00:00Ya saya berkatakan, semua perseratan yang memang sudah tersedia, ya kan, memang itu sebagai satu-satunya, sebagai satu-satunya alternatif
00:15penyelesaian, ya dijalankan aja.
00:18Kan gak ada alternatif lain, kalau ada alternatif lain, boleh kita pikir-pikir.
00:21Itu aja, bagi Nasrim itu, dia ingin menempatkan kepentingan, suasana kebatinan bagi seluruh komponen elemen masyarakat, bisa terjaga secara baik,
00:34tidak dari waktu ke waktu kita terus-menerus, harus bisa merasakan kesedihan diantara kesan-satunya.
00:42Ini kan berangkatnya ada musibah bagi kita, sebagai satu bangsa, presiden yang masih aktif, wakil presiden masih aktif, nah tiba
00:52-tiba wakil presiden harus ada rencana kewakilan.
00:55Nah ini bagi saya, jujur saya katakan, tragis. Dan ini bukan yang kita harapkan tentunya, ya sudah terjadi, kalau ini
01:06harus terjadi.
01:16Terima kasih telah menonton!
01:49Ya saya berkatakan, kalau semua perseratan yang memang sudah tersedia, ya kan, memang itu sebagai satu-satunya, sebagai satu-satunya
02:04alternatif penyelesaian, ya dijalankan aja.
02:07Karena nggak ada alternatif lain, kalau ada alternatif lain, boleh kita pikir-pikir.
02:12Itu aja, bagi Nasrim itu, dia ingin menempatkan kepentingan, suasana kebatinan bagi seluruh komponen elemen masyarakat, bisa terjaga secara baik,
02:24tidak dari waktu ke waktu kita terus-menerus.
02:27Masyarakat, harus bisa merasakan kesedihan diantara kesedihan diantara kesedihan sama lain.
02:32Ini kan barangkanya adalah musibah bagi kita, sebagai satu bangsa.
02:37Presiden yang masih aktif, wakil presiden masih aktif, nah tiba-tiba wakil presiden harus ada rencana kewakilan.
02:45Nah ini bagi saya, jujur saya katakan, tragis.
02:50Dan ini bukan yang kita harapkan tentunya.
02:53Ya sudah terjadi, kalau ini harus terjadi.
03:20Selesai, kamu bisa menonton video pilihan editorial Kompas TV.
03:25Download Kompas TV Apps di TV kamu sekarang juga!
Komentar