KOMPAS.TV - Defisit APBN hingga September 2026 mencapai Rp319 triliun atau 1,24 persen terhadap PDB. Angka ini naik dari 0,9 persen pada Agustus. Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyebut defisit masih sesuai target, yakni 2,8 persen pada akhir tahun.
Belanja negara mencapai Rp2.660,5 triliun, sedangkan pendapatan negara Rp2.341,5 triliun. Meski defisit meningkat, keseimbangan primer masih surplus Rp125,52 triliun.
Di pasar saham, IHSG menguat 0,94 persen dalam sepekan. Kapitalisasi pasar BEI naik 0,69 persen menjadi Rp10.701 triliun. Namun, investor asing masih mencatat tren jual sepanjang 2026, dipengaruhi faktor global dan domestik.
Sejauh mana kinerja APBN per September 2026 memengaruhi pasar saham? Simak pembahasannya bersama Aqil Triyadi, Senior Research Analyst Panin Sekuritas.
#apbn2026 #menkeu #saham
Baca Juga Menkeu Suahasil Buka Data Realisasi Belanja Negara Sudah 69 Persen Target APBN | JMP di https://www.kompas.tv/ekonomi/695099/menkeu-suahasil-buka-data-realisasi-belanja-negara-sudah-69-persen-target-apbn-jmp
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/695518/apbn-defisit-rp319-t-senior-research-analyst-panin-sekuritas-ungkap-dampaknya-ke-ihsg-sapa-pagi
Belanja negara mencapai Rp2.660,5 triliun, sedangkan pendapatan negara Rp2.341,5 triliun. Meski defisit meningkat, keseimbangan primer masih surplus Rp125,52 triliun.
Di pasar saham, IHSG menguat 0,94 persen dalam sepekan. Kapitalisasi pasar BEI naik 0,69 persen menjadi Rp10.701 triliun. Namun, investor asing masih mencatat tren jual sepanjang 2026, dipengaruhi faktor global dan domestik.
Sejauh mana kinerja APBN per September 2026 memengaruhi pasar saham? Simak pembahasannya bersama Aqil Triyadi, Senior Research Analyst Panin Sekuritas.
#apbn2026 #menkeu #saham
Baca Juga Menkeu Suahasil Buka Data Realisasi Belanja Negara Sudah 69 Persen Target APBN | JMP di https://www.kompas.tv/ekonomi/695099/menkeu-suahasil-buka-data-realisasi-belanja-negara-sudah-69-persen-target-apbn-jmp
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/695518/apbn-defisit-rp319-t-senior-research-analyst-panin-sekuritas-ungkap-dampaknya-ke-ihsg-sapa-pagi
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:28Kompas Bisnis
00:57Kompas Bisnis
01:27Kompas Bisnis
01:55Kompas Bisnis
01:58Kompas Bisnis
01:59Kompas Bisnis
02:28Kompas Bisnis
02:57Kompas Bisnis
03:23Kompas Bisnis
03:24Kompas Bisnis
03:25Kompas Bisnis
03:26Kompas Bisnis
03:28Kompas Bisnis
03:29Realisasi pendapatan negara.
03:33Nah ini dia saudara kita lihat bahwa realisasi belanja negara dari timbangan ini memang lebih berat.
03:40Di mana hingga September 2026 tercatat Rp2.660,5 triliun atau setara 69,2% dari target sepanjang tahun ini.
03:52Nominal ini saudara melonjak 19% dibandingkan belanja negara pada periode yang sama pada tahun lalu.
03:59Sementara di sisi lain kita lihat di timbangan ini yang lebih ringan ada pendapatan negara.
04:04Ini tercatat pendapatan negara sebesar Rp2.341,5 triliun hingga September atau 74,2% dari total pagu 2026.
04:17Angka ini saudara meningkat 25,5% dibandingkan pendapatan negara pada periode yang sama tahun lalu.
04:23Lalu pertanyaannya saudara apakah defisit ini berarti APBN bermasalah?
04:27Jawabannya belum tentu karena defisit sudah dirancang agar pemerintah bisa tetap belanja untuk mendorong ekonomi masyarakat.
04:35Bahkan meski mengalami defisit posisi keseimbangan primer APBN per September 2026 masih mencatatkan surplus Rp125,52 triliun.
