Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 menit yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Eks Komisioner KPU RI, I Gusti Putu Artha, dihadirkan sebagai saksi dalam sidang gugatan ijazah Gibran Rakabuming Raka di Mahkamah Konstitusi (MK), Rabu (30/9/2026).

Saksi yang diajukan pemohon dalam perkara syarat pencalonan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam pemilu 2024 menyinggung sebuah putusan yang dikeluarkan Mahkamah Konstitusi (MK) saat dipimpin oleh Mahfud MD.

Baca Juga Kubu Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran di Sidang Pembuktian, Ini Jawaban Hakim Saldi di https://www.kompas.tv/nasional/693525/kubu-denny-indrayana-minta-mk-panggil-gibran-di-sidang-pembuktian-ini-jawaban-hakim-saldi



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/693538/full-eks-komisioner-kpu-singgung-putusan-mahfud-md-saat-jadi-ketua-mk-di-sidang-ijazah-gibran
Transkrip
00:00Saksinya tetap di sana atau mau dimimbar?
00:02Saya usul, Pak Kutus tenang di situ. Baik.
00:07Oke, silakan kita mulai 19.14.
00:12Terima kasih. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
00:17Salam sejahtera untuk kita semua.
00:18Om Swastiastu.
00:20Majelis Hakim yang mulia,
00:23saya akan memberikan kesaksian apa yang saya alami,
00:28apa yang saya dengar dan apa yang saya ketahui
00:32dalam posisi saya sebagai anggota KPU di masa lalu
00:37dan yang lain-lain berkaitan dengan perkara yang disedangkan hari ini.
00:41Pertama yang mau saya sampaikan bahwa
00:44berkaitan dengan isu soal pasal
00:54peraturan KPU nomor 19 tahun 2003, pasal 18 ayat 3,
00:58yang muncul dalam peraturan KPU,
01:02maka berdasarkan pengalaman dan pengetahuan saya
01:06selama ini,
01:09sejak pemilu tahun 2004
01:11sampai pemilu tahun 2024
01:15dalam pemilu legislatif,
01:17itu memang saya ketahui tidak ada pasal pengecualian itu.
01:22Dalam pemilu DPD RI 2004 sampai 2024
01:30juga tidak ada pasal pengecualian itu.
01:35Dalam pemilu DPRD Provinsi Kabupaten Kota juga sama,
01:41tidak ada.
01:41Dalam pemilu kepala daerah
01:44yang saya alami dari tahun 2008, 2010,
01:50kemudian 2015,
01:51dan terakhir 2020,
01:55pasal pengecualian itu tidak ada.
01:57Dalam pemilu presiden,
02:00sejak tahun 2004
02:02sampai tahun 2019 tidak ada.
02:06Maka pasal pengecualian ini
02:09baru muncul memang di
02:11pemilu presiden yang 2024.
02:14Itu pertama pengetahuan saya soal itu.
02:18Kemudian yang kedua,
02:20yang saya juga ketahui
02:23berkaitan dengan
02:26apa namanya proses verifikasi
02:29yang seharusnya dilakukan
02:31dalam konteks syarat pendidikan,
02:33kebetulan saya juga mengalami langsung,
02:36saya kebetulan punya pengalaman
02:382009
02:40mencoret
02:41satu calon penting
02:44anak
02:45orang nomor satu di Republik ini
02:47yang tidak bisa di calon anggota DPR
02:50oleh karena
02:52pada saat saya turun ke lapangan,
02:56saya mencoba untuk konsisten
02:58melaksanakan
02:58apa yang menjadi memang
03:00peraturan KPU berkaitan
03:03dengan
03:03verifikasi
03:05persyaratan calon.
03:07Yang saya ketahui
03:09mengenai verifikasi
03:10persyaratan calon
03:11di sana
03:12setidak-tidaknya
03:13ada dua elemen
03:14dalam konteks syarat calon
03:15yaitu
03:17kelengkapan dokumennya
03:18dan kebenaran
03:20tiap-tiap dokumen
03:22yang lengkap itu.
03:24Maka
03:24yang saya lakukan adalah
03:29memastikan
03:31bahwa dokumen
03:33itu betul-betul
03:34benar
03:34untuk mengetahui
03:36itu benar
03:36maka kita harus datang
03:38ke lembaga yang
03:39mengeluarkan dokumen itu
03:40lalu kami
03:42bikin berita acara
03:43bahwa dokumen itu
03:44memang benar
03:45dikeluarkan oleh lembaga itu
03:46dan isinya seperti itu.
03:48Baru kita
03:49sampai.
03:49Nah, dalam konteks
03:50yang saya alami
03:51di Pemilu 2009 itu
03:52saya menemukan ijazah
03:55yang
03:56apa namanya
03:58SMA
03:59begitu
04:00tetapi
04:01saya punya
04:02kemudian temuan
04:03secara pribadi
04:04bahwa itu bermasalah
04:05sudah dilegisasi
04:07begitu saya datang
04:08bersama Bawaslu
04:09ketika itu
04:10ke salah satu sekolah
04:11di
04:11kawasan kuningan
04:12memang benar
04:13ternyata
04:14ijazah itu
04:16milik
04:16nomor setambuk
04:17milik orang lain
04:18yang bersangkutan
04:19cuma sampai
04:20kelas 2 SMA.
