Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 3 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPASTV - Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB menjadi arena saling serang narasi antara Amerika Serikat dan Iran di tengah konflik kedua negara.

Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana mengibaratkan perdebatan kedua negara dalam sidang tersebut seperti dua pengacara yang mewakili prinsipalnya.

"Kalau kita melihat kemarin yang disampaikan oleh Presiden Trump terlebih dahulu adalah beliau menyampaikan bahwa Iran merupakan pelaku teror dan Amerika Serikat sudah mampu menyelesaikan masalah di Gaza," ujar Hikmahanto di Sapa Pagi KompasTV, Jumat (25/9/2026).

Ia menambahkan, Iran juga menyatakan siap bernegosiasi, tetapi menolak jika negosiasi tersebut mensyaratkan Iran tidak boleh memiliki program nuklir.

Sementara itu, Guru Besar Hukum Internasional Universitas Gadjah Mada Heribertus Jaka Triyana menilai aksi walk out dalam sidang tersebut menunjukkan adanya kebuntuan diplomasi antara Amerika Serikat dan Iran.

"Ketika kita melihat hasil sidang umum PBB dengan adanya walk out, itu menunjukkan bahwa ini adalah puncak dari kesumbatan diplomasi di antara kedua belah pihak, sebagai puncak dari serangan-serangan yang telah terjadi dan tidak menemukan jawaban atau jalan keluar," ujar Jaka.

Produser: Yuilyana

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/692576/full-duel-pidato-as-vs-iran-di-sidang-pbb-saling-walk-out-sapa-pagi
Transkrip
00:04Intro
00:07Konflik perang Iran dan Amerika Serikat belum juga meredah
00:10Duel keduanya kembali panas saat sidang umum PBB digelar
00:14Delegasi Iran menyampaikan pandangan dan syarat perdamaian ke Amerika Serikat
00:18melalui mediatornya Qatar di sela-sela sidang majelis umum PBB
00:22Teheran menyebut syarat itu mencakup penghentian tindakan agresif Amerika Serikat
00:27pencabutan blokade laut dan perang ekonomi serta pembebasan aset Iran
00:31Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Ismail Bagai menyatakan
00:35komunikasi dengan pihak Amerika Serikat dilakukan oleh mediator Qatar
00:39Komunikasi berlangsung ketika delegasi kedua negara berada di New York
00:44untuk menghadiri sidang umum PBB
00:56Terima kasih telah menonton!
01:24Terima kasih telah menonton!
01:34Terima kasih telah menonton!
01:45Terima kasih telah menonton!
01:46Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim kesepakatan dengan Iran akan tercapai November mendatang
01:50Trump bilang ia harus mengambil keputusan besar terkait Iran
01:54Trump sebut Teheran harus segera membuat kesepakatan dengannya
01:58atau ia akan menyerang habis-habisan Iran
02:16Mungkin salah satu yang terbesar di Middle East atau bahkan dunia
02:20Atau akan menyerang habis-habisan Israel atas upaya pembunuhan terhadap pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei
02:30serta serangan yang menewaskan anak-anak di sebuah sekolah diminat
02:34Di selapidaturnya, Presiden Iran juga memperlihatkan foto mendiang pemimpin tertinggi Ali Khamenei
02:39serta lebih dari 150 anak sekolah yang tewas pada awal perang Amerika Serikat melawan Iran
02:45Lalu, akankah perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran tercapai tanpa ancaman kekerasan?
02:55Terbaru di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa
02:58Presiden Iran, Masud Beses Kian bilang negaranya adalah korban terorisme
03:02Di sisi lain, Iran tetap terbuka terhadap dialog dan diplomasi
03:05tapi menolak keras nego jalur ancaman atau kekerasan
03:09Sebaliknya, juru bicara Gunung Putih, Anna Kelly
03:12mengklaim bahwa rezim Iran justru telah melakukan kekerasan terhadap rakyatnya sendiri
03:17warga Amerika Serikat dan negara-negara tetangganya
03:20Siapa yang ada di atas angin di Sidang PBB terbaru ini?
03:23Amerika Serikat ataukah Iran?
03:25Kita bahas bersama dengan Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia
03:29Hikmah Hanto Juwana dan Guru Besar Hukum Internasional Universitas Kejamada
03:33Heribertus, Jakarta, Triana
03:34Selamat pagi, Pak Gihik, Pak Jaka
03:37Selamat pagi
03:38Selamat pagi, Mas
03:38Baik, selamat sehat
03:40Pak Gihik, Pak Jaka
03:42Saya ke pagi terlebih dahulu
03:44Kita lihat kemarin duel antara Amerika Serikat dan juga Iran
03:48dalam Sidang Umum Majelis PBB gitu ya
03:51Duel terjadi cukup keras gitu ya
03:55Bahkan saling walk out
03:56Kalau menurut Pak Gihik, ini seperti apa?
03:59Siapa nih yang serangannya paling kena target?
