Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 7 jam yang lalu
KUNINGAN, KOMPAS.TV - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, dinyatakan padam sepenuhnya pada Minggu (25/10/2026).

Meski pantauan satelit tidak lagi mendeteksi titik api, lebih dari 100 personel gabungan kembali dikerahkan untuk melakukan penanganan lanjutan.

Baca Juga Prabowo Tegas soal Karhutla, 98 Perusahaan Masuk Penyidikan dan Izin Terancam Dicabut | BERUT di https://www.kompas.tv/regional/697927/prabowo-tegas-soal-karhutla-98-perusahaan-masuk-penyidikan-dan-izin-terancam-dicabut-berut



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/697941/karhutla-gunung-ciremai-berhasil-dipadamkan-tim-gabungan-fokus-pendinginan-sapa-pagi
Transkrip
00:00Dan untuk mengetahui kondisi terkini, dari kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Ciremai,
00:05sudah ada Junius Kompas TV, Muhammad Syahri Romdon di Kuningan, Jawa Barat.
00:11Syahri, selamat pagi. Bagaimana dengan kondisi kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Ciremai pagi ini?
00:16Apakah api sudah padam seluruhnya?
00:19Ya, baik Ota di studio dan juga saudara selamat pagi.
00:23Laporan dari PBD Kabupaten Kuningan bahwa pagi ini dinyatakan seluruh api yang sebelumnya ada sekitar 13-15 litri api sudah
00:34dinyatakan padam sepenuhnya.
00:36Namun, meskipun sudah dinyatakan padam, masih terdapat beberapa kumpulan asap di satu atau dua titik.
00:42Atas dasar itu, pagi ini tim gabungan melakukan apel kembali ke setiap siagaan karhutlah.
00:49Kami tadi sejak pagi ini mengikuti kegiatan apel tersebut dan melihat ada sekitar 100 lebih orang yang masuk ke dalam
00:58tim gabungan pada pagi hari ini.
01:01Mereka berasal dari Kodim, Yonif, kemudian ada beberapa relawan dan juga dari masyarakat sekitar, yaitu Desa Pesawan dan juga Desa
01:09Sedan.
01:10Mereka dibagi menjadi dua kelompok okta. Pertama, mereka dikirim ke Bukit Seribu Bintang yang berada di sekitar 500 atau kurang
01:19lebih 500 sampai 1 km dari titik saya melaporkan kepada Anda.
01:24Dan juga Karang Dingding. Nah, Karang Dingding inilah yang cukup jauh dan juga terjal karena dia harus naik ke beberapa
01:31ketinggian sekitar 1000 MDPL.
01:37Nah, dari dua titik ini mereka bertugas untuk melakukan mop up atau pendinginan.
01:41Di mana di titik tersebut yang sempat terjadi kepakaran dengan kuantitas yang cukup banyak, mereka melakukan pendinginan dengan cara membawa
01:51beberapa pompa air yang di panggung tadi.
01:53Mereka mengisi bahan bakar air karena kita ketahui salah satu hal terbesar hambatan yang terbesar adalah ketiadaan pasokan air di
02:03bagian atas.
02:04Sehingga akhirnya upaya dari bawah mereka menggunakan beberapa kendaraan dan juga ketika sudah sampai titik tidak dapat lagi dilawai oleh
02:12kendaraan, mereka harus berjalan kaki dan mereka harus membawa perbekaan air itu untuk melakukan pendinginan.
02:17Karena kata Kepala Pelasana BPPD Kabupaten Peningan dari sejak Rabu sampai Jumat kemarin, sampai Kamis kemarin, maaf, Sabtu kemarin menurut
02:27kami,
02:27itu adalah selain soal banyaknya semak belukar yang sudah sangat kering, angin kencang, medan terjal, dan salah satu yang cukup
02:35menyulikan itu adalah ketersediaan pasokan air.
02:38Sehingga akhirnya satu-satunya untuk melakukan pendinginan menggunakan metode air.
02:43Nah, atas hari itu pagi ini mereka diterjunkan kembali ke Bukit Seribu Bintang dan juga Karang Dinding untuk semata-mata
02:50melakukan hal tersebut.
02:52Secara keseluruhan, sejak Rabu malam sampai pada Sabtu kemarin, di 13 sampai 15 titik api yang berada di sekitar radius
03:01600 atau 800 mdpl sampai sekitar 1.300 mdpl sudah dinyatakan pada seluruhnya.
03:08Namun, mereka masih berjaga di titik-titik tersebut untuk memastikan tidak ada lagi bara api yang menimbulkan menjadi pemicu untuk
03:19terjadinya kebakaran di titik lain
03:20karena mengingat angin masih cukup tinggi, pembusan angin dikhawatirkan membawa bara tersebut mengenai beberapa ranting-ranting, beberapa semak belukar yang
03:28memang sangat kering di sekitar kawasan Taman Nasional Gunung Cirmai ini, Okta.
03:33Oke, ada upaya yang dilakukan untuk memadamkan api, lantas Cari sudah diketahui belum sebetulnya penyebab kebakaran di kawasan Gunung Cirmai
03:41ini apa?
03:42Sampai saat ini, sejak Rabu malam, lebih 44 menit awal kejadian sampai tadi malam, Sabtu malam minggu, kami masih belum
03:51mendapatkan rilis resmi dari otoritas terkait,
03:54baik dari Taman Nasional Gunung Cirmai dan juga BPBD penyebab terjadinya kebakaran ini.
04:01Mereka masih melakukan fokus penanganan terhadap pemadaman dan juga penginginan dan sekaligus melakukan pendataan dokter.
04:09Dari sekitar, dari semenjak kemarin, Rabu ada sekitar 13 sampai 15 titik api tersebut, ada sekitar 30 sampai 60 hektarnya
04:19luas kawasan Taman Nasional Gunung Cirmai ini yang mengalami kebakaran.
04:24Dan Kepala Balai Taman Nasional Gunung Cirmai, Tony Anwar mengatakan bahwa seluruhnya ini merupakan area konservasi.
04:31Sekipun demikian, masih berada di tingkatan bawah, sehingga vegetasi-vegetasi yang terbakar itu berupa ilalang, semak benukar,
04:40bagian memang ada terkena pohon pinus namun tidak terlalu cukupikan, dan beberapa konservasi flora dan fauna yang cukup banyak itu
04:47berada di bagian 1300 mdpl ke atas.
04:51Ada beberapa flora dan fauna yang juga terancam dari kejadian kemarin, salah satunya adalah yang ditemukan oleh relawan kelompok kani
04:59hutan,
05:00ada anak suri yang juga sempat diselamatkan, dan berharap semoga tidak ada lagi flora dan fauna yang terancam akibat dari
05:08kebakaran yang terjadi sejak Rabu
05:09sampai Sabtu kemarin yang dinyatakan sudah tidak ada lagi hotspot atau titik api di sekitaran lokasi tersebut.
05:16Oke, kita menunggu rilis resmi dari BPPBD maupun juga Taman Nasional Gunung Ciremai, karena saat ini masih dilakukan pendataan terkait
05:23dengan nantinya apa sebetulnya penyebab dari kebakaran di sana.
05:28Terima kasih, Jurnalist Kompas TV, Muhammad Syari Romdon dari Kuningan, Jawa Barat setelah bertugas kembali.

Dianjurkan