00:00Sebuah kota yang menjadi satu simbol dari pelanggaran, dari sebuah kebrengsekan dari aparat negara,
00:16135 orang nyawa melayang di Kanjuruhan beberapa tahun yang lalu.
00:23Dan saya menyampaikan, saya menyaksikan tubuh-tubuh yang dilukai, suara-suara yang dicurigai, dan keberanian yang harus dibayar dengan harga
00:33yang tak terperi.
00:35Bang Andriunus disiram air keras seolah tubuh seseorang boleh dijadikan sasaran ketika keberaniannya mengusik kekuasaan.
00:44Jurnalis diteror karena merawat kebenaran, sementara rakyat yang turun ke jalan harus berhadapan dengan kekerasan.
00:52Seragam gagah hasil jeripaya kami kian hadir di ruang keseharian.
00:57Bahkan di sekeliling kami hari ini, kita melihat seragam-seragam itu dengan senjata-senjata dibalik seragamnya tersebut.
01:07Sementara kami masyarakat sipil, perlahan kehilangan keleluasaan.
01:12Ada nyawa yang hilang, ada keberanian yang dibungkam, dan ada keadilan yang terus ditagih, tetapi belum sepenuhnya datang.
01:23Aku muak, aku muak, aku muak, aku muak menyaksikan demokrasi yang dirayakan dalam bidato.
01:34Sementara kebebasan rakyat perlahan kehilangan ruang.
01:38Apa arti kemerdekaan jika bersuara mendatangkan ancaman?
01:45Apa arti keamanan jika rakyat justru hidup dalam ketakutan?
01:52Dengan ini, aku tegaskan perlawananku terhadap segala rupa pembungkaman, pengekangan, dan militerisasi yang merampas ruang hidup rakyat.
02:03Tak akan kubiarkan demokrasi tinggal nama.
02:07Kebebasan sekadar kata, dan hak asasi menjadi panji tanpa makna.
02:16Sebab rakyat bukan musuh yang harus ditundukkan, kritik bukan ancaman yang harus dilumpuhkan, dan kebebasan bukan hadiah yang boleh dicabut
02:32oleh kekuasaan.
02:36Di sektor hukum dan tata kelola, belasan tahun sudah kami mengejam pendidikan di bangku sekolah.
02:44Kegiatan apapun kami jalani untuk mengisi CV puluhan kilo kutempu untuk mengundi nasib.
02:54Berlari, berdesak-desakan, terus berdiri hingga berdiam diri karena harapan tak kunjung datang.
03:02Sedangkan mereka, sang penguasa, tak perlu capek-capek untuk bersekolah, tak perlu capek-capek untuk mendapatkan ijazah, tinggal merengek kepada
03:12papa.
03:13Maka apapun yang diberikan, tak punya kenalan pun tak jadi masalah.
03:19Di negeri ini, asal ada fulus, segala urusan maka akan mulus.
03:26Penegak hukum yang bicara keadilan tidak tahan apabila ditawarkan emas di depan mata.
03:32Politisi yang manis berjanji, ini itu pada akhirnya hanya mengenyangkan perutnya sendiri.
03:41Mereka menjelaskan berapa semangat dan kayanya alam Indonesia yang hasilnya hanya didikmati oleh sekelintir pihak.
03:51Sedangkan kami, rakyat, yang setiap hari mau tidak mau menyisikan penghasilan dan untuk pajak, hanya mendapatkan sekantung sembako atas nama
04:03penguasa.
04:03Maka di sini kami tegaskan, cukup sudah kami buat beratas segala bentuk KKN, korupsi, kolusi, dan nepotisme yang menghambat kemajuan
04:15di negeri ini.
04:21Di sektor pendidikan, masih pantaskah kita mengatakan bahwa pendidikan kita telah mapan ketika masih ada seorang anak yang mengakhiri hidupnya
04:32karena tidak mampu membeli alat tulis.
04:35Masih pantaskah kita mengatakan bahwa pendidikan telah berkeadilan ketika teman-teman kita di Papua, Maluku, dan pelosok negeri lainnya harus
04:47menempuh perjalanan berkilo-kilometer demi menimba ilmu.
04:53Masih pantaskah kita mengatakan bahwa pendidikan telah mensejahterakan, bahwa pendidikan telah mensejahterakan rakyat ketika sekolah-sekolah di Aceh, sekolah-sekolah
05:04di Padang, Lampung, dan daerah lainnya hancur di luluh lantakan bencana yang mengakibatkan akses untuk memperoleh pendidikan yang layak turut
05:14terganggu.
