepada aktor intelektualnya?
04:04Ya, kalau sekarang sih, saya pikir ya, dari pengalaman saya tugas ya.
04:09Nah, jadi polisi itu kalau mengusut masalah penyadapan ini, mesti sasarannya kepada apa yang terjadi, penyadapan itu, pasti nanti dilihat
04:21dulu apa yang melakukan.
04:24Itu sekarang sudah tak semua.
04:25Nah, kemudian apa yang dari mereka kan kemudian digali, apa yang diingin cari, kemudian siapa yang menyuruh dan sebagainya.
04:35Itu pasti nanti digali dari yang ditangkap yang ada dulu ini, di samping itu juga dikembangkan dari keterangan yang sudah
04:43didapat itu,
04:44kemudian penyidik mencari langsung ke sumber-sumber yang disebutkan di dalam pengakuan daripada empat orang yang ini.
04:52Cuman kalau saya boleh mengatakan ya, kalau polisi melakukan penyadapan itu, paling tidak itu ada dua kegiatan itu kalau memang
04:59dia dalam rangka tugas ya.
05:01Apa itu?
05:01Satu dalam rangka tugas untuk intelijen, yang satunya lagi dalam rangka untuk penyidikan.
05:08Kalau tugas untuk intelijen itu, intinya mencari informasi-informasi yang tujuannya untuk memprediksi apa yang disadap itu ya,
05:18dari seri obyek yang disadap itu, untuk memprediksi kira-kira gerakan yang akan dilakukan oleh mereka itu apa, kira-kira
05:26itu.
05:26Itu informasi intelijen.
05:28Tapi kalau untuk informasi penyidikan, itu pasti dicari keterangan yang terkait dengan apa yang dilaporkan.
05:37Karena kalau penyidikan itu mesti diawali dengan adanya laporan ya, kejadian bidana, dan kemudian polisi mengelakukan penyadapan.
05:46Jadi kira-kira tinggal nanti kita lihat nanti dari yang empat orang ini nanti berkembang kurang lebih itu informasi apa
05:57yang diukurkan,
05:58kan kemudian bisa diduga untuk apa tujuannya.
06:01Dan yang kedua, kita bisa tahu siapa yang butuh.
06:05Dan benar informasi itu disampaikan kepada siapa, kan gitu.
06:09Kalau itu informasi itu cuma untuk pengurus sendiri, kemungkinan itu kan dalam rangka intelijen ya.
06:16Nah, pasti nanti cari siapa yang pertama kali berinisiatif untuk mencari penyadapan itu, kan ada yang menyuruh nanti siapa.
06:25Oke, Anda kan tadi mengatakan ini ada maksud intelijen dan juga soal penyidikan.
06:29Nah, kalau penyadapan ini menyasar kepada Ketua Umum Partai Politik dan diakui oleh Ketua Umum Partai Politik,
06:35ini juga disadap.
06:36Nah, ini bagaimana sebenarnya urgensinya apa sampai kemudian Ketua Umum Partai Politik juga mengaku menjadi korban penyadapan?
06:45Iya, jadi itu tadi.
06:47Kalau dalam rangka intelijen, itu intelijen itu kan untuk mendapatkan informasi, untuk memprediksi apa yang akan terjadi.
06:54Kemungkinan ya, kalau yang jadikan sasaran itu dari Bambi Manapartai, ya itu pasti kemungkinan ingin dicari keterangan kira-kira manover
07:05daripada partai ini kemana gitu.
07:07Entah manover politik, entah manover apa itu pengarahan massa atau apa dan sebagainya itu.
07:12Sehingga polisi bisa melakukan tindakan pencegahan.
07:15Itu kalau dalam rangka intelijen ya.
07:18Atau kemudian untuk kepentingan lainnya, ini partai ini apa, saya tidak begitu, pasti karena kalau yang namanya politik kan sangat
07:25puas itu bermasalahannya.
