00:01Sebelumnya petugas menemukan black box, helikopter milik TNI Angkatan Darat yang jatuh di perairan Kuala Pembuang, Desa Sungai Perlu, Kabupaten
00:10Seruyan.
00:12Tim gabungan sempat alami kendala saat mencari black box atau kotak hitam itu karena arus deras serta keruhnya air yang
00:20bercampur lumpur.
00:21Setelah berhasil ditemukan black box yang berisi flight data recorder, kemudian dibawa ke daratan untuk diserahkan kepada tim investigasi pusat
00:30penerbangan TNI Angkatan Darat.
00:40Sudara pesawat C-130 Large Air Tanker milik NSW Rural Fire Service Australia kembali melaksanakan operasi pemadaman Karhutla di Kalimantan
00:51Timur.
00:52Masuki hari ketiga operasi, waterbombing pesawat ini telah melakukan sejumlah misi pemadaman termasuk di wilayah Handil Terusan, Kabupaten Kutai, Kertanegara.
01:03Operasi pemadaman dilakukan bersama Satgas Darat dengan fokus pada titik kebakaran yang menjadi prioritas.
01:09Memasuki hari ketiga operasi waterbombing pesawat bantuan Australia ini telah melaksanakan dua sorti pemadaman di wilayah Handil Terusan, Kabupaten Kutai,
01:18Kertanegara.
01:19Setelah menjatuhkan air ke wilayah Karhutla, pesawat kembali melakukan pengisian air dengan kapasitas hingga 15.000 liter untuk melanjutkan misi
01:29pemadaman selain pesawat C-130.
01:32Operasi pemadaman juga didukung pesawat Cessna Citation sebagai pengarah operasi pemadaman dari udara serta personel spesialis pemadaman kebakaran dari Australia.
01:52Hari ini Alhamdulillah hari ketiga untuk pelaksanaan kegiatan pemadaman api menggunakan pesawat bantuan dari negara Australia sudah dilaksanakan satu sorti.
02:06Jadi hari ini tadi pagi, hari ini saya maaf, saat ini juga sedang berlangsung untuk pemadaman api di daerah Kutai,
02:13Kertanegara.
02:15Handil Terusan, jadi sudah dilaksanakan satu kali pengepuman.
02:24Setelah insiden helikopter jatuh saat padamkan Karhutla di Kalimantan Tengah, kali ini heli waterbombing jatuh ke Sungai Barito di Desa
02:31Tabatan, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan.
02:33Apakah pengerahan helikopter untuk operasi waterbombing efektif dilakukan dan apakah spesifikasi, atau adakah spesifikasi khusus bagi pesawat untuk melakukan waterbombing?
02:43Kita akan bahas bersama Ketua Umum Asosiasi Pilot Helikopter Indonesia, Imanudin Yunus.
02:49Selamat malam, Ketua Umum Asosiasi Pilot Helikopter Indonesia.
03:19Dalamnya, para korban helikopter yang bagi kami mereka adalah pahlawan kemanusiaan, humanitarian heroes.
03:27Semoga pemerintah bisa memberikan penghargaan yang setingginya, khususnya kepada Bapak Presiden Prabowo, memberikan apresiasi yang setingginya kepada mereka.
03:35Karena bagi kami mereka adalah pahlawan.
03:37Kemudian atas pertanyaan Bapak tadi, ini adalah jenis tipe yang salah satu tercanggih.
03:43Ini kan sebenarnya jenis helikopter A225, turunan daripada Superfuma A332.
03:54Dan jenis ini sebenarnya persis sama dengan, mungkin spesifikasinya saja yang berbeda ya, hampir jenisnya sama dengan helikopter kepresidenan.
04:03Nah, yang dipakai presiden kita, yang warnanya merah itu, ini sangat canggih ini, betul sangat canggih.
04:11Ini full automation ini kalau dipakai untuk apa namanya, full emission apapun ya.
04:18Karena helikopter itu didesain untuk multi-purpose, multi-function, multi-mission, multi-roll, apa saja bisa helikopter.
04:25Nah, makanya saya terserang kaget ya.
