00:00Kami ajak Anda ke Gorontalo, Saudara.
00:02Warga Gorontalo membuka usaha ikan fufu atau ikan asap selama 30 tahun
00:07dan bertahan dari generasi ke generasi.
00:09Dengan proses pengasapan tradisional,
00:12sekitar 200 kg ikan diolah setiap harinya
00:14untuk memenuhi permintaan pembeli.
00:20Asap perlahan mengenai ikan yang tersusun di atas tempat pengasapan.
00:23Di bawahnya, bara dari tongkol jagung
00:26menjaga proses pengasapan tetap berlangsung.
00:28Inilah proses pembuatan ikan fufu,
00:31olahan ikan asap yang menjadi bagian dari usaha turun-temurun
00:34yang telah dijalankan selama sekitar 30 tahun.
00:37Sebelum diasapi, ikan terlebih dahulu dibersihkan
00:39dan dipotong menjadi beberapa bagian.
00:42Ada pula ikan yang diolah dalam kondisi utuh,
00:44sesuai jenis dan kebutuhan pembeli.
00:46Proses pengasapan berlangsung sekitar 2 jam
00:49hingga ikan asap siap dipasarkan.
00:52Berbagai jenis ikan diolah, mulai dari deho
00:54dan yang paling unik adalah ikan tuna.
00:56Dari beragam pilihan tersebut, tuna menjadi jenis yang paling diminati pembeli.
01:01Hari pasar-pasar biasa itu sampai 4-3 serpon.
01:06Dia 1 serpon itu sekitaran 50 kilo dalam 1 serpon.
01:12Nah, kalau 3-4 serpon sekitaran 300-400 kilo.
01:21Kalau yang paling diminati itu ikan tuna.
01:24Ikan tuna itu yang paling cepat kalau di pasar itu tidak sampai 1 jam.
01:31Barang ikan tuna itu sudah habis.
01:34Setiap hari, total ikan yang diolah mencapai sekitar 200 kilogram.
01:38Harganya bervariasi, mulai dari 20 ribu hingga 40 ribu rupiah
01:42tergantung jenis ikan dan harga pasaran.
01:45Selama puluhan tahun, ikan fufu bukan hanya menjadi sumber penghidupan,
01:49tetapi juga menjadi tradisi usaha yang terus dijaga.
01:52Fikar Buntuan Kompas TV, Gorontalo