00:00Saudara, tak hanya berdampak ke warga sekitar, kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan dan Sumatera juga memicu kabut asap hingga
00:07ke negara tetangga Singapura dan Malaysia.
00:09Aktivitas warga pun terganggu.
00:13Empat bulan, asap karhutlah menyelimuti wilayah Sumatera, Kalimantan dan berbagai daerah lainnya di Indonesia.
00:22Kabut asap pun merembet ke negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.
00:27Asap pekat menyelimuti langit Singapura pada Sabtu 10 Oktober.
00:33Hotel ikonik Marina Baisens bahkan nyaris tak terlihat akibat asap.
00:38Seorang warga Singapura mengaku sejumlah orang mulai mengalami gangguan kesehatan.
01:11Seorang wisatawan asal India di Singapura,
01:14mengeluhkan pengalaman yang tidak menyenangkan akibat paparan asap.
01:27Selamat menikmati di Singapura.
02:01Akibat terpapar asap, pemerintah Malaysia meliburkan aktivitas sekolah di Kuala Lumpur, Johor dan wilayah yang berbatasan dengan Singapura.
02:09Menteri Luar Negeri Armanata Nasir mengungkap upaya pemerintah menangani asap karhutlah yang dikeluhkan negara tetangga RI.
02:18Lebih dari 60 ribu personel serta 48 helikopter dan pesawat dikerahkan untuk pemadaman lewat udara.
02:27Cuaca yang tak mendukung juga menghambat penanganan karhutlah.
02:32Saya sudah berbicara juga dengan Menteri Luar Negeri Malaysia dan juga kita sudah jelaskan langkah-langkah yang telah dilakukan oleh
02:42Indonesia
02:42seperti kita sudah menerjunkan lebih dari 60 ribu personel.
02:49Kita telah menerjunkan juga sekitar 48 helikopter dan pesawat untuk melakukan water bombing dan juga pengalaman cuaca.
03:04Indonesia sedang berupaya mengendalikan kebakaran hutan dan lahan di sejumlah provinsi di Sumatera dan Kalimantan.
03:12El Nino berkepanjangan tahun ini jadi pemicu kebakaran hutan dan lahan di Indonesia.
03:18Ditambah perilaku pembakar hutan dan lahan memperparah kondisi.
03:28Kepala Badan Komunikasi RI Syah Gandana Inggolan menekankan kembali komitmen Presiden Prabowo Subianto
03:34untuk menangani kebakaran hutan dan lahan.
03:36Indonesia dan Malaysia tengah berkoordinasi menangani karhutlah.
03:42Kepala Badan Komunikasi RI Syah Gandana Inggolan menekankan kembali komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk menangani kebakaran hutan dan lahan.
03:51Ini adalah di luar beyond human, beyond our human error.
03:56Ini betul-betul alam.
03:59Kemudian Perdana Menteri Malaysia, Datuk Sri Anwar Ibrahim mengirim Menteri Luar Negerinya
04:06untuk dengan Menteri Luar Negeri kita mendetailkan pembicaraan agar bisa bersama-sama mengatasi karhutlah tersebut.
04:15Untuk membahas soal asap karhutlah yang mengganggu hingga negara tetangga,
04:19bersama kami sudah ada WNI di Singapura, ada Mbak Trisna Narulita.
04:23Selamat malam waktu Indonesia, Mbak Trisna.
04:27Selamat malam, Mas.
04:28Mbak, kapan sebetulnya persisnya Anda merasakan udara di Singapura ini sudah mulai berubah?
04:36Sejujurnya dari awal September ya,
04:38cuma ketika itu mungkin belum merata ke seluruh Singapur,
04:42hanya beberapa area di Singapur seperti daerah selatan Singapur.
04:47Tapi itu sempat membaik di pertengahan September,
04:51juga ditambah ketika itu ada satu weekend Singapura diguyur hujan Sabtu Minggu.
04:56Situasinya sempat membaik,
04:57tapi kemudian akhir September hingga awal Oktober ini makin memburuk.
05:02Dan mungkin terburuknya adalah Minggu ini sih.
05:06Terburuknya adalah?
05:07Terburuknya adalah?