07:27Tapi, basically, pokoknya kalau untuk intelijen itu pasti dalam rangka untuk mendapatkan kemungkinan, prediksi, dan kemudian bisa menjegah duluan aparat
07:37yang dilakukan.
07:37Oke, tapi ini dari secara aturan boleh nggak sih sebenarnya untuk bisa menyasar atau menyadap juga ketua umum partai politik?
07:47Yang jelas aturannya cuma begini, Pak.
07:49Kalau orang melakukan penyadapan itu ada persaratannya.
07:52Ya, meskipun polisi itu dalam rangka penugasan juga ada persaratannya.
07:56Seperti misalnya kalau dalam penyidikan itu yang jelas ada laporan polisinya.
08:00Nah, kemudian ada suratnya, ada surat perintahnya, kemudian ada penyidikannya, kemudian kalau itu hasilnya apa, dimasukkan dalam berita acara dan
08:10kemudian dilaporkan kepada, oh ya, sorry, minta izin dulu kepada pengadilan.
08:14Itu kalau dalam rangka, dalam rangka untuk penyidikan, tapi kalau dalam rangka penyidikan, saya tidak begitu paham ya, apa itu
08:25prosedurnya itu.
08:26Tapi yang jelas sama dengan ketentuan standar, yaitu setiap melakukan penyadapan, harus izin daripada ketua pengadilan.
08:37Itu tujuannya kan supaya polisi tidak sewenang-wenangan, semua se-senangnya sendiri.
08:41Tapi kalau untuk kasus yang ini sendiri kan juga dikatakan oleh kabar reskrim, kalau ini tidak sesuai dengan prosedur, ini
08:49bagaimana jadinya sebenarnya?
08:52Ya, sekarang itu itu. Jadi sekarang yang sudah terkuat adalah, makanya keempat orang itu sudah ditetapkan sebagai tersangka, karena kabar
09:00reskrim yang melihat itu, ini sudah terjadi ada pelanggaran hukum.
09:03Itu tadi, pelanggaran hukumnya adalah pasti ya, karena satu, tidak ada laporan pulih masuk untuk melakukan penyadapan, yang jelas itu
09:11ada.
09:11Dan sekarang tinggal dikali aja, apa yang informasi yang dikumpulkan itu.
09:16Oke, Bung Zainul, tadi ketum Anda sempat mengatakan, sebenarnya sudah tahu kalau disadap sampai 30 tahun yang lalu.
09:24Tapi kita pertanyaan juga adalah, sebelumnya memang Caimin ini sudah lapor atau belum sih soal penyadapan ini, kalau dirinya mengakui
09:31memang ini disadap.
09:34Ya, kalau lapor secara resmi sih tidak ya, tapi dalam perbincangan-perbincangan di internal kami, di partai, Pak Mohimin sering
09:46juga menyampaikan.
09:47Apa yang disampaikan?
09:49Bahwa kader-kader PKP harus hati-hati dalam membangun komunikasi politik, baik ke luar maupun ke dalam.
09:57Karena apa? Karena kita harus waspada dinding-dinding ini punya mata, punya telinga gitu.
10:03Nah, itu kan khawatiran warning yang sudah lama juga disampaikan oleh Pak Mohimin kepada kami di internal.
10:13Tapi, kalau sampai kemudian di level pimpinan negara, kemudian disadap, ketua umum partai disadap dalam konteks penyadapannya itu yang ilegal,
10:24yang tadi disampaikan oleh Pak Rianto tadi itu, menurut saya ini sesuatu hal yang sangat disesalkan ya.
10:35Kenapa? Karena ya itu sangat berbahaya proses penyadapan yang sifatnya ilegal.
10:42Bahkan kita tidak tahu apa kepentingan atau motif dibaliknya, karena penyadapan ilegal itu bisa berpotensi pada level tertinggi yaitu makar
10:53gitu loh.