04:21Nah, pengalaman ini
04:24ingin saya katakan
04:25bahwa dalam
04:25pelaksanaan verifikasi
04:27yang kami alami
04:28di luar
04:29kelengkapan dokumen
04:30maka
04:31proses
04:32apa
04:33memastikan
04:35verifikasi
04:35kebenaran dokumen
04:36itu
04:37tetap harus
04:38kami lakukan.
04:41Kemudian
04:42bagaimana
04:44pengalaman kami
04:45ketika
04:46menyusun
04:47regulasi
04:48berkaitan
04:49dengan seluruh
04:50peraturan KPU
04:52maka
04:52pengalaman yang bisa
04:54saya sampaikan
04:54di forum ini
04:55adalah
04:57tetap
04:57apa yang menjadi
04:58kerangka
04:59prinsip-prinsip
05:00dasar
05:00penyusunan
05:01regulasi itu
05:01kami tak hati
05:04setahu kami
05:05sampai hari ini
05:06tidak ada yang berubah
05:07soal prinsip dasar itu
05:08sebagaimana
05:09diatur Undang-Undang
05:10nomor 7
05:10tahun 2017
05:11dengan 11 prinsip dasar
05:12mulai dari mandiri
05:13sampai efektif
05:15maka
05:15di masa lalu juga
05:17ada prinsip dasar
05:17walaupun tidak
05:18seperti sekarang
05:19maka
05:19kami menggunakan
05:21ini sebagai
05:22payung
05:22apakah betul-betul
05:24sudah berkepastian
05:25hukum
05:26apakah terbuka
05:27apakah akuntabel
05:28apakah kemudian
05:30ini
05:30kami gunakan
05:31itu sebagai
05:32payung
05:32sehingga dengan
05:33dasar itu
05:34kita berharap
05:35seluruh regulasi
05:36yang kemudian
05:37disusun itu
05:38bisa selaras
05:40dengan
05:40aturan yang
05:41lebih tinggi
05:42sehingga tidak
05:43kemudian
05:43membangun
05:45norma baru
05:45ini yang kami lakukan
05:46apakah punya pengalaman
05:48dulu di 2009
05:48pernah
05:49mungkin majelis
05:50masih ingat
05:51ketika kasus
05:52Pak Mahfud
05:53sebagai ketua
05:53MK
05:54kemudian
05:56mempersilahkan
05:57bikin putusan
05:57KTP masuknya
06:00kami punya pengalaman
06:012008
06:01saya
06:022008
06:03apa 2010
06:04saya lupa
06:05saya sampir terbunuh
06:06itu di Karangasem
06:08gara-gara
06:08kasus KTP itu
06:09karena di masa lalu
06:10mulai dari 2005
06:112008
06:12seminggu sebelum
06:13pemilu pasti meledak
06:14karena banyak orang
06:15yang tidak terdaftar
06:16di DPT
06:16dan memaksa masuk
06:17karena tidak pakai KTP
06:18maka ketika itu
06:20pernah ada perdebatan
06:21di teman-teman KPU
06:23untuk mengubah
06:25regulasi peraturan KPU
06:26bisa masuk
06:27tetapi
06:27payung hukum di atasnya
06:28tidak memungkinkan
06:29sehingga
06:30kemudian tidak terjadi
06:31syukurlah kemudian
06:32MK mengambil jalan strategis
06:34pada pemilu 2009
06:35akhirnya KTP
06:36bisa masuk
06:36ini pengalaman
06:38empirik
06:39yang saya alami
06:41kemudian
06:43berkaitan dengan
06:44proses
06:44verifikasi
06:45pernahkah
06:47kami
06:48membimbing kawan-kawan
06:50berkaitan dengan
06:51verifikasi dokumen
06:52ijazah dan seterusnya
06:53kestaraan
06:54kalau yang pernah kami
06:56alami dan kami
06:57ketahui
06:57dalam hal
07:00berkaitan
07:01kestaraan
07:01memang
07:02biasanya kita rapat
07:03dengan
07:04dengan Kementerian
07:05Pendidikan Nasional
07:06beliau punya
07:07POJA
07:07kita juga punya POJA
07:08sudah ada
07:09rambu-rambunya
07:10di situ
07:10seingat saya
07:11dan masih berlaku
07:12sekarang
07:12dalam konteks
07:14kestaraan
07:14maka
07:16yang saya ketahui
07:17surat kestaraan itu
07:18muncul
07:19karena ada dokumen
07:21saya memberi contoh
07:22ada kasus
07:24yang kebulan
07:24tidak ada dokumen
07:25misalnya
07:25ijazahnya hilang
07:26maka ada surat
07:28mengganti ijazah
07:28pasti tidak ada
07:29dokumen asli
07:30ijazah hilang
07:31tetapi kalau kemudian
07:32ijazahnya rusak
07:34maka ijazah rusak
07:35itu tetap
07:35dipotokopi
07:36yang saya ketahui
07:37tetapi tetap ada
07:38surat keterangan
07:39bahwa ijazah rusak
07:40ini benar milik ini
07:41sesuai dengan KTP ini
