Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
BOGOR, KOMPAS.TV - Inspeksi mendadak Ombudsman RI ke Lapas Kelas IIA Cibinong, Bogor, menemukan sejumlah ruangan berfasilitas mewah yang diduga untuk narapidana.

Bahkan Ombudsman menyebut ruangan-ruangan itu setara dengan apartemen.

Anggota Ombudsman RI yang melakukan sidak ke Lapas Kelas IIA Cibinong, Bogor, Jawa Barat, menemukan lebih dari 10 kamar dengan berbagai fasilitas seperti apartemen.

Fasilitas yang terdapat antara lain ruang tamu, kamar tidur, televisi, peralatan memasak, dan kulkas. Bahkan dalam lemari pendingin terdapat botol-botol minuman keras.

Diduga kuat tempat tersebut dihuni narapidana.

Saat melakukan sidak ke Lapas Kelas IIA Cibinong, Bogor, Jawa Barat, anggota Ombudsman RI sempat dihalang-halangi pihak lapas.

Menurut Ombudsman RI, penolakan tanpa disertai alasan jelas sehingga menimbulkan kecurigaan.

Perdebatan pun sempat terjadi antara anggota Ombudsman dan petugas lapas.

Baca Juga Dugaan Fasilitas Mewah Napi di Lapas Cibinong, Menko Yusril: Sanksi Tegas Jika Terbukti | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/regional/692482/dugaan-fasilitas-mewah-napi-di-lapas-cibinong-menko-yusril-sanksi-tegas-jika-terbukti-sapa-malam

#lapascibinong #sidak #ombudsman

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/692508/live-cerita-di-balik-temuan-fasilitas-mewah-di-lapas-cibinong-ombudsman-sempat-dilarang-masuk
Transkrip
00:00Saudara sebelumnya kami sudah janji seperti apa informasi ini tiba di meja redaksi Kompas TV dan juga bagaimana proses pengejaran
00:08informasi hari ini terhadap statement dari sejumlah pejabat terkait seperti Kemenko, Hukum, HAM dan juga Imigrasi, ada juga Menteri Imipas
00:19dan juga Dewan Perwakilan Rakyat terkait dengan temuan Ombudsman ini.
00:23Seperti apa prosesnya kita akan ajak ngobrol, koordinator liputan Kompas TV Valentina Sitorus, Valen.
00:30Hei San, Halo.
00:31Valen ini ada informasi yang geger banget nih soalnya ini rame juga di media sosial.
00:35Kita boleh mundur dikit Valen, ini informasinya kan rame banget ya bener ya.
00:40Bener.
00:41Kemarin, sidaknya kemarin itu ya terjadi ribut juga dorong-dorong itu kan informasi yang sampai ke meja Kodip Kompas TV
00:50apa aja?
00:51Ya, kalau sebenarnya kemarin itu kita dapet info dari kontributor Bogor, Jawa Barat, Niko.
00:58Niko itu nyampein ya aku lupa jamnya jam berapa tapi sekitar siang ke sore gitu ya.
01:04Dia bilang kalau ini ada info soal Ombudsman yang sidak ke lapas 2A Cibino.
01:10Cibino.
01:11Katanya itu ditemuin ada fasilitas mewah di sekitaran lapas itu.
01:18Cuma memang lokasinya nggak ada di dalam lapas. Jadi memang ada di bangunan luar pagar lapas itu.
01:23Katanya dekat rumah dinas kepala lapas. Itu konfirmasi nggak?
01:28Itu sebenarnya masih belum ada konfirmasi.
01:31Kalau dekat iya mungkin. Karena kalau sebenarnya informasi yang kita dapetin itu untuk semua petugas lapas.
01:40Bukan semua ya, untuk beberapa petugas lapas dengan jabatan tertentu.
01:43Itu sebenarnya dapet rumah dinas. Nah rumah dinas. Nah lokasinya dimananya dengan rumah dinas kepala lapas itu yang kita belum
01:50dapet konfirmasinya.
01:52Nah saat itu konfirmasi kita itu minim banget. Kita nggak dapet apapun termasuk gambar.
01:59Bahkan kemarin itu cuma kita memang kita itu dapet infonya dari Ombudsman ya.
02:02Karena Ombudsman itu datang ke lapas 2A Cibinong ini tuh memang satu kru lengkap Ombudsman.
02:11Jadi video juga mereka terlihat ramai sekali.
02:14Iya dan itu memang video dari Ombudsman-nya sendiri.
02:16Oke.
02:16Nah itu Ombudsman yang memang mereka tuh memang punya rencana untuk sidak ke lapas itu.
02:20Bukan kali pertama sebenarnya sidak ini dilakukan ke lapas 2 Cibinong.
02:25Eh sorry, lapas 2 Cibinong.
02:27Karena sebelumnya di bulan lalu, di bulan Agustus lalu pengakuannya Ombudsman ini memang melakukan sidak.
02:33Tapi memang nggak seterbuka seperti yang kemarin itu.
02:37Nggak seterbuka itu gitu.
02:39Nah waktu bulan lalu mau sidak karena memang dapat informasi ada fasilitas mewah nih di sana gitu kan.
02:46Dan ternyata abis itu karena nggak dibukakan oleh petugas lapasnya, yaudah deh pengakuan dari apa namanya anggota Ombudsman itu bilang,
02:56oke deh besok kami akan datang lagi dengan bawa surat izin, surat lengkap bahwa ini memang surat tugas untuk melakukan
03:03sidak itu.
03:04Dan ini adalah hak Ombudsman yang tidak boleh dilarang gitu kan.
03:08Yaudahlah dari bulan Agustus lalu yang mereka dilarang, akhirnya mereka datang di bulan September ini.
03:12Tepatnya kemarin tanggal 23 September.
03:14Nah itu mereka datang ke sana, ternyata perlakuannya sama lagi Isan.
03:19Mereka nggak boleh untuk masuk ke dalam lapas.
03:22Nah yaudahlah pada akhirnya mereka cuma disuruh tunggu di lobby, tapi kan ya nggak mungkin lah ya untuk sidak itu
03:27dilakukan secara formalitas aja ke tempat ruang tahanan di sana.
03:33Tapi ternyata ketika mereka jalan ke belakang lapas, itu tuh mereka kok melihat ada pintu yang terbuka.