05:08Semua, bahkan ke daerah tempat tinggal saya,
05:11kebetulan saya tinggal di daerah utara,
05:13itu pekatnya sama seperti dengan yang di tengah-tengah, yang di center gitu.
05:19Anda bisa menggambarkan seperti apa sebetulnya udara di Singapura saat ini,
05:23dan bagaimana dengan aktivitas kesarian apabila memang aput asap ini sudah terlalu pekat di sana?
05:31Kalau Minggu ini, karena kebetulan aku bekerja di daerah tengah, di daerah City Hall,
05:37waktu hari Senin, even hari Senin,
05:39aku buka pintu mau berangkat pagi itu sudah pasti terlitas seperti kabut,
05:44padahal itu bukan.
05:45Dan baunya beda gitu loh.
05:48Kalau mungkin kabut kan tidak akan berbau ya, ini berbau.
05:51Terus ya mau tidak mau jadi memakai masker lagi,
05:54kembali lagi seperti zaman Covid.
05:55Mau tidak mau, karena ya daripada kita menghirup udara yang nggak bagus ya,
06:02semakin ke tengah, semakin parah tentunya.
06:04Mbak Trisna, ini ada visual yang kami tampilkan,
06:07ini ada 16 September 2026,
06:10dan perbedaannya di 5 Oktober 2026 di Singapura,
06:13kondisinya memang sangat berbeda.
06:15Bisa Anda ceritakan, Mbak Trisna?
06:17Itu yang di sebelah kiri,
06:19itu aku ambil pertengahan September,
06:21itu setelah ada satu weekend yang Singapura digoyur hujan,
06:25itu daerah rumah aku,
06:26dan Alhamdulillah akhirnya bisa melihat awan lagi,
06:29birunya Singapura lagi,
06:30tapi the next week itu kembali lagi parah,
06:34hingga hari ini,
06:36itu yang di sebelah kiri,
06:37itu aku ambil dari tempat kerja aku,
06:38aku mau lunch keluar,
06:41totally nggak bisa lihat awan.
06:42Biasanya Singapura itu kan panas ya,
06:46mataharinya apa,
06:47terik sekali itu kelihatan gitu,
06:50dan biru sekali,
06:51itu totally nggak bisa kelihatan apa-apa itu.
06:54Dengan kondisi ini,
06:55bagaimana Anda beraktivitas sehari-hari terlebih di luar ruangan,
06:59dan Anda juga punya anak tentunya kan?
07:01Ya, mau tidak mau,
07:04saya membuat anak saya memakai masker juga ya,
07:07termasuk saya.
07:08Kalau untuk kegiatan sekolah anak saya,
07:10karena dia masih TK,
07:13sepertinya Menteri Kesehatan dan Menteri Pendidikan mereka sudah berkoordinasi dengan baik,
07:17jadi untuk TK dan mungkin primary atau SD,
07:22tidak diadakan dulu kegiatan di luar ruang.
07:24Biasanya anak saya itu TK kalau pagi,
07:27itu mereka ada morning walk,
07:29ini sepertinya sudah sebulan lebih mereka tidak ada morning walk,
07:32jadi masuk kelas sudah langsung masuk,
07:34nggak keluar-keluar lagi.
07:36Terakhir Mbak Trisna,
07:38imbuan untuk otoritas dan juga pesan
07:40untuk pemerintah Indonesia terkait dengan penanganan karhutlah ini.
07:44Karena kebetulan saya tinggal di Singapura,
07:48menurut saya yang wajib pertama kali adalah
07:49pemerintah ada permintaan maaf untuk negara-negara tetangga,
07:53selain tentunya langkah konkret dan solusi yang cepat dan nyata,
07:58itu sih yang pasti harus minta maaf.
08:00please.
08:02Baik, ada lagi Mbak?
08:05Ya, semoga udara Singapura segera membaik,
08:09dan tentunya Kalimantan juga,
08:10Palembang juga,
08:11solusi dari pemerintah nyata,
08:13dan cepat kembali melihat awan biru.
08:16Tidak hanya di Singapura,
08:17tapi di Indonesia juga tentunya.
08:19Baik, terima kasih Mbak Trisna Narulita,
08:21warga negara Indonesia yang berada di Singapura,
08:23telah menceritakan bagaimana kondisi kabut asap
08:27akibat karhutlah yang terjadi di dunia.