00:00Direktif itu adalah hasil kajian kita, hasil temuan kami dengan seluruh pertimbangan-pertimbangan hukum
00:05itu akan kita berikan kepada yang bersangkutan, misal kepada IMIPAS, kepada MENKO dan sebagainya
00:11agar itu dijadikan rujukan, salah satunya itu menjadi rujukan, kira-kira itu
00:16Terima kasih banyak Pak Fikri untuk informasinya tadi terkait dengan bagaimana sidak yang dilakukan oleh Ombudsman RI
00:26kemarin di Lapas Cibinong ini, Isan tadi memang disampaikan dari temuan yang ditemukan kemarin
00:36dari tim Ombudsman ini memang sebenarnya awalnya tidak ada niat untuk menyidak sejumlah fasilitas mewah yang ada di dalam Lapas
00:45Cibinong ini
00:46tapi dengan tim Ombudsman ini yang terus dihalangi, akhirnya mereka menemukan ada sejumlah kejanggalan
00:53akhirnya menemukan fasilitas-fasilitas mewah tersebut, ada rumah mewah, mobil-mobil mewah, bahkan miras juga ini ditemukan begitu ya
01:02bahkan juga tadi disampaikan memang warga binaan ini terlihat ada di dalam rumah-rumah tersebut
01:07ini yang masih akan didalami bahwa akan memang disebutkan ada warga binaan yang tinggal di sana
01:12tapi ini yang masih akan didalami apakah sejumlah nama-nama koruptor besar
01:15dan siapa saja sebenarnya yang memanfaatkan fasilitas mewah itu, ini akan dilakukan pendalaman lagi oleh Ombudsman RI
01:21dan tadi juga disampaikan ini tentu menjadi evaluasi
01:24dan juga dari temuan ini, dari Ombudsman RI ini akan menyerahkan juga kepada Kemenko Hukum HAM IMIPAS
01:31begitu bagaimana tindak lanjutnya, tentu yang harus kita tunggu ini bagaimana langkah selanjutnya
01:36atau tindakan yang akan dilakukan dari Kemenko Hukum HAM IMIPAS ini terkait temuan yang ada di lapas Cibinong, ini, Isan
01:45Zevanya Situmeang langsung dari kantor Ombudsman Republik Indonesia
01:49dan saudara tetaplah bersama kami di Breaking News Kompas TV
01:53usai jeda kita akan melihat bagaimana berita soal temuan Ombudsman Republik Indonesia ini bisa sampai di meja redaksi Kompas TV
01:59dan kita juga akan mengejar Jurnalis Kompas TV di lapangan mengejar statement dari pihak-pihak terkait
02:03seperti Kemenko Hukum HAM dan juga Imigrasi Menteri Hukum dan juga Menteri IMIPAS
02:11dan juga pihak terkait seperti DPR Komisi 3 mungkin
02:15bagaimana Jurnalis Kompas TV menghimpun informasi ini di lapangan, kami akan kembali usai jeda
02:20Jurnalis Kompas TV
02:25Koordinator Liputan Kompas TV Valentina Sitorus, Valen
02:28Hei, Isan
02:29Halo, Valen ini ada informasi yang geger banget nih soalnya
02:32ini rame juga di media sosial
02:34kita boleh mundur dikit, Valen
02:36ini informasinya kan rame banget ya, bener ya
02:39bener
02:39kemarin, sidaknya kemarin itu ya
02:43terjadi ribut juga dorong-dorong
02:45itu kan informasi yang sampai ke meja Korib Kompas TV apa aja
02:50ya, kalau sebenernya kemarin itu kita dapat info dari kontributor Bogor, Jawa Barat, Niko
02:57Niko ya
02:57Niko itu nyampein, ya aku lupa jamnya jam berapa tapi sekitar siang ke sore gitu ya
03:02dia bilang kalau ini ada info soal ombudsman yang sidak ke lapas 2A Cibinong
03:08katanya itu ditemuin ada fasilitas mewah di sekitaran lapas itu
03:17cuma memang lokasinya nggak ada di dalam lapas
03:19jadi memang ada di bangunan luar pagar lapas itu
03:22katanya dekat rumah dinas kepala lapas
03:25itu terkonfirmasi nggak?
03:27itu sebenernya masih belum ada konfirmasi
03:30kalau dekat iya mungkin
03:32karena kalau sebenernya informasi yang kita dapatin itu
03:36untuk semua petugas lapas
03:38bukan semua ya, untuk beberapa petugas lapas dengan jabatan tertentu
03:42itu tuh sebenernya dapat rumah dinas
03:43baik
03:44nah rumah dinas
03:45nah lokasinya dimananya dengan rumah dinas kepala lapas itu
03:48yang kita belum dapat konfirmasinya
03:50nah saat itu konfirmasi kita itu
03:53banget Isan
03:54kita nggak dapat apapun termasuk gambar
03:57bahkan kemarin itu cuma kita
03:58memang kita itu dapat infonya dari ombudsman ya
04:01karena ombudsman itu datang ke lapas 2A Cibinong ini tuh
04:06memang satu kru lengkap ombudsman
04:09jadi video juga mereka terlihat rame sekali
04:12iya dan itu memang video dari ombudsman nya sendiri
04:14oke
04:14nah itu ombudsman yang memang
04:16mereka tuh memang punya rencana untuk sidak ke lapas itu
04:19bukan kali pertama sebenernya
04:21sidak ini dilakukan ke lapas 2 Cibinong
04:24eh sorry, lapas 2 Cibinong
04:25karena sebelumnya di bulan lalu
04:28di bulan Agustus lalu
04:29pengakuannya ombudsman ini memang melakukan sidak
04:31tapi memang nggak seterbuka seperti yang kemarin itu
04:35nggak seterbuka itu gitu
04:37nah waktu bulan lalu mau sidak
04:39karena memang dapat informasi ada
04:41ada fasilitas mewah nih di sana gitu kan
04:45ternyata abis itu
04:47karena nggak dibukakan oleh petugas lapasnya
04:49yaudah deh pengakuan dari
04:51apa namanya
04:52anggota ombudsman itu bilang
04:54oke deh besok kami akan datang lagi
04:56dengan bawa surat izin
04:57surat lengkap bahwa ini memang
05:00surat tugas untuk melakukan sidak itu
05:02dan ini adalah hak ombudsman yang
05:04tidak boleh dilarang gitu kan
05:06yaudahlah dari bulan Agustus lalu
05:08yang mereka dilarang
05:09akhirnya mereka datang di bulan September ini
05:11tepatnya kemarin tanggal 23 September
05:13nah itu mereka datang ke sana
05:15ternyata perlakuannya sama lagi Isan
05:17mereka nggak boleh untuk masuk ke dalam lapas
05:20nah yaudahlah pada akhirnya
05:22mereka cuma disuruh tunggu di lobi
05:24tapi kan ya nggak mungkin lah ya
05:25untuk sidak itu dilakukan ya secara formalitas
05:27aja ke tempat
05:29apa namanya ruang tahanan di sana
05:31tapi ternyata ketika mereka jalan ke belakang lapas
05:34itu tuh mereka kok melihat ada pintu yang terbuka
05:38pintu terbuka lalu lalang
05:39lalu lalang kendaraan di situ
05:41kok bisa
05:42ya nggak wajar lah ya di penjara
05:44harusnya kan
05:45tetap ya
05:46apa pengamanannya itu ya
05:48semuanya harus tertutup rapat gitu kan
05:50kok ini ada yang setengah terbuka
05:51ada lalu lalang di sana cobalah keluar
05:54nah waktu keluar itu
05:55kok ada mobil-mobil mewah di sana
05:59terus ada fasilitas mewah di sana
06:01yang memang itu
06:02kemudian jadi rasa penasarannya
06:04temen-temen ombudsman
06:05samalah kayak wartawan kan
06:07rasa penasarannya kok ini kayak ada jangga gitu
06:08kayak mobilnya juga mewah-mewah ya
06:10ada Fortuner
06:11ada Toyota Avan gitu ya
06:12dan waktu itu pengakuannya
06:14anggota ombudsman itu
06:15sorry kalau memang ini
06:17apa namanya
06:18rumah dinas dari pegawai lapas
06:21kok maaf semewah ini gitu loh
06:23nah itu kan kayak nggak masuk di akal
06:25tapi ketika mau masuk ke dalam
06:27ke dalam rumah itu tuh
06:29seperti ada larangan gitu
06:30tapi memang waktu itu pengakuannya
06:32dari mungkin yang tersebar di media sosial sekarang juga ya
06:34itu tuh juga
06:36mereka sempat menanyakan
06:37yang merupakan juga
06:39tahanan di sana
06:40itu tuh dibilang kalau
06:42iya ini yang punya uang yang bisa
06:44yang bisa nempatin ini gitu
06:46cuma di situ
06:47ombudsman mengakui
06:49belum tanya berapa nominalnya
06:51untuk bisa menempati yang ini gitu
06:53nah informasinya cuma sampai di situ
06:55karena setelah itu ya
06:56yang tersebar di sosial media
06:57yang bahkan yang sudah kita tayangkan
06:59lewat breaking news itu
07:00bahwa apa namanya
07:02ombudsman hanya memiliki
07:03minim data
07:05minim apa namanya
07:07ke informasi dari sana
07:10ya seperti itulah
07:12sampai akhirnya
07:13gambar itu sudah dirilis
07:15dan kita memang belum dapat konfirmasi
07:17baik itu dari kepala lapas
07:19kemudian juga dari
07:20satu pun belum ada
07:21dari kepala lapas
07:22dijen pas Jawa Barat
07:24atau siapapun itu yang terkait
07:25belum ada
07:25belum ada sampai sekarang
07:26oke
07:27dan memang
07:28tadi itu
07:29yang kita dapatkan terbaru itu
07:31justru dari
07:32Menko Kumhami Imipas
07:33terkait
07:34Pak Yusril
07:35Pak Yusril
07:35oke
07:36Pak Yusril itu menyebarkan rilis
07:38yang memang
07:39berdasarkan
07:40kasus ini begitu
07:41naik
07:42viral gitu kan
07:43beliau juga mengaku sudah
07:45kontak sama Menteri Imipas
07:46Menteri Imipas
07:47yang memang
07:48ya sudahlah
07:49biarkan media itu
07:50masuk
07:51mereka harus tahu
07:52apa sebenarnya yang terjadi
07:53di sana gitu
07:54dan keterbukaan informasi
07:55dan apa namanya
07:58keterbukaan informasi
07:59seperti ini tuh harus
08:00dipersilahkan ke media
08:01supaya masyarakat tahu
08:02oh dia mempersilahkan
08:03untuk media untuk
08:04masuk gitu ya
08:05bener
08:05dan akhirnya
08:06ketika rilisnya
08:08Pak Yusril ini
08:09Menteri Yusril ini
08:10tadi sekitar jam 10
08:11kami dapat informasi lagi
08:13dapat informasi lagi
08:14dari
08:15Niko kontri kita di Bogor
08:17untuk bisa
08:18masuk ke rumah dinas
08:20yang diduga ini merupakan
08:22fasilitas mewah yang kemarin
08:23ditemukan ombudsman
08:23rumah dinas kalapas
08:24atau di sekitarnya
08:26di sekitarnya itu
08:27oke
08:27jadi katanya ini tuh dari
08:29salah satu
08:30orang yang berjaga mungkin-mungkin yang
08:32memang ditugaskan oleh
08:33lapasnya ya
08:34ini deh kasih tahu media bahwa
08:36ini adalah ruangan kemarin
08:37yang disidak oleh ombudsman
08:38ini tuh dibilang
08:39kalau
08:41pegawai lapas Cibinong
08:42itu sebenarnya dapat hak rumah dinas
08:44memang echelon 4, echelon 5, regu pengamanan
08:48itu juga dapat
08:49dan fasilitasnya mungkin bisa dilihat di visual rumah TV setelah ini ya
08:53itu tuh memang
08:55apa ya
08:56rumah dinas yang dibangun secara kosongan gitu
08:59katanya
09:00dan tadi tuh sebenarnya ada TV
09:01ada sofa
09:02ada kitchen set gitu
09:04katanya ini sih yang mengisi ya orang-orang yang nempatin disitu
09:07itu temuan ombudsman
09:08bukan itu yang tadi barusan diliput sama kontri kita
09:11Niko
09:12oke
09:12di Bogor
09:13nah ini nih
09:15Insan
09:15nah ini
09:16ini
09:16khas ini gambarnya dari ombudsman
09:19oh ini yang masih ombudsman RI
09:20ada sofa
09:22ada ruang tamu
09:24ada AC nya
09:25ada pulkasnya
09:26pokoknya lengkap ini
09:26seperti satu rumah
09:28full lah ya
09:29full furnish gitu ya
09:30full furnish
09:31bener
09:32bener-bener
09:32ini tuh memang tidak disebutkan bahwa ini adalah lapas
09:35rumah dinas gitu
09:37rumah dinas
09:38dan itu juga yang jadi alasan dari Menko Yusril
09:41dia mengatakan kalau
09:42silahkan media masuk
09:44untuk melihat apakah ini benar rumah yang dijual
09:48dalam tanda kutip kepada narapidana
09:50atau ini adalah rumah dinas
09:52ataupun rumah untuk proses asimilasi
09:55katanya gitu
09:56saya juga baca seperti itu
09:57apakah itu juga nanti akan kita tanyakan pasti ke pemerintah
10:01dan juga
10:02terima kasih