07:41nah
07:42demikian
07:43saya tidak ingin
07:44memberikan penilaian
07:46menyangkut masalah
07:47bagaimana ijazah
07:48suket ini
07:50apa yang seharusnya
07:51dilakukan
07:51tetapi dengan pengalaman itu
07:52saya kira
07:53kesimpulan yang saya
07:54katakan dari pengalaman itu
07:55adalah selalu ketika
07:57muncul surat keterangan
07:58maka ada dokumen
07:59apa namanya
08:01yang bisa menjadi dasar
08:03jadi
08:04instrumen lain
08:05untuk mengeluarkan
08:06surat keterangan itu
08:07kemudian
08:08ada juga perdebatan
08:10perdebatan
08:11di persidangan ini
08:12menyangkut
08:12kecenderungan
08:13misalnya ada
08:14intervensi dari luar
08:15dalam penyusunan peraturan
08:16dan seterusnya
08:17maka
08:18pernahkah saya mengalami
08:19pernah
08:20yang saya ketahui
08:22pertama
08:22dari
08:23kejadian-kejadian
08:24sudah pernah terjadi
08:25sahabat saya
08:27misalnya
08:27Wahyu Setiawan
08:28sampai kemudian hari ini
08:29mendekam di
08:30trali besi
08:31itu kan karena
08:32yang kita ketahui bersama
08:34dari kasusnya
08:34ada intervensi
08:35dari luar
08:36berkaitan dengan
08:37mengubah regulasi
08:38KPU
08:39soal suara terbanyak
08:40berikutnya
08:40saya pribadi
08:43saya pribadi
08:43pada 2009
08:44sempat didatangi
08:44dua orang
08:45utusan dari Sumatera
08:47membawa nama-nama
08:48presiden waktu itu
08:49untuk mengubah
08:50regulasi KPU
08:51soal batas
08:52yang disebut
08:53dengan
08:55limitasi lima tahun
08:56untuk bisa mencalonkan diri
08:57bagi narapidana
08:58gitu
08:59pernah kejadian
09:01seperti itu
09:01dengan janji
09:02macam-macam
09:03untuk salah satu
09:03pemilihan gubernur
09:04di
09:05kebunan Riau
09:07dengan
09:08contoh semacam itu
09:10dan
09:10ada beberapa contoh-contoh
09:11yang lain
09:12saya ingin mengatakan
09:13bahwa pengalaman itu
09:14memang menjadi
09:14anggota KP itu
09:15kalau kemudian
09:17tidak firm
09:19maka intervensi itu
09:21sangat mungkin
09:22bisa terjadi dari luar
09:23untuk mengubah
09:23regulasi
09:24Pak Ketua
09:25mohon maaf
09:26ini waktunya
09:27Pak Bampang langsung
09:28maksud saya ini
09:29sudah berapa menit
09:30karena kami tadi
09:30ini masih ada tinggal
09:32sampai
09:331929
09:34ini sekarang
09:36saya kira itu
09:37pokok-pokoknya
09:38sudah saya kira itu
09:39cukup ya
09:39supaya ada pertanyaan
09:40terima kasih
09:41baik
09:42dia ini mau tanya
09:43silakan
09:46izin yang mulia
09:48baik
09:50saudara saksi
09:53bagaimana cara
09:55untuk
09:56memastikan
09:57di KPU
09:59agar tidak ada
10:00norma-norma
10:01yang
10:01kemudian
10:02masuk
10:03tanpa
10:04kesepakatan
10:04bersama
10:05ada proses
10:06harmonisasi
10:07ada proses
10:07konsultasi
10:09dengan DPR
10:09yang pertama
10:10sinkronisasi dulu
10:11di KPU
10:12yang kedua
10:13konsultasi
10:14di DPR
10:14yang ketiga
10:15harmonisasi
10:15di Kementerian Hukum
10:16dan HAM
10:16apakah tidak ada
10:17mekanisme untuk
10:18tanda tangan
10:19semua komisioner
10:20sehingga
10:20meminimalisir
10:22kemungkinan
10:22ada pasal-pasal
10:23yang titipan
10:24tadi
10:24silahkan
10:27yang kedua
10:29itu termasuk
10:30risalahnya
10:31yang kedua
10:32ketika melakukan
10:34verifikasi
10:35faktual
10:36apakah verifikasi
10:37itu juga berarti
10:38melihat
10:39kelengkapan
10:40keabsahan
10:42dan kebenaran
10:42bukan hanya
10:44sekedar
10:45menyetujui
10:46bahwa ini
10:47sudah ada surat
10:48mohon dijelaskan
10:50terus
10:51dalam contoh
10:52yang terakhir itu
10:53ada intervensi-intervensi
10:54itu
10:55apa yang saudara
10:56bayangkan
10:57pasal 18
10:57ayat 3
10:58kalau betul
10:59pertanyaan
10:59teman saya itu
11:00tidak ada
11:02risalah-risalahnya
11:05silahkan
11:06ini
11:06jubilnya 3 ya
11:08silahkan
11:09pasal 169
11:10huruf R
