00:00Kita ke berita selanjutnya, Sedara Karangan Bunga masih terlihat berjejar di area Gedung Mabes Polri, Jakarta.
00:05Isinya beragam ucapan untuk mendukung pengusutan kasus penyadapan Presiden Prabowo Subianto.
00:13Karangan Bunga masih terlihat di sekitar Gedung Mabes Polri hingga Sabtu sore.
00:18Mengirimnya dari berbagai elemen masyarakat, namun ada pula yang tak mencantumkan.
00:23Isi ucapan di karangan tersebut, mayoritas sama, yakni mendukung pengusutan kasus dugaan tindak pidana penyadapan Presiden Prabowo Subianto.
00:41Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menegaskan partainya mendukung penuh proses hukum kasus penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto.
00:51Bahlil mengaku dirinya juga turut menjadi korban penyadapan.
00:55Ia pun mengecam narasi yang mengaitkan dirinya dengan penyadapan Presiden.
00:59Bahlil minta pihak yang menuduhnya terkait dengan penyadapan Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan klarifikasi.
01:10Mohon perhatian, hadirin dimohon berdiri.
01:17Kepala Negara yang disadap, tidak hanya Kepala Negara yang disadap, saya pun disadap soalnya.
01:26Awal-awal jadi disadap, dan saya takut juga itu barang disadap.
01:30Karena telpon saya itu kan, kelakuan siang dan malam kan ketahuan semua disitu kan.
01:35Para jendelan-jendelan yang ditangkap, katanya ada ketua umum pantai rapat dengan mereka.
01:44Awal-awalnya saya tidak terlalu nek, karena ketua umum pantai kan banyak.
01:52Tapi begitu saya bangun tajam pagi dari pesawat, lihat, kok ini sudah menunduhnya ke saya.
02:02Saya bilang, apa maksudnya ini?
02:05Jadi saya mau sampaikan kepada saudara-saudara saya, ya di dalam mimbar ini, karena menunduh ketupat,
02:11saya hanya bicara di forum ini, segera klarifikasi itu, segera klarifikasi itu.
02:21Dan buktikan, saya minta kepada pihak aparat keamanan, pihak kepolisian, untuk diusuk tuntas, dibuka aja.
02:27Jangan pikiran terus yang dibangun.
02:32Diusuk aja.
02:38PKS meminta pihak kepolisian Pak Kopori mendukung untuk mengusuk setuntas-tuntasnya
02:44siapa aktor yang tertual di belakang kasus penyadapannya.
02:51Penyadapan, sikap kami jelas, usut sampai terang, hormati proses hukum.
02:55Ya kalau sempat kami juga mau jawab itu Pak Makput dalam podcastnya bilang ke geng Solo gitu.
03:01Saya kira itu tidak benar sama sekali sebelum ada pembuktian, bahaya yang kayak gitu.
03:11Menyikapi penyadapan pada Presiden Prabowo Subianto yang melibatkan ex-Kapolri,
03:16Generalistio Sigit Prabowo, partai politik berkonsolidasi.
03:20Ketua DPP PKS Muhammad Iqbal menyatakan,
03:23komunikasi pimpinan partai politik sudah dilakukan untuk membahas penyadapan Presiden Prabowo.
03:29PKS juga minta Polri membongkar aktor intelektual dan mengusuk tuntas kasus penyadapan Presiden Prabowo.
03:36Meski kasus ini masih dalam penyidikan polisi,
03:39Muhammad Iqbal menyinggung peran Generalistio yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolri di era Jokowi
03:44dan tindakan penyadapan ke Presiden Prabowo.
03:49Dari pesangka adalah dua orang yang pernah menjadi adjudan Pak Jokowi itu saja menjadi pertanyaan,
03:55kenapa mantan Presiden yang lain-lain disadap yang ini tidak?
03:59Kenapa yang ini disadap ini tidak? Ini jadi pertanyaan.
04:02Kalau Presidennya disadap, biasanya wakilnya juga, tapi wakilnya tidak disadap misalnya.
04:07Ini kan jadinya menjadi salah satu fakta dan data.
04:10Dan ini aspek politik juga diperhatikan.
04:12Bagaimana mungkin dia bekerja atau sebagai Kepala Kepolisian bekerja tanpa perintahnya tidak mungkin.
04:21Sementara itu, politisi PSI Faldo Maldini menyatakan
04:24penyadapan Presiden Prabowo sebagai persoalan serius dan harus diusuk tuntas
04:28dan mengancam narasi yang mengaitkan kasus ini dengan Jokowi.
04:33Faldo yakin Polri bekerja secara profesional dan transparan
04:37dalam pengusutan kasus penyadapan Presiden Prabowo.
04:40Tentang sikap PSI, kami kira memang penyadapan terhadap Presiden dan pejabat negara
04:45adalah persoalan yang serius bagi negara dan harus diusuk sampai terang beneran.
04:49Kami ingin prosesnya transparan, tidak ada yang ditutupi.
04:53Kami percaya Polri bekerja secara profesional dan kami menyambut nih langkah yang terbaru dari penyidik
04:58yaitu membentuk tim khusus untuk merespon isu yang berkembang di masyarakat.
05:04Soal pengusutan penyadapan Presiden Prabowo,
05:07Wakil Ketua DPR Sufmi Dasko Ahmad menyatakan
05:09menyerahkan sepenuhnya proses hukum pada Polri.
05:13Dasko menegaskan, Komisi 3 DPR akan melakukan pengawasan pada pengusutan kasus penyadapan.
05:21Kami menyerahkan sepenuhnya proses-proses hukum tersebut kepada pihak kepolisian
05:28dan kami akan meminta Komisi Teknis, dalam hal ini Komisi 3,
05:33untuk melakukan pemantauan secara berkala terhadap perkara ini.
05:41Bereskrim telah menetapkan empat tersangka dalam kasus penyadapan Presiden Prabowo Subianto.
05:46Empat orang yang ditetapkan sebagai tersangka yakni
05:48Ex-Ka Polri, Jendral Listio Sigit Prabowo,
05:51Irjen Ahri Sontana Sution,
05:53yang terakhir menjabat Kepala Divisi Hukum Polri,
05:56serta Irjen Selamut Uliandi dan Irjen Eko Hadi Santoso.
06:00Meski telah mengungkap empat tersangka,
06:02namun polisi belum mengungkap motif dan aktor intelektual di balik penyadapan.
06:06Kepastian terungkapnya semua pihak di balik kasus penyadapan Presiden Prabowo ditunggu publik,
06:12agar isu penyadapan Presiden tidak menjadi bola liar
06:15dan berujung pada spekulasi yang mengganggu kondisi stabilitas negara.
06:20Tim Liputan Kompas TV
06:27Untuk mengetahui perkembangan penyedikan kasus penyadapan Presiden,
06:31kita sahabat jurnalis Kompas TV,
06:33Tesalonika Ajeng dan Juru Kamera Adini Anissa,
06:36Tesa, jadi sejauh ini bagaimana perkembangan penyidikan kasus penyadapan Presiden?
06:41Sudahkah polisi mengungkap motif penyadapan itu?
06:48Selamat sore Sindi dan juga saudara,
06:50memang yang terbaru dari proses penyidikan dalam kasus penyadapan Presiden
06:55dan juga sejumlah nama pejabat lain ini,
06:57yang terbaru adalah saat kepolisian ini mengungkap adanya satu nama tersangka baru,
07:03yakni Irjen Selamat Uliandi,
07:05di mana Irjen Selamat Uliandi ini adalah mantan dari Kepala Divisi Teknologi Informasi dan Komunikasi Polri
07:12atau KADIF TIK Polri,
07:14yang mana memang sampai dengan saat ini,
07:17yang disebutkan oleh pihak Bareskrim sebagai penyidik di sini,
07:21memang belum ditahan,
07:23tidak seperti tiga tersangka lainnya,
07:26yakni Mantan Kapolri,
07:27Listio Sigit Prabowo,
07:29kemudian juga ada Irjen Ahri Sontana Sution,
07:31dan juga Irjen Eko Hadi Santoso,
07:34yang lokasinya saat ini ditahan di rutan Makobrimob di Depok,
07:40karena memang dari yang disebutkan oleh penyidik,
07:44ini dari tersangka yang baru,
07:45yakni Irjen Selamat Uliandi sendiri,
07:48memang masih dalam proses pemulihan pasca sakit,
07:52sehingga saat ini kondisinya tidak memungkinkan untuk ditahan.
07:57Dan yang terbaru juga memang dari pihak kepolisian masih terus mengatakan bahwa masih akan mendalami,
08:04termasuk juga yang masih dinantikan saat ini adalah apa,
08:08motif dibalik, dilakukannya,
08:11penyadapan ilegal terhadap presiden dan juga sejumlah nama lainnya
08:14oleh keempat tersangka yang masih belum juga diungkap oleh pihak kepolisian sampai dengan saat ini.
08:21Permintaan dan juga desakan untuk kepada pihak kepolisian untuk dapat mengungkap kasus ini secara terang benerang,
08:28termasuk dengan mengungkap siapa.
08:30Atau adakah aktor intelektual dibalik adanya penyadapan ilegal terhadap presiden ini
08:37juga datang dari sejumlah elemen masyarakat.
08:39Salah satunya seperti yang bisa Anda saksikan bersama yang saat ini ada di belakang saya,
08:47di lingkungan dari Mabes Polri sendiri,
08:50di mana ada sejumlah karangan bunga yang terpasang dari ujung jalan menuju ke ujung jalan lainnya,
08:58di gedung, salah satu gedung di Mabes Polri di sini,
09:00di mana memang tidak banyak yang menuliskan siapa atau dari mana dikirimkannya karangan bunga ini,
09:10namun isi dari karangan bunga ini memang bisa dibaca atau bisa dilihat senada,
09:15di mana semuanya meminta untuk kepolisian bisa mengusut adanya penyadapan ilegal yang terjadi terhadap presiden
09:23dan juga sejumlah nama pejabat lainnya.
09:25Kalau bisa kami gambarkan di sini dan kami baca,
09:28ada yang meminta untuk desak pertanggung jawaban dari keempat tersangka,
09:32kemudian ada juga yang memberikan apresiasi dan dukungannya kepada pihak kepolisian
09:36dengan menuliskan kami mendukung Polri untuk menegakkan hukum terhadap keempat tersangka.
09:42Selain itu juga ada yang terus meminta pihak kepolisian untuk lebih lagi mendalami,
09:47termasuk juga mengevaluasi Listio Sigit dan juga empat jenderal lainnya
09:51yang memang keempat jenderal ini sudah ditetapkan sebagai tersangka
09:55dalam kasus penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto itu sendiri.
10:01Desakan dari sejumlah elemen masyarakat termasuk juga datang dari beberapa partai politik,
10:08di mana tadi salah satunya juga yang sudah disebutkan bagaimana dari Ketua Umum Partai Golkar,
10:14kemudian juga adanya desakan yang datang dari sejumlah partai politik lain
10:18seperti Gerindra, PKS, Demokrat hingga PDI Perjuangan yang meminta kepada pihak kepolisian
10:24untuk bisa mengusut dengan lebih dalam lagi termasuk segera mengungkap siapa dalang
10:31ataupun aktor intelektual di balik ini termasuk juga motifnya sehingga isu terhadap penyadapan
10:38ilegal yang terjadi terhadap Presiden Prabowo ini tidak terus-menerus menjadi bola liar dalam masyarakat sindik.
10:45Jurnalis Kompas TV Tasalonika Ajeng dan Adini Anissa, terima kasih atas laporan Anda.