04:02Ya, kalau misalnya kita lihat
04:05apa yang disampaikan dalam pidato kemarin itu
04:07saya melihatnya seperti kayak di Sidang Pengadilan
04:10Di Sidang Pengadilan, para advokat mewakili prinsipalnya
04:14Dalam hal ini Presiden Trump seolah-olah mewakili rakyat Amerika Serikat
04:19dan kemudian Presiden Iran mewakili tentu rakyat Iran
04:23Nah, biasanya seorang pengacara itu harus pandai membangun argumentasi
04:31Argumentasi itu didasarkan sebenarnya pada tiga hal
04:34faktanya gimana, buktinya seperti apa, dan kemudian dasar hukumnya seperti apa
04:39Nah, kalau kita melihat kemarin
04:41yang disampaikan oleh Presiden Trump terlebih dahulu
04:46adalah beliau menyampaikan bahwa Iran merupakan pelaku teror
04:51dan Amerika Serikat sudah mampu menyelesaikan masalah di Gaza
04:58dan kaitannya adalah mengeluarkan Sandra dari Hamas
05:04yang merupakan organisasi yang di backup oleh Iran
05:08dan kemudian Trump mengatakan bahwa kami akan melakukan perdamaian
05:15tapi dengan catatan bahwa Iran tidak memiliki senjata nuklir
05:21itu yang menjadi poin penting bagi Trump
05:27dan bahkan Trump mengatakan bahwa kalau tidak ada deal
05:31maka kami akan menghabisi Iran
05:34Nah, sementara Presiden Iran mengatakan bahwa
05:39tunggu dulu, yang teror itu siapa?
05:42karena kami tidak melakukan serangan apapun
05:45kami yang diserang
05:46bahkan beliau menunjukkan bukti-bukti
05:49misalnya pemimpin tertinggi Iran
05:53Ali Khamenei
05:55yang kemudian ditewaskan pada hari pertama
05:58bahkan juga mereka menyampaikan
06:01Presiden Iran menyampaikan
06:02ini bukti lagi
06:03anak-anak yang ada di sekolah-sekolah
06:06yang tidak punya dosa
06:10juga diserang
06:11lalu kemudian beliau mengatakan bahwa
06:14kami siap bernegosiasi
06:16tapi kalau bernegosiasi itu
06:18adalah tidak boleh Iran memiliki nuklir
06:22kami tidak mau
06:23dan kami tidak akan tunduk pada apapun
06:27yang diinginkan oleh Amerika Serikat
06:29karena bagi Iran
06:30Iran sudah mengatakan
06:31Presiden Iran mengatakan
06:32kalau senjata nuklir
06:33kami tidak akan membuat itu
06:36tetapi yang kita inginkan adalah
06:39nuklir untuk tujuan damai
06:41seperti juga negara-negara lain
06:43lalu dia mengatakan
06:45Israel yang punya senjata nuklir
06:48tapi kenapa
06:48para inspektor IAEA
06:51itu datang ke kami
06:52ke Iran
06:52bukankah harusnya datangnya ke Israel
06:54lihat apakah Israel punya nuklir atau tidak
06:58jadi ini menarik sekali
07:00kalau kita melihat bahwa
07:02ada dua pengacara yang mewakili
07:05prinsipalnya
07:06lalu mereka berargumentasi
07:10dan kemudian
07:11siapa yang akan menjadi
07:12hakimnya
07:14hakimnya adalah kita-kita ini
07:15ya tentu pada saat di majelis umum PBB
07:18adalah negara-negara
07:19dan bagaimana
07:21masyarakat dunia
07:22karena ini
07:24dilivekan oleh pihak PBB
07:27itu bisa mengapresiasi
07:29ini sebenarnya seperti apa sih isunya
07:31dan di dalam closingnya itu memang
07:34kedua belah pihak mengatakan bahwa
07:36ayo kalau misalnya ada
07:37mau perdamaian
07:38ya
07:39tapi kita tahu bahwa Trump ini
07:41dia harus mendapatkan perdamaian itu
07:44karena apa
07:45dia mendapat tekanan
07:47di dalam negeri
07:48sebentar lagi
07:49tanggal 3 November
07:50itu akan ada pemilu selang
07:52dan dia ingin memastikan
07:53bahwa
07:54partai republik
07:56yang akan tetap menguasai
07:57kongres
07:58nah
07:59kalau misalnya ini
08:00berubah ke demokrat
08:02dia sudah mengatakan
08:04di dalam forum-forum
08:05yang dia hadiri
08:06di konvensi
08:07partai republik
08:08bahwa
08:09saya tahu
08:10saya akan di
08:11impeach
08:12oleh
08:13partai demokrat
08:14oke kesimpulannya
08:15ini
08:15Iran masih di atas angin
08:17berarti Pak Hik
08:18ya
08:19di atas angin atau tidak
08:20ini
08:21saya serahkan lah
08:22kepada
08:22para
08:23pemirsa
08:24dan kemudian juga
08:26negara-negara
08:27yang hadir di dalam
08:28majelis umum PBB
08:29ini pertanyaannya lagi
08:30kemudian
08:30di sidang umum PBB
08:32kemarin
08:32Pak Jaka
08:33kalau kita lihat
08:33sepertinya
08:34tidak bergerak
08:36kemana-mana gitu
08:36apa yang mereka sampaikan
08:38masih sama seperti
