Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Mantan Penasihat Ahli Kapolri, Muradi, menilai penanganan kasus dugaan penyadapan yang menyeret mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tidak boleh hanya dilihat sebagai persoalan internal kepolisian.

Menurut Muradi, sejumlah lapisan jabatan di internal Polri yang diisi pada era Listyo telah mengalami pergantian. Namun, ia menilai persoalan yang lebih besar justru berada di luar institusi.

Muradi menyoroti keterlibatan Listyo dalam Pilpres 2024 serta munculnya istilah Partai Cokelat yang dikaitkan dengan dugaan keterlibatan polisi dalam politik praktis.

Muradi menyebut, isu Partai Cokelat merupakan salah satu hal yang perlu menjadi perhatian. Ia menilai, persoalan tersebut perlu dikawal agar penegakan hukum tidak berhenti pada lingkup internal Polri.

Di sisi lain, mantan Wakapolri Komjen (Purn) Oegroseno menilai penanganan perkara harus berfokus pada pihak-pihak yang benar-benar terlibat dalam peristiwa pidana.

Oegroseno menegaskan, proses hukum tidak boleh dilakukan berdasarkan suka atau tidak suka terhadap seseorang.

Lebih lanjut, Oegroseno berharap kepolisian di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Syudi dapat memulihkan kepercayaan publik.

Menurutnya, kepercayaan masyarakat harus dibangun melalui profesionalisme dan kedekatan Polri dengan masyarakat.

Baca Juga Muradi Duga Eks Kapolri Listyo Diperintah, Sebut Ada Kepentingan Penguasa Lama | SATU MEJA di https://www.kompas.tv/talkshow/699802/muradi-duga-eks-kapolri-listyo-diperintah-sebut-ada-kepentingan-penguasa-lama-satu-meja

Bagaimana menurut Anda? Tuliskan di kolom komentar.

