- 22 minutes ago
DW Dokumenter
Category
📺
TVTranscript
00:01Terusan Kiel adalah kanal buatan tersibuk di dunia.
00:05Lalu lintas kapal bisa sangat padat di sini.
00:11Kadang jarak kami dengan kapal lainnya hanya 50 meter.
00:17Terusan yang menghubungkan Laut Utara dan Laut Baltik ini
00:21menjadi jalur penting bagi ekonomi dan pariwisata.
00:25Warga setempat pun menyukainya.
00:28Saya besar di sini dan akan tetap tinggal di sini.
00:31Pekerjaan impian saya juga di sini.
00:34Bagi warga lokal, waktu terasa berjalan lebih lambat
00:38saat berada di kedua sisi jalur air ini.
00:44Alamnya cantik sekali, rasanya bikin rileks.
01:00Satu kapal layar dengan dua nakoda yang bernama sama, Paul.
01:05Hari ini, kali pertama mereka melintasi terusan Kiel.
01:11Paul, bisa turun sebentar dan dengarkan apa yang mereka bilang di radio?
01:19Tidak ada suara apa-apa.
01:22Aduh, kapal lain sudah mulai masuk.
01:26Perlahan, mereka memasuki pintu air sebelah timur terusan Kiel,
01:30yang dioperasikan dengan sistem kunci.
01:33Bisa pasang fender ketiga, Paul?
01:35Ya.
01:38Keduanya belum pernah berlayar di sini.
01:40Begitu masuk pintu air, mereka harus cek situasinya dulu.
01:55Akhirnya, mereka menemukan celah untuk Klein Ida,
01:58perahu layar berukuran delapan meter ini.
02:01Walau belum pernah berada di pintu air ini,
02:04mereka sudah mempelajari petunjuknya.
02:11Kami menghindari kapal besar karena arusnya paling kuat.
02:15Perhatikan sinyal dan jangan masuk sebelum para pelaut profesional.
02:22Kalau kami salah, mereka pasti beritahu lewat radio atau pengeras suara.
02:31Saat kapal terangkat hingga setinggi permukaan kanal,
02:35mereka minta saran dari Nakoda berpengalaman
02:38untuk perjalanan 100 km dari Laut Baltik ke Laut Utara.
02:44Tak lama kemudian, mereka siap melanjutkan perjalanan.
02:49Kami bukan yang terakhir keluar.
02:52Kapal kecil bisa keluar pintu air lebih cepat daripada kapal besar.
02:56Satu persatu, kapal keluar dari pintu air.
03:03Lega bisa keluar dari pintu air.
03:05Tapi sedikit khawatir dengan kapal-kapal lain yang lewat sini.
03:09Kami harus memastikan tidak terlalu dekat.
03:13Kapal-kapal besar sekarang menyusul di belakang kami.
03:25Kapal besar yang dimaksud seperti MS Elps Keeper.
03:29Berukuran panjang hampir 135 meter dan lebar lebih dari 22 meter.
03:35Kapal yang menuju Laut Utara ini berlayar melalui kanal
03:38agar tidak perlu memutari Denmark.
03:41Elps Keeper membawa banyak kontainer dari Skandinavia.
03:44Setiap tahun, sekitar 30 ribu kapal melintasi kanal ini.
03:49Mengemudikan kapal di sini tidak mudah.
03:52Itulah sebabnya, kapal besar wajib membawa navigator kapal dan juru kemudi.
03:59Kami memasuki bagian tersempit kanal.
04:01Cukup penantang.
04:04Navigator senior, Marcus Boom, sangat mengenal kanal ini.
04:08Meski begitu, dalam setiap perjalanan, ia tetap butuh konsentrasi penuh.
04:13Kapal besar seringkali berlayar sangat dekat.
04:16Sementara kapal kecil seperti Klein Ida kadang tak terlihat.
04:27Kapal layar bisa lebih mudah berbelok.
