Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Menteri ATR/BPN Nusron Wahid menjadi perhatian publik di tengah proses penyidikan KPK terkait dugaan korupsi di lingkungan Kementerian ATR/BPN. Pada saat yang sama, Nusron Wahid menyatakan mundur dari kepengurusan Partai Golkar.

Mengenai kemungkinan Nusron Wahid diperiksa, KPK menyebut pendalaman terhadap pihak lain akan dilakukan sesuai kebutuhan penyidikan dan berdasarkan alat bukti yang ditemukan.

Lantas, apa alasan Nusron Wahid memilih mundur dari kepengurusan Partai Golkar? Simak perkembangan selengkapnya dalam berita ini.

#nusronwahid #kpk #atr/bpn

Baca Juga Denny Indrayana Tantang Gibran Hadir di Sidang MK: Tak Punya Bukti atau Takut? di https://www.kompas.tv/nasional/691856/denny-indrayana-tantang-gibran-hadir-di-sidang-mk-tak-punya-bukti-atau-takut



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/691870/desakan-pemeriksaan-nusron-wahid-hingga-pengunduran-diri-dari-kepengurusan-golkar-parasot
Transkrip
00:00Nah, tapi dari informasi-informasi yang beredar di DPP, ya ini juga apa namanya ya, dugaan-dugaan ya.
00:10Saudara Nuson waktu itu ingin konsentrasi juga aktif di Organisasi Kemasyarakatan PBNU.
00:20Ya, kami waktu itu mendapatkan informasi dari Ketua Umum dan Pak Sekjen ya, Sekjen di Patel Golkar,
00:28yang waktu itu menyampaikan bahwa Saudara Nuson sudah bertemu dengan Ketua Umum dan menyatakan pengenduran diri ya, dari kepengurusan Deportel
00:41Golkar.
00:42Nah, posisi Pak Nuson kan sampai saat ini sebetulnya, karena memang proses revitalisasi penyegaran pengurusnya belum diterbitkan sebagai ketua, salah
00:54satu ketua ya, yaitu tepatnya ketua bidang keagamaan dan keorhanian.
00:58Nah, alasannya tidak tahu persis ya, tapi waktu itu yang kami dapatkan informasi, karena itu pernah juga disampaikan dalam rapat
01:08harian terbatas ya,
01:09bahwa beliau punya aktivitas lain dan kemudian tetap berkomitmen untuk membantu Partai Golkar.
01:22Nah, waktu itu sih banyak teman-teman yang, apa namanya, berspekulasi ya, atau kemudian menekan-nerkalah.
01:32Pak Nuson ini mungkin akan aktif di organisasi kemasyarakatan agama yang di mana tempat dia selama ini juga aktif ya,
01:43yaitu di PBNU.
01:44Ya, nah, betul lah.
01:45Bahkan kan isunya waktu itu kan sempat beredar, ingin mencalonkan diri sebagai ketua umum, kemudian atau menjadi sekjen gitu.
01:55Dan kita juga tahu informasinya bahwa beberapa waktu yang lalu pada saat muktamar PBNU kan sangat aktif ya, aktif sekali
02:07bahkan beredar sebagai tim utama dari pemenangan ketua umum PBNU yang sekarang gitu.
02:15Nah, mungkin waktu itu teman-teman menganggapnya seperti itu.
02:21Tapi itu dugaan-dugaan beberapa teman-teman di Golkar yang mendengarkan informasi bahwa Saudara Nuson mengundurkan diri dari pengurusan di
02:29Partai Golkar.
02:33Pak Nuson, ada informasi tahun sekat bahwa dimintai keterangannya dari KPK nggak?
02:38Mas, itu kelanjutannya seperti itu di KPK untuk mengantifasi terulangnya kasus-kasus kemenangan diri, Pak Nuson.
02:43Ini kan, mas.
02:45Aku mau pulang, mas.
02:48Ini faloskopi.
02:50Alasan.
02:51Alasan keluarnya, kenapa bus?
02:53Kenapa mencukin di bus?
02:54Alasan pastinya bus?
02:55Dari Golkar bus, kenapa keluar?
02:56Bukan, mas.
02:59Makanan, bus.
03:00Semoga lagi, bus.
03:01Iya, bus.
03:01Ini kan aja, bus.
03:02Bentar aja, bus.
03:03Biar kondisi.
03:04Bikin aja, bus.
03:05Biar kondisi, bus.
03:06Ini kalau nggak dijalan, maka kayak gini, bus.
03:08Sedikit aja.
03:09Mohon maaf, ya.
03:10Mohon maaf, ya.
03:11Saya punya privasi.
03:12Jalan, bus.
03:14Boleh nggak saya jalankan?
03:15Jalan, ya.
03:16Jalan, ya.
03:17Jalan, ya.
03:17Mas, kasih, jalan.
03:19Jalan, ya.
03:19Jalan, ya.
03:21Rapatnya, alhamdulillah.
03:23Masalah yang sudah lama.
03:25Ini nantikan oleh rakyat, ya kan, sudah diselesaikan.
03:30Moga-moga dengan adanya RUU ini nanti, perusian reforma agraria dan konflik penyelesaian agraria menjadi lebih cepat, tidak terkatung-katung.
03:43Dan ada formula yang jelas.
03:46Karena hampir semua konflik itu kan terjadi karena, satu, hubungannya dengan aset pemerintah, aset BUMN, maupun konflik dengan aset korporasi.
03:58Dengan adanya formula ini, insya Allah akan ada formula penyelesaian lebih cepat.
04:04Oke?
04:04Bus, poin-poinnya, saya dikit, bus.
04:06Tadi.
04:06Tadi udah dibaca, kan?
04:07Tadi kan udah boleh ikut dibaca semua.
04:18Kan udah tak sampaikan kalau soal itu, kami menghormati proses hukum yang dilakukan oleh KPK.