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/K3oVmdCMp4M

#kapolri #listyosigit #prabowo

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/699803/kasus-eks-kapolri-sadap-presiden-muradi-khawatir-muncul-tsunami-politik-satu-meja
Transkrip
00:01Masih di Satu Menjadi Forum, saya ke Prof. Muradiprof, tanpa mendahului proses hukum,
00:06karena sudah masuk ke dalam penjidikan, sudah ditetapkan sebagai tersangka,
00:09tentu nanti akan berlanjut sampai ke pengadilan dan sebagainya.
00:12Artinya dicatakan ponis tersangka masih ada peluang, bisa peradilan, bisa apa, dan tidak bersalah.
00:19Artinya secara politik masih ada celah untuk melakukan perlawanan balik,
00:23kalau kita melihat ada kekuatan di belakang seorang Listio.
00:26Anda melihat akankah itu terjadi atau ya sudah lah, sudah habis ini.
00:32Seorang Listio dengan karir yang tadinya most of lending sudah selesai dengan diumumkan,
00:36apalagi ada embel-embel makar, ada dugaan makar, penyadapan sudah diumumkan resmi oleh institusinya,
00:43bahkan yang baru dia tinggalkan beberapa bulan.
00:46Kalau targetnya sebatas di internal, saya tadi menyambung dengan Pak Udo sampaikan,
00:53sudah tidak ada Pak Orangnya.
00:54Sudah tidak ada, sudah habis?
00:56Sudah habis betul, jadi kalau hanya mungkin dua itu pun juga lebih karena masih ada,
01:01karena ada hubungan letting angkatan dengan Kapolri, selebihnya sudah selesai.
01:05Saya sudah cek misalnya saya punya mapping Pak Ugro,
01:08jadi dari Jawa, Sumatera, yang masih sisa di Kalimantan,
01:13ada Kalimantan Utara dengan saya lupa Kalimantan.
01:16Jadi Anda mau bilang bahwa orang-orangnya Kapolri Lama Jendralistio itu sudah dibersihkan, sudah dikandung semua oleh...
01:23Karena ada empat layar ya, layar pertama tadi bintang tiga, sudah hampir selesai ini 95%.
01:29Yang layar kedua, Kapolda-Kapolda bintang dua, dan juga jabatan yang ada di Mabes bintang dua.
01:36Nah yang layar ketiga itu yang bintang satu, yang sekarang direktur-direktur di Mabes dan apa namanya Kua Kapolda.
01:41Nah yang terakhir nanti yang kompes-kompes nih, ini yang belum cuman dari tiga dan empat.
01:47Artinya secara internal sebenarnya gak ada itu, tapi yang saya khawatir sebenarnya bukan di internal.
01:52Bahwa kemudian beliau itu kan aktif.
01:55Di luar.
01:55Di 2024 kemarin dalam Pilpres, itu yang saya kira akan jadi tsunami politik.
02:01Bukan buat bangsa kita nih, karena akan jadi krisis politik kalau itu dimunculkan.
02:06Dan munculnya istilah parcok, artinya parcok itu kan artinya polisi masuk ke wilayah-wilayah politik praktis, itu kan di eranya
02:12Pak Listio.
02:14Artinya memang buat saya itu yang khawatir, tinggal lihat, nah yang sebelum kesana masih ada dua tahapan sebenarnya.
02:19Tahapan yang kemudian juga ada soal etik, ini juga belum clear.
02:25Saya kira nanti clear di internal, baru kemudian bicara soal yang lebih eksternal.
02:28Yang eksternal ini yang saya kira perlu kita kawal ya.
02:31Karena memang ini jadi bagian penting dari upaya Polri untuk menegakkan aturan hukum di dalam Amerika sendiri.
02:37Saya ke Pak Ugro.
02:38Pak Ugro, kalau melihat prosesnya, menurut Pak Ugro ini hanya berhenti di tiga parti termasuk jendalistio atau akan terus berkembang?
02:46Dan ini menjadi baik, kenapa?
02:48Karena ini bicara soal penegakan hukum dan tanpa pandang bulu, apalagi ini melibatkan perintah dari seorang Kapolri, pasti akan lebih
02:56banyak lagi atau seperti apa?
02:57Jadi saya melihat karakter Kapolri lah.
03:02Melihat karakter Kapolri?
03:04Ya, Pak General Suudi ini, beliau tidak menggunakan pola-pola, ah cukup ini saja yang lain tidak usah.
03:12Oke.
03:12Tapi juga tidak menggunakan, ah yang masih bisa nyerempi-nyerempi kita sabu bersih, ini ada orang-orang LSP ini sebagainya,
03:21saya rasa juga tidak ada.
03:22Bukan unsur like or dislike, tapi memang objektivitas, memang siapa yang terlibat dan tidak terlibat.
03:26Ya, nanti mantan supir, mantan ajudan itu dibersihkan kan tidak ada.
03:30Oh tidak, ya.
03:30Jadi, saya rasa yang terlibat dalam peristiwa pidana ini, penyadapan ini, itu yang diproses karena ini bukan dilakukan sendiri, tapi
03:39ada penyertaan di situ.
03:41Jadi, tuntas karena suatu saat jangan sampai nanti dalam perjalanan penyidikan ada pra-peradilan.
03:47Tapi kalau itu ada pra-peradilan, kita tidak larang apa.
03:50Ya, ya.
03:50Kemudian dalam persidangan nanti ada hal-hal yang, wah saya tidak berubat seperti itu.
03:54Ini ekstra hati-hati karena jangan sampai nanti prosesnya itu akhirnya tidak cukup bukti, bebas muli dan sebagainya.
04:02Jadi, itu yang harus dijaga. Jadi, sekali lagi, hilangkan saja perasaan ini orangnya ini, orang itu tidak ada.
04:11Polri ya, Polri.
04:12Polri ya, Polri.
04:13Sebagai senior di Polri, pernah jadi pimpinan wakil Polri, Anda pasti mengenal betul sosok Kapolri Jenderal Siudi.
04:24Apa yang Anda sarankan dalam konteks ini, yang Anda pesankan penting untuk menjaga kewibawaan Polri?
04:30Karena kebijakan beliau tadi, polisi bersama masyarakat, beliau, saya yakin-saya yakin-yakinnya, beliau ingin menciptakan kepercayaan masyarakat tadi.
04:40Trust building, membangun kepercayaan tadi ini nomor satu.
04:43Nah, membangun kepercayaan ini apa? Ya, polisi harus benar-benar profesional.
04:46Polisi harus benar-benar dekat dengan masyarakat.
04:49Polisi harus bisa mengakomodir ada aspirasi masyarakat apa nih, seperti ini.
04:54Jadi, contoh penegahan kasus yang kaitan dengan di Sukoharjo itu kan cepat sekali.
04:59Segera perupaan turun, langsung diambil keputusan seperti itu.
05:04Jadi, ya kita berharap, mudah-mudahan ini bisa berlangsung, kontinu seperti itu,
05:11sehingga masyarakat sekali lagi dengan peristiwa kasus penyadapan ini
05:16tidak akan menurunkan kepercayaan publik terhadap kinerja Polri ke depan nanti.
05:21Komisaris Jenderal Punawirawan Ugroseno, Wakap Polri 2013-2014,
05:27terima kasih sudah bergabung.
05:28Sama-sama.
05:29Menjadi forum, Profesor Muradi, terima kasih sudah bergabung.
05:32Dugaan makar yang dilakukan seorang Kapolri harus tuntas diungkap secara hukum,
05:37lebih dari sekadar pelanggaran prosedur penyadapan.
05:40Harus diungkap untuk siapa seorang Kapolri Jenderal di Stosigit Prabowo
05:44diduga menyadap presiden dan sejumlah tokoh serta aktivis sejak tahun 2025.
05:49Satu hal harus dipastikan, tudingan makar mungkin bisa dialamatkan
05:53ke seorang pejabat negara.
05:55Dalam hal ini, Kapolri karena menyadap presiden,
05:58tetapi tidak bisa dipukur rata kepada siapapun yang menyuarakan pendapat kritisnya
06:03terhadap pemerintah demi perbaikan.
06:05Lantas dituding makar.
06:07Demikian satu menjaduk forum malam ini.
06:09Terima kasih dan sampai jumpa.

Dianjurkan