04:30Sementara kapal besar geraknya terbatas.
04:32Yang penting, kami harus menghindari kecelakaan, tabrakan, atau kerusakan apapun.
04:38Harus selalu diingat.
04:40Di atas sini kami kemungkinan tidak sadar kalau sudah menabrak kapal layar.
04:44Karena di dalamnya ada orang, maka ketika ragu, lebih baik menabrak tepi kanal daripada manusia.
04:56Untuk mencegah kecelakaan, kapal kecil harus selalu menyalakan mesin saat melewati kanal.
05:02Dengan begitu, mereka bisa cepat mengoreksi arah kalau terjadi keadaan darurat.
05:07Kedua Paul, melaju pelan ke arah barat dengan kecepatan 6 knot.
05:13Kapal tanker seperti ini tidak diperbolehkan melaju lebih cepat.
05:24Dilihat dari bawah, kapal itu jauh lebih mengesankan.
05:28Mereka belum pernah sedekat ini dengan kapal sebesar itu.
05:32Setelah lulus menjalani pendidikan mereka sebagai pembuat kapal di Laut Baltik,
05:37keduanya memutuskan untuk melakukan petualangan besar.
05:40Mereka ingin berlayar ke Kepulauan Kanaria.
05:43Namun, untuk sekarang, mereka butuh tempat berlabuh di malam hari.
05:50Lihat, itu Rendsburg.
05:53Tapi kita mau berlabuh di sekitar sini kan ya?
05:56Ya, itu Rendsburg.
05:57Nggak mungkin terlewat.
06:01Tidak semua orang nyaman berada di air.
06:05Sebagian lebih suka di daratan.
06:08Di kedua sisi kanal, ada jalur yang cocok untuk bersepeda.
06:13Keempat, pesepeda ini juga menyusuri kanal ini dari ujung ke ujung.
06:21Kalau ada yang menarik, kami berhenti dan melihat-lihat.
06:25Bisa museum, gereja, apa saja.
06:28Kami tidak punya jadwal tetap, hanya menikmati apa yang ada.
06:31Itu yang bikin seru.
06:33Bahkan sekadar berhenti untuk minum kopi.
06:38Mereka menghabiskan waktu seminggu lamanya untuk menyusuri kanal.
06:43Mereka melewati beberapa rute yang wajib dilalui.
06:51Jalan di depan ditutup.
06:53Harus cek peta untuk cari jalan memutar.
06:58Pejalan kaki dan semua jenis kendaraan, termasuk sepeda, dilarang lewat.
07:03Tidak bisa putar balik.
07:04Cek peta dulu.
07:07Banyaknya proyek pembangunan di sepanjang kanal membuat orang muda tersesat.
07:13Itu pasti jembatan Levensaal.
07:16Jadi kita harus belok kanan di sana.
07:20Ke Knob Manor.
07:22Harusnya lewat sini.
07:25Oke, lanjut.
07:30Mereka menjauhi jalur kanal dan melaju menyusuri jalan setapak yang sunyi,
07:36menuju kota Brunsbüttel.
07:41Sejumlah proyek konstruksi membuat ruang gerak Elpskippe makin sempit.
07:46Kanal sedang diperlebar,
07:48dan sekitar 30 ribu meter kubik tanah dikeruk tiap minggu.
07:52Pada 2024, hampir 80 juta ton barang diangkut lewat kanal,
07:57dan beban sebesar itu jelas memberi dampak.
08:00Lalu, bagaimana kondisinya sekarang?
08:04Buruk.
08:06Lihat saja.
08:08Kami harus mengurangi kecepatan karena struktur kanalnya sudah sangat rusak.
08:17Penyebabnya sebagian besar karena ukuran kapal makin besar dari tahun ke tahun.
08:24Sama seperti jalan raya, jembatan, dan rel kereta.
08:28Anggaran untuk perawatan jalur air juga banyak dipangkas.
