Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 menit yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden Prabowo Subianto memerintahkan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk bersama-sama menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.

Arahan tersebut disampaikan Kepala Staf Kepresidenan Listyo Sigit Prabowo saat menjelaskan upaya pemerintah menangani karhutla di Istana Kepresidenan, Jakarta, Minggu (11/10/2026).

"Yang jelas, Presiden telah memerintahkan TNI, Polri, pemerintah daerah, termasuk Manggala Agni, masyarakat semua untuk bersama-sama menyelesaikan dan melakukan langkah-langkah yang terbaik untuk penyelesaian karhutla," ujar Sigit.

Menko Polkam Dudung Abdurachman mengatakan, pemerintah telah menguji coba cairan bantuan dari Brasil untuk membantu memadamkan karhutla di Sumatera Selatan dan Kalimantan.

"Dalam waktu dekat, saya seharusnya kemarin berangkat ke Sumatera Selatan. Kebetulan, ada bantuan dari Brasil berupa cairan. Jadi, cairan ini kalau disemprotkan akan mengendap, kemudian bisa mematikan api. Cairan ini sudah kami uji coba di Sumatera Selatan dan Kalimantan. Mudah-mudahan upaya ini bisa terus berlanjut dan kebakaran segera dapat dipadamkan," kata Dudung.

Video Editor: Aqshal

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/695424/dudung-hingga-listyo-ungkap-langkah-presiden-prabowo-tangani-karhutla
Transkrip
00:00Tapi yang jelas Presiden telah memerintahkan TNI, Polri, pemerintah daerah, termasuk Manggalangni, masyarakat semua
00:08untuk bersama-sama menyelesaikan, melakukan langkah-langkah yang terbaik untuk penyelesaian karutlah.
00:17Oh enggak, saya tidak hadir acara itu, cuma kalau tadi hanya acara makan siang bersama saja.
00:25Tidak ada yang di... saya nggak dengar ya kalau membahas yang itu.
00:28Tetapi kalau pembahasan meeting dengan Bapak Presiden, saya tidak ikut.
00:36Ya, ini saya memang sebagai Ketua Dewan Pengarah, dalam waktu dekat saya harusnya kemarin kita akan ke Sumatera Selatan.
00:48Kebetulan ada bantuan dari Brazil, jadi satu cairan ya.
00:56Jadi kalau misalnya semprotkan, itu akan mengendap, kemudian bisa mematikan.
01:03Ini sudah kita uji coba di Sumatera Selatan, di Kalimantan.
01:07Mudah-mudahan ini kita akan terus berlanjut dan segeralah bisa dipadamkan.
01:13Pihak udara, jadi nanti melalui heli tetap.
01:19Termasuk manual juga melalui anggota nanti yang akan nanti dilibatkan.
01:28Informasinya demikian.
01:29Tapi kita masih maksimal berupaya.
01:31Ya, makasih mas.
01:34Terima kasih mas.
02:03Terima kasih mas.
02:04Sebentar, kami sedang melaksanakan berbagai macam bantuan.
02:08Yang jelas ini menjadi kajian untuk mengambil langkah yang terbaik.
02:17Tapi yang jelas Presiden telah memerintahkan TNI, Polri, pemerintah daerah, termasuk Manggalakni, masyarakat semua untuk bersama-sama menyelesaikan dan melakukan
02:33langkah-langkah yang terbaik untuk penyelesaian karutlah.
02:39Lengkap mulai dari Satga Sudara, Satga Sedarat.
02:45Kemudian juga upaya-upaya untuk terus memberikan sosialisasi, edukasi, perbaikan regulasi.
02:56Semuanya sedang didorong termasuk bagaimana mempersiapkan badan restorasi kambut untuk menjadi badan yang lebih fleksibel untuk ke depan menghadapi dan
03:12mencegah agar karutlah betul-betul bisa diminimalkan.
03:17Ya, sedang berproses.
03:22Ya, kasih.
03:47Selesai, kamu bisa menonton video pilihan editorial Kompas TV.
03:52Download Kompas TV Apps di TV kamu sekarang juga.

Dianjurkan