11:11itu
11:11mengatakan
11:12berpendidikan
11:12paling rendah
11:13tamat sekolah
11:14menengah atas
11:15madrasa alia
11:15sekolah menengah
11:16kejuruan
11:17madrasa alia
11:18kejuruan
11:18atau sekolah
11:19lain yang sederajat
11:20lalu pasal
11:21227
11:22huruf R
11:22mengatakan
11:23bukti kelulusan
11:24berupa fotokopi
11:25ijasa
11:25surat tanda
11:26tamat belajar
11:27atau surat ketelan lain
11:28yang dilegalisasi
11:29oleh satuan pendidikan
11:30atau program pendidikan
11:32pasal ini
11:33sebenarnya
11:34tidak pernah berubah
11:35dari pemilu ke pemilu
11:37waktu itu
11:37ketika saudara
11:38menjadi anggota
11:39KPU
11:40ada gak
11:40perdebatan
11:41atau
11:42diskusi tentang ini
11:44dan apa
11:45kriteria
11:46untuk memenuhi syarat
11:47bahwa sekurang-kurangnya
11:48harus SLTA
11:49terus
11:50silahkan
11:50terima kasih
11:52sebelum saya menjawab
11:53yang keempat ini
11:54saya ingin mengatakan
11:56seluruh dinamika
11:56persidangan ini terjadi
11:59sebetulnya
12:00teman-teman kami
12:01di KPU ini
12:02memang menjadi korban
12:03dari sebuah sistem
12:04pemilu yang sangat padat
12:05seperti ini
12:06ini yang saya
12:08rasakan
12:08sekarang
12:09alami
12:10besar sekali ini
12:11situasi ini
12:13tetapi
12:14suka tidak suka
12:14memang teman-teman kami
12:16memang harus bekerja
12:17form
12:17sehingga
12:18menjawab pertanyaan
12:20Prof. Denny tadi
12:22biasanya
12:23dan sekarang
12:23saya kira masih ada
12:24itu di KPU
12:26tiap-tiap anggota KPU
12:27dibagi menjadi
12:28pokjak-pokjak
12:28ada koordinator pokjak
12:30jadi
12:31itu yang menyebabkan
12:32tidak setiap anggota
12:34KPU
12:34kemudian
12:35akan bisa mengetahui
12:36dengan detail informasi
12:37yang lain
12:37saya dulu
12:382009
12:39jadi ketua pokjak
12:41debat calon
12:42dan kampanye
12:43ya waktu
12:44moderaturnya panis
12:45dan seterusnya
12:46nah
12:46teman-teman kami
12:48ini juga pasti
12:48membagi diri
12:49nanti pokjak ini
12:50dibantu oleh
12:50tim sekretariat
12:51dalam proses
12:52macam-macam
12:53dalam konteks
12:53kasus yang
12:54dibicarakan sekarang ini
12:55tim sekretariat
12:56inilah yang kemudian
12:57masuk dengan
12:58koordinator pokjak
12:59dan tim teknisnya
13:01mengidentifikasi
13:02problem-problem
13:03yang krusial
13:04nah
13:05kalau kemudian
13:06masuk ke penyusunan
13:07regulasi
13:08sekarang-sekarang
13:09saya jawab
13:09sebelum masuk
13:10kis
13:10apa namanya
13:11dokumen tadi itu
13:13maka ketika
13:14saya kemudian
13:15tidak mengalami
13:16proses konsultasi
13:17di DPR
13:18sehingga tidak bisa
13:19bercerita
13:20tetapi pengetahuan
13:21salah soal itu
13:22barangkali ada
13:22dari pengalaman
13:24sebagai
13:24apa namanya
13:25ahli selama ini
13:26disini
13:27dalam proses
13:28sinkronisasi
13:29di teman-teman
13:30di KPU
13:31draft sampai kemudian
13:33disetujui
13:33di proses
13:34sinkronisasi itu
13:35pasti ada tanda tangan
13:36mereka semua
13:37dan di tiap lembar
13:38ada paraf
13:39ada tanda
13:40tangan hadir
13:42maka fakta
13:43hukum ini
13:43sebetulnya akan
13:44menarik
13:45dihadirkan di ruang
13:46sidang ini
13:47draft itu
13:47seperti apa
13:48siapa yang
13:49tanda tangan disitu
13:50dan seterusnya
13:50apakah ada
13:51pasal 18
13:51yang tiga
13:52ini fakta yang pertama
13:53nah kemudian
13:53nanti kalau
13:55selesai konsultasi
13:56di DPR
13:57maka
13:58selesai konsultasi
13:59di DPR
13:59kemudian dibawa
14:00ke teman-teman
14:01di KPU
14:02dirapikan lagi
14:03masukkan-masukkan
14:03di DPR
14:04pasti juga ada
14:04tanda tangan
14:05segala macam
14:06sampai sebelum
14:07dikirim harmonisasi
14:08di apa namanya
14:10Kementerian Hukum
14:11dan HAM
14:13maka
14:14dimana kira-kira
14:15masuknya
14:16pasal 18