08:31Biaya perbaikan tidak sebanding dengan biaya yang mereka hemat.
08:39Untuk setiap kontainer yang diangkut kapal dari Skandinavia
08:43menuju pelabuhan besar di Jerman dan Belanda,
08:46berarti satu truk berkurang di jalan raya.
08:50Ini artinya juga lebih hemat dan lebih ramah lingkungan.
08:54Namun, selama ini para politisi justru membiarkan jalur air ini terbengkalai.
08:59Di kota Brunsbüttel, kanal bertemu dengan laut utara.
09:04Setiap kapal yang ingin masuk atau keluar kanal harus melewati pintu air ini.
09:29Sekitar 1.200 ton bajah digerakkan setiap kali pintu dibuka atau ditutup.
09:36Sebuah gerakan yang sangat terkoordinasi antara motor listrik,
09:40transmisi, roda gigi, dan rantai untuk memisahkan laut dari kanal.
09:47Teknologi ini sudah berusia lebih dari 100 tahun.
09:51Butuh perawatan khusus agar semuanya berjalan lancar.
09:57Ada badai di laut utara, jadi kondisi di laut tidak sebaik di kanal.
10:02Kami membantu dengan menyediakan jalan pintas ke Laut Baltik.
10:06Dengan begitu, bisa menghemat waktu perjalanan hingga satu hari.
10:10Namun, teknologi tua ini terus membutuhkan perbaikan dan perawatan.
10:16Pada awal 2024, pelat rel pintu geser sudah terlalu aus,
10:20sehingga salah satu bilik pintu air harus ditutup berbulan-bulan.
10:24Sebagian besar perbaikan dilakukan oleh para penyelam.
10:27Jarak pandang di bawah air minim sekali.
10:32Tidak ada cara lain selain meraba-raba.
10:34Harus tahu kondisi di air supaya tahu apa yang mungkin ditemui,
10:37dan segera mengambil tindakan.
10:41Warga Brunsbüttel percaya bahwa mesin tua itu bisa bertahan lama
10:45berkat para leluhur yang sangat mereka banggakan.
10:53Apa yang mereka bangun lebih dari 100 tahun lalu itu luar biasa.
10:57Sejauh ini masih bisa beroperasi dengan sedikit perbaikan.
11:01Kami mengerjakannya dengan baik.
11:04Satu pintu air baru mulai beroperasi.
11:07Satu lagi akan segera menyusul.
11:11Di sisi lain, suasana justru paling hidup saat kanal sedang ramai.
11:16Kanal sudah menjadi bagian dari keseharian.
11:21Banyak pengunjung yang datang ke restoran di tepi kanal
11:24untuk menikmati pemandangan kapal besar yang melintas.
11:29Kanal ini menambah daya tarik saat mengunjungi wilayah ini.
11:44Cuaca Jerman Utara yang sempurna
11:46dan pemandangan kanal yang indah.
11:51Alamnya dan pepohonan buah di sini
11:53kalau lihat ke kanan cantik sekali.
11:55Rasanya bikin rileks.
12:13Rainer Schmidt adalah penjaga perkemahan.
12:17Pekerjaannya pun ada karena kanal ini.
12:20Dia rutin memangkas tanaman
12:22agar para pengunjung bisa tetap melihat kapal-kapal yang melintas.
12:27Saya sibuk sepanjang tahun bahkan di musim dingin.
12:30Orang heran apa yang saya kerjakan selama musim dingin.
12:33Selalu sibuk.
12:37Rendsburg berada di tengah jalur kanal.
12:40Para tamu biasanya hanya menginap semalam di area kamperven.
12:45Mereka bisa melihat kapal dari jarak sangat dekat.
12:50Rainer seperti penunggu area perkemahan.
12:53Halo, kalian.
12:54Halo, Rainer.
12:55Ya, habis itu bagus?
12:57Ya.
