Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Jawaban 'Gak Nyambung' Kepala BGN usai Dicecar DPR soal Sisa Makanan MBG

Rapat Dengar Pendapat antara Komisi IX DPR RI dan Badan Gizi Nasional (BGN) berlangsung memanas saat para anggota dewan mempertanyakan evaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya terkait banyaknya sisa makanan yang tidak dikonsumsi siswa di lapangan.

Pihak DPR menilai respons dan penjelasan yang disampaikan oleh Kepala BGN tidak menjawab akar permasalahan secara subtansial.

Sorotan terhadap efektivitas dan manajemen porsi MBG terus mencuat demi memastikan anggaran negara dimanfaatkan secara tepat sasaran tanpa menimbulkan pemborosan pangan. Publik pun menanti langkah konkret perbaikan tata kelola program nasional tersebut ke depan.

#JawabanKepalaBGNSisaMakananMBG #DPRCecarKepalaBGN
#ProgramMBG

Creative/Video Editor: Icha/Michael
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Namun untuk sekolah negeri sesuai dengan hasil rapat kami dengan Dekasmen dan dengan Kementerian Menpo Pangan dalam tas kami
00:08Untuk sekolah negeri ini harus kalau menerima semua, tapi kalau misalnya tidak, tidak semua
00:16Itu keputusan sementara adalah seperti itu
00:20Jadi tidak mungkin dalam satu sekolah negeri katakan 70% misalnya mampu, 30% tidak mampu
00:27Kemudian kalau memang iya, konsensusnya harus sekolah yang berserta sini
00:33Mungkin harus sepakat-sepakat iya semua atau sepakat-sepakat tidak semua
00:38Jadi kalau misalnya di sekolah itu orang tua tidak mengizinkan anaknya untuk mengkonsumsi
00:44Lalu sisa makanannya akan dibuat apa? Apakah dikembalikan atau dibuang atau seperti apa?
00:49Karena tidak dikonsumsi
00:50Misalnya ada satu sekolah 40% menolak, 60% dikonsumsi atau bahkan sebaliknya
00:55Lalu seperti apa jumlah yang akan dikonsumsi sekolah itu?
00:59Sampai saat ini Pak Tawas itu adalah sekolah itu, kalau sekolah negeri itu harus iya-iya semua
01:07Mana kalau tidak, tidak semua
01:17Karena kalau ini kan kesalahan
01:22Memang kita terkait itu ya
01:25Memang ada satu dua misalnya
01:28Kalau sejauh ini Pak Salos itu adalah
01:32Keputusannya adalah saya sampaikan adalah iya-iya semua dan tidak-tidak semua
01:38Tidak mungkin dalam satu sekolah itu kemudian ada satu dua yang temannya makan kemudian dia tidak makan sendiri
01:45Atau temannya tidak makan dia makan sendiri
01:48Itu saya kira, saya kira juga kita harus arif juga dalam pendidikan ini ya
01:54Bukan hanya masalah suka atau tidak suka
01:57Itu yang menjadi pertimbangan kita
02:00Kemudian yang terkait lansia
02:03Kami sudah, kami mencoba untuk juga berkoordinasi dengan kementerian sosial
02:09Memang ada rencana karena bahwa lansia ini nantinya di tahun depan itu kemudian BGN diminta untuk mengendal
02:20Tapi sejauh ini memang belum ada perintah atau petunjuk secara khusus kemudian kita
02:26Nah lansia ini, kenapa kemudian lansia sekarang tidak kita layani
02:35Karena dalam purpose terkait tata keolah BGN, tata keolah pelaksanaan MBG 115-115-2025
02:45Itu lansia itu tidak masuk ke dalam penerima manfaat yang diugaskan MBG untuk kita berikan kepadanya
02:53Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan