00:00domestik dan juga kondisi dari anggaran pendapatan dan belanja kita.
00:05Nah, ketika saya melaporkan APBN, kami juga melaporkan kepada Bapak Presiden bahwa
00:12ada beberapa berita baik, karena ini adalah bagian dari kita bernegara dalam jangka panjang.
00:21Dan yang saya laporkan adalah dengan pengelolaan APBN, pengelolaan ekonomi yang baik sampai dengan saat ini,
00:29dengan kerjasama yang baik antara Kementerian Keuangan, Pemerintah, sebagai Wakil Pemerintah dan Bank Indonesia,
00:38maka pada akhir bulan lalu, kita telah berhasil menyelesaikan pembayaran utang obligasi BLBI kepada Bank Indonesia.
00:53Nah, utang obligasi BLBI ini adalah obligasi yang diterbitkan ketika pemerintah Indonesia menangani
01:03yang namanya krisis keuangan tahun 1997 dan 1998.
01:09Jadi, 30 tahun yang lalu, ketika kita menangani yang namanya krisis ekonomi,
01:171998, salah satu aktivitas yang dilakukan oleh pemerintah adalah menerbitkan obligasi bantuan likuiditas Bank Indonesia.
01:30Dan, bantuan likuiditas Bank Indonesia itu dijadikan tanggung jawab pemerintah.
01:35Secara kontinu dibayarkan kepada Bank Indonesia dan terakhir, jumlah obligasi yang diterbitkan ketika itu adalah
01:46Rp218,3 triliun.
01:50Itu tercatat sebagai utang pemerintah kepada Bank Indonesia dan secara rutin, secara dari waktu ke waktu,
02:00dibayar oleh pemerintah, oleh APBN kepada Bank Indonesia.
02:04Ya, pembayaran terakhir dilakukan pada tanggal 24 Agustus yang lalu
02:10dengan penerimaan negara bukan pajak yang berasal dari sisa surplus Bank Indonesia.
02:19Jadi, teman-teman media semua, Bank Indonesia itu ketika beroperasi bisa jadi mengalami surplus.
02:25Ketika dia mengalami surplus, maka surplusnya itu ada ketentuannya berapa besar,
02:29itu diserahkan kepada kas negara dan kami mencatat sebagai penerimaan negara bukan pajak.
02:38Nah, penerimaan negara bukan pajak yang berasal dari surplus BI seperti ini,
02:42itu digunakan untuk membayar utang yang dibuat ketika penanganan krisis dulu itu.
02:49Nah, utang yang obligasi yang Rp218,3 triliun itu dibayar sudah selesai, sudah tuntas kita bayar.
02:59Dengan demikian, kita betul-betul menutup lembaran sejarah penerbitan obligasi penanganan krisis.
03:08Tahun 1997-98 yang diselesaikan di masa pemerintahan Bapak Presiden Prabowo Subianto.
03:16Itu adalah suatu berita yang sangat baik dan saya ingin menegaskan bahwa pelunasan ini tidak mengurangi,
03:26saya ulangi, pelunasan ini tidak mengurangi hak tagih negara atas kewajiban dari para obligor atau debitur BLBI.
03:37Kenapa demikian? Ini ceritanya kira-kira begini.
03:41Jadi, kalau para debitur itu tercatat sebagai nasabah di bank,
03:47banknya itu kemudian sudah dilakukan rekap, pernah menerima BLBI atau dilakukan rekapitalisasi,
03:55nah, kemudian diambil alih oleh pemerintah.
03:57Maka pemerintah memiliki hak tagih atas semua debitur yang masih,
04:06atas semua kewajiban dari obligor maupun debitur tersebut.
04:10Jadi, saya sekaligus pada saat ini ingin menyampaikan bahwa pemerintah akan terus melanjutkan penagihan kewajiban kepada debitur dan obligor tersebut.
04:24Tetapi, karena pemerintah punya hak tagih, tetapi hubungan antara pemerintah dengan Bank Indonesia sudah selesai.
04:32Ini jadi adalah klarifikasi yang ingin saya sampaikan dan tadi-tadi mendapatkan arahan dari Bapak Presiden
04:41bahwa Bapak Presiden menyambut baik penyelesaian ini
04:45dan memang kalau kita masuk di dalam suatu krisis yang sifatnya jangka panjang, pada waktu itu ya, penyelesaiannya itu jangka
04:52panjang.
04:53Dan tentu ini menjadi pembelajaran yang luar biasa bagi perekonomian Indonesia, bagi kebijakan makro ekonomi Indonesia
05:02sehingga menjadi catatan sejarah dan ditutup.
05:06Pada hari ini, utang ke BI untuk obligasi BLBI selesai dibayar tuntas, lunas.
05:13Demikian kira-kira yang ingin saya sampaikan ke teman-teman media.
05:30Satgas BLBI memang selesai di akhir tahun 2024
05:34dan secara tata kelola pemerintahan itu dilanjutkan oleh Kementerian Keuangan.
05:40Di Kementerian Keuangan itu, di Direkturat Jenderal Kekayaan Negara
05:44ada yang namanya Panitia Urusan Piutang Negara, PUPN.
05:49Ini bertanggung jawab atas penagihan seluruh kewajiban yang dimiliki,
05:55yang masih terutang kepada negara, piutang namanya.
05:59Jadi akan kita lanjutkan.
06:01Dan sebenarnya juga telah dikeluarkan PP nomor 4 tahun 2026
06:06yang menjadi landasan baru dari penyelesaian penagihan ini.
06:11Kita berharap bahwa kewajiban-kewajiban ini akan terus kita kejar
06:15dan kemudian kita gunakan pengembaliannya
06:19untuk betul-betul kemasyaratan masyarakat kita melalui APBN.
06:26Kita bekerja terus dengan konstruksi Kementerian Keuangan yang ada di CKN.
06:32Kalau dari strategi pemerintah sendiri,
06:35mengejar asetnya itu seperti apa Pak?
06:38Ada banyak cara, jadi termasuk dalam berbagai macam bentuk ya penagihan aktif.
06:43Kita juga membuka diskusi terus, kita memiliki daftarnya.
06:47Karena kemudian teman-teman di DJKN banyak melakukan
06:51apa namanya, pemancangan penyitaan.
06:56Mungkin lihat di beberapa tempat ada penyitaan.
06:59Dan bukan hanya dilakukan oleh Kementerian Keuangan sendiri.
07:02Kita melibatkan aparat penegak hukum yang lain.
07:04Dan juga bersama-sama melakukan penandaan aset.
07:08Jadi ditandai ini adalah terkait dengan BLBI,
07:12terkait dengan penanganan obligasi rekap dan yang lainnya.
07:15Jadi kita lakukan secara aktif,
07:17bekerja dengan seluruh lembaga yang ada.
07:21Oke, makasih banyak.
07:22Oh ya, masih ada titipannya.
07:24Izin Pak.
07:25Pak, beti apakah pelunasan ini
07:28percepatan dari surat utang yang diterbitkan di 2003 lalu ya Pak?
07:32Yang seharusnya jatuh temponya di 2004-2003 Pak?
07:36Enggak Pak, enggak ada kaitan.
07:37Enggak Pak.
07:38Enggak ada kaitan dengan itu.
07:39Itu apa ya?
07:40Yang SRB-01-2001-2001.
07:43Oh, itu sudah selesai.
07:45Itu, itulah yang sudah selesai itu.
07:48Itu yang diselesaikan, iya.
07:50Itu yang diselesaikan.
07:51Jadi, saya jatuh temponya di 2004 juga,
07:53tapi itu selesai?
07:56Saya enggak ingat jatuh temponya persisnya berapa,
07:59tapi yang penting semua utang kita ke BI sudah selesai,
08:02dan dengan BI kita akan kerjasama terus memastikan pembukuannya benar.
08:06Oke, makasih banyak.
08:10Oh, masih ada daftarnya.
08:13Nanti satu hari APBN kita, kita keluarin deh.
08:15Ya, enggak bawa daftarnya.
08:17Yuk, makasih semuanya.
08:18Yuk, sehat-sehat.
08:19Ada, kita lihat.
08:21PEMBICARA 1
08:22PEMBICARA 2
08:23PEMBICARA 3
08:24Terima kasih.