03:39Pintu terbuka lalu lalang kendaraan di situ.
03:42Kok bisa...
03:44Ya nggak wajar lah ya di penjara seperti itu gitu ya.
03:46Ya nggak wajar lah ya harusnya kan ketat ya.
03:48Pengamanannya itu ya semuanya harus tertutup rapat gitu kan.
03:52Kok ini ada yang setengah terbuka, ada lalu lalang di sana, cobalah keluar.
03:55Nah waktu keluar itu kok ada mobil-mobil mewah di sana, terus ada fasilitas mewah di sana.
04:03Yang memang itu kemudian jadi rasa penasarannya teman-teman ombudsman.
04:06Sama lah kayak wartawan kan.
04:08Rasa penasarannya kok ini kayak ada yang jalan gitu.
04:10Juga mewah-mewah ya, ada Fortuner, ada Toyota Aval.
04:14Dan waktu itu pengakuannya anggota ombudsman itu, sorry kalau memang ini rumah dinas dari pegawai lapas.
04:22Kok maaf semewah ini gitu loh.
04:25Nah itu kan kayak nggak masuk di akal.
04:26Tapi ketika mau masuk ke dalam rumah itu tuh seperti ada larangan gitu.
04:32Tapi memang waktu itu pengakuannya dari mungkin yang tersebar di media sosial sekarang juga ya.
04:36Itu tuh juga mereka sempat menanyakan yang merupakan juga tahanan di sana.
04:42Itu tuh dibilang kalau iya ini yang punya uang yang bisa nempatin ini gitu.
04:48Cuma di situ ombudsman mengakui belum tanya berapa nominalnya untuk bisa menempati yang ini gitu.
04:55Nah informasinya cuma sampai di situ.
04:56Karena setelah itu ya yang tersebar di sosial media, yang bahkan yang sudah kita tayangkan lewat breaking news itu.
05:02Bahwa apa namanya, ombudsman hanya memiliki minim data, minim apa namanya, informasi dari sana.
05:12Ya seperti itulah sampai akhirnya gambar itu sudah dirilis dan kita memang belum dapat konfirmasi.
05:19Baik itu dari kepala lapas, kemudian juga dari...
05:22Itu pun belum ada? Dari kepala lapas, dijen pas Jawa Barat atau siapapun itu yang terkait belum ada?
05:27Belum ada sampai sekarang.
05:28Dan memang tadi itu yang kita dapatkan terbaru itu justru dari Menko Kumhamimipas terkait Yusriel.
05:36Pak Yusriel, oke.
05:37Pak Yusriel itu menyebarkan rilis yang memang berdasarkan kasus ini begitu naik, viral gitu kan.
05:44Dan beliau juga mengaku sudah kontak sama Menteri Imipas.
05:48Menteri Imipas yang memang ya sudah lah, biarkan media itu masuk.
05:52Mereka harus tahu apa sebenarnya yang terjadi di sana gitu dan keterbukaan informasi.
05:57Dan apa namanya, keterbukaan informasi seperti ini tuh harus dipersilahkan ke media supaya masyarakat tahu.
06:04Oh dia mempersilahkan untuk media untuk masuk gitu ya?
06:07Dan akhirnya ketika rilisnya Pak Yusriel ini, Menteri Yusriel ini tadi sekitar jam 10, kami dapat informasi lagi.
06:15Dapat informasi lagi dari Niko, kontri kita di Bogor, untuk bisa masuk ke rumah dinas yang diduga ini merupakan fasilitas
06:23mewah yang kemarin ditemukan.
06:25Rumah dinas ke lapas?
06:26Atau di sekitarnya?
06:27Bukan, di sekitarnya itu.
06:28Oke.
06:29Jadi katanya ini tuh dari salah satu orang yang berjaga mungkin-mungkin yang memang ditugaskan oleh lapasnya ya.
06:35Nah ini deh kasih tahu media bahwa ini adalah ruangan kemarin yang disidak oleh Ombudsman.
06:40Ini tuh dibilang kalau pegawai lapas Cibinong itu sebenarnya dapat hak rumah dinas.
06:46Memang eselon 4, eselon 5, regu pengamanan itu juga dapat.
06:51Dan fasilitasnya mungkin bisa dilihat di visual rumah TV setelah ini ya.
06:55Itu tuh memang apa ya, rumah dinas yang dibangun secara kosongan gitu.
07:00Katanya, dan tadi tuh sebenarnya ada TV, ada sofa, ada kitchen set gitu.
07:05Katanya ini sih yang mengisi ya orang-orang yang nempatin di situ.
07:08Itu temuan Ombudsman?
07:10Bukan, itu yang tadi barusan diliput sama kontri kita, Niko.
07:14Di Bogor.
07:15Nah ini nih, Isan.
07:17Ini gambarnya dari Ombudsman.
07:20Oh ini yang masih Ombudsman RI.