08:39perdebatan yang selama ini
08:40terjadi
08:40kemudian
08:41di sini
08:42perang sidang umum PBB
08:44ini seperti apa
08:44apakah bakal
08:45membawa sesuatu
08:46atau paling tidak
08:47membuat mereka
08:48duduk bersama lagi
08:49dan membuat kesepakatan
08:50seperti di bulan Juni
08:53pertama
08:54ketika kita melihat
08:55hasil sidang umum PBB
08:56dengan adanya
08:57workout
08:57itu menunjukkan
08:58bahwa ini adalah
09:00puncak dari
09:01kesumbatan
09:02diplomasi
09:03di antara
09:03kedua belah pihak
09:04sebagai puncak dari
09:06serangan-serangan
09:07yang telah terjadi
09:08dan tidak menemukan
09:09jawaban atau jalan keluar
09:10pertama adalah itu
09:11yang kedua
09:12yang dilakukan oleh
09:13para pihak adalah
09:14membangun opini
09:15membangun persepsi
09:16sehingga
09:17capaian
09:18ataupun
09:19bentuk visual
09:20itu lebih menggambarkan
09:21dari apa yang sedang
09:22mereka suarakan
09:24sebagai
09:24tadi Prof. Mahanto
09:25menyatakan
09:26sebagai pengacara
09:27dari para prinsipal
09:28yang terjadi adalah
09:30bagaimana mereka
09:30membangun opini publik
09:32dan ini menjadi
09:33sebuah hal yang menarik
09:34ternyata
09:34implicitly
09:36PBB
09:36tidak dapat
09:37menjadi ruang-ruang
09:39untuk penyelesaian
09:40sengketa
09:41di antara
09:41kedua negara
09:42ketika kita melihat
09:43formal
09:44diplomasi
09:45yang ada di PBB
09:45saya kira
09:46ini yang
09:47perlu kita
09:48garis bawahi
09:49kenapa?
09:50karena di ruang-ruang
09:51formal
09:52ternyata ini hanya
09:52sebagai satu bentuk
09:54diplomatik simbolik
09:55tanpa ada
09:56satu kejelasan
09:57akan terjadi
09:58pengakhiran
09:59konflik
09:59di antara
10:00para pihak
10:00di mana PBB
10:01itu adalah organisasi
10:02untuk memelihara
10:04menciptakan
10:04keamanan
10:05perdamaian internasional
10:06saya kira ini
10:06mesej yang
10:07menurut saya
10:08pribadi
10:09menjadi sebuah
10:10pukulan telak
10:10buat kita semua
10:11ternyata
10:12jalur formal
10:13tidak ketemu
10:14di PBB
10:14yang ketiga
10:16saya kira
10:16setelah terjadinya
10:17workout ini kan
10:18menarik
10:18ketika
10:19backdoor channel
10:20diplomasi
10:21itu tetap berjalan
10:22yang menggunakan
10:23Oman dan Qatar
10:23untuk menjadi
10:24satu diplomasi
10:25di antara kedua belah pihak
10:27kenapa
10:27kedua negara netral ini
10:29justru menjebatani
10:30kemungkinan-kemungkinan
10:31terjadi rujukan-rujukan
10:32yang paling baik
10:33di antara kedua
10:34belah pihak yang sedang bertike
10:35yaitu Iran
10:36dan juga Amerika
10:37dan bagaimana juga
10:38berpengaruh terhadap
10:39kemungkinan
10:40penggunaan kekerasan
10:42oleh Israel
10:42saya kira ini juga
10:43yang harus kita lihat
10:45dari apa yang terjadi
10:46di drama
10:46di sidang umum
10:47di wankawanan PBB
10:48sekali lagi
10:49yang namanya
10:49workout itu adalah
10:50sesuatu hal yang wajar
10:51yang setiap tahun terjadi
10:53dan tidak menelesaikan malah
10:54masalah
10:55tapi justru malah
10:56menunda masalah
10:57tadi yang disampaikan
10:58Prof. G. Hicks
10:59juga menarik
11:00bagaimana
11:00akhir dari pernyataan
11:02Presiden Trump
11:02bagaimana nanti
11:03keputusan dari Amerika
11:05setelah pemilu selah
11:06kalau Republik menang
11:07saya kok agak
11:08sedikit
11:09apa itu
11:10optimis
11:11ketika
11:12Trump akan
11:12berjanji membangun
11:14apa itu
11:14Iran
11:15tapi kalau nanti
11:16misalnya Republik kalah
11:18apakah akan terjadi
11:19annihilation
11:20seratus negara Iran
11:20ini menjadi sebuah
11:22apa itu
11:22prediksi yang
11:23saya kira juga
11:24patut kita cermati
11:25kita bidung bersama
11:27supaya itu tidak terjadi
11:28oke
11:29diplomasi di belakang
11:30tetap berjalan
11:31backdoor diplomacy
11:32dengan mediatornya
11:33Qatar dan juga Oman
11:34tapi di depan
11:35di sidang umum PBB
11:36mereka saling workout
11:37yang menarik lagi
11:38saya ke
11:39Pak Gihik
11:40ini kan
11:40di tengah-tengah
11:41sidang umum
11:42PBB
11:43ini
11:43Xi Jinping juga
11:45ke Washington
11:46gitu ya
11:46tapi tidak dalam forum tersebut
11:48dia bertemu dengan
11:49Trump
11:49ini kalau Anda melihat
11:51seperti apa
11:52sebenarnya sidang PBB ini
11:53seperti cuma jadi penonton aja gitu
11:55ini Xi Jinping sama Amerika Serikat
11:56ketemu
11:56tapi di luar forum PBB
11:59kemudian apa yang mereka
12:00ingin bicarakan
12:00terutama terkait dengan Iran mungkin
12:03oke pertama yang kita perlu pahami
12:05bahwa PBB itu bukan
12:06pemerintahan dunia ya
12:07jadi PBB ini
12:09tidak di atas
12:11negara-negara yang punya
12:12kedaulatan
12:13jadi PBB ini
12:15forum
12:16di mana
12:16negara-negara itu
12:18berdialog
12:19berdebat
12:19dan kemudian
12:21bisa saja mereka mengambil
12:22keputusan
12:23melalui
12:24Dewan Keamanan PBB
12:26tapi perlu diingat
12:27bahwa ada negara-negara
12:28yang memiliki
12:29hak veto
12:30nah
12:31kalau saya melihat
12:32kemarin ini
12:33karena ini di majelis umum PBB
12:35bukan di Dewan Keamanan PBB
12:37setiap negara boleh
12:38untuk menyampaikan
12:40persepsi dari
12:43apa yang mereka alami
12:44jadi bagi orang hukum
12:46mungkin ini sudah biasa
12:47karena bagi orang hukum
12:48satu fakta
12:49itu bisa dilihat dari
12:50dua perspektif yang
12:51berbeda
12:52apa yang terjadi
12:53di Iran
12:55apa yang terjadi di
12:56Gaza
12:56itu bisa dilihat dari
12:58dua perspektif yang
12:59berbeda
13:00nah tapi yang penting
13:02adalah
13:02bagaimana
13:03perdebatan ini
13:05ya
13:05itu akan selesai
13:06nah masalahnya
13:07kalau di dalam konteks
13:09hukum nasional
13:09itu ada pengadilan
13:11hakim
13:11yang akan memutus
13:12tetapi dalam konteks
13:14masyarakat internasional
13:15itu tidak ada
13:15tidak bisa memutus
13:17sehingga
13:17perdebatan ini bisa
13:18langgang terus saja
13:20terjadi
13:21nah tetapi juga
13:22kita tahu
13:23kalau di dalam pengadilan itu
13:24ada proses
13:25yang namanya mediasi
13:26mediasi itu
13:28bisa berjalan
13:28ya terus
13:30meskipun
13:30misalnya belum ada
13:31putusan pengadilan
13:32dan bahkan
13:33setelah putusan pengadilan pun
13:34bisa dimediasi
13:36nah
13:36dalam konteks seperti ini
13:38dalam konteks
13:39masyarakat internasional
13:40ini yang tadi disebut
13:41sebagai
13:41Prof Jaka bilang
13:42black door diplomacy
13:44ini sedang berjalan
13:45nah black door
13:47diplomasinya ini
13:48antara
13:48Amerika Serikat
13:50dan Iran
13:51yang difasilitasi oleh
13:52Pakistan Qatar itu
13:54sideline di PBB
13:55tapi
13:56yang juga kita perlu
13:57cermati adalah
13:58bagaimana
13:59pertemuan
14:00antara
14:01Presiden Amerika Serikat
14:03dengan Presiden Xi Jinping
14:04saya
14:05saya kaget
14:05terus terang
14:06kaget sekali
14:07karena apa
14:07tidak biasanya
14:09seorang Presiden
14:10datang ke
14:12apa nanya
14:13bandar udara
14:14dan menjemput
14:15tamunya di bandar udara
14:16bukan di
14:16White House
14:17bukan di istana
14:18dan ini katanya
14:19baru terjadi
14:21setelah 62 tahun yang
14:22lalu
14:23nah
14:23disini saya melihat
14:25bahwa betapa pentingnya
14:26pertemuan
14:27antara
14:28Trump
14:28dengan Xi Jinping
14:29bukannya tidak mungkin
14:31Trump ini
14:32akan berbicara dengan Xi Jinping
14:34terkait dengan masalah
14:35Iran
14:35karena kita tahu
14:37bahwa
14:37Trump ini
14:38mengatakan
14:39kepada dunia
14:41bahwa kalau nanti
14:42Iran
14:42takluk di bawah
14:43kendali dari
14:45Amerika Serikat
14:46maka
14:46akan di Venezuelakan
14:47dalam konteks
14:48bahwa
14:49Venezuela
14:50tidak diperbolehkan
14:52menjual minyak ke
14:52China
14:54nah Iran juga
14:55akan dibegitukan
14:57oleh Amerika Serikat
14:58ini yang
14:59tidak diterima oleh
15:00Presiden Xi Jinping
15:01beliau mengatakan
15:03bahwa
15:04pemerintahnya
15:05bahwa tidak boleh
15:06ada
15:07tindakan seperti ini
15:08dan kita tahu
15:09bahwa
15:09China itu
15:10ekonominya sangat
15:12maju
15:12dan kemudian
15:13membutuhkan banyak
15:14bahan bakar
15:16nah bahan bakar mereka
15:17suplainya itu
15:18hanya ada dari
15:19tiga negara yang paling besar
15:20yaitu Venezuela
15:21Iran
15:22dan Rusia
15:23nah
15:23terus terang
15:25ini yang menjadi
15:26kunci bagi Presiden Trump
15:28untuk berbicara
15:29kepada
15:29Presiden Xi Jinping
15:31dan mungkin
15:32dia bilang
15:33saya tidak akan ganggu
15:35pasokan minyak dari Iran
15:36tapi
15:36tolong bantu saya
15:38untuk mengendalikan Iran
15:39ya mengendalikan Iran
15:41ini
15:41dalam konteks
15:42bahwa Iran
15:43mau berunding dengan
15:43Amerika Serikat
15:44lalu kemudian
15:45membuat
15:46satu solusi
15:47tapi dengan catatan
15:49saya yakin
15:49Iran akan mengatakan
15:50saya mau berunding
15:51kok sejak awal
15:52tapi jangan ada
15:52intimidasi
15:53dan jangan
15:54kemudian
15:55di tengah jalan
15:56perundingan
15:56atau setelah
15:57perundingan
15:58tercapai
15:58Amerika Serikat
15:59menyerang saya
16:00karena itu yang terjadi
16:01kemarin pada waktu
16:02MOU
16:03yang sudah ditandatangani
16:04tapi kemudian
16:05masih diserang
16:06dan sebelumnya
16:07pada waktu
16:07negosiasi soal
16:09senjata nuklir
16:10ya terus kemudian
16:11Amerika Serikat
16:12dan Israel
16:13melakukan serangan
16:14ada kepentingan
16:15yang dibawa oleh
16:16Xi Jinping
16:16bertemu dengan
16:17Trump
16:18Pak Jaga
16:18kalau Anda melihat
16:19apakah hanya
16:19semata-mata
16:20soal ekonomi
16:21dan juga kepentingan
16:22dari Cina sendiri
16:23atau Tiongkok sendiri
16:24ini soal
16:25sanksi penerbangan
16:26kemudian soal
16:27minyak misalnya
16:28apakah juga
16:29pertemuan ini
16:29tidak hanya soal
16:30ekonomi
16:31tapi juga
16:31soal bagaimana
16:33diplomasi antara
16:34Amerika Serikat
16:34dan juga Iran
16:35kedepannya
16:36saya kira
16:37itu dapat
16:38diprediksikan
16:39dengan jelas
16:39ketika
16:40momentumnya itu
16:41adalah setelah
16:42adanya terjadinya
16:43ini yang akan terjadi
16:45satu pembenaran
16:45atau justifikasi
16:47terkait dengan
16:47posisi dari Amerika
16:49terhadap Cina
16:50yang memiliki
16:51kedekatan ekonomi
16:52dengan Iran
16:53kita masih ingat
16:54sampai saat sekarang
16:55shadow fleet
16:56minyak
16:56Iran ke Cina
16:57itu masih
16:58tinggi volumenya
16:59sehingga
17:00saya kira
17:00penekanan
17:01tekanan Amerika
17:02kepada Cina
17:03terkait dengan
17:04peran Iran
17:05itu menjadi pesan
17:06yang kuat
17:06bahwa
17:07Amerika betul-betul
17:09ingin mengendalikan
17:10konteks diplomasi
17:11melalui tekanan
17:12ekonomi
17:12dari Cina
17:13satu adalah itu
17:14yang kedua
17:15saya kira
17:15bagaimana
17:16Amerika dan Iran
17:17itu memiliki
17:19kesamaan
17:20terkait dengan
17:20isu-isu strategis
17:21di geografis
17:22misalnya
17:23Laut Cina Selatan
17:24dan lain sebagainya
17:25yang juga berdampak
17:26terkait dengan
17:27konflik yang terjadi
17:28di Iran
17:29dan Amerika
17:29saya kira
17:30mesenya itu jelas
17:32terkait dengan
17:33keamanan
17:34perdamaian
17:35di wilayah
17:36Laut Cina Selatan
17:37dan lain sebagainya
17:38dan juga
17:38wilayah-wilayah
17:39yang terkait dengan
17:40perdagangan minyak
17:41ini pesan yang kedua
17:43dan yang ketiga
17:43saya kira
17:44ke depan
17:45Amerika dan Cina
17:47tadi Prof. Hwanto menyampaikan
17:48memiliki hak fitur
17:49di Dewan Keamanan
17:50saya kira ini adalah
17:51pesan kepada
17:52masyarakat internasional
17:53bahwa
17:54kedua negara yang memiliki
17:55privilege
17:56untuk pengambilan
17:57keputusan terkait dengan
17:58keamanan
17:58dan perdamaian dunia
17:59itu bersekutu erat
18:01antara Amerika
18:02dengan Cina
18:02sehingga tekanan
18:03saya kira
18:03juga menjadi
18:04sebuah hal
18:05yang diberikan Amerika
18:07kepada Iran
18:08untuk mau berunding
18:09dan juga
18:09menyelesaikan
18:10secara damai
18:11ke depannya
18:11oke baik
18:12kemudian
18:13Pak Agihi
18:14kalau kita melihat
18:15backdoor dipolmosi
18:16tetap terjadi
18:17antara Amerika Serikat
18:17dan juga Iran
18:18dengan tadi
18:19mediatornya
18:20dari Oman
18:21dan juga Qatar
18:22seperti itu
18:23nah apa yang kemudian
18:24sekarang
18:25sedang difokuskan oleh
18:26Amerika Serikat
18:27mengingat
18:28sepertinya dalam
18:29sidang PBB kemarin
18:30yang difokuskan
18:31sepertinya hanya soal
18:32nuklir
18:33nuklir
18:34dan juga nuklir
18:35sepertinya
18:35ini yang lainnya
18:36kayaknya
18:37tidak terhighlight
18:38gitu
18:39ya betul
18:40jadi yang
18:41mungkin
18:43saya duga
18:43dibicarakan
18:44adalah
18:44apa yang diminta
18:45oleh Iran
18:46jadi Iran
18:47yang saya lihat
18:48ada minta
18:48tiga hal
18:49yang paling penting
18:50pertama
18:50adalah
18:51berkaitan dengan
18:52aset-aset Iran
18:53yang selama ini
18:54disita
18:55oleh pihak
18:57Amerika Serikat
18:58yang
18:59aset-aset itu
19:00juga ada di
19:01negara-negara teluk
19:02itu minta untuk
19:03segera dicairkan
19:04karena
19:04bagi Iran
19:05ini sangat penting
19:06untuk bisa membangun
19:07kehidupan di Iran
19:08hal yang kedua
19:09yang diinginkan adalah
19:11tidak adanya lagi
19:13embargo
19:14ya
19:15sanksi ekonomi
19:16bahkan sekarang ini
19:17ada sanksi penerbangan
19:18kepada
19:19oleh Amerika Serikat
19:20kepada
19:21negara-negara
19:22untuk tidak
19:23melayani
19:24penerbangan-penerbangan
19:25Iran
19:25ke berbagai negara
19:27nah
19:27yang berikutnya
19:29ini yang
19:29terpenting
19:31adalah
19:32bahwa
19:32Amerika Serikat
19:34tidak melakukan
19:35serangan-serangan
19:36ke
19:37Iran
19:38maupun
19:38ke wilayah-wilayah
19:40yang
19:40mendapat dukungan
19:41dari Iran
19:42jadi dalam hal ini
19:43misalnya serangan
19:44ke Hamas
19:44ke Hezbollah
19:45bahkan juga
19:46ke Houthi
19:47nah ini yang
19:48diminta oleh
19:49Iran
19:50kepada
19:51Amerika Serikat
19:52nah tentu
19:53kita tidak tahu
19:54apakah
19:55Amerika Serikat
19:56akan bisa menerima ini
19:57yang pasti
19:58kalau misalnya
19:59soal senjata nuklir
20:00Iran sudah mengatakan
20:01bahwa kita tidak akan
20:03memiliki senjata nuklir
20:04tetapi
20:04jangan kami
20:05hak kami
20:06seperti negara-negara lain
20:08termasuk kita Indonesia ini kan
20:09nuklir untuk
20:10tujuan damai
20:11boleh
20:11kenapa kami
20:12kemudian dikecualikan
20:14tidak boleh memiliki
20:15apa namanya
20:17nuklir untuk
20:18tujuan damai
20:18memang
20:19kekhawatiran dari
20:20pihak Amerika Serikat itu
20:21terutama juga Israel
20:22adalah
20:23kalau Iran
20:24punya
20:25kemampuan
20:27untuk
20:27memiliki
20:28nuklir
20:29untuk tujuan damai
20:30apa yang membuat mereka
20:32tidak mengubah itu
20:33menjadi senjata nuklir
20:34dan yang paling
20:35mereka khawatirkan adalah
20:37kalau Iran punya
20:38senjata nuklir
20:39akan ditujukan ke siapa
20:40kalau bukan ke Israel
20:41nah itu yang kemudian
20:43membuat kekhawatiran
20:44dari Israel
20:45dan ini juga
20:46disampaikan
20:47kepada Presiden Trump
20:48dan Trump itu
20:49mau
20:50untuk kemudian
20:50melakukan serangan
20:51ke Iran
20:53karena isu
20:54seperti ini
20:54demikian
20:55oke baik
20:56nah kalau Pak Jaka
20:57melihatnya seperti apa
20:58dengan backdoor
20:59diplomasi yang terjadi
20:59saat ini
21:00apakah poin-poin
21:01yang akan mereka
21:02hasilkan nantinya
21:02sama ataupun
21:04serupa dengan
21:05yang dihasilkan
21:06pada bulan Juni lalu
21:08pertama
21:09saya kira
21:09ini terjadi
21:10satu prakondisi
21:11untuk menghilangkan
21:12apa yang disebut
21:13sebagai bad fate
21:14di dalam
21:15konteks mediasi
21:16yang terjadi
21:17antara Amerika
21:17dengan Iran
21:18bagaimana
21:19Oman dan Qatar
21:19sekarang membahas
21:20dalam isu-isu
21:21politikal
21:22dan teknis
21:22terkait dengan
21:23selat
21:24hormus
21:25dan juga
21:25terkait dengan
21:26sanksi
21:27yang diberikan
21:28oleh Amerika
21:29saya kira
21:30kedua belah pihak
21:31ingin saat sekarang
21:32membangun
21:32apa yang disebut
21:33sebagai confidence building
21:34sebagai dasar
21:35untuk adanya terjadi
21:36good fate
21:37di dalam pertemuan
21:38antara Amerika
21:39dengan Iran
21:39yang sedang
21:40bertikai
21:41ini yang saya kira
21:42sedang dilakukan
21:43oleh kedua
21:43belah pihak
21:45atau negara
21:45yang memfasilitasi
21:46yaitu Oman dan Qatar
21:47sebagai mediator
21:49yang melaksanakan
21:50prakondisi awal
21:51perbaikan yang utama
21:52yang saya kira
21:53harus disampaikan
21:54oleh kedua mediator
21:55ini adalah
21:56kalau terjadi
21:57yang disebut
21:58sebagai peace agreement
21:59ataupun kesepakatan
22:00dari yang kemarin
22:01harus ada
22:02enforcement mechanism
22:03yang jelas
22:04terkait dengan
22:05kesepakatan yang
22:06dibangun antara
22:07Iran dan Amerika
22:08saya kira ini adalah
22:09lesson learned
22:09yang harus kita
22:10cermati
22:11kenapa?
