Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS Menteri Keuangan Suahasil Nazara bicara soal program koperasi desa merah putih dan program Pendidikan gratis.

Hal ini disampaikan dalam konferensi pers di Jakarta pada Kamis (24/9/2026).

Soal utang Kopdes, Suahasil mengatakan bahwa pembayaran utang sudah dianggarkan di dalam APBN.

Sementara soal alokasi dana pendidikan gratis, pihaknya menyampaikan hingga kini masih dalam proses pengerjaan.

#bankindonesia #menkeu #breakingnews

Produser: Theo Reza

Video Editor: Aqshal

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/692487/menkeu-suahasil-bicara-soal-utang-kopdes-merah-putih-program-pendidikan-gratis
Transkrip
00:00Pertanyaan tentang jatuh temponya pinjaman KDMP.
00:07Saya mau menyampaikan di sini bahwa untuk pembayaran utang
00:14yang digunakan untuk membangun kooperasi desa, kooperasi Kelurahan Merah Putih,
00:19itu telah dianggarkan di dalam APBN.
00:23Telah dianggarkan. Jadi anggarannya ada.
00:26Tidak ada. Dari sejak kita membuat APBN, anggarannya itu ada, tersedia.
00:34Nah, jadi pasti dibayar.
00:37Karena sudah ada anggarannya.
00:40Sepanjang tahun biasanya kita itu, namanya APBN itu selalu fleksibel.
00:45Kadang-kadang, bahkan kadang-kadang yang belum ada anggarannya kita coba cari anggarannya.
00:50Nah, kalau untuk KDMP ini sudah ada anggarannya dari sejak pertama APBN masuk ke 2026.
00:55Jadi pasti dibayar.
00:58Nah, sekarang dalam proses membayar ini kita cari cara membayarnya.
01:03Karena kan tentu harus ada verifikasi atas apa yang sudah dibangun,
01:08berapa yang sudah ada proses validasi,
01:11ada kementerian lembaga yang perlu memantau di lapangan,
01:18ada desa yang tempat itu dibangun.
01:21Ini proses ini yang terus berlanjut, ya.
01:24Teman-teman di Kementerian Koperasi, saya tahu persis, melakukan ini dengan sangat kerja keras.
01:30Teman-teman di Agrinas melakukan pembangunannya dengan sangat kerja keras.
01:35Ini yang dibangun sedemikian hingga nanti pembayarannya akan berlangsung.
01:40Akan berlangsung.
01:41Pasti dibayar karena anggarannya sudah ada.
01:44Tadi ada yang bertanya, apakah KSSK memantau ini?
01:51Ya tentu, yang di dalam KSSK itu ya kami semua,
01:53dan kami Kementerian Keuangan, BI, OJK, LPS,
01:58dan antara yang notabene adalah pemilik dari Bank Himbara,
02:03Bank Himbara yang mengerjakan KDMP.
02:04Makanya dengan keberadaan bank, dengan keberadaan dan antara di situ,
02:09menjadi komplit ceritanya.
02:11Ceritanya menjadi komplit.
02:14Ada BUMN yang di situ juga.
02:17Stress test.
02:18Kalau stress test sih sebenarnya secara rutin dilakukan terus oleh teman-teman di Sekretariat KSSK
02:27dan menjadi informasi bagi para prinsipal.
02:30Untuk melihat kondisi ekonomi dunia, untuk melihat bagaimana gerak dari global,
02:37lalu kemudian kira-kira seperti apa dampaknya kepada Indonesia.
02:41Ini selalu kita lakukan.
02:43Nah, untuk itu KSSK mengadakan rapat 3 bulan sekali.
02:49Nanti bulan Oktober akan ada rapat prinsipal lagi untuk KSSK
02:53dan biasanya setelah itu ada press conference-nya.
02:55Tapi, saya bisa sampaikan ke teman-teman media,
02:59dalam rangka prinsipal KSSK itu rapat,
03:02itu rapat tim teknisnya itu berlapis-lapis.
03:07Baik lewat Sekretariat maupun lapat yang sifatnya itu bilateral.
03:11Kementerian Keuangan dengan OJK, OJK dengan BI, BI dengan LPS dan seterusnya.
03:16Berlapis-lapis dia.
03:18Sehingga dalam lapisan-lapisan rapat itu disampaikanlah berbagai macam hal yang dianggap penting.
03:23Nanti kemudian semuanya mengerucut.
03:26Naik dan mengerucut menjadi laporan kepada prinsipal di KSSK yang rapat tiap 3 bulan tersebut.
03:34Ini adalah koordinasi kita semua.
03:36Karena itu kemampuan untuk koordinasi, kemampuan untuk bersinergi menjadi sangat-sangat penting.
03:43Grace tadi mengatakan soal proyeksi pertumbuhan.
03:47Proyeksi pertumbuhan kita masih lihat bahwa saya yakin di Q3, Q4, di setengah tahun ke-2 ini kita masih bisa
03:55tumbuh di atas 5,5.
03:57Dan ini merupakan pertumbuhan yang cukup baik.
04:00Kalau aspirasi, aspirasi kita menuju 6.
04:03Kondisi dunianya seperti ini kita lihat bagaimana gerak ekonomi Indonesia.
04:07Tapi sangat resilient.
04:08Kalau inflasinya 3,19, kalau yang namanya pertumbuhan Q1-nya 5,45,
04:18kalau pertumbuhan kreditnya di sekitar 13 persen.
04:21Ini adalah indikator-indikator yang baik buat fundamental kita.
04:27APBN-nya berjalan dengan baik dengan yang selalu tiap bulan kita lakukan.
04:31Kemudian koordinasi SBN-SRBI.
04:35Koordinasinya jalan terus seperti yang tadi saya sampaikan, Grace.
04:40Bukan hanya dalam konteks hari-hari, tetapi secara konteks tahunan pun,
04:45strategi penerbitan portfolio pembiayaan dari Kementerian Keuangan pun dikomunikasikan.
04:52Jadi dari high level sampai dengan yang sehari-hari terjadi.
04:57Saya rasa itu yang, oh terakhir dari Konita Kebijakan Sekolah Gratis.
05:03Kemarin sebelum masuk mobil dia nanya itu soalnya sama saya,
05:06dia ngejar-ngejar mobil saya.
05:07Kemarin saya sampaikan ya ke Konita juga 824 triliun.
05:11Nah kita melihat bahwa 824 triliun ini kan ada yang di pusat,
05:17ada yang kemasuk APBD.
05:20Yang di pusat itu dari berbagai macam kementerian.
05:22Ada yang di kementerian, apa namanya, ada kementerian pendidikan,
05:27Edik Dasmen, ada yang di kementerian Dikti, ada yang di kementerian agama,
05:32ada juga di kementerian-kementerian lain lebih kecil.
05:34Jadi ini yang kita lihat, desainnya seperti apa?
05:37Lalu output dari pendidikan kita, terutama setelah kita menjalankan
05:41anggaran pendidikan 20%, itu seperti apa output yang kita dapat sekarang?
05:45Nah kita tahu output kita, angka partisipasi kasar sekian,
05:48nangka partisipasi murni sekian, PISA skor kita sekian, dan seterusnya.
05:53Jadi arahan dari Bapak Presiden adalah untuk membuat grand design.
05:59Grand design, coba lihat lagi, uang 824 triliun satu tahun, tahun depan,
06:06itu bukan uang yang kecil.
06:08Bagaimana mendapatkan manfaat yang maksimal dari situ.
06:12Itu yang kemarin saya yakin juga sudah diumumkan oleh Pak Menko
06:15dan Bapak-Bapak Menteri yang lain.
06:18Kita design dulu, tapi saya rasa arahan dari Bapak Presiden
06:22untuk melihat lagi secara komplit, SD, SMP, SMA, perguruan tinggi,
06:28lalu kemudian ekosistem yang kita miliki sekarang,
06:31ada sekolah rakyat, sekolah unggulan Garuda, sekolah terintegrasi,
06:35lalu kemudian ada LPDP, ada ekosistem yang luar biasa,
06:39ini tentu arahan untuk melakukan overview terhadap ini semua
06:42adalah arahan yang sangat penting dari Bapak Presiden kita.
06:45Kita sedang kerjakan dan pasti akan kita sampaikan ke masyarakat.
06:50Begitu Bu Desi, saya rasa, terima kasih.
06:53Baik, terima kasih Pak Menteri.
06:54Saya mencoba menjawab yang terkait dengan Bank Indonesia.
06:57Yang pertama terkait dengan Undisbursed Loan,
07:00tadi dari Cita ya, dari Cita.
07:02Bapak Presiden

Dianjurkan