12:57Dan itu?
12:58Ya, berada.
12:59Semuanya berada.
13:00Wetter berada.
13:01Sampai jumpa.
13:02Sampai jumpa.
13:03Sampai jumpa.
13:05Sampai jumpa.
13:05Sampai jumpa.
13:06Sampai jumpa.
13:07Pasangan ini tinggal di Laut Utara.
13:09Tapi mereka sering bepergian dengan karavan.
13:13Mereka selalu menyempatkan diri beberapa hari
13:15untuk mengunjungi Rainer.
13:17Berkemah dan melihat kapal
13:19sudah jadi hobi umum di daerah ini.
13:24Kapal bertiang dua itu tidak terlalu besar,
13:26tapi mereka cukup jarang.
13:35Setiap kali ada kapal besar lewat,
13:37banyak orang yang terperangah.
13:38Lalu, mereka mulai memotret.
13:42Kadang saya heran mengapa mereka banyak mengambil foto.
13:45Tapi ya, tak apa, orang suka.
13:49Sekitar tiga kapal kargo melintas setiap jam.
13:52Jadi, para penggemar bisa puas melihat kapal.
13:56Tepi kanal ini adalah tempat favorit
13:59bagi orang seperti Rainer.
14:01Saya besar di sini,
14:03dan akan tetap tinggal di sini.
14:05Pekerjaan impian saya juga di sini.
14:12Elp Skipper sudah tiba di Rendsburg.
14:20Ada momen istimewa setiap kali kapal melintas.
14:26Tepat di samping jembatan,
14:29ada sebuah kafe menyalakan pengeras suara
14:31untuk menyambut kapal.
14:35Lagu kebangsaan Siprus.
14:37Negara Elp Skipper terdaftar,
14:39sedang diputar.
14:44Navigator kapal,
14:45Markus hampir menyelesaikan perjalanannya.
14:48Sebuah kapal membawa rekan kerjanya
14:51yang akan bertugas memandu Elp Skipper
14:53hingga ke pintu air Brunsbutel.
14:57Kapten Sergei dari St. Petersburg
14:59bersiap untuk penggantian Nakoda.
15:02Serah terimanya kas Jerman Utara,
15:05singkat dan padat.
15:06Markus juga harus bergegas.
15:15Kapal pandu masih menunggu di sisi kapal.
15:19Sudah selesai hari ini?
15:21Belum.
15:22Saya akan naik kapal pandu balik ke stasiun
15:24dan naik kapal berikutnya ke Kiel.
15:30Sang navigator selesai bertugas.
15:33Dia berhasil menafigasikan kapal
15:35melewati kanal dengan aman.
15:38Baginya, ini adalah hari yang baik.
16:09Thomas Philipson
16:10sangat menyukai musim panas
16:12karena matahari terbit lebih awal
16:14di pelabuhan kecil dekat Rade.
16:18Thomas termasuk nelayan profesional
16:21yang masih tersisa.
16:24Hasil tangkapannya
16:26dapat diasap atau disajikan
16:28kepada tamu restoran.
16:30Hari kerjanya selalu dimulai
16:32pukul 5 pagi.
16:37Bangun pagi itu tinggal dibiasakan saja.
16:39Yang penting tidur lebih awal
16:41supaya bisa bangun lebih pagi.
16:44Dia baru saja mengambil
16:46alih bisnis ayah mertuanya.
16:51Dengan menjaga jarak aman
16:53dari jalur kapal besar,
16:54dia memasang jaringnya.
16:57Dulu, tangkapan ikan di sini
16:58sangat melimpah.
17:02Mendengarkan cerita para nelayan dulu
17:04membuat saya sadar betapa banyak
17:06yang sudah berubah.
17:08Menangkap belut sekarang jauh lebih sulit.
17:13Jumlah tangkapan ikan haring
17:15juga turun drastis.