14:16ayat 3 ini
14:17ketika ada juga
14:18fakta hukum
14:18yang saya baca
14:19di beberapa tempat
14:20bahwa sahabat saya
14:20mantan anggota KPU
14:21Hadar Gumai
14:22menyatakan
14:22tidak pernah dibahas
14:24saya cuma berpikir
14:25positif saja
14:26mungkin sebetulnya
14:27di 18
14:28ayat 3 ini
14:29sudah disetujui
14:29di proses
14:30sinkronisasi
14:32disetujui juga
14:33di DPR
14:34atau kemungkinan yang kedua
14:35tidak ada
14:36disinkronisasi
14:37tidak ada dikonsultasi
14:38tetapi ia
14:40nyilip masuk ke sana
14:41sangat bisa
14:42saya harus mengatakan
14:44dengan segala hormat
14:44kepada teman-teman
14:46sekjen
14:46karena KPU itu
14:47ada 2 kamar
14:48majelis
14:49ada 2 kamar
14:50ada majelis
14:51kesekjenan
14:51ada majelis
14:52ada teman-teman
14:53komisioner
14:54kadang-kadang ada
14:551-2 orang
14:55teman-teman
14:56kesekjenan
14:57yang nakal
14:57yang memang
14:58dititipi
14:58saya berapa kali
14:59itu mencegah
15:00Pak Fizan Sari
15:01itu menandatangani
15:02surat-surat edaran
15:02yang tanpa
15:03pengetahuan kita
15:04soal verifikasi
15:06Pak Putul
15:06sekarang soal verifikasi
15:09soal
15:10ini 1 menit terakhir ya
15:11saya jawab dengan cepat
15:13soal verifikasi
15:15itu memang harus hadir
15:17harus hadir
15:18karena kebenaran dokumen
15:19kan tidak bisa
15:19kalau tidak hadir
15:20ditanyakan Pak
15:21benar gak ngeluarin
15:22apalagi sekarang
15:22banyak surat palsu
15:23oh benar
15:24ada berita acara
15:25dan seterusnya
15:25nah kemudian
15:28intervensi apa
15:28yang tidak ada
15:31jadi harus ada
15:32kelengkapan
15:33keabsahan
15:34dan keharmonisan
15:35betul nanti kan ada
15:36berita acaranya
15:36ini lengkap
15:37lengkap
15:38kelengkapan dokumen itu
15:39apalagi untuk
15:40sekelas pemilu presiden
15:42itu mesti datang memang
15:44saya masih memaklumi
15:46kalau di PRRI
15:47atau provinsi
15:48ada yang dipilih-pilih
15:49tapi ke sekelas presiden
15:50dengan sangat serius itu
15:51memang
15:51mesti datang
15:52yang 227 pasal
15:54dulu
15:56rumusannya malah begini
15:572009 itu
15:59jaman saya
15:59tidak hanya
16:01ijazah SMA
16:02malah kami ada
16:03regulasi di situ
16:04memperlihatkan
16:05ijazah SD
16:06SMP
16:06SMA
16:07fotokopinya
16:08cukup
16:09sekarang termohon
16:11silahkan
16:125 menit
16:13waktu sudah
16:14terima kasih
16:15yang mulia
16:16pertanyaan saya
16:17kepada saksi
16:18Pak Putu ya
16:19Pak Putu ini kan
16:21ikut pil pres
16:22yang 2009
16:24pertanyaan saya
16:26sepengetahuan
16:27saudara saksi ya
16:28pemilu
16:302004
16:31pemilu
16:322009
16:33atau
16:35yang
16:35saudara saksi
16:36ikuti
16:372014
16:38misalkan
16:40apakah
16:41saudara saksi
16:43tahu
16:43untuk
16:45pencalonan
16:46presiden
16:47dan wakil presiden
16:48pernah
16:50saksi tahu
16:50tidak
16:51dilakukan
16:51verifikasi
16:52berkaitan
16:53dengan
16:53ijazah
16:56lanjut saja dulu
16:58pertanyaannya
16:58ya pertanyaannya itu
17:00presiden
17:00dan wakil presiden
17:01pernah dilakukan
17:02verifikasi
17:03faktual
17:03oleh
17:04KPU
17:05pertama
17:07saya tidak
17:08sependapat
17:08dengan istilah
17:09verifikasi
17:10faktual
17:10karena
17:11regulasi
17:11hanya
17:12mengatakan
17:13kalau istilah
17:13administrasi
17:14dan faktual
17:15dalam proses
17:16kebenaran dokumen
17:17di
17:18apa namanya
17:20partai politik
17:21menjadi peserta
17:22pemilu
17:23clear
17:23tetapi
17:24bahasa hukum
17:25di undang-undang
17:26pemilu presiden
17:26di undang-undang
17:28pemilu
17:28dan turunannya
17:29di peraturan KPU
17:29yang ada
17:30adalah
17:32KPU
17:33wajib melakukan
17:34verifikasi
17:35terhadap
17:36kelengkapan
17:37dan kebenaran
17:38dokumen
17:40clear
17:40itu
17:41bahasa undang-undang
17:42juga sama
17:42nah