04:28Jadi, kemudian lagi, apa yang saya sampaikan ini saya perlu disclaimer dulu bahwa kita dalam hal pasca eksiden itu, dalam
04:35hal memomentari, kita nggak boleh ngejudge, nggak boleh ngeblame, nggak boleh pointing fingers.
04:39Dan yang saya sampaikan ini adalah kemungkinan-kemungkinan yang mungkin terjadi.
04:43Itu, maka kalau ada tanya-tanya lain.
04:46Oke, artinya kita kalau bicara spesifikasi tidak perlu diperdebatkan.
04:49Anda mengatakan ini sanggih begitu ya, bahkan mirip spesifikasinya dengan helikopter kepresidenan.
04:54Nah, no debat ini, no debat ini helikopter sekali.
04:59Kalau betul ini 225 ya, 225 ya.
05:02Ini jenis awalnya itu adalah super rumah sebenarnya yang dimiliki oleh spesial Perancis.
05:07Kemudian, pabrik ini dibeli oleh Airbus.
05:10Nah, sehingga diciptakan yang produk terbaru ini turunannya hotel 225 H225.
05:17Yang versi sipil, kalau versi militernya adalah 725.
05:21Jadi, sekali lagi, ini betul-betul sebetulnya full automation.
05:25Saya tidak tahu, kita menunggu hasil investigasi ya.
05:28What is real happening sebenarnya ini?
05:30Tapi kalau soal canggih, ini no doubt lah.
05:32Canggih sih.
05:33What is real happening?
05:34Ini yang masih ditunggu sebenarnya oleh kita dan dari otoritas.
05:39Tapi tadi Anda menyinggung juga soal adanya kemungkinan-kemungkinan.
05:42Ini sekali lagi disclaimer.
05:42Ini bukan untuk mengejudge gitu ya, atau apakah ini human error atau malfunction atau apapun.
05:50Tapi dari kondisi yang Anda amati pada saat ada video amatir yang kita saksikan viral gitu ya,
05:56dan juga sudah kami siarkan tadi di berita pengantar.
05:59Itu apa sebenarnya yang terjadi?
06:01Apakah cuaca atau bagaimana, Keb?
06:04Baik begini, kita biasanya kalau penerbangan fly over water,
06:09begitu kita mendekati perairan, apalagi kita misalnya mau pick up passenger atau pick up barang yang di atas perairan,
06:15ada yang namanya flotation device.
06:17Flotation device itu kita switch arm, posisi arm.
06:20Jadi, jika terjadi imersi di cing di air, itu akan mengembang otomatis.
06:26Floatnya itu akan mengembang otomatis, sehingga si helikopter tidak akan sinking, tidak akan tenggelam.
06:32Dia akan otomatis.
06:32Nah, saya tidak tahu ini, apakah flot device-nya ini tidak bekerja,
06:36atau si pilot mungkin, mungkin lupa mengarm,
06:40mengarm, apa namanya, automatic flotation ini pelampung ya,
06:44flotation itu pelampung ya, pelampung yang nempel di helikopternya nempel gitu.
06:48Jadi, dia begitu ada impact dengan air,
06:51ada namanya micro switch di belly itu, di perut pesawat itu, di perut helikopter itu,
06:55begitu dia in touch dengan air, dia akan kena pressure.
06:58Dia langsung mengembangkan, otomatis flotation mengembang.
07:01Nah, saya tidak tahu nih, kenapa nih, kok bisa tenggelam ini helikopternya.
07:04Apakah flotation device-nya tidak bekerja, atau si pilotnya mungkin ya, mungkin lupa mengarm, ya saya tidak tahu.
07:10Tapi begini, Kap, kalau untuk misi waterbombing, helikopter jenis ini biasanya bisa mengangkut berapa banyak air,
07:17dan untuk memadamkan berapa luasan hektar, untuk kebakaran hutan dan lahan.
07:23Nah, benar-benar begini ya, dalam hal hubungan ping itu ada dua jenis sebenarnya.
07:27Satu dengan Bambi Bucket, dan satu dengan internal tank.
07:31Dengan internal tank.
07:33Nah, yang dengan internal tank ini bisa lebih banyak membawa air.
07:38Nah, tapi ini kan dengan Bambi Bucket nih.