10:53Makar itu kok sampai pada level menggulingkan pemerintahan loh, gitu.
10:58Kalau data-data itu dipakai untuk menekan, mengancam ya, presiden, menekan, mengancam ketua umum partai, ya.
11:06Yang itu motifnya bisa sampai berlanjut ke level yang paling tinggi, yaitu menggulingkan kekuasaan gitu.
11:12Kalau penyadapan yang tadi disambil Pak Rianto tadi misalnya sesuai dengan prosedur, atas perintah pengadilan, ya kan, kita masih bisa
11:20memaklumi,
11:22karena memang kan penyadapan untuk mengumpulkan bukti-bukti dan juga informasi-informasi kan, dan gitu.
11:28Tapi kalau kemudian proses yang diambil itu ilegal, jelas kalau namanya ilegal, pasti motifnya pasti bukan motif baik gitu, pasti.
11:35Oke. Tadi juga Cak Imin sempat menyinggung, untungnya PKB ini bersama dengan koalisi pemerintah.
11:45Akhirnya bisa terungkap. Apa maksud dari pernyataan Cak Imin ini? Memangnya sebelumnya tidak bisa diungkap kasus penyadapan ini?
11:53Ya, itu kan bentuk apresiasi ya.
11:57Dari Pak Mohimin kepada Bapak Presiden Prabowo, yang mengambil langkah berani terhadap proses penyadapan ilegal yang dilakukan oleh
12:07para pejabat Polri dan juga mantan pejabat tinggi Polri.
12:11Menurut saya ini satu keberanian yang harus kita apresiasi.
12:15Kan terbukti sebenarnya juga tidak pernah ada kasus seperti ini, tidak pernah ada itu bisa ada dua kemungkinan kan?
12:21Penyadapan ilegal itu ada, tapi tidak ditindak, atau bisa juga memang tidak ada.
12:25Nah, kita kan tidak mau berandai-andai kan, tapi bahwa ini menunjukkan ada presiden di mana proses penyadapan ilegal itu
12:32benar-benar ada.
12:32Dan bahkan Polri sendiri yang mengungkap kasus ini, gitu.
12:37Jadi, menurut saya ini bagian dari apresiasi dari Pak Mohimin kepada Bapak Presiden yang sudah mengambil langkah yang cukup berani.
12:45Oke, terakhir saya ingin ke Pak Arianto.
12:48Pak Arianto, kalau dari analisa Anda, cukupkah ini hanya berhenti di empat jenderal polisi saja,
12:54atau kemudian ada tersangka lain yang kemudian akan dikejar di luar dari Polri?
13:00Itu tergantung daripada ini, pendapatan informasi yang digali oleh penyidik dari keempat orang ini.
13:09Kalau dari keempat orang ini digali, kemudian ada kaitannya dengan yang lain,
13:13atau kaitannya dengan ada siapa yang menyuruh, siapa yang menerima, siapa yang membantu, siapa yang mempergunakan informasi itu.
13:21Ya, pasti empat orang ini tidak cukup.
13:24Tetapi kalau kemudian dari empat orang itu digali sudah maksimal, gitu ya,
13:29kemudian memang itu empat orang ini terlibat, ya, polisi tidak bisa mengembangkan pada orang lain.
13:35Oke.
13:35Tetapi paling tidak ingin mencari keterangan yang sesungguhnya apa isinya keterangan itu,
13:41sehingga publik bisa memaklumi seandainya cuma empat orang itu yang terlibat, kan, gitu.
13:46Oke, baik.
13:47Baik, terima kasih Wasek JNPKP, Zainul Munasihin.
13:50Kemudian ada penasihat ahli Kapolri juga, Pak Arianto Sutadi, telah bergabung bersama kami.
13:54Selamat petang, Bapak-Bapak.
13:55Terima kasih.
13:56Terima kasih.
13:56Terima kasih.