Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menanggapi kasus penyadapan Presiden Prabowo dan tokoh politik.

Surya Paloh mengimbau semua pihak untuk tidak larut dalam polemik penyadapan dan meminta suasana tetap kondusif agar roda pemerintahan dan pembangunan tidak terganggu.

Sementara itu, Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, mengecam penyadapan yang dilakukan eks Kapolri Jenderal Listyo Sigit ke Presiden Prabowo Subianto.

Herzaky menekankan, Partai Demokrat mendesak polisi mengusut tuntas penyadapan Presiden Prabowo, termasuk otak di balik penyadapan.

Demokrat juga meminta polisi mengembangkan penyidikan ke semua pihak yang mendapatkan keuntungan dari penyadapan tersebut.

Baca Juga Usut Penyadapan Presiden Prabowo, Polri Didukung Eks Komandan Brimob | KOMPAS MALAM di https://www.kompas.tv/regional/700464/usut-penyadapan-presiden-prabowo-polri-didukung-eks-komandan-brimob-kompas-malam

#nasdem #suryapaloh #demokrat #penyadapan

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/700467/nasdem-dan-demokrat-buka-suara-soal-kasus-penyadapan-presiden-prabowo-kompas-malam
Transkrip
00:00Di sisi lain, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Palo juga menanggapi kasus penyadapan Presiden Prabowo dan tokoh politik.
00:07Surya Palo mengimbau semua pihak untuk tidak larut dalam polemik penyadapan
00:11dan meminta suasana tetap kondusif agar roda pemerintahan dan pembangunan tidak terganggu.
00:30Sebenarnya para pihak harus bisa lebih membuat suasana lebih kondusif saja.
00:35Kita tidak boleh hanyut dengan permasalahan ini terus menerus sebagai isu nasional kita.
00:40Dan melupakan kepentingan lain yang lebih besar.
00:44Saya yakin dan percaya aparat kita sudah melaksanakan seluruh visi dan tugas yang mereka rasa perlu dijalankan segera.
00:57Dan Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat, Herzaki Mahendra,
01:02juga mengecam penyadapan yang dilakukan ex-KPolri, Jendralis Diyosigit, ke Presiden Prabowo Subianto.
01:09Herzaki menekankan Partai Demokrat mendesak polisi mengusut tuntas penyadapan Presiden Prabowo,
01:14termasuk otak di balik penyadapan.
01:17Demokrat juga meminta polisi mengembangkan penyidikan ke semua pihak yang mendapatkan keuntungan dari penyadapan tersebut.
01:27Kami hari ini akan terus mengawal bagaimana agar penyidikan bisa benar-benar dari Kapolri ini
01:34dan Polri Tersata Jajarannya ini bisa membongkar habis jaringan ini.
01:39Sebenarnya otak di balik ini.
01:40Apakah seorang Lysio Sigit adalah posisi tertinggi?
01:43Kan begitu?
01:45Apakah ada yang lebih tinggi?
01:46Misalnya, atau ada siapa di belakangnya beliau ini?
01:50Ini di bedah, harus benar-benar dicari dan diusut tuntas.
01:52Yang kedua, pertanyaan siapa saja yang mendapatkan manfaat dari hasil penyadapan ini?
01:56Apakah ada pihak-pihak di luar yang ditangkap hari ini?
01:59Ada pihak-pihak yang setiap minggunya atau setiap dua minggu kumpul-kumpul barang dengan mereka
02:03dan mendapatkan informasi-informasi spesifik terkait dengan ini
02:06dan digunakan untuk kepentingan kelompoknya?
02:11Tidak ada perempuan negara yang disadamkan.
02:13Saya pun disadam soalnya.
02:16Alamnya dari disadam.
02:18Dan saya tak juga itu pada disadam.
02:20Karena telpon saya itu kan
02:22kalau kuah siang dan malamkan ketahuan semua disitu.
02:29Saya ngajarlah yang nyasap itu gitu.
02:31Itu kurang ngajar betul.
02:33Lebih kurang ngajar lagi saya tetap yang merasap.
02:39Usai terbongkarnya penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto
02:43yang melibatkan ex-Kapolri Jenderal Listio Sigit.
02:46Pimpinan partai politik menunggu konsolidasi.
02:50Ketua DPP PKS Mardhani Alisera bilang
02:54PKS menunggu undangan konsolidasi dari Partai Gerintra
02:57pasca penyadapan Presiden dan tokoh lain.
03:01Mardhani bilang penyadapan mesti disikapi serius.
03:05Terutama jika ditemukan indikasi magar.
03:08Menurut Mardhani, penyadapan terhadap kepala negara
03:12menjadi alarm keras keamanan negeri.
03:15PKS mendesak pengusutan secara tuntas
03:18kasus penyadapan Presiden.
03:21Tunggu undangan dari Partai Gerindra.
03:24PKS siap untuk membahas dengan seksama
03:27karena masalah penyadapan bukan masalah kecil.
03:32Bahkan kalau pasalnya makar di pasal 191 KUHP baru
03:39hukumannya bisa hukuman mati.
03:41Bahkan kalau Presiden yang disadap
03:44luar biasa rentannya negeri ini.
03:47Ayo ini tidak bisa didiamkan.
03:50Harus segera diselesaikan sampai ke akar-akarnya.
03:56Dalam kasus penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto,
04:00sejumlah pimpinan partai politik
04:02juga mengaku jadi korban penyadapan.
04:05Salah satunya, Ketua Umum Partai Golkar,
04:08Bahlil Lahadalia,
04:09yang mengaku jadi korban penyadapan.
04:12Bahlil pun mengecam narasi yang mengaitkan dirinya
04:15dengan penyadapan Presiden.
04:17Serta, minta polisi mengusut tuntas kasus tersebut.
04:22Negara disadap.
04:24Tidak hanya kepala negara yang disadap,
04:26saya pun disadap soalnya.
04:29Kalau jadi disadap,
04:31dan saya takut juga itu barang disadap.
04:34Karena telpon saya itu kan,
04:36kalau kuansian dan rana,
04:38kan ketahuan semua di situ kan.
04:40Para yang berlanjuran itu ditangkap,
04:42katanya ada Ketua Umum Partai,
04:44rapat dengan mereka.
04:48Awal-awalnya,
04:50saya tidak terlalu ngeh.
04:53Karena Ketua Umum Partai kan banyak.
04:56Tapi begitu saya bangun tajam pagi dari pesawat,
04:59lihat,
05:00kok ini sudah menunduhnya ke saya?
05:06Saya bilang, apa maksudnya ini?
05:08Jadi saya mau sampaikan kepada saudara-saudara saya,
05:12ya di dalam mimbar ini,
05:14karena menunduh Ketua Umum Partai,
05:15saya sengaja bicara di forum ini,
05:19segera klarifikasi itu.
05:22Segera klarifikasi itu.
05:24Dan buktikan,
05:26saya minta kepada biat akurat keamanan,
05:27biat keputusan,
05:28untuk diusuk tuntas,
05:30dibuka aja.
05:30jangan fitnah terus yang dibangun.
05:33Tidak hanya Bahlil,
05:39Ketua Umum PKB,
05:40Muhaimin Iskandar,
05:41juga mengaku jadi korban penyadapan.
05:44Ia menyinggung posisinya sebagai bagian dari partai koalisi
05:48di pemerintahan Presiden Prabowo.
05:50itu kurang ajar betul.
05:52Lebih kurang ajar lagi,
05:53saya termasuk yang disadap.
05:58Itu sangat kurang ajar.
06:01Sangat kurang ajar.
06:03Saya sebetulnya udah tahu 30 tahun yang lalu.
06:08Tapi kita gak bisa nangkap aja.
06:10Prabowo bisa nangkap penyadap,
06:13sekaligus nangkap yang nyadap saya.
06:16Enaknya koalisi sama Pak Prabowo,
06:18ya begitu itu.
06:20Usai terbongkarnya penyadapan Presiden Prabowo Subianto,
06:24kini sejumlah tokoh,
06:26ramai-ramai mengklaim jadi korban penyadapan.
06:30Sementara itu,
06:31soal penyadapan Presiden,
06:33Bar Eskrim telah menetapkan
06:35empat tersangka.
06:37Salah satu dari empat tersangka,
06:40yakni ekskapolri Jendral Listio Sigit Prabowo.
06:43Tim Liputan, Kompas TV.

Dianjurkan