Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Setelah insiden helikopter jatuh saat memadamkan karhutla di Kalimantan Tengah, kali ini heli water bombing jatuh ke Sungai Barito, di Desa Tabatan, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan.

Apakah pengerahan helikopter untuk operasi water bombing efektif dilakukan? Adakah spesifikasi khusus bagi pesawat untuk melakukan water bombing?

Kita akan bahas bersama Ketua Umum Asosiasi Pilot Helikopter Indonesia, Imanuddin Yunus.

Baca Juga Update Kecelakaan Helikopter Pemadam Karhutla di Sungai Barito, Satu Kru Meninggal di https://www.kompas.tv/nasional/700436/update-kecelakaan-helikopter-pemadam-karhutla-di-sungai-barito-satu-kru-meninggal

#helikopter #karhutla #kecelakaan #helijatuh

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/700469/full-ketum-asosiasi-pilot-helikopter-soroti-2-tragedi-jatuhnya-heli-padamkan-karhutla-sapa-malam
Transkrip
00:01Sebelumnya petugas menemukan black box, helikopter milik TNI Angkatan Darat yang jatuh di perairan Kuala Pembuang, Desa Sungai Perlu, Kabupaten
00:10Seruyan.
00:12Tim gabungan sempat alami kendala saat mencari black box atau kotak hitam itu karena arus deras serta keruhnya air yang
00:20bercampur lumpur.
00:21Setelah berhasil ditemukan black box yang berisi flight data recorder, kemudian dibawa ke daratan untuk diserahkan kepada tim investigasi pusat
00:30penerbangan TNI Angkatan Darat.
00:40Sudara pesawat C-130 Large Air Tanker milik NSW Rural Fire Service Australia kembali melaksanakan operasi pemadaman Karhutla di Kalimantan
00:51Timur.
00:52Masuki hari ketiga operasi, waterbombing pesawat ini telah melakukan sejumlah misi pemadaman termasuk di wilayah Handil Terusan, Kabupaten Kutai, Kertanegara.
01:03Operasi pemadaman dilakukan bersama Satgas Darat dengan fokus pada titik kebakaran yang menjadi prioritas.
01:09Memasuki hari ketiga operasi waterbombing pesawat bantuan Australia ini telah melaksanakan dua sorti pemadaman di wilayah Handil Terusan, Kabupaten Kutai,
01:18Kertanegara.
01:19Setelah menjatuhkan air ke wilayah Karhutla, pesawat kembali melakukan pengisian air dengan kapasitas hingga 15.000 liter untuk melanjutkan misi
01:29pemadaman selain pesawat C-130.
01:32Operasi pemadaman juga didukung pesawat Cessna Citation sebagai pengarah operasi pemadaman dari udara serta personel spesialis pemadaman kebakaran dari Australia.
01:52Hari ini Alhamdulillah hari ketiga untuk pelaksanaan kegiatan pemadaman api menggunakan pesawat bantuan dari negara Australia sudah dilaksanakan satu sorti.
02:06Jadi hari ini tadi pagi, hari ini saya maaf, saat ini juga sedang berlangsung untuk pemadaman api di daerah Kutai,
02:13Kertanegara.
02:15Handil Terusan, jadi sudah dilaksanakan satu kali pengepuman.
02:24Setelah insiden helikopter jatuh saat padamkan Karhutla di Kalimantan Tengah, kali ini heli waterbombing jatuh ke Sungai Barito di Desa
02:31Tabatan, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan.
02:33Apakah pengerahan helikopter untuk operasi waterbombing efektif dilakukan dan apakah spesifikasi, atau adakah spesifikasi khusus bagi pesawat untuk melakukan waterbombing?
02:43Kita akan bahas bersama Ketua Umum Asosiasi Pilot Helikopter Indonesia, Imanudin Yunus.
02:49Selamat malam, Ketua Umum Asosiasi Pilot Helikopter Indonesia.
03:19Dalamnya, para korban helikopter yang bagi kami mereka adalah pahlawan kemanusiaan, humanitarian heroes.
03:27Semoga pemerintah bisa memberikan penghargaan yang setingginya, khususnya kepada Bapak Presiden Prabowo, memberikan apresiasi yang setingginya kepada mereka.
03:35Karena bagi kami mereka adalah pahlawan.