17:20Sebaliknya,
17:21dia makin sering menemukan spesies asing
17:23seiring perubahan iklim
17:25di Jerman Utara.
17:26Kepiting sarung tangan China
17:28sebenarnya berasal dari Asia Timur.
17:33Mereka sering merusak jaring kami.
17:35Mereka bermigrasi sekitar
17:36September dan Oktober
17:38saat musim bertelur.
17:39Sekarang jumlahnya tidak sebanyak dulu.
17:42Jadi mereka kembali ke kanal.
17:47Kota kecil Seyestet
17:49membentang di kedua sisi kanal.
17:51Hanya satu ferry gratis
17:53yang menghubungkan warga
17:54di kedua tepi.
17:56Fritz dan Eva
17:57tinggal di sisi yang berseberangan.
18:01Persahabatan mereka
18:02hanya bisa bertahan
18:03jika ferry terus beroperasi.
18:08Ferry itu jadi tempat kami ketemu.
18:10Kami sudah berteman lama
18:11dan kami selalu bertemu di ferry
18:13lalu memutuskan mau ke sisi mana.
18:16Tergantung ada kegiatan
18:18atau hal seru apa yang mau dilakukan.
18:21Intinya, ferry memang jadi titik janjian saja.
18:27Terpisah oleh kanal
18:28tapi tidak jadi masalah
18:30karena mereka saling menyayangi.
18:34Bagi saya, ferry justru jadi penghubung.
18:37Kami tinggal di Seyestet
18:38yang terpisah kanal.
18:40Jadi menurut saya,
18:42ferry lah yang menyatukan kami.
18:46Sejak Eva dan Fritz bertemu di TK,
18:50sudah tak terhitung
18:51berapa kali mereka telah
18:52menyeberangi kanal
18:53untuk sekolah
18:54atau kegiatan lainnya.
18:57Ferry ini hampir seperti
18:59alun-alun kota.
19:01Saat ramai,
19:03kadang terjadi sedikit penumpukan.
19:06Setiap kali,
19:08kelompok paduan suara kanal
19:0975,3 Seyestet
19:11berkumpul untuk latihan,
19:13menunggu ferry
19:14kadang bisa membuat
19:15jadwal mereka berantakan.
19:18Kadang kami latihan di sini,
19:20kadang di sana.
19:21Ada kalanya, kami bingung.
19:23Kenapa ada yang telat?
19:25Lalu sadar,
19:25ternyata karena mereka dari seberang.
19:27Kami bahkan menampilkan pertunjukan
19:29tentang keinginan
19:30untuk punya ferry kedua.
19:32Kami sangat membutuhkannya.
19:51Selamat menangkali.
19:53Beginilah cara komunitas ini
19:55mengandalkan satu-satunya ferry
19:56untuk menghubungkan warga Seyestet
19:58yang tinggal di dua sisi kanal.
20:04Then we'll see you tomorrow, right?
20:05Yeah, sure, we'll see you tomorrow.
20:06See you later.
20:06Good, bye.
20:07Bye.
20:08Sejauh ini,
20:09they still can be able to connect well
20:11despite the distance.
20:13The distance is really heavy,
20:15but the next meeting is always very pleasant.
20:28Kline Ida melintasi Seyestead.
20:34Air kanal begitu tenang,
20:37sehingga membuat kopi pun terasa mudah.
20:43Namun, keduanya punya rencana yang lebih besar,
20:46berlayar ke Kepulauan Kanaria.
20:49Samudera Atlantik masih terbentang di depan,
20:53sebuah tantangan besar bagi pelaut muda.
20:55Dengan kapal sekecil itu,
20:57perjalanannya bukan tanpa risiko.
21:19Saya paling takut dengan paus orca.
21:22Mereka bisa sangat agresif.
21:26Saya juga takut tiang kapal patah,
21:28tapi semoga itu tidak terjadi.
21:30Kapal ini cukup kokoh.