04:45Setelah Menteri Keuangan mengumumkan angka-angka penting pada Jumat pekan lalu bagaimana respon pasar kita lihat data selanjutnya.
04:54Kita lihat kinerja dari IHSG saudara pada penutupan perdagangan Jumat pekan lalu IHSG mampu bangkit sebesar 1,04% atau
05:0562 indeks poin.
05:07Nah ini dia, ini IHSG pada penutupan perdagangan berada di level 6.093 begitu.
05:16Apabila kita tarik lagi lebih jauh selama sepekan terakhir pada hari Senin.
05:20Pekan lalu IHSG masih berada di 6.118, ini masih di angka 6.100an, naik di hari Selasa di 6
05:27.192.
05:28Turun di tanggal 7 Oktober ataupun di hari Rabu ke level 6.146, turun lagi ke 6.000an di hari
05:37ataupun perdagangan hari Kamis di 6.031, dan naik tipis di 9 Oktober sekitar 1%an ke 6.093,
05:46atau ini hampir 1% lebih tepatnya di 0,94% selama sepekan terakhir saudara.
05:54Sekian demikian, ada sisi positif yang bagi pasar saham dibalik peningkatnya belanja pemerintah yang jadi motor pertumbuhan ekonomi,
06:02terutama sektor yang berhubungan dengan belanja pemerintah seperti infrastruktur hingga konsumer.
06:07Jadi defisit tidak otomatis negatif untuk saham.
06:10Kita lihat saham apa saja yang menjadi top leader selama sepekan terakhir di data berikutnya.
06:14Kita lihat saudara.
06:18Nah berikut kami rangkumkan saudara saham yang jadi kontributor utama penguatan IHSG sepanjang pekan lalu.
06:24Di antaranya kita lihat juga ini ada paling tidak ada 5 di dalam sepekan ini yang menjadi kontributor utama.
06:31Ada Eka Mas Mora Republik ataupun dengan kode saham Mora,
06:35ini bergerak di bidang infrastruktur telekomunikasi dan juga layanan digital terintegrasi
06:41yang kinerjanya selama sepekan terakhir naik 11,88 persen atau berkontribusi terhadap IHSG sebesar 9,24 poin.
06:51Sementara Astra Indonesia ini selama sepekan kinerjanya naik 4,1 persen atau berkontribusi terhadap IHSG sebesar 7,71 poin.
07:01Sementara AMMN ataupun aman mineral ini kinerjanya selama sepekan terakhir naik di 4,01 persen ataupun berkontribusi 6,48 poin
07:11terhadap IHSG.
07:11Ada juga yang menjadi perbincangan ini terkait dengan sahamnya Telkom saudara yang memang menarik perhatian setelah ada pergantian direktur utama
07:19di mana tetap naik ternyata kinerjanya selama sepekan terakhir di 3,11 persen atau berkontribusi sebesar 6,45 poin terhadap
07:29IHSG.
07:30Sementara saham Emas ini juga kinerjanya naik di 5,19 persen ataupun berkontribusi sebesar 3,70 poin terhadap IHSG.
07:40Saudara, sejalan dengan penguatan indeks sebesar 0,94 persen selama sepekan terakhir kapitalisasi BI juga meningkat 0,69 persen
07:50dari Rp10.627 triliun jadi Rp10.701 triliun.
07:56Lalu bagaimana dengan arus dana asing keluar atau masuk kita lihat di data selanjutnya?
08:02Nah ini dia saudara jawabannya tergantung kapan begitu.
08:05Apabila kita menilik di perdagangan Jumat pekan lalu ini asing ternyata masuk sebesar Rp29,63 miliar.
08:14Namun kalau kita bandingkan selama sepekan terakhir tentu jauh berbeda begitu yang keluar sangat besar
08:21di angka Rp3,75 triliun yang keluar dari pasar saham Indonesia.
08:28Sepanjang tahun 2026, saudara asing masih berada di tren jual dengan faktor penyebab kombinasi global dan juga domestik.
08:37Mulai dari dinamika ekonomi Amerika Serikat, fluktuasi harga minyak dunia hingga pelemahan Rp.
08:44Saudara, apakah kenaikan IHSG pada penutupan perdagangan Jumat pekan lalu dipengaruhi kinerja PBN yang diumumkan Menteri Keuangan Suhasil?
08:53Atau ada sentimen-sentimen lainnya? Kita bahas usah jeda, saudara tetap bersama kami di Kompas Bisnis.
09:02Terima kasih Anda masih bersama kami di Kompas Bisnis, saudara.
09:05Sejauh mana kinerja PBN per September 2026 yang dipaparkan oleh Menteri Keuangan Suhasil Nazara
09:12mempengaruhi kinerja pasar saham? Kita bahas bersama Akhil Triadis, Neo Research Analis Paninskuritas.
09:18Mas Akhil, selamat pagi.
09:20Ya, selamat pagi Mas Jan.
09:22Mas Akhil, apakah menurut Anda pengumuman APBN kita pada hari Jumat lalu ini berpengaruh terhadap kinerja IHSG
09:29yang ternyata kemarin itu terpantau ditutup positif lebih dari 1%?
09:34Ya, kalau kita lihat memang pergerakan IHSG pertama ada didorong oleh pengumuman dari FTSE Russell ya
09:41bahwa kita tetap dipertahankan di emerging market.
09:44Jadi, kekhawatiran kita pada di downgrade itu sudah sirna lah gitu ya.
09:49Karena dari FTSE sendiri sudah mengumuman kalau kita tetap di emerging market.
09:53Apakah APBN kemarin yang disampaikan oleh Menteri Keuangan berdampak?
09:58Ya, cukup.
09:59Nah, walaupun kita lihat dampaknya tidak begitu signifikan ya.
10:02Karena pertama, respon dari investor adalah lebih kepada pertumbuhan GDP kita gitu ya.
10:09Karena target di 2027 pertumbuhan GDP disebutkan di sekitar level 6%.
10:14Terus, kalau kita lihat dari belanja negara ini juga terjadi kenaikan.
10:19Walaupun kenaikannya kita lihat agak sedikit melambat gitu ya.
10:22Dan yang menarik adalah terkait dengan defisit fiskal gitu.
10:25Ketika defisit fiskalnya itu diturunkan dibandingkan pada tahun 2026 dan 2025,
10:32kalau kita lihat dari posisi 2027 itu di 2,4%.
10:37Terus, kalau di 2026 itu di 2,8%.
10:41Artinya, ada penyempitan nih dari defisit fiskal itu sendiri.
10:45Artinya, dari pemerintah, dari sektor swasta.
10:48Pertanyaan, apakah sektor swasta ini saat ini sedang menggeliat gitu ya?
10:52Kita bisa lihat aja sekarang dari posisi laporan keuangan emiten-emiten yang ada di bursa ya gitu.
10:58Karena kalau kita lihat secara overall,
11:01kinerja itu di portal kedua itu one-off gitu ya.
11:04Ada beberapa emiten yang memang positif karena seasonality.
11:09Karena di portal satu itu ada periode lebaran.
11:11Jadi, kelihatannya portal dua positif.
11:13Memang kalau kita lihat di portal ketiga ini,
11:15potensi ada perlambatan kinerja di hampir seluruh sektor gitu ya.
11:18Baik itu banking, teoko, dan consumer, dan lain-lain gitu.
11:22Karena kalau kita lihat,
11:23sebenarnya demand belum begitu pulih gitu ya.
11:26Apa yang terjadi saat ini.
11:27Dan kalau kita lihat,
11:29APBN kemarin masih menjadi salah satu pendorong bahwa
11:33pemerintah ini akan tetap menaikkan ya dari anggaran mereka.
11:38Mereka juga tetap optimis di 6 persen pertumbuhan GDVD 2027.
11:42Artinya ini bisa menjadi katalis positif.
11:44Walaupun kita lihat agak cukup skeptis gitu ya.
11:47Melihat investor apa iya gitu ya bisa ke level 6 persen.
11:50Sementara kalau kita lihat pertumbuhan di tahun 2025,
11:54targetnya juga cukup sedikit meleset gitu ya.
11:56Karena dia di level 5 persen gitu.
11:58Jadi kita melihat respon investor nampaknya cukup minim sebenarnya untuk APBN.
12:03Lebih fokusnya kepada FTSW.
12:05Oke.
12:06Artinya yang harus digarisbawahi ada kenaikan IHSG di pedagangan hari Jumat.
12:11Yang kemungkinan besar ini dipengaruhi oleh Fusi Russell.
12:14Dan dampak dari pengumuman APBN kita hari Jumat juga tampaknya tidak begitu signifikan.
12:20Namun meski demikian,
12:21Menteri Keuangan kan mengumumkan kinerja APBN hingga September 2026.
12:25Tadi ada sempat menyebutkan terkait dengan pendapatan dan juga belanja negara begitu.
12:31Selain hal tersebut,
12:33apa lagi sih yang harus ataupun yang paling harus dicermati oleh investor saham
12:37dari pengumuman kemarin dari Menteri Keuangan?
12:41Ya, kalau kita lihat memang pengumumannya cukup bagus sebenarnya
12:44kalau kita lihat secara highlight ya gitu ya.
12:47Pertumbuhan GDP di 6 persen gitu ya.
12:49Terus kalau kita lihat defisit fiskal terjadi perlambatan.
12:53Sebenarnya yang lebih concernnya adalah terkait dengan bagaimana terkait rupiah ya.
12:58Karena investor pun juga sebenarnya khawatir kalau rupiah ini bisa tembus ke atas level 18 ribu
13:03itu menjadi salah satu dampak yang akan cukup signifikan kepada sektor-sektor real gitu ya.
13:11Baik apalagi mereka yang memakai dari USD itu.
13:14Ini juga akan berdampak kepada inflasi,
13:16suku bunga juga akan tetap tinggi nantinya.
13:18Jadi kalau kita melihat dari postur dari anggaran belanja kita sendiri
13:24ini juga posisinya adalah banyak kepada real sektor gitu ya untuk dikembangkan.
13:30Karena kalau kita lihat dari belanja negara sendiri terjadi perlambatan
13:35mereka lebih fokusnya untuk kepada sektor swasta.
13:38Investasi juga masih akan mendorong gitu ya.
13:40Karena kalau kita lihat tahun 2026 untuk diinvestasi sendiri itu yang menjadi pendorong GDP kita.
13:45Pertanyaannya apakah ketika di tahun 2026 investasi ini menjadi penopang
13:50terus di 2027 penopang lagi nggak nih gitu ya pertemuannya.
13:53Kita agak cukup melihatnya cukup tidak begitu optimis gitu ya.
13:58Bahwa ketika sudah cukup tinggi peningkatan dari pertumbuhan dari investasi ini sendiri
14:032027 mungkin akan lebih slow down gitu ya.
14:06Karena kalau kita lihat yang akan mendorong di tahun 2027
14:11untuk postur anggaran belanja sendiri adalah
14:14mayoritas kepada di konsumen kita kan masih besar gitu ya.
14:17Dari konsumen belanja negara pun juga tidak terbegitu cukup signifikan kita lihat kenaikan.
14:24Nah hanya sekitar single digit gitu ya perkenaikannya.
14:27Jadi itu yang menjadi sermatan investor apakah nantinya sikap optimistis dari pemerintah
14:35untuk GDP di 6% terus juga defisit fiskalnya itu bisa ditekan gitu ya.
14:41Apakah ini akan dapat realisasi di portal 1 2027 itu akan kelihatan juga portal 2 gimana.
14:46Karena kalau kita melihat sebenarnya market tidak begitu sensitif ya terkait dengan APBN sebenarnya.
14:53Lebih banyaknya sensitif kepada apa yang terjadi di global.
14:56Contohnya sekarang yang paling banyak dilihat adalah bagaimana keputusan The Fed nanti di akhir tahun.
15:01Karena ekspektasinya The Fed itu akan menaikkan sekal suku bunga satu kali lagi gitu ya.
15:06Kedua, maka tensi geopolitik ini masih terus berkepanjangan.
15:11Karena yang dalam jangka pendek ini di pekanya ini investor akan melihat
15:16bagaimana inflasi di Amerika Serikat yang di ekspektasikan ada potensi naik gitu.
15:21Karena kita tahu harga komoditas, harga energi di sana juga terjadi kenaikan.
15:26Dan potensinya akan gede banget gitu kalau inflasi naik.
15:29Kalau inflasi naik, suku bunga ya mau nggak mau kita harus melihat bahwa suku bunga akan tetap tinggi
15:35bahkan ada potensi tinggi naikkan kembali.
15:37Oke, sebelum kita membahas lebih jauh terkait dengan apa saja faktor penyebab dari sisi global.
15:42Kita kembali ke dalam negeri.
15:43Mas Akhil, tadi juga Anda sempat menyebutkan sedikit terkait dengan defisit yang terus melebar.
15:49Kita ketahui bahwa defisit di Perseptember ini angkanya di 319 triliun rupiah.
15:54Ini naik signifikan dibandingkan bulan Agustus.
15:56Namun kalau perbandingannya secara year on year di tahun lalu begitu, ini turun justru.
16:02Menurut Anda, apa risikonya jika defisit terus melebar?
16:05Apakah ada potensi misalkan penerbitan SBN dan bagaimana kaitannya dengan sikap investor?
16:11Ya, betul. Jadi kalau kita lihat potensinya adalah untuk meningkatkan dari sedikit SBN
16:17dan terus juga diobligasi juga karena ada potensi untuk juga diterbitkan gitu ya.
16:22Karena kalau kita lihat ini juga menarik ya pasal tilt obligasi kita ya.
16:26Karena terjadi kenaikan juga kalau kita bicara juga secara global.
16:30Itu juga sedikit menekan ya dari market kita.
16:32Karena potensinya orang lihatlah market kita nggak kemana-mana gitu ya.
16:37Yaudah kita coba yang kasih return yang lebih menarik gitu.
16:40Mereka pindah gitu ya karena yang return yang lebih menarik.
16:43Makanya respon pasar sebenarnya kayak nggak begitu cukup signifikan
16:49melihat oh di APBN kita positif gitu.
16:52Tapi kalau kita lihat dari sisi lain ternyata banyak aset-aset yang memang lebih cukup menarik.
16:57Apalagi kalau kita lihat di Amerika Serikat kan yield obligasi sudah seiring terus naik gitu ya.
17:04Ini juga melihat ataupun juga tergambar dari investor asing yang keluar dari pasar kita.
17:10Bahkan kalau kita lihat secara yaitu aja asing udah keluar cukup signifikan.
17:15Bahkan minggu-minggu kemarin aja itu sekitar 3-an ya kalau nggak salah.
17:18Walaupun kemarin ada sedikit inflow kecil banget ya 30 miliaran.
17:23Itu tidak akan berpengaruh sebenarnya ke market kita.
17:26Jadi kalau kita lihat melihat dari divisi fiskal kita ini apakah memang akan mendorong dari pemerintah
17:33untuk menerbiksa dari SPN lagi ya potensi aja gitu ya.
17:36Karena ini kan akan perlu ya untuk menambah dari PBN kita.
17:41Oke. Mas Akhil ada juga ungkapan dari Menteri Keuangan dan juga para ekonom begitu bahwa
17:46terkait dengan belanja negara yang meningkat ini belum tentu negatif bagi pasar saham.
17:51Apakah Anda sepakat dan sektor apa saja kira-kira yang diuntungkan dengan naiknya belanja pemerintah?
17:58Iya kalau kita lihat memang belum tentu negatif ya benar ya.
18:03Karena kita lihat sebenarnya market cenderungnya kembali kepada apa yang terjadi di respon indeks global gitu ya.
18:10Karena kan kita juga sekarang lagi menanti untuk yang MSI ya di bulan November nanti ya.
18:14Maka akan kita di downgrade atau masih di freeze.
18:17Bahkan kalau sampai masih di freeze aja itu nggak bagus untuk market kita.
18:21Nggak ada info sama sekali nih.
18:22Nggak ada saham-saham yang akan dimasukkan ke dalam indeks MSI lagi gitu.
18:28Jadi itu sebenarnya yang menjadi sangat concern.
18:30Jadi belum tentu negatif dia setuju gitu ya.
18:33Karena memang biasanya kalau kita secara historikal ketika APBN naik ataupun APBN turun gitu ya.
18:41Baik itu deficitnya atau GDPnya segala macam investor lebih kecil gitu ya untuk responnya terhadap dengan apa yang diumumkan oleh
18:51Kementerian Keuangan.