03:37Kemudian atas pertanyaan Bapak tadi, ini adalah jenis tipe yang salah satu tercanggih.
03:43Ini kan sebenarnya jenis helikopter A225, turunan daripada Superfuma A332.
03:54Dan jenis ini sebenarnya persis sama dengan, mungkin spesifikasinya saja yang berbeda ya, hampir jenisnya sama dengan helikopter kepresidenan.
04:03Nah, yang dipakai presiden kita, yang warnanya merah itu, ini sangat canggih ini, betul sangat canggih.
04:11Ini full automation ini kalau dipakai untuk apa namanya, full emission apapun ya.
04:18Karena helikopter itu didesain untuk multi-purpose, multi-function, multi-mission, multi-roll, apa saja bisa helikopter.
04:25Nah, makanya saya terserang kaget ya.
04:28Jadi, kemudian lagi, apa yang saya sampaikan ini saya perlu disclaimer dulu bahwa kita dalam hal pasca eksiden itu, dalam
04:35hal memomentari, kita nggak boleh ngejudge, nggak boleh ngeblame, nggak boleh pointing fingers.
04:39Dan yang saya sampaikan ini adalah kemungkinan-kemungkinan yang mungkin terjadi.
04:43Itu, maka kalau ada tanya-tanya lain.
04:46Oke, artinya kita kalau bicara spesifikasi tidak perlu diperdebatkan.
04:49Anda mengatakan ini sanggih begitu ya, bahkan mirip spesifikasinya dengan helikopter kepresidenan.
04:54Nah, no debat ini, no debat ini helikopter sekali.
04:59Kalau betul ini 225 ya, 225 ya.
05:02Ini jenis awalnya itu adalah super rumah sebenarnya yang dimiliki oleh spesial Perancis.
05:07Kemudian, pabrik ini dibeli oleh Airbus.
05:10Nah, sehingga diciptakan yang produk terbaru ini turunannya hotel 225 H225.
05:17Yang versi sipil, kalau versi militernya adalah 725.
05:21Jadi, sekali lagi, ini betul-betul sebetulnya full automation.
05:25Saya tidak tahu, kita menunggu hasil investigasi ya.
05:28What is real happening sebenarnya ini?
05:30Tapi kalau soal canggih, ini no doubt lah.
05:32Canggih sih.
05:33What is real happening?
05:34Ini yang masih ditunggu sebenarnya oleh kita dan dari otoritas.
05:39Tapi tadi Anda menyinggung juga soal adanya kemungkinan-kemungkinan.
05:42Ini sekali lagi disclaimer.
05:42Ini bukan untuk mengejudge gitu ya, atau apakah ini human error atau malfunction atau apapun.
05:50Tapi dari kondisi yang Anda amati pada saat ada video amatir yang kita saksikan viral gitu ya,
05:56dan juga sudah kami siarkan tadi di berita pengantar.
05:59Itu apa sebenarnya yang terjadi?
06:01Apakah cuaca atau bagaimana, Keb?
06:04Baik begini, kita biasanya kalau penerbangan fly over water,
06:09begitu kita mendekati perairan, apalagi kita misalnya mau pick up passenger atau pick up barang yang di atas perairan,
06:15ada yang namanya flotation device.
06:17Flotation device itu kita switch arm, posisi arm.
06:20Jadi, jika terjadi imersi di cing di air, itu akan mengembang otomatis.
06:26Floatnya itu akan mengembang otomatis, sehingga si helikopter tidak akan sinking, tidak akan tenggelam.
06:32Dia akan otomatis.
06:32Nah, saya tidak tahu ini, apakah flot device-nya ini tidak bekerja,
06:36atau si pilot mungkin, mungkin lupa mengarm,
06:40mengarm, apa namanya, automatic flotation ini pelampung ya,
06:44flotation itu pelampung ya, pelampung yang nempel di helikopternya nempel gitu.
06:48Jadi, dia begitu ada impact dengan air,
06:51ada namanya micro switch di belly itu, di perut pesawat itu, di perut helikopter itu,
06:55begitu dia in touch dengan air, dia akan kena pressure.
06:58Dia langsung mengembangkan, otomatis flotation mengembang.
07:01Nah, saya tidak tahu nih, kenapa nih, kok bisa tenggelam ini helikopternya.
07:04Apakah flotation device-nya tidak bekerja, atau si pilotnya mungkin ya, mungkin lupa mengarm, ya saya tidak tahu.