21:32Saya lebih merasa waspada daripada takut.
21:40Perjalanan ini pasti akan sangat berat
21:42karena ombak tinggi dan angin kencang.
21:45Tiga hari berturut-turut.
21:50Tentu tidak boleh diremehkan.
21:53Keduanya tidak bisa tiba di Brunsbutel.
21:57Semua kapal kecil harus keluar dari kanal sebelum malam
22:01karena ada risiko tertabrak kapal kargo.
22:04Mereka akhirnya menemukan tempat
22:07untuk bermalam di anak sungai Aida yang dangkal.
22:19Perairannya sangat dangkal.
22:21Meski begitu, mereka berhasil melewati tahap perjalanan dengan aman.
22:27Kami tidak merencanakan perjalanan yang berat.
22:30Sejauh ini, kami hanya menjaga mesin tetap menyala
22:33dan tetap jalan lurus.
22:34Cukup santai sebenarnya.
22:36Kami senang bisa ada di sini
22:37dan beristirahat dengan tenang
22:39daripada terombang ambing di laut lepas.
22:45Elf Skipper dijadwalkan mencapai laut utara
22:48sebelum malam hari.
22:50Kapal ini melaju dengan kecepatan 12 km per jam.
22:54Batas kecepatan yang diperbolehkan.
23:03Tepat sebelum tiba,
23:05kapal harus mematikan mesin
23:07dan memberi jalan bagi kapal yang lebih besar.
23:14Kapal Ermitage
23:15dengan desain yang tidak biasa
23:17adalah kapal kargo paling modern di kanal ini.
23:36Area perkemahan Klein-Westeland
23:39berada di sebelah tempat kapal besar berlabuh.
23:43Teluk ini adalah salah satu dari sedikit lokasi
23:46di mana orang bisa berenang di dekat kapal besar.
23:57Elf Skipper
23:58akhirnya bisa keluar dari kanal.
24:03Kru kapal berhasil
24:04melewati semua hambatan
24:06tanpa menabrak kapal kecil
24:08yang melaju terlalu cepat.
24:13Sekarang, kapal-kapal raksasa itu berbaris
24:17untuk satu manuver sulit terakhir
24:19sebelum mencapai laut lepas.
24:22Tinggal satu rintangan tersisa
24:24memasuki laut utara.
24:31Mengarahkan kapal melalui pintu air
24:33selalu menjadi pengalaman tersendiri.
24:35Harus merencanakan bagaimana memulai manuver
24:37dan kadang membayangkan langkah-langkahnya dulu.
24:41Ruang geraknya sangat sempit.
24:43Dari sisi Nautica ini cukup menantang.
24:46Para pelaut dan kapten
24:47sangat memahami pentingnya proses ini.
24:49Menurut saya,
24:51kami dilatih untuk melakukan hal itu.
24:56Kapten Sergei mengemudikan kapal Elpskipper
24:59dengan hati-hati.
25:00Dia tidak ingin merusak kapal
25:02atau pintu air
25:04ketika sudah hampir sampai.
25:08Akhirnya,
25:09mereka menyelesaikan perjalanan
25:11100 km melintasi kanal.
25:14Rute ini menghemat 250 km perjalanan
25:18memutar mengelilingi Denmark
25:19dan biaya bahan bakar.
25:22Selanjutnya, mereka menuju Rotterdam.
25:26Paul kembali menghubungi kami
25:28untuk memberi kabar
25:29tentang petualangan besar mereka.
25:31Kondisi mereka baik
25:33dan berharap bisa sampai
25:34di Kepulauan Kanaria.
25:36Pada saat mereka tiba di sana,
25:38Elpskipper kemungkinan
25:40sudah beberapa kali melintasi
25:41terusan Kiel,
25:42jalur air buatan tersibuk di dunia.
25:46Terima kasih telah menonton!
25:48Terima kasih telah menonton!
25:51Terima kasih telah menonton!