Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 5 menit yang lalu
KOMPAS.TV - 4 bulan, asap karhutla menyelimuti wilayah Sumatera, Kalimantan, dan berbagai daerah lainnya di Indonesia. Kabut asap pun merembet ke negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.

Asap pekat menyelimuti langit Singapura pada Sabtu, 10 Oktober. Hotel ikonik Marina Bay Sands bahkan nyaris tak terlihat akibat asap.

Seorang warga Singapura mengaku sejumlah orang mulai mengalami gangguan kesehatan.

Wisatawan asal India di Singapura juga mengeluhkan pengalaman yang tidak menyenangkan akibat paparan asap.

Akibat terpapar asap, Pemerintah Malaysia meliburkan aktivitas sekolah di Kuala Lumpur, Johor, dan wilayah yang berbatasan dengan Singapura.

Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengungkap upaya pemerintah menangani asap karhutla yang dikeluhkan negara tetangga RI. Lebih dari 60.000 personel serta 48 helikopter dan pesawat dikerahkan untuk pemadaman lewat udara. Cuaca yang tak mendukung juga menghambat penanganan karhutla.

Indonesia sedang berupaya mengendalikan kebakaran hutan dan lahan di sejumlah provinsi di Sumatera dan Kalimantan. El Nino berkepanjangan tahun ini jadi pemicu kebakaran hutan dan lahan di Indonesia, ditambah perilaku pembakar hutan dan lahan memperparah kondisi.

Untuk membahas soal asap karhutla yang mengganggu hingga negara tetangga, bersama kami sudah ada WNI di Singapura, Tresna Narulita.

Baca Juga Jalanan Tertutup Kabut Asap, 4 Kendaraan Kecelakaan Beruntun | KOMPAS MALAM di https://www.kompas.tv/regional/695430/jalanan-tertutup-kabut-asap-4-kendaraan-kecelakaan-beruntun-kompas-malam

