Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 7 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Usai menjalani sidang MK, Pemohon sekaligus Pengamat Kebijakan Publik Bonatua Silalahi menyampaikan desakan agar Gibran Rakabuming Raka mundur.

Pernyataan tersebut disampaikan Bonatua dalam rangkaian keterangannya di persidangan Mahkamah Konstitusi, setelah menyoroti persoalan arsip dokumen pemilu, perubahan aturan retensi arsip KPU, serta isu persyaratan pendidikan yang menjadi bagian dari perkara.

Bonatua menyatakan dirinya mempertanyakan sejumlah persoalan yang menurutnya berkaitan dengan proses pencalonan dan dokumen persyaratan.

Di akhir keterangannya, ia secara terbuka meminta Gibran mundur dan menyampaikan penilaiannya bahwa Gibran tidak layak memimpin.

Desakan tersebut merupakan pernyataan Bonatua sebagai pemohon, bukan putusan atau kesimpulan Mahkamah Konstitusi.

Produser: Prayogi Haro

Editor: Joshua

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/692328/sampai-sakit-kepala-bonatua-silalahi-desak-gibran-mundur-anda-tidak-layak-pimpin-saya
Transkrip
00:03Selamat malam ya, Assalamualaikum
00:07Tadi saya jadi sakit kepala disinggung lagi di KPP
00:12Sebenarnya saya punya kisah pahit ini kemarin, saya mengadu
00:16Bagaimana saya mengadukan KPU yang tidak bereaksi apa-apa ketika ada arsip yang hilang
00:24Arsip pemilu, arsip fotokopi ijajah legalisir milik orang yang bernama Joko Widodo
00:30Di tahun 2005 dan 2010 hilang di kota Solo, Surakarta
00:35Namun, DKPP memutuskan KPU profesional
00:39Saya jadi bingung, makanya tadi saya sakit kepala ini, kena dengar DKPP lagi, DKPP lagi
00:44Ini sepertinya masalah ini gak jauh-jauh deh, KPU, DKPP, KPU, DKPP
00:48Kenapa? Mbak Waslu ternyata sudah melaporkan, tapi DKPP kembali lagi bilang KPU profesional
00:56Nah, terkait dengan Mbak Waslu, jadi saya tadi, saya jujur ya
01:01Saya kira selama ini, sesama badan publik, itu tidak ada rahasia
01:07Saya kira selama ini Mbak Waslu bisa melihat informasi yang saya minta
01:10Ternyata saya, Mbak Waslu saja dirahasiakan ini bareng, apalagi saya yang bersidang 6 bulan
01:166 bulan saya bersidang, dan itu dengan kaca belanja segala
01:20Mulai dari tidak hadir lah, apalah macam segala
01:23Nah, jadi yang saya coba bilang bahwa
01:28Awalnya, ini permasalahan dirahasiakan
01:32Barang bukti dirahasiakan
01:34Lalu kita bersidang di KIP, terbuka
01:37Nah, sekarang problem muncul lagi, Prof
01:39Sekarang barang itu hilang
01:41Nah, setelah barang itu hilang, problem muncul lagi
01:44Ternyata ada kebanyakan untuk menghalalkan hilangnya
01:48Kenapa?
01:51Pada tahun 2013, itu ada MOU antara KPU dan ANRI
01:57Terbentuklah namanya PKPU nomor 18 tahun 2013 tentang Jakol Retentia Arsif
02:02Disitu jelas disebut, seluruh syarat pencalonan Presiden dan Wakil Presiden itu bersifat permanen
02:10Tidak boleh dihapuskan
02:12Dan harus diserahkan ke ANRI dalam tempo 5 tahun
02:16Tapi, KPU merubah peraturan itu
02:20Jadilah sekarang peraturan nomor 17 tahun 2023
02:25Lagi-lagi 2023, dekat-dekatan dengan abangnya
02:28Nomor 19 tahun 2023, pasal 18 tadi
02:30Disitu disebut apa?
02:32Ternyata sekarang KPU hanya wajib mengarsipkan daftar riwayat hidup doang
02:39Ada banyak persyaratan itu
02:41Yang di pasal 169 huruf R atau pasal 227
02:46Hanya daftar riwayat hidup yang diarsipkan
02:49Sisanya silahkan boleh dibakar, dihilangkan
02:51Itu artinya penyucian dosa
02:53Menghalalkan yang hilang-hilang ini
02:56Dengan kata lain, tidak perlu dicari lagi
02:58Dan ke depannya, jangan-jangan
03:01Surat keterangan Bapak Gibran
03:03Ini 5 tahun lagi tidak perlu disetor, hilang katanya
03:06Ini adalah antisipasi ke depan
03:08Makanya saya bersyukur
03:09Ternyata, wah
03:11Di zaman sekarang ini masih banyak negarawan yang ada di sini
03:15Saya melihat hakim-hakim tadi itu
03:18Mereka itu melihat masa depan Indonesia lebih cerah
03:20Saya yakin Indonesia akan menuju Indonesia emas
03:24Kalau begini terus ya
03:26Dan saya harap
03:26Hakim-hakim yang mulia
03:29Lihatlah ke depan yang mulia
03:31Di sini banyak masyarakat melihat
03:33Saya harap juga, saya mohon ini
03:36Bapak Gibran tolong mundur
03:38Dan kami sendiri merasa bahwa Anda tidak layak mimpin saya
03:42Terima kasih
03:44Terima kasih
03:45Mantap, mantap, mantap, mantap
03:46Terima kasih

Dianjurkan