07:21Ada sofa, ada ruang tamu, ada AC-nya, ada kulkasnya.
07:27Pokoknya lengkap ini, seperti satu rumah full lah ya.
07:30Full furnish gitu ya.
07:32Full furnish, benar.
07:33Benar-benar.
07:34Nah ini tuh memang tidak disebutkan bahwa ini adalah lapas, tapi adalah rumah dinas gitu.
07:39Rumah dinas.
07:39Dan itu juga yang jadi alasan dari Menko Yusril.
07:42Dia mengatakan kalau silahkan media masuk untuk melihat apakah ini benar rumah yang dijual dalam tanda kutip kepada narapidana.
07:52Atau ini adalah rumah dinas ataupun rumah untuk proses asimilasi katanya gitu.
07:57Saya juga baca seperti itu.
07:59Apakah itu juga nanti akan kita tanyakan pasti ke pemerintah dan juga statement dari Dewan Perwakilan Rakyat.
08:07Kita sudah adain kabar dari Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasko Ahmad yang akan kita dengarkan nanti saudara di Breaking News
08:15Kompas TV.
08:16Usai jeda.
08:25Saudara kembali di Breaking News Kompas TV.
08:27Kami masih membahas proses pengumpulan informasi yang dilakukan tim redaksi Kompas TV.
08:32Terkait dengan temuan Ombudsman RI, terkait bangunan mewah dan juga fasilitas mewah yang ada di lapas kelas 2A Cibinong Kabupaten
08:41Bogor, Jawa Barat.
08:42Tadi kami sudah berbincang juga dengan Konrim Kompas TV Valen.
08:45Kita kan nyari informasi banyak nih hari ini.
08:47Karena yang terkait banyak kan Menko Hukum, HAM, dan Imigrasi.
08:52Dan juga ada Menteri Imigrasinya sendiri.
08:57Informasi baru tertulis dari Pak Yusril.
08:59Betul, Imigrasi ya.
09:01Dan baru informasi tertulis dari Pak Yusril Menko, Hukum dan HAM.
09:06Kalau dari DPR sudah ada pernyataan dari Pak Sufmi Dasko Ahmad, Wakil Ketua DPR yang akan kita dengarkan.
09:13Berikut pernyataan dari Sufmi Dasko Ahmad.
09:16Fasilitas mewah disebut dalam lapas itu, terutama di lapas napi koruptor.
09:23Walaupun kemudian dari DPR masih akan membentuk tim khusus untuk menelusuri ini,
09:27sejauh mana DPR membaca temuan yang didapatkan Ombudsman itu?
09:30Ya, yang pertama saya juga baru tahu dari media.
09:34Dan kemudian tadi kita sudah sampaikan kepada Komisi TENIS dalam hal ini, Komisi Tiga,
09:43yang bermitra dengan Kementerian Imigrasi dan Pengasrakatan
09:50untuk kemudian dalam komisi pengawasan akan mendalami hal tersebut.
10:00Dan saudara dari pihak pemerintah Republik Indonesia,
10:04baru informasi tertulis dari Menko Yusril,
10:08dan kami masih mengejar sejumlah informasi yang diharapkan akan disampaikan secara transparan.
10:13Dari Menteri Imigrasi dan Pengasrakatan, Pak Agus Andrianto belum ada kabar
10:18terkait dengan temuan Ombudsman ini, belum ada respons dari Agus Andrianto.
10:23Dan Valen, sejauh ini kawan-kawan kita di lapangan sudah kemana saja?
10:27Oke, yang pertama tadi menindaklanjuti tanggapan dari pimpinan atau wakil ketua DPR,
10:37Sufmi Dasko, yang bilang bahwa memang akan dikoordinasikan oleh komisi terkait dalam hal ini.
10:43Nah, kita juga masih akan menindaklanjuti, terutama ke Komisi Tiga.
10:47Ya ini, tahu nggak sih informasi soal ini?
10:50Seperti apa kok ini bisa berulang kali terjadi?
10:52Selain kita masih menindaklanjuti ke DPR,
10:54kita masih ke istana juga untuk ngejar Menteri Imipas,
10:58apakah Presiden sudah mendengarkan hal ini,
11:00apa instruksi khusus yang diberikan,
11:02terutama ya jangan sampai ini menciptirai langkah hukum kita,
11:05terutama ya dalam menindak para koruptor,
11:08kelas kakap istilahnya begitu.
11:10Terus juga, kita juga akan mendalami ke KPK, Ishan.
11:14Kenapa KPK?
11:15Ya, karena kalau kemarin berdasarkan cerita dari Ombudsman sendiri,
11:19Ombudsman bilang, kalau orang-orang yang nempatin di sini,
11:23diduga mereka melakukan pembayaran.
11:26Pembayaran ke siapa, berapa jumlahnya,
11:28berarti kan itu bisa didalami juga ya oleh KPK.
