00:02Intro
00:04Saudara kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan masih menyelemuti kota Jambi
00:09akibatnya kegiatan pembelajaran tatap muka belum dapat dilaksanakan
00:14dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan membuat siswa SD Negeri 66 kota Jambi
00:21harus menjalani pembelajaran jarak jauh
00:24di tengah keterbatasan aktivitas belajar tersebut
00:27guru berupaya untuk menghadirkan kegiatan yang menyenangkan dan tetap edukatif bagi siswa
00:34salah satunya dengan mengajak siswa membuat karya seni dari barang-barang bekas
00:39beragam kreasi dibuat mulai dari bunga hias hingga miniatur bola lampu
00:46barang-barang yang sebelumnya tidak terpakai diolah jadi karya yang menarik dan memiliki nilai guna
00:53kegiatan ini dilakukan untuk mengisi waktu belajar sekaligus mengurangi rasa bosan
00:59bagi siswa selama pembelajaran jarak jauh berlangsung
01:02selain melatih kreativitas, pemanfaatan barang bekas juga jadi sarana
01:07bagi siswa untuk belajar memanfaatkan kembali barang yang masih bisa digunakan
01:18harinya masih pejijik seperti biasa setiap harinya kalau pejijik pak dan ibu guru saya sudah siapkan
01:27dengan perangkat ajarnya dengan lengkap seperti yang disarankan dan dianjurkan oleh pihak dinas kami optimalkan
01:38sebaik mungkin berkerja sama dengan orang tua tentu yang nomor satu kemudian siap-siaga guru segala macam
01:48di edwaran itu kalau dulu per tiga hari kau sekarang tidak perhari
01:55kalau sekarang perhari jadi kami pihak sekolah siap setiap hari biasanya itu malam maghrib paling lambat itu pihak dinas sudah
02:04menyampaikan
02:05imbas kabut asap kasus infeksi saluran penapasan akut atau ispa di kota jambi melonjak hingga mencapai
02:13hampir 11.000 kasus
02:16dinas kesehatan kota jambi mencatat sejak 24 agustus hingga 7 oktober
02:21jumlah kasus ispa mencapai hampir 11.000 kasus
02:25tepatnya 10.998
02:28pemerintah kota jambi meminta seluruh fasilitas kesehatan untuk memberi pelayanan gratis bagi warga yang terdampak
02:42melalui BPPD kita terus mendistribusikan masker
02:48kemudian yang kedua dinas kesehatan sudah saya sudah keluarkan hadaran puskesmas rumah sakit harus memberikan pelayanan kepada mereka dan digratiskan
02:59untuk yang diakibatkan asap
03:02ispa
03:04terkait dampak karhutlah bagaimana hingga pagi ini kita tanyakan ke jurnalis kompas tv ada jumadi dan juru kamera adi maulana
03:11di jambi
03:12jumadi selamat pagi tadi anda sampaikan bahwa sampai dengan saat ini angka kasus ispa ini kembali naik
03:20kalau dari lokasi anda saat ini situasinya seperti apa saya lihat di belakang aktivitas warga masih tetap berjalan meskipun ada
03:27imbauan untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan
03:31iya putus dan saudara dapat saya sampaikan walaupun kondisi kabur asap yang sepat mungkin kota jambi bahkan isu di kota
03:39jambi berbahaya
03:41namun aktivitas warga tetap berjalan seperti biasa karena warga menganggap kalau tidak bekerja mereka tidak bisa makan
03:49dan kegiatan ini rutin dilakukan oleh warga kota jambi dan warga untuk mengurangi kiklosen tapar atau berasap warga di