17:42maka
17:43pemahaman
17:44hukum saya
17:44terhadap
17:45kebenaran dokumen
17:46ini
17:46ia memang
17:47harus didatangi
17:49masa kita harus
17:50percaya
17:51bahwa ini dokumen
17:52benar gak milik
17:53menteri pendidikan
17:53kalau tidak
17:54kemudian didatangi
17:55maka
17:56yang saya pernah
17:57dengar
17:57dari salah satu guru
17:58di SMA
17:59Santo Yosep
17:59sampai kemudian
18:01komisioner KPU
18:02Maluku Utara
18:02datang ke
18:03Santo Yosep
18:03dan pasar
18:04untuk ngecek
18:04ijazahnya
18:05Seri Cuanda
18:06itu
18:07Seri
18:08guru disitu
18:08sampai sebegitu
18:10datang
18:10bener gak
18:10tamatan di Bali
18:11dulu gitu
18:12nah
18:12ini contoh
18:13jadi
18:13itu yang
18:15yang
18:15yang saya ingin
18:16jelaskan
18:17silahkan
18:17kalau
18:18khusus
18:19Pilpres ya
18:20di 2009
18:21Pak Putu
18:22pernah melakukan
18:23verifikasi
18:24mendatangi
18:25begitu
18:25ijazah
18:26ijazah
18:27para calon-calon
18:29presiden
18:29dan wakil presiden
18:30atau tidak
18:31saya ketika itu
18:32jadi ketua
18:33poja debat
18:34dan poja kampanye
18:35maka tanggung jawab
18:36untuk kemudian
18:38melakukan verifikasi
18:38dan mendatangi
18:39itu ada pada tim
18:40saya ingin mengatakan
18:42tidak harus KPU
18:42tidak harus
18:44tidak harus
18:457 orang ini
18:46datang
18:46ngeribut
18:47itu Pak Afif
18:47kalau didatangi
18:48semua
18:48karena disitu
18:49ada poja
18:50maka pertanyaan
18:51ini sebetulnya
18:52menarik
18:52nanti di cek
18:53siapa sebetulnya
18:54yang dapat tugas
18:55di poja
18:55yang Pilpres ini
18:56untuk
18:58berkomunikasi
18:59dengan para pihak
19:00yang ini dokumen
19:01itu yang menyerahkan dokumen
19:02dan siapa yang seharusnya
19:03datang
19:03dalam konteks ini
19:05saya tidak ingin
19:05menyalahkan komisionernya
19:06karena disitu
19:07sudah ada poja
19:08tim poja inilah
19:09yang seharusnya
19:09menjalankan tugas-tugas
19:10teknis itu
19:11demikian
19:12walaupun tanggung jawab
19:13kolektif ada di tangan
19:14komisioner
19:14terima kasih
19:15jadi secara
19:17spesifik Pak Putu
19:19tidak tahu
19:19apakah 2009 itu
19:21dilakukan verifikasi
19:22terhadap
19:24calon-calon
19:25presiden
19:25dan wakil presiden
19:26khusus
19:27ijazah
19:28para calon
19:29saya
19:30saya setara persis
19:32tidak datang
19:33tetapi tahu
19:33itu dilakukan oleh
19:34tim poja
19:35beda
19:36saya tidak melakukan
19:38tetapi tahu bahwa
19:38itu dilakukan oleh
19:39tim poja
19:402009 ya
19:46iya
19:46izin yang mulia
19:47silahkan
19:48Pak Putu
19:49ini sebagai senior
19:50penyelenggara
19:51sebagai saksi
19:52saya mau nanya
19:53tadi kan
19:54Pak Putu
19:55menyampaikan
19:56melakukan
19:56klarifikasi
19:57atau verifikasi
19:58ke beberapa calon
19:59saat itu
20:00tentu undang-undangnya
20:01belum undang-undang
20:037
20:032017
20:04Pak Putu
20:05pernah membaca
20:06pasal 253
20:07undang-undang
20:08berkaitan dengan
20:09kewajiban
20:09klarifikasi
20:12silahkan disampaikan
20:13bunyinya begini
20:17KPU
20:18Provinsi
20:19KPU
20:19Kepulauan Kota
20:20KPU
20:20meminta
20:21klarifikasi
20:22kepada
20:22partai politik
20:24atau
20:24masukan dan tanggapan
20:25dari masyarakat
20:26atas
20:27masukan dan tanggapan
20:28dari masyarakat
20:29ini undang-undang
20:31pemilik kita
20:31saya kembali
20:33ke tadi yang
20:34disoal oleh
20:35pemohon
20:35kalau kemudian
20:40kami tidak
20:41melakukan
20:42klarifikasi
20:42yang seperti
20:43Pak Putu
20:43lakukan
20:44katanya
20:44ke sekolah
20:45atau
20:46pengeluar
20:47ijazah
20:47dengan dasar ini
20:49apakah ada
20:50yang kami langgar
20:51dari kami
20:52mohon maaf
20:52ini penilaian
20:53jangan
20:54biar saja
20:55ini waktu berkah
20:55silahkan
20:56silahkan
20:57ahli bisa
20:57saksi bisa jawab