11:31Karena kalau misalnya kita mundur ke tahun 2018,
11:36waktu itu KPK bahkan pernah OTT,
11:38kalau pas suka miskin, kalau Ishan ingat,
11:40ke Wahid Hussein.
11:41Nah, itu dari OTT itu terungkap
11:45kalau ada jual-beli fasilitas kamar mewah bagi narapidana.
11:49Apakah hal ini kemudian juga akan terungkap lagi
11:52dan peristiwa ini akankah berulang
11:54dengan terbongkarnya fasilitas mewah yang ada di Lapas 2 Aci Binong?
11:58Tentu akan kita lanjutkan ke sana.
12:00Tapi memang lagi-lagi kita masih mencari,
12:02masih belajar gitu ya.
12:04Kalau misalnya nanti pasti sudah kita dapatkan,
12:06langsung kita masak di redaksi.
12:11Dan ngomong-ngomong soal ngejar informasi ke KPK tadi,
12:14ini juga kan baru, itu 2018 yang geger banget itu,
12:18kalapas dari suka miskin Bandung itu dicopot.
12:22Ada, kalau tidak, saya tidak salah belasan orang
12:24pejabat struktural lapas suka miskin itu dicopot.
12:28Dan juga, ini terulang lagi ternyata Valen,
12:31saya pernah baca di 2026 tahun ini,
12:34Maret itu lapas kelas 2B di Blitar, Jawa Timur.
12:39Ini juga ditemukan 3 kamar mewah untuk 3 narapidana.
12:44Nah, ini terbukti.
12:45Ternyata narapidana itu korupsi, narapidana itu koruptor.
12:47Jadi kayak, apa ya?
12:49Kalau kata peneliti Pukat UGM,
12:51pusat kajian anti korupsi UGM,
12:54Mazainu Rohman,
12:55kalau dia bilang tuh,
12:57karena lapas tahu, yang punya duit pasti koruptor.
13:01Iya, koruptor.
13:01Dan yang tahun 2018 di suka miskin itu,
13:04itu juga terpidana korupsi proyek Bakamla.
13:06Bahkan terpidana ini bisa beli fasilitas mewah itu,
13:10dulu terbukti dalam sidang,
13:12itu bisa membayar sebesar 200 hingga 500 juta rupiah.
13:16Itu per kamar?
13:17Untuk bisa dapat fasilitas mewah.
13:18Itu per kamar?
13:19Iya, per kamar.
13:20Oke, dan kalau dari KPK sudah ada informasi belum?
13:24Kayak ini, kan kalau KPK kan tahu kan,
13:26walaupun ini memang diserahkan ke jaksa penuntut umum,
13:29sudah dilimpahkan lah seperti itu.
13:31Tapi kan mereka tahu nih,
13:33di mana-mana saja narapidana yang dulu berkasus di KPK mungkin,
13:37apakah ada di lapas kelas 2A Cibinong,
13:41seperti apa dari KPK, udah ada kabar belum?
13:43Sebenarnya kalau untuk aktor-aktor,
13:45bukan aktor ya,
13:47terpidana yang saat ini di lapas 2A Cibinong ini,
13:51kalau saya lihat,
13:52orang-orang yang sering disebut,
13:54terutama sampai saat ini,
13:55itu bukan dari JPU-nya KPK,
13:58tapi dari Kejaksaan Agung.
13:59Kayak misalnya ada Verdi Sambul,
14:03itu kan malah dari Baris Krim Polri ya.
14:05Oh iya, benar.
14:06Dalam kasus yang waktu itu,
14:09dugaan pembunuhan berencana kan.
14:11Terus ada juga Harvey Muis,
14:13yang korupsi tambang timah waktu itu,
14:17tapi kan itu JPU-nya adalah Kejagung.
14:19Terus juga ada Rahmat Effendi.
14:21Nah mungkin ini pengadaan barang jasa dan jual beli jabatan,
14:24yang mantan wali kota Bekasi.
14:25Tapi mungkin perlu aku konfirmasi lagi ya.
14:27Tapi ya banyak nih, harus dikonfirmasi lagi.
14:28Karena kan katanya akan will di Genpas Jawa Barat ini sudah kesana,
14:33hari ini dikabarkan,
14:34tadi saya baca di kompas.id,
14:36kalau sudah langsung inspeksi kesana,
14:38dan bagaimana temuannya nanti,
14:40pasti kita akan kejar informasinya,
14:42dan akan kita kabarkan untuk Anda Saudara,
14:44di program lainnya di Kompas TV.
14:46Terima kasih, Palen.
14:47Selamat bekerja kembali.
14:48Oke, terima kasih, Izan.
14:50Dan Saudara,
14:53kita juga akan mengupdate soal informasi lainnya,
14:56terkait dengan proses pencarian korban,
15:00kecelakaan kapal motor Virgo Transport 8,
15:03yang memasuki hari ke-12.
15:05Pastikan Anda tetap bersama kami di Breaking News Kompas TV.
15:08Terima kasih.
15:11Terima kasih.
15:13Terima kasih telah menonton

Dianjurkan