22:11karena kegagalan
22:12agreement-agreement
22:13sebelumnya
22:14itu tidak ada
22:15apa yang disebut sebagai
22:16enforcement mechanism
22:17yang bisa menjaga
22:18atau gendak
22:19dari para pihak
22:20Amerika dan Iran
22:21saya kira ini yang
22:22saya kira
22:22aspek yang paling penting
22:24yang harus disampaikan oleh
22:25Oman dan Qatar
22:26melalui backdoor
22:27channel diplomasi
22:28yang sedang mereka lakukan
22:29oke dengan
22:30kemudian pernyataan
22:31yang kemarin juga
22:31keluar di Pindato
22:32Pak Jaka
22:33apakah kemudian
22:34landasan saling percaya
22:35itu bisa tercapai
22:36paling tidak
22:36untuk waktu dekat ini?
22:39saya kira ketika
22:40secara umum
22:41secara formal
22:42di PBB
22:42mereka menyatakan
22:45ada kendak
22:46yang mereka lakukan
22:47lalu juga
22:47ada hal-hal
22:48yang mereka
22:49masih membuka ruang
22:50untuk mereka berdialog
22:51saya kira
22:52kesempatan ini
22:52harus dimanfaatkan
22:53sebagai momentum
22:54untuk mereka
22:55saling percaya
22:56saya kira
22:57tadi
22:58Prof. Vimanto
22:59menyampaikan
23:00kalau misalnya
23:01sanksi ini
23:01bisa dilonggarkan
23:02oleh Amerika
23:03saya kira Iran
23:04juga akan memberikan
23:05satu kepercayaan
23:05untuk bisa ketemu
23:06kembali
23:08ketika Iran
23:09membuka ruang
23:10untuk pelayan
23:10serat hormus
23:11ke median line
23:12yang dikomandani oleh Oman
23:14saya kira ini juga
23:15akan menjadi hal-hal
23:16secara teknis
23:17yang akan membangun
23:18kepercayaan dari
23:19kedua belah pihak
23:20untuk saling ketemu lagi
23:21sehingga
23:22saya kira
23:22momentum yang pas
23:23Oman dan Qatar
23:24harus
23:25menginstrusikan
23:26atau memberikan
23:27satu mekanisme
23:28enforcement mekanisme
23:30yang saya sebutkan tadi
23:31sebagai satu bentuk
23:32adanya good faith
23:33diantara mereka
23:33supaya
23:34terjadi apa yang disebut
23:35sebagai agreement
23:36kedepannya
23:37diantara kedua belah pihak
23:38oke
23:39pagi kalau Anda melihat
23:40jika kita ingin
23:41kesepakatan antara
23:43Amerika Serikat
23:43dan juga Iran
23:44apa yang seharusnya
23:45sekarang dilakukan
23:45oleh masing-masing negara
23:46paling tidak untuk
23:47langkah awal
23:48supaya landasan
23:49kepercayaan bisa
23:49terwujud
23:51ya yang pasti
23:52begini
23:53tadi
23:53Prof. Jakar
23:55sudah menyampaikan
23:56bahwa
23:56masalah kepercayaan
23:57nah
23:58Iran itu
23:59punya defisit
24:00kepercayaan
24:01terhadap
24:01Amerika Serikat
24:02mereka gak percaya
24:03sama Amerika Serikat
24:04karena yang tadi
24:05saya katakan
24:05sedang berunding
24:06diserang
24:07sudah ada
24:08MOU
24:08masih diserang juga
24:09jadi ini yang
24:11harus diselesaikan
24:13nah bagaimana
24:14menyelesaikan ini
24:15dalam
24:16pemikiran saya
24:18ini pemerintah kita
24:19pemerintah Indonesia
24:20kan kita
24:21jelas di dalam
24:22pembukaan undang-undang dasar
24:23bahwa
24:24kita akan turut
24:26dalam perdamaian dunia
24:27itu di paragraf
24:28empat pembukaan
24:29nah
24:29kalau saya bisa
24:31memohon kepada
24:32pemerintah
24:33inisiasi
24:34yang namanya
24:35aliansi
24:37penjamin
24:39guarantor
24:40alians
24:41karena apa
24:42kita perlu
24:43negara-negara
24:44yang mau
24:45menjamin
24:46bahwa
24:47kalau terjadi
24:47kesepakatan
24:48bahwa Amerika Serikat
24:49tidak mau melakukan
24:50serangan
24:50dan itu
24:52Iran akan merasa
24:52oke
24:53karena saya digaransi
24:55oleh negara-negara
24:56yang ada
24:57yang diinisiatifi
24:58oleh Indonesia
24:59maka
25:00saya agak
25:01lebih tenang
25:01kalau yang kemarin itu
25:03waktu mereka diserangkan
25:04gak ada yang menggaranti
25:05ketika Amerika
25:06melakukan serangan