20:58saksi kalau penilaian
20:59jangan Pak Bambang
21:00tidak boleh ikut
21:01ini waktunya dia
21:02ini penilaian
21:03majelis
21:04itu diserahkan
21:05hakim nanti
21:05yang akan memutuskan
21:06silahkan
21:09saya akan jawab
21:10walaupun itu penilaian
21:11karena ini yang saya ketahui
21:12pengetahuan saya
21:13itu kalau tidak salah
21:15ayat 2
21:17ayat 1
21:19ada 2
21:20ada 2
21:21ada 2
21:21ada 2
21:21ada 2
21:22ada 2
21:22ada 2
21:22ada 2
21:22ada 2 ayat
21:23ayat 1
21:24kebenaran
21:24kebenaran
21:25kebenaran
21:25klarifikasi
21:26dalam hal
21:26ada
21:26tanggapan masyarakat
21:27pengetahuan saya
21:29soal itu
21:29dari dulu
21:31ini sudah
21:32diverifikasi
21:33sudah dicek
21:33kebenarannya
21:34kita secara
21:36internal
21:36tim Pogja
21:37yang meyakini
21:38disini ada masalah
21:39atau tidak
21:39nah ini kita jalan nih
21:41untuk memastikan
21:42clear
21:42baru kemudian
21:44kamar kedua
21:45ada tanggapan
21:45masyarakat
21:46ada klarifikasi
21:47itulah konteks
21:48dari
21:49pasal yang dimaksud
21:50tadi itu
21:51majelis
21:51itu penilaian saya
21:53terima kasih
21:54cukup
21:54sekarang giliran
21:56pihak terkait
22:00terima kasih
22:01yang mulia
22:02pada saksi
22:03ada pertanyaan
22:05dari kami
22:06yaitu
22:06apakah sodara
22:08mengetahui
22:09bunyi pasal
22:10227
22:11huruf I
22:12undang-undang
22:12pemilu
22:13yang menyatakan
22:14pendaftaran
22:15bakal pasangan
22:16calon sebagai
22:16dimaksud
22:17dalam pasal
22:17226
22:18dilengkapai
22:18persyaratan
22:19sebagai berikut
22:20bukti
22:21kelulusan
22:22berupa
22:22fotokopi
22:22jasa
22:23surat
22:23tanda
22:23tanggal
22:24belajar
22:24atau
22:25surat
22:25keterangan
22:26lain
22:26yang
22:26dilegalisasi
22:27oleh
22:27satuan
22:28pendidikan
22:28atau
22:29program
22:30pendidikan
22:30menengah
22:30adapun
22:31penjelasan
22:32pasal
22:32227
22:33huruf
22:33I
22:33berbunyi
22:34bukti
22:35kelulusan
22:35dalam bentuk
22:36fotokopi
22:36yang
22:36dilegalisasi
22:37dari
22:37satuan
22:38pendidikan
22:38yang
22:39terakreditasi
22:40atas
22:40ijazah
22:40surat
22:41tanda
22:41tanggal
22:42belajar
22:42dan
22:43surat
22:43keterangan
22:43lain
22:43yang
22:44menerangkan
22:44kelulusan
22:45dari
22:45satuan
22:45pendidikan
22:45atau
22:46program
22:47pendidikan
22:47yang
22:47diakui
22:51legalisasi
22:52oleh
22:52pemerintah
22:52dan
22:52ini
22:53oleh
22:53kementerian
22:53yang
22:53menyelenggarakan
22:54urusan
22:54pemerintahan
22:56di bidang
22:56pendidikan
22:56kementerian
22:57yang
22:58menyelenggarakan
22:58urusan
22:59pemerintahan
22:59di bidang
22:59agama
23:00atau
23:01pemerintah
23:01daerah
23:01dan
23:01dinas
23:02yang
23:02menyelenggarakan
23:03urusan
23:03pemerintahan
23:04di bidang
23:05pendidikan
23:06kantor
23:07wilayah
23:07atau
23:08kantor
23:08kementerian
23:09yang
23:10menyelenggarakan
23:10urusan
23:11pemerintahan
23:11di bidang
23:12agama
23:12sesuai
23:13dengan
23:13ketentuan
23:13peraturan
23:14perundang-undangan
23:18Jadi satuan pendidikan dimaksud, pengetahuan saya ini dalam konteks lembaga pendidikan adalah SMP, SMA, PKBM.
23:29Misalnya ada paket C, itu satuan pendidikan.
23:32Tapi kalau kemudian regulasi di masa-masa lalu, 2009-2014, bahasanya lebih umum itu,
23:37merujuk kepada lembaga instansi yang berwenang sesuai dengan peraturan perundang-undangan,
23:43maka ia baru kemudian merujuk ke kementerian.
23:46Tapi itu pun di penjelasan tadi sudah jelas, ranah di penjelasan itu dimaksudnya ada ranah kementerian pendidikan,
23:52ada ranah kementerian agama, kalau dia madrasah segala macam.
23:56Tapi siapa yang melegalisasi? Satuan pendidikannya, madrasahnya, sekolahnya.
24:01Nah itu pemahaman saya soal satuan pendidikan.