04:00imbau untuk menggunakan masker untuk sama saat mengendarai sepeda motor
04:04dan bagi warga kota jambi saat ini paling terasa yaitu saat mengendarai sepeda motor dimana tidak mengalami kesan tapar juga
04:13warga juga mengalami
04:14atap prih akibat atap dan degu-degu cita kebakaran lahan yang menguyur di kota jambi
04:21selain itu aktivitas warga baik bekerja membuat olahagat biar hari akhir dekat tetap dilakukan seperti biasa dan warga tidak ada
04:31kendala karena warga harus bekerja seperti biasa
04:36betul
04:37kalau soal pendidikan seperti apa apakah apa namanya sekolah ini mulai diliburkan atau masih diberlakukan pembelajaran jarak jauh
04:51ya betul sampai saat ini aktivitas belajar di kota jambi mulai dari tingkat TK SD dan SMT tidak ada pembelajaran
05:00tertanggungkan
05:00namun pembelajaran jarak jauh dan biar sekolah atau guru memberikan pelajaran di rumah bagi siswa untuk
05:09melakukan pekerjaan yang sudah diberikan oleh guru selain itu siswa juga melakukan untuk pembelajaran jarak jauh bahkan guru di sekolah
05:18dan dapat kami sampai juga
05:21jumlah lahan yang terbakar di Publisi Jambi
05:24sampai 4.300 hektar yang tersembar di 5 kabupaten yang ada di Publisi Jambi
05:31dan warga juga dihimbau untuk petak berada di rumah dan mengunci semua pintu jendela agar asap tidak masuk ke dalam
05:41rumah
05:41betul
05:42untuk upaya pemadaman sendiri ada kendala yang dihadapi oleh tim gabungan baik dari menggala agni ataupun juga dari pemerintah setempat
05:52ya untuk upaya pemadaman kembangan lahan terus dilakukan secara balik oleh tim Malakini dan tim Fadgar Publisi Jambi
05:59namun beberapa kendala yang dilakukan yaitu akses menuju lokasi yang cukup jauh
06:03ditambah persediaan air di lokasi lahan yang terbakar juga habis atau sedikit antara musim kemarau
06:10dan upaya lain yang dilakukan agar lahan dan hutan terbakar di Publisi Jambi
06:15tim Fadgar menurunkan eli waterbombing memadamkan kebualan api dari atas udara
06:22dan beberapa diarah yang kulit dipadamkan dengan kendala lahan gambut yang ada yang cukup luas
06:29pasal lahan gambut yang cukup luas itu membuat petugas kesulitan
06:33dari atas area kondisi api tidak ada lagi sudah dikatakan padam
06:39tapi di dasar gambut api masih hidup dan mengeluarkan asap-asap yang cukup terbal
06:46dan nampak kami sampaikan juga kemarin kota Jambi sempat digoyur hujan beberapa jam
06:52namun hujan yang kurun tidak berpengaruh terhadap kabut yang menyemuti kota Jambi
06:57dan nampak kami sampaikan juga selain kota Jambi
07:00kabut asap juga menyemuti kabupaten Murjambi dan kabupaten Tebo
07:05bahkan kabupaten Tebo kondisi isinya sama dengan kota Jambi
07:09yaitu berbahaya yang tersangka 315 khusus
07:14di beberapa wilayah ketersediaan air ini juga menjadi satu faktor yang menghambat proses pemadaman
07:22kalau di area Jambi baik itu di kota dan juga kabupaten di sekitarnya yang mengalami karhutlah
07:28ini jadi masalah juga kah bahwa minimnya ada sumber air ataupun juga sumur air di area kebakaran hutan dan lahan?