05:16Bahkan di sekitar kita banyak sekali saudara dan tetangga yang terpaksa meninggalkan bangku sekolah bukan karena kehilangan cita-cita, namun
05:27melainkan karena kehidupan memaksa mereka untuk bekerja dan memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri.
05:38Rasanya semua itu hanyalah kemunafikan ketika aku terus mengatakan bahwa semuanya sejahtera dan baik-baik saja.
05:47Sementara masih banyak saudara-saudaraku yang harus merintih kesakitan demi memperoleh itu semua.
05:55Apakah ini wajah asli negeri ini?
05:57Negeri yang menelantarkan pendidikan dengan membiarkan masyarakat miskin kesulitan memperoleh akses dan kesempatannya.
06:06Negeri yang justru membangun tembok penghalang bagi rakyat kecil untuk keluar dari rantai kemiskinan yang terus menggerot gotinya.
06:16Lantas, apakah aku harus terus diam melihat semua penderitaan yang dirasakan saudara sebangsaku ini?
06:24Jawabku, tidak.
06:30Maka, pada hari ini kami menegaskan kepada seluruh rakyat Indonesia
06:37Dengarkanlah pesan ini, pesan dari generasi yang akan paling merasakan borok luka hasil kebijakan rezim saat ini.
06:45Sadarlah Indonesia, suruhkan daulat rakyat.
06:49Kami sampaikan juga bahwasannya, forum Komite Sadar akan melaksanakan aksi nasional di Jakarta pada tanggal 28 Oktober.
07:07Mengajak seluruh kaum yang tertindas, kaum yang lapar, buruh, tani, mahasiswa, dan seluruh organ masyarakat sipil bergabung kepada aksi kami
07:18di tanggal 28 Oktober di Jakarta.
07:21Maka, tidak ada kata lain selanjutnya, hidup pelagian Indonesia, hidup pelagian Indonesia, hidup tani, hidup buruh, hidup mahasiswa.
07:41Itu saja seluruh harapan, seluruh teguran, seluruh saran kami dari Komite Sadar.
07:51Terima kasih.
08:05Terima kasih.
08:22Datang saja, dan aku akan kuberikan mikir ini kepada kalian.
08:36Hidup pelagian Indonesia.
08:40Teman-teman sekalian, saat ini kita kumpul karena sudah merasakan, temukan, pertama,
08:47Resim Prabowo Gibran tidak mengetaskan masalah-masalah demokrasi, pengetasan HAM, dan lain-lain.
08:51Selain demokrasi yang semakin buruk dan kebebasan ruang sipil yang semakin terbatas karena Resim Prabowo Gibran semakin represif,
09:00kita juga melihat sisi ekonomi yang semakin memburuk.
09:03Sisi ekonomi kelas menengah saat ini yang menjadi sumber pendapatan negara,
09:08menjadi penyumbang pajak, tapi hasil ekonominya tidak sebaik output yang dihasilkan dari kebijakan Prabowo Gibran,
09:19tidak menghasilkan daya beli masyarakat, tidak menggerakkan roda ekonomi di bawah,
09:23cuma menggerakkan roda-roda ekonomi di atas.
09:27Makanya kalau kita tidak sadar, kalau misalnya saat ini pajak-pajak kita digunakan hanya untuk program-program populis,
09:40bahkan bergizi gratis, koperasi desa merah putih, dan sebagainya yang tidak menghasilkan roda ekonomi bermutar di bawah,
09:46tidak menciptakan multiplayer efek.
09:49Justru daya beli masyarakat semakin tergerus, banyak kelas menengah yang tadi sudah disampaikan,
09:55makin harus berhati-hati untuk kebutuhan pokok.
09:59Selain itu, kita selalu semakin sadar.
10:06Bahwasannya, ketika kita mau protes, bahwasannya karena memang kebutuhan pokok kita semakin terancam,
10:14justru kita malah diadakan oleh aparat-aparat fasis, aparat-aparat represif,
10:20yang digunakan oleh rezim untuk membuka mereka yang ingin berpendapat.
10:24Mungkin cukup, terima kasih.
10:27Hidup rakyat Indonesia.
10:30Terima kasih kawan-kawan.
10:36Dari Senti, selaku Ketua BEMUNES, persilahkan.
10:50Hidup rakyat Indonesia.
10:54Saya di sini berdiri tidak menggunakan Almed.
10:57Saya hanya mahasiswa biasa, yang saya berasal dari keluarga biasa.
11:01Orang tua saya adalah perantau di Kresnya, Kota, Jakarta.
11:05Saya ditinggal di pedesaan kecil bersama renek saya.
11:09Itulah mirisnya, teman-teman.
11:11Seorang anak terpaksa ditinggalkan oleh orang tua untuk merantau ke ibu kota, dikerasnya, Jakarta.