25:07ke Iran
25:07Iran
25:08ya
25:08mau tidak mau
25:09ya harus membalas
25:10dia tidak mau
25:11ditekuk lututnya
25:13nah
25:13jadi
25:14ini penting sekali
25:16ini
25:16langkah awal
25:17nah
25:18harusnya
25:19pemerintah kita
25:20bisa memunculkan
25:21ide itu
25:22misalnya kita
25:23bisa aliansi
25:25dengan
25:25negara-negara
25:26ASEAN
25:26lalu negara-negara
25:27OKI
25:28lalu kemudian kan
25:29Bapak Presiden
25:29sudah punya hubungan
25:30baik dengan Perancis
25:31dengan Inggris
25:32kita bawa semua
25:34butuh negara
25:35menjamin ya
25:36Pak Gehik ya
25:37soal ini
25:38jadi kesepakatan
25:39tidak saling dilanggar
25:39butuh negara
25:40yang bisa menjamin
25:41ini semua
25:41terakhir saya kebajak
25:42singkat saja
25:43kira-kira langkah
25:44Amerika Serikat apa
25:45karena
25:45Trump bilang bahwa
25:46setelah pemilu selah
25:47ada dua opsi
25:48yang dimunculkan
25:50yaitu
25:50hancur
25:51serang secara total
25:52atau juga
25:53mencapai
25:54kesepakatan
25:55kalau kira-kira
25:56menurut Anda
25:56setelah pemilu selah
25:57apa yang akan
25:58Amerika Serikat lakukan
25:59saya kira tergantung
26:01hasil dari
26:01pemilu selahnya ini
26:02mas
26:02saya khawatirnya
26:03disitu gitu ya
26:04yang pertama
26:05kalau Partai Republik
26:06menang
26:06saya kira
26:07rencana Trump
26:08untuk membangun
26:09itu dapat
26:09direalisasikan
26:10tapi kalau misalnya
26:11dari hasil pemilu selah ini
26:13kok hasilnya Republik
26:14kalah
26:14saya kira khawatir
26:15kemungkinan yang kedua
26:16yang itu terjadi
26:17sehingga
26:17sekali lagi
26:18ini juga menjadi
26:19sebuah isu yang besar
26:21untuk adanya
26:21bangunan trust building
26:22yang sedang diupayakan
26:24ini kan mengambang sekali
26:26paradoks yang disampaikan
26:27oleh Presiden Trump
26:28di akhir pidatonya
26:29itu kan menjadi
26:30sebuah kekhawatiran
26:31yang saya kira
26:32sangat beralasan
26:33ketika Iran
26:33juga sangat sulit
26:35percaya kepada
26:35pernyataan-pernyataan Amerika
26:37dan saya kira
26:38masyarakat juga harus
26:39memberikan satu
26:40way out
26:40seperti yang disampaikan
26:41Prof. Hikmahanto
26:42untuk bisa menjadi
26:44garantor bahwa
26:45ini tidak akan
26:46berulang
26:46ini tidak akan
26:47berkepanjangan
26:48sehingga
26:48mekanisme breakthrough
26:50itu harus dilaksanakan
26:51saya kira
26:52pemerintah sampai sekarang
26:53masih normatif nih
26:54Prof. Hikmahanto
26:55bahwa masih refrain
26:56masih hapa
26:57mengambil sikap
26:58yang pasif
26:59belum berani
26:59memberikan satu
27:00mekanisme-mekanisme
27:01pembaruan atau breakthrough
27:02untuk bisa
27:03menjembatani
27:04dan mengaktualisasikan
27:06politik bebas aktif kita
27:07saya kira momentum ini
27:09harus dimanfaatkan
27:10sebaik mungkin oleh
27:11pemerintah kita
27:11baik itu tadi
27:12lagi-lagi negara penjamin
27:14untuk menjamin
27:15paling tidak kedua negara
27:16bisa
27:17kesepakatannya
27:18disepakati bersama-sama
27:19tidak dilanggar
27:20seperti itu
27:20kita lihat bersama-sama
27:21seperti apa ke depannya
27:22terima kasih
27:23Prof. Hikmahanto
27:24Jwana
27:24Guru Besar Hukum
27:25Internasional UI
27:26dan juga Prof. Heribertus
27:27Jakatriana
27:27Guru Besar Hukum
27:28Internasional UGM
27:29sudah bergabung
27:30di Sapa Indonesia Pagi
27:31selamat pagi
27:31selamat sehat semuanya
27:32selamat pagi
27:35jangan beranjak sodara
27:37Sapa Indonesia Pagi
27:38masih kembali
27:38dengan sorotan lainnya
27:39dimana hari ke-12
27:40pencarian korban
27:41KM Virgo
27:42tim SAR berhasil
27:43mengevakuasi 14 jenazah
27:44total 42 orang meninggal
27:46sedangkan 93 orang
27:48masih dalam pencarian

Dianjurkan