18:53Nah terus kalau kita lihat apakah sektor yang akan mendorong gitu ya ketika pembacaan dari APBN tersebut.
18:59Kita lihat memang sektor-sektor dari konsumer ini masih cukup mendorong gitu ya.
19:04Karena belanja untuk dari program nasional dari pemerintah sendiri kan makan berkizi gratis itu masih menjadi adalan gitu ya.
19:13Karena ini akan mendorong daripada permintaan baik itu yang sektor poultry kayak ayam-ayaman itu juga akan mendorong harga gitu
19:21ya.
19:21Terus apalagi yang bisa mendorong kita lihat perbankan juga nampaknya agak sulit gitu ya.
19:28Oke dari sisi kinerja fundamental sebenarnya nggak begitu buruk-buruk amat gitu ya.
19:33Tapi kita bicara tentang outflow, kita bicara dengan aliran dana dari asing ke dalam gitu ya.
19:39Karena banyaknya asing investorasi kita di saham-saham perbankan, mereka pada outflow ya.
19:45Gimana caranya ibaratnya menaikkan harga saham sementara asingnya lagi pada keluar.
19:50Karena mereka cukup banyak juga pegang di banking.
19:52Walaupun fundamentalnya kita bicara masih cukup stay gitu.
19:56Cuman kan dari investasi asing ngeliat, oh kita di sini misalnya cuma dapat keuntungan sekitar 5% gitu ya di
20:03Indonesia.
20:03Tapi kita bisa lihat negara lain yang emerging market lain.
20:07Misalnya kalau kita lihat Vietnam gitu punya market yang lebih atraktif gitu.
20:12Jadi banyak-banyak faktor gitu ya yang mendorong kinerja ISG kita.
20:16Karena tidak cenderung hanya melihat dari oh APBN kita arahnya lebih ke sini.
20:22Dan kalau kita melihat bahwa arus modal asing ini sangat berdampak kepada ISG kita.
20:29Karena banyak dari investor juga bertanya seberapa pengaruh sih asing?
20:32Pengaruh banget kan kita lihat dari tahun 2026 ini asing keluar terus gitu kan ya.
20:38Jadi itu sebenarnya yang di respon oleh market.
20:41Oke, ini alih-alih dari domestik begitu faktor global yang paling dominan mempengaruhi kehidupan ISG selama sepekan terakhir.
20:49Kita ketahui sendiri Mas Akil bahwa selama sepekan ini 3 kali ISG naik dan 2 hari perdagangan turun gitu.
20:58Berarti naik turun ada volatilitas di sini.
21:00Selama sepekan terakhir ini Anda melihat sentimen apa saja yang secara global tadi Anda sempat menyebut terkait juga dengan yield
21:07obligasi Amerika Serikat.
21:09Ada MSCI, apabila bisa dialaborasi ada sentimen global apalagi yang mempengaruhi kinerja ISG selama sepekan terakhir?
21:18Iya, investor itu lebih cenderungnya kepada yield ya.
21:21Karena kalau kita lihat yield obligasi di Amerika Serikat itu cenderung terus naik gitu ya.
21:26Karena ini juga akan menjadi salah satu resiko ketika yield obligasi naik.
21:30Ini berpotensi ke pasar saham itu biasanya nggak suka gitu ya.
21:34Terus kedua adalah The Fed gitu ketika si The Fed ini menaikkan tingkat suku bunganya beberapa data misalnya memang cukup
21:42mendorong untuk The Fed naikkan suku bunga.
21:45Apa saja itu pertama inflasi.
21:47Nah di minggu ini tuh akan ada risiko inflasinya di Amerika.
21:50Kalau sesuai ekspektasi atau penyelesaian ekspektasi investor melihat bahwa inflasi di Amerika Serikatnya akan naik di level 3,7%
22:01sebelumnya di 3,4%.
22:02Jadi kalau itu sejalan gitu ya ini tidak menutup kemungkinan dari The Fed untuk menaikkan tingkat suku bunganya satu kali
22:09di tahun ini.
22:10Jadi itu yang menjadi secara global gitu ya.
22:14Dan kita juga bisa lihat gitu lah saham-saham teknologi di Amerika Serikat.
22:17Ketika tonnya tidak begitu positif dari saham-saham teknologi ini biasanya untuk suku bunga ini akan cenderungnya lebih dinaikkan.