04:26Jadi, posisi kami menghormati dan mengikuti proses yang ada.
04:33Bus, poin-poinnya, ada isu mundur dari Kulkar?
04:40Kalau soal itu, kami sudah lama diskusi dengan Pak Bahlil dari tahun lalu.
04:48Jadi, selebihnya lebih baik tanyakan sama Pak Bahlil selaku petua umum.
04:54Kami sudah pernah diskusi masalah itu lama.
05:01Oke, tapi soal lagi-lagi soal alasan nih, Bang Doli dari yang bersangkutan untuk mundur dari jabatannya di DPP Partai
05:09Kulkar.
05:09Ini masih menjadi pertanyaan publik.
05:12Ada nggak informasi paling tidak sampingan dari yang diterima oleh Bang Doli soal alasan pengunduran diri Nusron?
05:19Ya, saya tidak tahu persis ya waktu itu alasan, karena dia sedang-sedang kan bertemu dengan
05:25Saudara Ketua Umum dan Saudara Sekjen secara langsung.
05:29Nah, tapi dari informasi-informasi yang beredar di DPP,
05:34ya, ini juga apa namanya ya, dugaan-dugaan ya.
05:39Saudara Nusron waktu itu ingin konsentrasi juga aktif di organisasi kemasyarakatan PBNU.
05:49Ya, waktu itu kan juga sempat beredar isu ya, pada saat menjelang-menjelang atau sesudah.
05:56Ya, kami tahu ya, Saudara Nusron mengunjukkan pundang itu kan beredar isu ada rencana Saudara Nusron mau menjadi
06:07atau menjawabkan diri sebagai Ketua Umum PBNU, bahkan atau misalnya menjadi sekjen PBNU.
06:13Dan itu kelihatan ya, terlihat bahwa setelah itu memang segera Nusron kan aktif ya,
06:19apa namanya, di aktif sekali setelah sebelumnya sudah mengundurkan diri juga,
06:26atau di, saya lupa, di mengundurkan diri atau juga di PAW ya, di Purus Besar Nadatul Ulama.
06:34Tapi setelah itu memang kelihatan aktif di dalam persiapan menjelang muktamar.
06:38Bahkan kemarin dalam muktamar itu kan kita mengetahui juga bahwa
06:44Saudara Nusron ya menjadi aktor penting lah di dalam memenangkan Ketua Umum PBNU yang terpilih sekarang gitu.
06:53Ya, sebenarnya tekanan politik itu tidak perlu ada seharusnya.
06:58Dan maksudnya kalau KPK bekerja secara profesional,
07:03tekanan-tekanan seperti itu tidak perlu ada, itu nomor satu.
07:08Nomor dua, untuk dipanggil dan tidak dipanggil itu kan pasti apakah ada bukti-bukti awal
07:19tentang keterkaitan beliau dengan kasus ini, seperti itu.
07:22Jadi kita profesional saja.
07:24Nomor tiga, saya lihat kan KPK sudah menggeledah termasuk ruang kerja beliau, seperti itu.
07:33Jadi sebenarnya saya melihatnya bahwa ini adalah sesuatu yang harusnya normal saja sebagai penegakan hukum.
07:42Dan saya melihat juga komentar dari DPP Partai Golkar mengatakan ini akan diserahkan sesuai proses hukum yang berjalan.
07:54Kurang tahu, kayaknya seperti itu Pak Doli ya, seperti itu dikatakan.
07:57Jadi kalau seperti itu kenyataannya, seharusnya KPK juga tidak perlu mersasungkan.
08:05Dan tidak perlu juga ada, ya kan kita jalankan saja sesuai prinsip hukum equality before the law.
08:12Dan KPK di zaman saya juga waktu itu kan pernah juga ada petinggi-petinggi partai, bahkan ketua partai sekalipun.
08:20Ya maksudnya ini adalah suatu pekerjaan yang normal seharusnya.
08:25Jadi seharusnya tekanan-tekanan politik itu harus dikesampingkan selama KPK berkata sesuai dengan realnya seperti itu.
08:38Sesuai dengan realnya.
08:38Ini menurut saya demi keterbukaan mestinya segera dijelaskan oleh KPK.
08:43Apakah sekarang ini dia ada nyataan memanggil norson, memanggil norson.
08:52Tapi mungkin, mungkin, KPK bukan jere juga.
08:56Itu kan kalau menteri mungkin mau memberitahu presiden dulu.
09:01Mungkin ya, kalau zaman Pak SBY itu kan gitu.
09:04Menteri kalau tersangka itu tidak harus minta izin presiden.
09:08Tapi pada zaman Pak SBY jatuh agar presidennya tidak kaget dan menyiapkan langkah-langkah untuk mencari pengganti sementaranya supaya presiden
09:18diberitahu dulu.
09:19Mungkin ini sudah memberitahu presiden dan belum dapat jawaban.
09:24Karena hampir tidak masuk di akal publik yang begini ini tidak diperiksa.
09:28Tidak masalah kan, sudah disebut kok terang-terangan gitu ya.
09:37Cara baru nonton di Smart TV.
09:40Nonton live streaming dan ribuan tayangan Kompas Gramedia langsung dari Smart TV kamu.
09:46Cara installnya, buka Google Play Store di Smart TV kamu.
09:50Cari Kompas TV melalui pencarian.
09:53Pilih aplikasi lalu install.
09:55Selesai, kamu bisa menonton video pilihan editorial Kompas TV.
10:01Download Kompas TV apps di TV kamu sekarang juga.
10:05Terima kasih.
10:06Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan