Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Karangan bunga masih terlihat berjejer di area Gedung Mabes Polri, Jakarta.

Isinya beragam ucapan untuk mendukung pengusutan kasus penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto.

Karangan bunga masih terlihat di sekitar Gedung Mabes Polri hingga Sabtu (7/11/2026) sore.

Pengirimnya berasal dari berbagai elemen masyarakat. Namun, ada pula yang tidak mencantumkan identitas pengirim.

Isi ucapan pada karangan bunga tersebut mayoritas sama, yakni dukungan terhadap pengusutan kasus dugaan tindak pidana penyadapan terhadap Presiden Prabowo.

Baca Juga Bahlil Bantah Terlibat Penyadapan Prabowo: Saya pun Disadap Soalnya! | KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/regional/700274/bahlil-bantah-terlibat-penyadapan-prabowo-saya-pun-disadap-soalnya-kompas-petang

#karanganbunga #penyadapan #mabespolri #prabowo

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/700276/mabes-polri-banjir-karangan-bunga-dukungan-usut-kasus-penyadapan-prabowo-kompas-petang
Transkrip
00:00Kita ke berita selanjutnya, Sedara Karangan Bunga masih terlihat berjejar di area Gedung Mabes Polri, Jakarta.
00:05Isinya beragam ucapan untuk mendukung pengusutan kasus penyadapan Presiden Prabowo Subianto.
00:13Karangan Bunga masih terlihat di sekitar Gedung Mabes Polri hingga Sabtu sore.
00:18Mengirimnya dari berbagai elemen masyarakat, namun ada pula yang tak mencantumkan.
00:23Isi ucapan di karangan tersebut, mayoritas sama, yakni mendukung pengusutan kasus dugaan tindak pidana penyadapan Presiden Prabowo Subianto.
00:41Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menegaskan partainya mendukung penuh proses hukum kasus penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto.
00:51Bahlil mengaku dirinya juga turut menjadi korban penyadapan.
00:55Ia pun mengecam narasi yang mengaitkan dirinya dengan penyadapan Presiden.
00:59Bahlil minta pihak yang menuduhnya terkait dengan penyadapan Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan klarifikasi.
01:10Mohon perhatian, hadirin dimohon berdiri.
01:17Kepala Negara yang disadap, tidak hanya Kepala Negara yang disadap, saya pun disadap soalnya.
01:26Awal-awal jadi disadap, dan saya takut juga itu barang disadap.
01:30Karena telpon saya itu kan, kelakuan siang dan malam kan ketahuan semua disitu kan.
01:35Para jendelan-jendelan yang ditangkap, katanya ada ketua umum pantai rapat dengan mereka.
01:44Awal-awalnya saya tidak terlalu nek, karena ketua umum pantai kan banyak.
01:52Tapi begitu saya bangun tajam pagi dari pesawat, lihat, kok ini sudah menunduhnya ke saya.
02:02Saya bilang, apa maksudnya ini?
02:05Jadi saya mau sampaikan kepada saudara-saudara saya, ya di dalam mimbar ini, karena menunduh ketupat,
02:11saya hanya bicara di forum ini, segera klarifikasi itu, segera klarifikasi itu.
02:21Dan buktikan, saya minta kepada pihak aparat keamanan, pihak kepolisian, untuk diusuk tuntas, dibuka aja.
02:27Jangan pikiran terus yang dibangun.
02:32Diusuk aja.
02:38PKS meminta pihak kepolisian Pak Kopori mendukung untuk mengusuk setuntas-tuntasnya
02:44siapa aktor yang tertual di belakang kasus penyadapannya.
02:51Penyadapan, sikap kami jelas, usut sampai terang, hormati proses hukum.
02:55Ya kalau sempat kami juga mau jawab itu Pak Makput dalam podcastnya bilang ke geng Solo gitu.
03:01Saya kira itu tidak benar sama sekali sebelum ada pembuktian, bahaya yang kayak gitu.
03:11Menyikapi penyadapan pada Presiden Prabowo Subianto yang melibatkan ex-Kapolri,
03:16Generalistio Sigit Prabowo, partai politik berkonsolidasi.
03:20Ketua DPP PKS Muhammad Iqbal menyatakan,
03:23komunikasi pimpinan partai politik sudah dilakukan untuk membahas penyadapan Presiden Prabowo.
03:29PKS juga minta Polri membongkar aktor intelektual dan mengusuk tuntas kasus penyadapan Presiden Prabowo.
03:36Meski kasus ini masih dalam penyidikan polisi,
03:39Muhammad Iqbal menyinggung peran Generalistio yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolri di era Jokowi
03:44dan tindakan penyadapan ke Presiden Prabowo.
03:49Dari pesangka adalah dua orang yang pernah menjadi adjudan Pak Jokowi itu saja menjadi pertanyaan,
03:55kenapa mantan Presiden yang lain-lain disadap yang ini tidak?
03:59Kenapa yang ini disadap ini tidak? Ini jadi pertanyaan.
04:02Kalau Presidennya disadap, biasanya wakilnya juga, tapi wakilnya tidak disadap misalnya.
04:07Ini kan jadinya menjadi salah satu fakta dan data.
04:10Dan ini aspek politik juga diperhatikan.
04:12Bagaimana mungkin dia bekerja atau sebagai Kepala Kepolisian bekerja tanpa perintahnya tidak mungkin.
04:21Sementara itu, politisi PSI Faldo Maldini menyatakan
04:24penyadapan Presiden Prabowo sebagai persoalan serius dan harus diusuk tuntas
04:28dan mengancam narasi yang mengaitkan kasus ini dengan Jokowi.
04:33Faldo yakin Polri bekerja secara profesional dan transparan
04:37dalam pengusutan kasus penyadapan Presiden Prabowo.
04:40Tentang sikap PSI, kami kira memang penyadapan terhadap Presiden dan pejabat negara
04:45adalah persoalan yang serius bagi negara dan harus diusuk sampai terang beneran.
04:49Kami ingin prosesnya transparan, tidak ada yang ditutupi.
04:53Kami percaya Polri bekerja secara profesional dan kami menyambut nih langkah yang terbaru dari penyidik
04:58yaitu membentuk tim khusus untuk merespon isu yang berkembang di masyarakat.
05:04Soal pengusutan penyadapan Presiden Prabowo,
05:07Wakil Ketua DPR Sufmi Dasko Ahmad menyatakan
05:09menyerahkan sepenuhnya proses hukum pada Polri.
05:13Dasko menegaskan, Komisi 3 DPR akan melakukan pengawasan pada pengusutan kasus penyadapan.
05:21Kami menyerahkan sepenuhnya proses-proses hukum tersebut kepada pihak kepolisian
05:28dan kami akan meminta Komisi Teknis, dalam hal ini Komisi 3,
05:33untuk melakukan pemantauan secara berkala terhadap perkara ini.
05:41Bereskrim telah menetapkan empat tersangka dalam kasus penyadapan Presiden Prabowo Subianto.
05:46Empat orang yang ditetapkan sebagai tersangka yakni
05:48Ex-Ka Polri, Jendral Listio Sigit Prabowo,
05:51Irjen Ahri Sontana Sution,
05:53yang terakhir menjabat Kepala Divisi Hukum Polri,
05:56serta Irjen Selamut Uliandi dan Irjen Eko Hadi Santoso.
06:00Meski telah mengungkap empat tersangka,
06:02namun polisi belum mengungkap motif dan aktor intelektual di balik penyadapan.
06:06Kepastian terungkapnya semua pihak di balik kasus penyadapan Presiden Prabowo ditunggu publik,
06:12agar isu penyadapan Presiden tidak menjadi bola liar
06:15dan berujung pada spekulasi yang mengganggu kondisi stabilitas negara.
06:20Tim Liputan Kompas TV
06:27Untuk mengetahui perkembangan penyedikan kasus penyadapan Presiden,
06:31kita sahabat jurnalis Kompas TV,
06:33Tesalonika Ajeng dan Juru Kamera Adini Anissa,
06:36Tesa, jadi sejauh ini bagaimana perkembangan penyidikan kasus penyadapan Presiden?
06:41Sudahkah polisi mengungkap motif penyadapan itu?
06:48Selamat sore Sindi dan juga saudara,
06:50memang yang terbaru dari proses penyidikan dalam kasus penyadapan Presiden
06:55dan juga sejumlah nama pejabat lain ini,
06:57yang terbaru adalah saat kepolisian ini mengungkap adanya satu nama tersangka baru,
07:03yakni Irjen Selamat Uliandi,
07:05di mana Irjen Selamat Uliandi ini adalah mantan dari Kepala Divisi Teknologi Informasi dan Komunikasi Polri
07:12atau KADIF TIK Polri,
07:14yang mana memang sampai dengan saat ini,
07:17yang disebutkan oleh pihak Bareskrim sebagai penyidik di sini,
07:21memang belum ditahan,
07:23tidak seperti tiga tersangka lainnya,
07:26yakni Mantan Kapolri,
07:27Listio Sigit Prabowo,
07:29kemudian juga ada Irjen Ahri Sontana Sution,
07:31dan juga Irjen Eko Hadi Santoso,
07:34yang lokasinya saat ini ditahan di rutan Makobrimob di Depok,
07:40karena memang dari yang disebutkan oleh penyidik,
07:44ini dari tersangka yang baru,
07:45yakni Irjen Selamat Uliandi sendiri,
07:48memang masih dalam proses pemulihan pasca sakit,
07:52sehingga saat ini kondisinya tidak memungkinkan untuk ditahan.
07:57Dan yang terbaru juga memang dari pihak kepolisian masih terus mengatakan bahwa masih akan mendalami,
08:04termasuk juga yang masih dinantikan saat ini adalah apa,
08:08motif dibalik, dilakukannya,
08:11penyadapan ilegal terhadap presiden dan juga sejumlah nama lainnya
08:14oleh keempat tersangka yang masih belum juga diungkap oleh pihak kepolisian sampai dengan saat ini.
08:21Permintaan dan juga desakan untuk kepada pihak kepolisian untuk dapat mengungkap kasus ini secara terang benerang,
08:28termasuk dengan mengungkap siapa.
08:30Atau adakah aktor intelektual dibalik adanya penyadapan ilegal terhadap presiden ini
08:37juga datang dari sejumlah elemen masyarakat.
08:39Salah satunya seperti yang bisa Anda saksikan bersama yang saat ini ada di belakang saya,
08:47di lingkungan dari Mabes Polri sendiri,
08:50di mana ada sejumlah karangan bunga yang terpasang dari ujung jalan menuju ke ujung jalan lainnya,
08:58di gedung, salah satu gedung di Mabes Polri di sini,
09:00di mana memang tidak banyak yang menuliskan siapa atau dari mana dikirimkannya karangan bunga ini,
09:10namun isi dari karangan bunga ini memang bisa dibaca atau bisa dilihat senada,
09:15di mana semuanya meminta untuk kepolisian bisa mengusut adanya penyadapan ilegal yang terjadi terhadap presiden
09:23dan juga sejumlah nama pejabat lainnya.
09:25Kalau bisa kami gambarkan di sini dan kami baca,
09:28ada yang meminta untuk desak pertanggung jawaban dari keempat tersangka,
09:32kemudian ada juga yang memberikan apresiasi dan dukungannya kepada pihak kepolisian
09:36dengan menuliskan kami mendukung Polri untuk menegakkan hukum terhadap keempat tersangka.
09:42Selain itu juga ada yang terus meminta pihak kepolisian untuk lebih lagi mendalami,
09:47termasuk juga mengevaluasi Listio Sigit dan juga empat jenderal lainnya
09:51yang memang keempat jenderal ini sudah ditetapkan sebagai tersangka
09:55dalam kasus penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto itu sendiri.
10:01Desakan dari sejumlah elemen masyarakat termasuk juga datang dari beberapa partai politik,
10:08di mana tadi salah satunya juga yang sudah disebutkan bagaimana dari Ketua Umum Partai Golkar,
10:14kemudian juga adanya desakan yang datang dari sejumlah partai politik lain
10:18seperti Gerindra, PKS, Demokrat hingga PDI Perjuangan yang meminta kepada pihak kepolisian
10:24untuk bisa mengusut dengan lebih dalam lagi termasuk segera mengungkap siapa dalang
10:31ataupun aktor intelektual di balik ini termasuk juga motifnya sehingga isu terhadap penyadapan
10:38ilegal yang terjadi terhadap Presiden Prabowo ini tidak terus-menerus menjadi bola liar dalam masyarakat sindik.
10:45Jurnalis Kompas TV Tasalonika Ajeng dan Adini Anissa, terima kasih atas laporan Anda.

Dianjurkan