#karhutla #kabutasap #singapura #malaysia

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/695433/full-wni-di-singapura-cerita-soal-kondisi-udara-imbas-kabut-asap-karhutla-dari-indonesia
Transkrip
00:00Saudara, tak hanya berdampak ke warga sekitar, kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan dan Sumatera juga memicu kabut asap hingga
00:07ke negara tetangga Singapura dan Malaysia.
00:09Aktivitas warga pun terganggu.
00:13Empat bulan, asap karhutlah menyelimuti wilayah Sumatera, Kalimantan dan berbagai daerah lainnya di Indonesia.
00:22Kabut asap pun merembet ke negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.
00:27Asap pekat menyelimuti langit Singapura pada Sabtu 10 Oktober.
00:33Hotel ikonik Marina Baisens bahkan nyaris tak terlihat akibat asap.
00:38Seorang warga Singapura mengaku sejumlah orang mulai mengalami gangguan kesehatan.
01:11Seorang wisatawan asal India di Singapura,
01:14mengeluhkan pengalaman yang tidak menyenangkan akibat paparan asap.
01:27Selamat menikmati di Singapura.
02:01Akibat terpapar asap, pemerintah Malaysia meliburkan aktivitas sekolah di Kuala Lumpur, Johor dan wilayah yang berbatasan dengan Singapura.
02:09Menteri Luar Negeri Armanata Nasir mengungkap upaya pemerintah menangani asap karhutlah yang dikeluhkan negara tetangga RI.
02:18Lebih dari 60 ribu personel serta 48 helikopter dan pesawat dikerahkan untuk pemadaman lewat udara.
02:27Cuaca yang tak mendukung juga menghambat penanganan karhutlah.
02:32Saya sudah berbicara juga dengan Menteri Luar Negeri Malaysia dan juga kita sudah jelaskan langkah-langkah yang telah dilakukan oleh
02:42Indonesia
02:42seperti kita sudah menerjunkan lebih dari 60 ribu personel.
02:49Kita telah menerjunkan juga sekitar 48 helikopter dan pesawat untuk melakukan water bombing dan juga pengalaman cuaca.
03:04Indonesia sedang berupaya mengendalikan kebakaran hutan dan lahan di sejumlah provinsi di Sumatera dan Kalimantan.
03:12El Nino berkepanjangan tahun ini jadi pemicu kebakaran hutan dan lahan di Indonesia.
03:18Ditambah perilaku pembakar hutan dan lahan memperparah kondisi.
03:28Kepala Badan Komunikasi RI Syah Gandana Inggolan menekankan kembali komitmen Presiden Prabowo Subianto
03:34untuk menangani kebakaran hutan dan lahan.
03:36Indonesia dan Malaysia tengah berkoordinasi menangani karhutlah.
03:42Kepala Badan Komunikasi RI Syah Gandana Inggolan menekankan kembali komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk menangani kebakaran hutan dan lahan.
03:51Ini adalah di luar beyond human, beyond our human error.
03:56Ini betul-betul alam.
03:59Kemudian Perdana Menteri Malaysia, Datuk Sri Anwar Ibrahim mengirim Menteri Luar Negerinya
04:06untuk dengan Menteri Luar Negeri kita mendetailkan pembicaraan agar bisa bersama-sama mengatasi karhutlah tersebut.
04:15Untuk membahas soal asap karhutlah yang mengganggu hingga negara tetangga,
04:19bersama kami sudah ada WNI di Singapura, ada Mbak Trisna Narulita.
04:23Selamat malam waktu Indonesia, Mbak Trisna.
04:27Selamat malam, Mas.
04:28Mbak, kapan sebetulnya persisnya Anda merasakan udara di Singapura ini sudah mulai berubah?
04:36Sejujurnya dari awal September ya,
04:38cuma ketika itu mungkin belum merata ke seluruh Singapur,
04:42hanya beberapa area di Singapur seperti daerah selatan Singapur.
04:47Tapi itu sempat membaik di pertengahan September,
04:51juga ditambah ketika itu ada satu weekend Singapura diguyur hujan Sabtu Minggu.
04:56Situasinya sempat membaik,
04:57tapi kemudian akhir September hingga awal Oktober ini makin memburuk.
05:02Dan mungkin terburuknya adalah Minggu ini sih.
05:06Terburuknya adalah?
05:07Terburuknya adalah?
05:08Semua, bahkan ke daerah tempat tinggal saya,
05:11kebetulan saya tinggal di daerah utara,
05:13itu pekatnya sama seperti dengan yang di tengah-tengah, yang di center gitu.
05:19Anda bisa menggambarkan seperti apa sebetulnya udara di Singapura saat ini,
05:23dan bagaimana dengan aktivitas kesarian apabila memang aput asap ini sudah terlalu pekat di sana?
05:31Kalau Minggu ini, karena kebetulan aku bekerja di daerah tengah, di daerah City Hall,
05:37waktu hari Senin, even hari Senin,
05:39aku buka pintu mau berangkat pagi itu sudah pasti terlitas seperti kabut,
05:44padahal itu bukan.
05:45Dan baunya beda gitu loh.
05:48Kalau mungkin kabut kan tidak akan berbau ya, ini berbau.
05:51Terus ya mau tidak mau jadi memakai masker lagi,
05:54kembali lagi seperti zaman Covid.
05:55Mau tidak mau, karena ya daripada kita menghirup udara yang nggak bagus ya,
06:02semakin ke tengah, semakin parah tentunya.
06:04Mbak Trisna, ini ada visual yang kami tampilkan,
06:07ini ada 16 September 2026,
06:10dan perbedaannya di 5 Oktober 2026 di Singapura,
06:13kondisinya memang sangat berbeda.
06:15Bisa Anda ceritakan, Mbak Trisna?
06:17Itu yang di sebelah kiri,
06:19itu aku ambil pertengahan September,
06:21itu setelah ada satu weekend yang Singapura digoyur hujan,
06:25itu daerah rumah aku,
06:26dan Alhamdulillah akhirnya bisa melihat awan lagi,
06:29birunya Singapura lagi,
06:30tapi the next week itu kembali lagi parah,
06:34hingga hari ini,
06:36itu yang di sebelah kiri,
06:37itu aku ambil dari tempat kerja aku,
06:38aku mau lunch keluar,
06:41totally nggak bisa lihat awan.
06:42Biasanya Singapura itu kan panas ya,
06:46mataharinya apa,
06:47terik sekali itu kelihatan gitu,
06:50dan biru sekali,
06:51itu totally nggak bisa kelihatan apa-apa itu.
06:54Dengan kondisi ini,
06:55bagaimana Anda beraktivitas sehari-hari terlebih di luar ruangan,
06:59dan Anda juga punya anak tentunya kan?
07:01Ya, mau tidak mau,
07:04saya membuat anak saya memakai masker juga ya,
07:07termasuk saya.
07:08Kalau untuk kegiatan sekolah anak saya,
07:10karena dia masih TK,
07:13sepertinya Menteri Kesehatan dan Menteri Pendidikan mereka sudah berkoordinasi dengan baik,
07:17jadi untuk TK dan mungkin primary atau SD,
07:22tidak diadakan dulu kegiatan di luar ruang.
07:24Biasanya anak saya itu TK kalau pagi,
07:27itu mereka ada morning walk,
07:29ini sepertinya sudah sebulan lebih mereka tidak ada morning walk,
07:32jadi masuk kelas sudah langsung masuk,
07:34nggak keluar-keluar lagi.
07:36Terakhir Mbak Trisna,
07:38imbuan untuk otoritas dan juga pesan
07:40untuk pemerintah Indonesia terkait dengan penanganan karhutlah ini.
07:44Karena kebetulan saya tinggal di Singapura,
07:48menurut saya yang wajib pertama kali adalah
07:49pemerintah ada permintaan maaf untuk negara-negara tetangga,
07:53selain tentunya langkah konkret dan solusi yang cepat dan nyata,
07:58itu sih yang pasti harus minta maaf.
08:00please.
08:02Baik, ada lagi Mbak?
08:05Ya, semoga udara Singapura segera membaik,
08:09dan tentunya Kalimantan juga,
08:10Palembang juga,
08:11solusi dari pemerintah nyata,
08:13dan cepat kembali melihat awan biru.
08:16Tidak hanya di Singapura,
08:17tapi di Indonesia juga tentunya.
08:19Baik, terima kasih Mbak Trisna Narulita,
08:21warga negara Indonesia yang berada di Singapura,
08:23telah menceritakan bagaimana kondisi kabut asap
08:27akibat karhutlah yang terjadi di dunia.

Dianjurkan