07:37ya tanpa saat ini kira lah yang dihadapi petugas yaitu minimnya sumber air di area yang terbakar
07:43karena di lokasi-lokasi itu sumber air sudah habis
07:47selantaran musim kemarau yang melandang kota Jambi boleh dibilang 3 bulan lebih
07:52sehingga keluarga atau petugas yang melakukan pemadaman di melalui jalur daras
07:57kesulitan untuk memadamkan api ini
08:00dan bahkan petugas terpaksa dibuat sumber-sumber embung untuk mencari sumber air yang ada di lokasi
08:07supaya api bisa dipadamkan di lokasi itu sendiri butuh
08:11dari kebijakan pemerintah selain kemudian meminta masyarakat untuk tidak keluar rumah terlebih dahulu
08:18juga ada upaya untuk menggratiskan layanan kesehatan
08:22disana seperti apa pelaksanaannya dan apakah ada keluhan dari masyarakat terkait dengan penanganan
08:28khususnya terkait dengan kesehatan mereka baik itu pernapasan ataupun juga gangguan pada mata
08:34ya untuk pelayanan kesehatan akibat kabut asap ini pemerintah kota Jambi mendirikan 2 posko
08:40untuk melayani warga Jambi yang mengalami tetap nafas, mata perih, dan penyakit terhubung dengan kabut asap
08:49sementara itu pemerintah kota Jambi melakukan pelayanan gratis disu bukit mas yang ada di kota Jambi
08:55jadi dihimbau kepada warga kota Jambi yang mengalami tetap nafas, akibat kabut asap, dan mata perih
09:02dihimbau untuk datang berobat ke bukit mas
09:05dan semua layanan-layanan pun diberikan secara gratis baik dari obat dan pemerintah kesehatan
09:11semuanya diberikan secara gratis oleh pemerintah kota Jambi agar masyarakat di kota Jambi benar-benar sehat
09:18dan tidak terpapar atau tidak mengalami penyakit asma akibat kabut asap
09:23dan dimana kita dapatkan merasakan di kota Jambi saat ini
09:28udara yang kita hukir tidak sehat lagi
09:32bahkan persikir-persikir halus yang berterbangan di jalan akibat kabut lahan cukup menganggut
09:40bahkan membahayakan bagi kesertaan warga itu sendiri
09:44dan dapat kami sampaikan juga di Kabupaten Murojambi
09:47juga mengeluarkan jimbauan kepada ASN perempuan yang hamil untuk bekerja jarak jauh
09:54agar kehamilan beliau tidak terganggu akibat kabut asap ini sendiri
10:01kalau ketersediaan obat tabung oksigen kemudian juga masker di lokasi anda seperti apa
10:10apakah sudah mulai ada kelanggaan atau masih cukup untuk kemudian diberikan atau diperbantukan kepada masyarakat
10:17ya untuk kesediaan masker dan oksigen di Kota Jambi sampai ini masih aman dan masih bisa dikendalikan
10:27selain itu pemerintah kota Jambi juga menyediakan oksigen di setiap-setiap pokok emas yang ada di Kota Jambi
10:33untuk memberikan kepada masyarakat yang membutuhkan pelayanan
10:37selain itu pemerintah kota Jambi juga telah memberikan ribuan masker kepada masyarakat
10:42baik pengguna jalan maupun yang ada di rumah-rumah itu sendiri
10:46agar masker dan berikan bisa dipakai dan dimanfaatkan oleh warga
10:50sehingga saat keluar rumah untuk kerapilitas baik kerja maupun kegiatan lainnya
10:55bisa menggunakan masker dengan aman
10:58dan dapat yang saya ingin juga masker yang dilenggalkan juga tidak menyamin bagi warga
11:03namun mengurangi dampak risiko dari kaklus atau kabut asal itu sendiri itu
11:08kalau untuk di beberapa wilayah pekatnya asap karhutlah ini kan juga mengganggu lalu lintas
11:16di lokasi anda seperti apa?
11:18kalau memang mengganggu apakah ada tambahan berupa lampu sorot yang besar
11:23misalnya disediakan oleh pemerintah provinsi
11:25atau seperti apa upaya dari polisi di sana?
11:29kalau untuk di Kota Jambi jerak pandang masih dibilang masih aman untuk mengerada tempuh
11:34namun di jalur lintas Sumatera baik Jambi menuju Medan, menuju Riau dan Ajek
11:40maupun Jambi menuju Palembang
11:42kondisi kabut asal dilintas cukup mengganggu
11:44bahkan jarak pandang sempat di angka 100 meter
11:48dan warga dihimbau atau di lantas Kota Jambi menghimbau pada masyarakat pertama
11:53yaitu menyalakan lampu untuk mengurangi risiko keselakaan
11:57dan kedua mengurangi angka kecepatan kendaraan atau mobil saat melintas di jalan
12:03agar tidak adanya kesilakan akibat jarak pandang yang pendek di jalur lintas Sumatera
12:10baik terima kasih Jurnalis Kompas TV
12:15lamporan lengkap Anda ada Jumadi dan juga Juru Kamera Adi Maulana
12:19melaporkan dari lokasi tetap hati-hati sehat selalu nanti kami akan update lagi
12:24atau tanya lagi informasi perkembangan penanganan Karhutlah di Jambi
12:31Saudara Karhutlah melanda Kalimantan dan Sumatera belum bisa