00:01Masih di Satu Menjadi Forum, saya ke Prof. Muradiprof, tanpa mendahului proses hukum,
00:06karena sudah masuk ke dalam penjidikan, sudah ditetapkan sebagai tersangka,
00:09tentu nanti akan berlanjut sampai ke pengadilan dan sebagainya.
00:12Artinya dicatakan ponis tersangka masih ada peluang, bisa peradilan, bisa apa, dan tidak bersalah.
00:19Artinya secara politik masih ada celah untuk melakukan perlawanan balik,
00:23kalau kita melihat ada kekuatan di belakang seorang Listio.
00:26Anda melihat akankah itu terjadi atau ya sudah lah, sudah habis ini.
00:32Seorang Listio dengan karir yang tadinya most of lending sudah selesai dengan diumumkan,
00:36apalagi ada embel-embel makar, ada dugaan makar, penyadapan sudah diumumkan resmi oleh institusinya,
00:43bahkan yang baru dia tinggalkan beberapa bulan.
00:46Kalau targetnya sebatas di internal, saya tadi menyambung dengan Pak Udo sampaikan,
00:53sudah tidak ada Pak Orangnya.
00:54Sudah tidak ada, sudah habis?
00:56Sudah habis betul, jadi kalau hanya mungkin dua itu pun juga lebih karena masih ada,
01:01karena ada hubungan letting angkatan dengan Kapolri, selebihnya sudah selesai.
01:05Saya sudah cek misalnya saya punya mapping Pak Ugro,
01:08jadi dari Jawa, Sumatera, yang masih sisa di Kalimantan,
01:13ada Kalimantan Utara dengan saya lupa Kalimantan.
01:16Jadi Anda mau bilang bahwa orang-orangnya Kapolri Lama Jendralistio itu sudah dibersihkan, sudah dikandung semua oleh...
01:23Karena ada empat layar ya, layar pertama tadi bintang tiga, sudah hampir selesai ini 95%.
01:29Yang layar kedua, Kapolda-Kapolda bintang dua, dan juga jabatan yang ada di Mabes bintang dua.
01:36Nah yang layar ketiga itu yang bintang satu, yang sekarang direktur-direktur di Mabes dan apa namanya Kua Kapolda.
01:41Nah yang terakhir nanti yang kompes-kompes nih, ini yang belum cuman dari tiga dan empat.
01:47Artinya secara internal sebenarnya gak ada itu, tapi yang saya khawatir sebenarnya bukan di internal.
01:52Bahwa kemudian beliau itu kan aktif.
01:55Di luar.
01:55Di 2024 kemarin dalam Pilpres, itu yang saya kira akan jadi tsunami politik.
02:01Bukan buat bangsa kita nih, karena akan jadi krisis politik kalau itu dimunculkan.
02:06Dan munculnya istilah parcok, artinya parcok itu kan artinya polisi masuk ke wilayah-wilayah politik praktis, itu kan di eranya
02:12Pak Listio.
02:14Artinya memang buat saya itu yang khawatir, tinggal lihat, nah yang sebelum kesana masih ada dua tahapan sebenarnya.
02:19Tahapan yang kemudian juga ada soal etik, ini juga belum clear.
02:25Saya kira nanti clear di internal, baru kemudian bicara soal yang lebih eksternal.
02:28Yang eksternal ini yang saya kira perlu kita kawal ya.
02:31Karena memang ini jadi bagian penting dari upaya Polri untuk menegakkan aturan hukum di dalam Amerika sendiri.
02:37Saya ke Pak Ugro.
02:38Pak Ugro, kalau melihat prosesnya, menurut Pak Ugro ini hanya berhenti di tiga parti termasuk jendalistio atau akan terus berkembang?
02:46Dan ini menjadi baik, kenapa?
02:48Karena ini bicara soal penegakan hukum dan tanpa pandang bulu, apalagi ini melibatkan perintah dari seorang Kapolri, pasti akan lebih
02:56banyak lagi atau seperti apa?
02:57Jadi saya melihat karakter Kapolri lah.
03:02Melihat karakter Kapolri?