07:39Bambi Bucket itu saiznya macam-macam.
07:41Ada yang seribu liter, ada yang dua ribu liter.
07:44Nah, saya tidak tahu ini yang digunakan ini.
07:45Tapi, saya sarannya ke depan, please gunakan dua jenis ini, dua jenis helikopter ini,
07:51untuk efisiensi pemadaman hutan.
07:55Jadi, satu yang dengan Bambi Bucket eksternal, dan satu lagi yang dengan internal tank.
08:01Internal tank ini di mana-mana di seluruh dunia dipakai dua jenis ini.
08:05Jadi, tidak hanya tergantung kepada Bambi Bucket,
08:08tapi juga yang operation specification-nya dengan internal tank.
08:11Artinya ada tanki di dalam, nah itu bisa sampai pigaton itu.
08:15Tiga ton, empat ton bisa begitu.
08:17Sangat banyak ya.
08:18Jumlah yang dituapkan lebih banyak.
08:20Gimana, Pak?
08:21Oke.
08:21Nah, Keb begini.
08:23Dalam rentan satu pekan, ini kan Keb juga tadi menyinggung soal misi kemanusiaan sebenarnya ya,
08:29untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan.
08:31Ini, tapi dalam satu pekan, di tengah kabut asap yang masih pekat gitu ya,
08:34di beberapa wilayah, terutama di Kalimantan.
08:36Ini ada dua peristiwa yang terjadi dalam rentan satu pekan.
08:39Yang pertama, helikopter milik TNI AD,
08:41dan sekarang helikopter yang di-hire oleh BNPB.
08:45Nah, Anda melihat, apakah memang ada kendala jarak pandang,
08:50atau apa dengan kabut asap yang pekat tadi, dari misi waterbombing ini?
08:55Memang begini ya, kalau kita di sivil, untuk penerbangan visual,
08:59itu syaratnya minimum 3 statute mile.
09:02Artinya 3 statute mile itu sama dengan 4,8 kilometer.
09:05Itu minimum feasibility horizontal yang harus dimiliki sebelum kita terbang.
09:10Tapi, karena ini kemanusiaan, itu ada yang namanya kebijakan itu.
09:16Karena di PKPS itu, di peraturan keselamatan penerbangan sipil itu,
09:21misalnya, satu nggak boleh ini, dua nggak boleh ini, tiga nggak boleh ini.
09:25Di kalimat terakhir, biasanya ada kalimat seperti ini,
09:28unless otherwise approved by director.
09:31Nah, ini yang boleh di, setelah ini yang boleh.
09:33Jadi, walaupun mungkin kurang-kurang dikit, itu bisa gitu.
09:37Kalau ini untuk penerbangan kemanusiaan.
09:39Nah, kendala yang selama ini memang,
09:42memang ya,
09:43ini kan kendala visibility ini.
09:45Nah, saya tidak tahu,
09:47ini kan asap itu kan masuk ke dalam tuh, Pak.
09:50Masuk ke dalam, masuk COVID.
09:51Nah, pernah saya alami dulu,
09:53waktu di Papua tahun 90-an,
09:56itu asap masuk ke COVID itu,
09:57itu bikin perih mata, Pak.
09:59Perih, ya, ya, ya, ya.
10:00Nah, itu otomatis,
10:01dan apakah ini bisa juga mungkin fokus,
10:05apa namanya, percent rate si pilot ini terganggu.
10:08Bisa jadi, Pak.
10:10Jadi, sehingga emergency yang membutuhkan dalam waktu second itu,
10:14bisa jadi dia terlambat.
10:15Ini mungkin loh, Pak.
10:16Ya, betul.
10:16Sekali lagi, kita masih menunggu, apa namanya,
10:19otoritas untuk mengungkap sebenarnya
10:21apa yang terjadi dalam dua insiden jatuhnya helikopter
10:24saat menjalankan misi waterbombing ini.
10:27Kita akan tunggu selengkapnya nanti,
10:29dan terima kasih tadi penjelasannya dari Anda,
10:32Pak Imanudin Yunus,
10:35Ketua Umum Asosiasi Pilot Helikopter Indonesia.
10:40Kita jumpa lain waktu, Cap.