11:19Karena apa?
11:20Karena untuk memenuhi kebutuhan ekonominya.
11:23Sebegitu tertimpangnya keadaan Indonesia saat ini, teman-teman.
11:27Kita perlu sadar, kita harus sadar, bahwasannya Indonesia saat ini itu sudah jauh dari tujuan dan cita-citanya.
11:36Kita ingat kembali, teman-teman, tujuan bangsa Indonesia.
11:40Yang pertama adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.
11:46Itu tercantum, teman-teman, di Undang-Undang Dasar 1945.
11:52Sekarang kehidupan bangsa Indonesia tidak pernah terlindungi.
11:5550 ribu anak bangsa diracuni di program prioritas.
12:01Agak memalukan, teman-teman, ketika kita menyampaikan kepada negara lain.
12:05Kita punya program pemerintah, yaitu meracuni 50 ribu anak bangsa kita sendiri.
12:11Bagaimana kita merasa aman hidup di kepungan asap yang bahkan hari ini pemerintah tidak serius untuk menanggapi bencana tersebut.
12:20Saya mendapatkan laporan, saya mendapatkan laporan.
12:23Tapi tidak pernah datang ke Tanah Kalimantan untuk melihat kehidupan di Tanah Kalimantan.
12:31Dari mana letak melindungi segenap bangsa dan kehidupan Indonesia itu?
12:35Saya rasa sudah tidak ada, teman-teman.
12:40Menjejahterakan kejejahteraan umum.
12:43Saya rasa itu juga sudah jauh.
12:47Survei ekonomi, teman-teman, untuk menutupkan desil 1 sampai dengan desil 10 untuk menutupkan.
12:52Mana kaya dan mana miskin.
12:54Malah justru dijadikan sebagai pengerek ekonomi di Indonesia.
12:59Yang katanya ekonomi Indonesia itu semakin naik.
13:01Padahal ternyata itu hanya permainan desil saja, teman-teman.
13:04Yang miskin dijadikan desil 1, yang kaya hanya dijadikan desil 2.
13:10Lalu untuk apa kalau memang itu hanya semata yang katanya sudah naik,
13:15katanya sudah naik perekonomian atau kesejahteraan rakyat Indonesia?
13:19Yaitu belum, teman-teman.
13:20Itu hanya permainan desil saja.
13:23Selanjutnya adalah mencerdaskan kehidupan bangsa.
13:25Dari mana sekarang anggaran pendidikan sudah dipotong, teman-teman.
13:31Dialihkan ke MBG, walaupun kemarin sudah digugat di MK itu pun masih,
13:36masih saja punya delik untuk dilakukan di tahun 2028.
13:40Lalu bagaimana dengan anggaran tahun 2027?
13:43Bagaimana pendidikan di tahun 2027?
13:46Mereka terlalu fokus untuk mengenyangkan perut kita agar kita lupa bahwasannya negara ini sudah bobrok.
13:54Sekarang masyarakat terpecah jadi dua, karena itulah rasanya tujuan dari rezim.
14:00Mengenyangkan perut rakyat seolah-olah mereka memang bisa mengangkat perekonomian.
14:05Padahal kita tahu sendiri bahwasannya ekonomi Indonesia, IHSG saja sudah turun hari ini.
14:11Selanjutnya, tujuan yang terakhir, ikut melaksanakan ketertiban dunia.
14:17Sekarang dunia saja masih ribut, teman-teman.
14:19Negara tetangga ribut, gara-gara apa?
14:21Asaf Indonesia yang negara tetangga.
14:26Mereka malah memunculkan, atau istilahnya Indonesia malah memunculkan konflik tersebut.
14:31Saya rasa tujuan keempat juga tidak pernah tercapai.
14:34Tujuan keempat juga tidak pernah diatasi secara maksimal ataupun serius.
14:38Jadi saya rasa, teman-teman, kita harus sadar bahwasannya negara Indonesia itu sudah jauh dari tujuannya.
14:45Tujuan dari Undang-Undang Dasar 1945.
14:49Dasar negara kita terbentuk, teman-teman.
14:52Kita harus sadar bahwasannya permainan rezim, permainan oleh gaji hari ini,
14:57itu semakin menindas rakyat kecil.
15:00Lucu rasanya ketika kita rakyat kecil terpecah hanya untuk membela mereka yang tidak pernah membela kita.
15:06Lagi-lagi, suara rakyat harus disatukan dan rakyat harus sadar.
15:11Mungkin dari aku cukup, terima kasih.
15:13Hidup rakyat Indonesia!
15:14Terima kasih Allah!
15:22Terima kasih.
15:22selamat menikmati