24:05Jadi apa yang dilegalisasi? Ijangsa, fotokopi, ijangsa SMA-nya.
24:11Dan atau apa? Yang setara. Untuk bisa setara dilegalisasi, maka harus ada dokumennya.
24:17Maka pengetahuan saya selama ini, misalnya nih, katakanlah ada kestaraan.
24:23Saya tidak menyoal kasus luar negeri ini deh.
24:27Ini ada ijasa rusak nih, tidak terbaca.
24:29Nah, maka ijasa rusak ini tetap dipotokopi dengan legalisasinya,
24:33tetapi ada surat keterangan, sebagaimana form di Permendikbud itu,
24:37yang menjelaskan bahwa ijasa rusak ini milik ini tuh.
24:39Maka di kolom kontek ini, kalau Bapak kaitkan dengan pertanyaan itu,
24:44seharusnya di KPU, ada dokumen ini, surat kestaraan ada,
24:48ada legalisasi, apa namanya, ada legalisasi atas ijasa luar negeri itu.
24:53Sama lah yang saya ketahuan misalnya soal S1, S2, S3 itu, untuk bisa keluar sana.
24:58Malah yang saya tahu di Permendikbud yang dimaksud itu,
25:00jangan dibaca ayat 1, pasal 1, ayat 7-nya, ada ayat 5-nya.
25:04Untuk bisa keluar kestaraan itu, mesti memperlihatkan,
25:09memperlihatkan ijasa aslinya, bersama ada tanggung jawab mutlak itu.
25:13Artinya di situ saja sebenarnya barangnya sudah kelihatan gitu, apalagi masuk KPU.
25:16Terima kasih.
25:20Baik, selanjutnya, yang kedua, apakah saudara saksi mengetahui berdasarkan pasal 227 huruf I,
25:30Undang-Undang Pemilu, bukti kelulusan pendidikan calon presiden dan wakil presiden,
25:36untuk memenuhi syarat kelengkapan pendaftaran bakal pasangan calon adalah tidak hanya fotokopi ijasa atau STTB saja.
25:52Kemudian, apakah KPU RI dapat menolak surat keterangan penyeteran yang dibuat lembaga yang berwenang
25:57yang menyatakan pendidikan seseorang di luar negeri adalah setara, sederajat, atau ekivalen dengan SMA di Indonesia?
26:05Mungkin bisa dijawab.
26:07Oke, yang pertama saya jawab, tidak hanya SMA.
26:10Betul.
26:11Dalam hal, pasal yang lain mengatur, kalau mau menyantumkan gelar ada di ruang hidup, ada gelar doktor segala macam,
26:20maka fotokopi ijasa di atasnya, S1, S2, S3 juga ditampilkan untuk ini.
26:26Tetapi prinsip dasarnya, SMA-nya harus masuk dulu gitu.
26:29Tidak bisa ini saja.
26:30Itu yang pertama.
26:31Yang kedua, tadi, apakah KPU RI dapat menolak surat keterangan penyeteran yang dibuat lembaga yang berwenang,
26:45ketika proses pendaftaran, KPU tidak bisa menolak.
26:49Mau dokumen apapun, mau rusak tidak boleh menolak itu.
26:52Karena nanti KPU punya kemampuan untuk melakukan verifikasi, dokumen ini lengkap atau tidak, benar atau tidak, nanti dia berkomunikasi.
27:00Tidak bisa menolak.
27:01Masuk.
27:02Nah, maksud saya ketika bicara tidak bisa menolak, apakah kemudian tidak bisa menolak ini berarti benar atau memenuhi syarat?
27:10Belum tentu, karena ada fase berikutnya nanti.
27:12Sudah di verifikasi.
27:14Cukup, cukup.
27:14Sekarang bawah selu, ada yang mau didalami?
27:16Tidak ada yang boleh.
27:17Oke, terima kasih dari meja Hakim.
27:23Cukup, terima kasih.
27:25Majelis, saya mohon izin, kalau memang sudah selesai, karena saya sudah ditunggu di tempat lain.
27:29Iya, pasti diizinkan, Pak.
27:32Ini kayak pilkada saja, ada di panel lain juga.
27:35Panel-panelnya, sidang cuma satu ini, Pak.
27:37Silakan, Pak Boto, terima kasih ya.
27:39Sudah memberikan kesaksian.
27:41Mudah-mudahan kesaksian Bapak bermanfaat untuk memutuskan pembohonan ini.
27:43Terima kasih untuk bangsa dan negara, kita siap.
27:46Terima kasih, silakan, Pak.
27:48Pak Bambang, ini segala urusan sudah diselesaikan dengan Pak Putu, ya?
27:52Insya Allah, insya Allah.
27:54Itu yang paling penting, Pak Bambang.
27:55Soalnya sudah senyum, ya.
27:57Ini semuanya urusan dunia, ini, Pak Bambang.
27:59Kalian tadi yang saya tanya, itu urusan akhirat itu.
28:03Oke, ini satu, selesai.
28:06Kita akan lanjutkan ahli, Pak Bambang atau Prof. Denny.
28:09Siapa ahli yang pertama?
28:10Terima kasih.

Dianjurkan