03:04Ya, Pak General Suudi ini, beliau tidak menggunakan pola-pola, ah cukup ini saja yang lain tidak usah.
03:12Oke.
03:12Tapi juga tidak menggunakan, ah yang masih bisa nyerempi-nyerempi kita sabu bersih, ini ada orang-orang LSP ini sebagainya,
03:21saya rasa juga tidak ada.
03:22Bukan unsur like or dislike, tapi memang objektivitas, memang siapa yang terlibat dan tidak terlibat.
03:26Ya, nanti mantan supir, mantan ajudan itu dibersihkan kan tidak ada.
03:30Oh tidak, ya.
03:30Jadi, saya rasa yang terlibat dalam peristiwa pidana ini, penyadapan ini, itu yang diproses karena ini bukan dilakukan sendiri, tapi
03:39ada penyertaan di situ.
03:41Jadi, tuntas karena suatu saat jangan sampai nanti dalam perjalanan penyidikan ada pra-peradilan.
03:47Tapi kalau itu ada pra-peradilan, kita tidak larang apa.
03:50Ya, ya.
03:50Kemudian dalam persidangan nanti ada hal-hal yang, wah saya tidak berubat seperti itu.
03:54Ini ekstra hati-hati karena jangan sampai nanti prosesnya itu akhirnya tidak cukup bukti, bebas muli dan sebagainya.
04:02Jadi, itu yang harus dijaga. Jadi, sekali lagi, hilangkan saja perasaan ini orangnya ini, orang itu tidak ada.
04:11Polri ya, Polri.
04:12Polri ya, Polri.
04:13Sebagai senior di Polri, pernah jadi pimpinan wakil Polri, Anda pasti mengenal betul sosok Kapolri Jenderal Siudi.
04:24Apa yang Anda sarankan dalam konteks ini, yang Anda pesankan penting untuk menjaga kewibawaan Polri?
04:30Karena kebijakan beliau tadi, polisi bersama masyarakat, beliau, saya yakin-saya yakin-yakinnya, beliau ingin menciptakan kepercayaan masyarakat tadi.
04:40Trust building, membangun kepercayaan tadi ini nomor satu.
04:43Nah, membangun kepercayaan ini apa? Ya, polisi harus benar-benar profesional.
04:46Polisi harus benar-benar dekat dengan masyarakat.
04:49Polisi harus bisa mengakomodir ada aspirasi masyarakat apa nih, seperti ini.
04:54Jadi, contoh penegahan kasus yang kaitan dengan di Sukoharjo itu kan cepat sekali.
04:59Segera perupaan turun, langsung diambil keputusan seperti itu.
05:04Jadi, ya kita berharap, mudah-mudahan ini bisa berlangsung, kontinu seperti itu,
05:11sehingga masyarakat sekali lagi dengan peristiwa kasus penyadapan ini
05:16tidak akan menurunkan kepercayaan publik terhadap kinerja Polri ke depan nanti.
05:21Komisaris Jenderal Punawirawan Ugroseno, Wakap Polri 2013-2014,
05:27terima kasih sudah bergabung.
05:28Sama-sama.
05:29Menjadi forum, Profesor Muradi, terima kasih sudah bergabung.
05:32Dugaan makar yang dilakukan seorang Kapolri harus tuntas diungkap secara hukum,
05:37lebih dari sekadar pelanggaran prosedur penyadapan.
05:40Harus diungkap untuk siapa seorang Kapolri Jenderal di Stosigit Prabowo
05:44diduga menyadap presiden dan sejumlah tokoh serta aktivis sejak tahun 2025.
05:49Satu hal harus dipastikan, tudingan makar mungkin bisa dialamatkan
05:53ke seorang pejabat negara.
05:55Dalam hal ini, Kapolri karena menyadap presiden,
05:58tetapi tidak bisa dipukur rata kepada siapapun yang menyuarakan pendapat kritisnya
06:03terhadap pemerintah demi perbaikan.
06:05Lantas dituding makar.
06:07Demikian satu menjaduk forum malam ini.
06:09Terima kasih dan sampai jumpa.