07:10Tapi begini, Kap, kalau untuk misi waterbombing, helikopter jenis ini biasanya bisa mengangkut berapa banyak air,
07:17dan untuk memadamkan berapa luasan hektar, untuk kebakaran hutan dan lahan.
07:23Nah, benar-benar begini ya, dalam hal hubungan ping itu ada dua jenis sebenarnya.
07:27Satu dengan Bambi Bucket, dan satu dengan internal tank.
07:31Dengan internal tank.
07:33Nah, yang dengan internal tank ini bisa lebih banyak membawa air.
07:38Nah, tapi ini kan dengan Bambi Bucket nih.
07:39Bambi Bucket itu saiznya macam-macam.
07:41Ada yang seribu liter, ada yang dua ribu liter.
07:44Nah, saya tidak tahu ini yang digunakan ini.
07:45Tapi, saya sarannya ke depan, please gunakan dua jenis ini, dua jenis helikopter ini,
07:51untuk efisiensi pemadaman hutan.
07:55Jadi, satu yang dengan Bambi Bucket eksternal, dan satu lagi yang dengan internal tank.
08:01Internal tank ini di mana-mana di seluruh dunia dipakai dua jenis ini.
08:05Jadi, tidak hanya tergantung kepada Bambi Bucket,
08:08tapi juga yang operation specification-nya dengan internal tank.
08:11Artinya ada tanki di dalam, nah itu bisa sampai pigaton itu.
08:15Tiga ton, empat ton bisa begitu.
08:17Sangat banyak ya.
08:18Jumlah yang dituapkan lebih banyak.
08:20Gimana, Pak?
08:21Oke.
08:21Nah, Keb begini.
08:23Dalam rentan satu pekan, ini kan Keb juga tadi menyinggung soal misi kemanusiaan sebenarnya ya,
08:29untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan.
08:31Ini, tapi dalam satu pekan, di tengah kabut asap yang masih pekat gitu ya,
08:34di beberapa wilayah, terutama di Kalimantan.
08:36Ini ada dua peristiwa yang terjadi dalam rentan satu pekan.
08:39Yang pertama, helikopter milik TNI AD,
08:41dan sekarang helikopter yang di-hire oleh BNPB.
08:45Nah, Anda melihat, apakah memang ada kendala jarak pandang,
08:50atau apa dengan kabut asap yang pekat tadi, dari misi waterbombing ini?
08:55Memang begini ya, kalau kita di sivil, untuk penerbangan visual,
08:59itu syaratnya minimum 3 statute mile.
09:02Artinya 3 statute mile itu sama dengan 4,8 kilometer.
09:05Itu minimum feasibility horizontal yang harus dimiliki sebelum kita terbang.
09:10Tapi, karena ini kemanusiaan, itu ada yang namanya kebijakan itu.
09:16Karena di PKPS itu, di peraturan keselamatan penerbangan sipil itu,
09:21misalnya, satu nggak boleh ini, dua nggak boleh ini, tiga nggak boleh ini.
09:25Di kalimat terakhir, biasanya ada kalimat seperti ini,
09:28unless otherwise approved by director.
09:31Nah, ini yang boleh di, setelah ini yang boleh.
09:33Jadi, walaupun mungkin kurang-kurang dikit, itu bisa gitu.
09:37Kalau ini untuk penerbangan kemanusiaan.
09:39Nah, kendala yang selama ini memang,
09:42memang ya,
09:43ini kan kendala visibility ini.
09:45Nah, saya tidak tahu,
09:47ini kan asap itu kan masuk ke dalam tuh, Pak.
09:50Masuk ke dalam, masuk COVID.
09:51Nah, pernah saya alami dulu,
09:53waktu di Papua tahun 90-an,
09:56itu asap masuk ke COVID itu,
09:57itu bikin perih mata, Pak.
09:59Perih, ya, ya, ya, ya.
10:00Nah, itu otomatis,
10:01dan apakah ini bisa juga mungkin fokus,
10:05apa namanya, percent rate si pilot ini terganggu.
10:08Bisa jadi, Pak.
10:10Jadi, sehingga emergency yang membutuhkan dalam waktu second itu,
10:14bisa jadi dia terlambat.
10:15Ini mungkin loh, Pak.
10:16Ya, betul.
10:16Sekali lagi, kita masih menunggu, apa namanya,
10:19otoritas untuk mengungkap sebenarnya
10:21apa yang terjadi dalam dua insiden jatuhnya helikopter
10:24saat menjalankan misi waterbombing ini.
10:27Kita akan tunggu selengkapnya nanti,
10:29dan terima kasih tadi penjelasannya dari Anda,
10:32Pak Imanudin Yunus,
10:35Ketua Umum Asosiasi Pilot Helikopter Indonesia.
10:40Kita jumpa lain waktu, Cap.

Dianjurkan