22:27Kenapa? Karena dari saham-saham teknologi kan butuh funding gitu ya, butuh pembiayaan.
22:31Ketika suku bunganya tinggi ya akan cukup menahan gitu ya.
22:34Karena terkait AI-AI itu kan juga cukup marak gitu ya di Amerika Serikat dan naik kenaikan saham seperti Nvidia
22:42segala macamnya kan itu menjadi penelopang sebenarnya dari Dow Jones.
22:45Nah terus kalau kita lihat berikutnya adalah hal terkait dengan tensi geopolitik.
22:50Yang kita tahu Ibaratnya investor sudah wah ini kok naik terus argan minyaknya terus tiba-tiba turun lagi gitu ya.
22:57Karena memang seperti itulah tensi geopolitik di global gitu ya.
23:01Kadang memang Presiden Trump menyerang terus tiba-tiba dia tarik mundur gitu ya.
23:07Jadi itulah yang menjadi market kita cukup volatile juga karena kenapa kita tetap memperhatikan tensi geopolitik ini ya karena berdampak
23:14ya kepada posisi inflasi kita nanti.
23:17Karena ini juga akan berdampak juga nanti ke APBN.
23:20Apakah APBN ibaratnya dalam benda kutip akan menalangi ya dari subsidi-subsidi BBM kita yang kalau kita lihat dari minyak
23:28globalnya saja sudah naik beberapa persen gitu ya.
23:31Jadi kita akan terus memantau apa yang terjadi di global seperti itu Mas Yan.
23:37Oke, Mas Akio kita pantau bersama bagaimana pergerakannya ISG pada pembukaan bursa pada hari ini.
23:43Ini terpantau saat ini berada di level 6.100an ataupun naik sekitar 0,12 persen di pagi ini.
23:51Proyeksi Anda selama sepekan ini ISG akan berada di level berapa Mas Akio?
23:54Apakah mampu bangkit lagi dan menuju ke level 6.500an secara psikologis?
24:00Ya, kita bicara terkait dengan di pekan ini ya.
24:04Bahwa sebenarnya sentimen tidak begitu positif sebenarnya di minggu ini.
24:08Kenapa? Pertama ada rilis inflasi dari Amerika Serikat.
24:11Kalau nantinya inline bahwa ada kenaikan inflasi, market pasti kurang suka gitu ya responnya.
24:16Jadi kami memperkirakan dari ISG sendiri minggu ini akan ada potensi tekanan pressure di sana ya.
24:21Artinya kalau secara psikologis bicara level 6.500 kayaknya agak cukup agak sulit gitu ya.
24:28Mungkin ke 6.200 untuk kenaikannya.
24:30Tapi price-nya lebih tinggi lagi gitu.
24:32Yang perlu dijaga oleh investor adalah level support di ISG kita.
24:36Itu di 5.900an.
24:37Kalau kita tembus ke bawah 5.900an, ya kita akan menantikan bahwa pasar ISG akan cenderung bergeraknya antara di sideways
24:47dalam yang titik di level 5.200an.
24:52Atau nanti dia akan cenderungnya bergerak turun gitu ya atau downtrend gitu.
24:56Jadi level psikologis 5.900 menjadi cukup potensi menjadi critical point ya dari ISG kita.
25:05Karena kalau 5.900 enggak tembus ya ada dua gitu.
25:09Mungkin antara dia akan sideways atau dia akan uptrend walaupun kita melihat secara fundamental, secara isu atau secara dengan sentimen.
25:17Itu kurang positif sebenarnya yang dari pergerakan ISG.
25:20Oke, secara katalis, sentimen, isu kurang mendukung ISG pada sepekan ke depan.
25:26Begitu potensi tekanan lebih tinggi sehingga menuju ke level psikologis 6.500an rasanya masih jauh.
25:31Begitu ya Mas Akil dan di level support 5.900 yang tentunya harus dihadapi ataupun dipikirkan lagi oleh para investor
25:39selama sepekan ke depan.
25:42Baik, terima kasih Akil Triadi, Senior Research Analis Pandenskuritas atas penjelasannya bersama kami di Kompas Bisnis.
25:47Mas, terima kasih sekali lagi. Sehat selalu.
25:50Terima kasih.