Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 4 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda, menanggapi pernyataan Presiden ke-7 RI Joko Widodo yang menduga adanya operasi politik.

Hal itu berkaitan dengan adanya dugaan pihak-pihak yang disebutnya sebagai "penumpang gelap" dalam polemik ijazah yang turut menyeret nama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Menanggapi hal tersebut, Hanta Yuda menilai operasi politik merupakan hal yang wajar terjadi di tengah persaingan antaraktor politik.

"Ya, karena aktor-aktor politik yang sedang bertarung, ya wajar kalau kemudian ada operasi politik. Dan tidak luar biasa statement yang disampaikan oleh Pak Jokowi itu," ujar Hanta Yuda, Jumat (16/10/2026).

Menurut Hanta, hal yang lebih penting saat ini adalah memberikan klarifikasi secara tuntas kepada masyarakat, baik dari pihak Jokowi maupun Gibran, terkait polemik ijazah yang berkembang.

"Klarifikasi tuntas kepada publik, kepada masyarakat, baik dari pihak Pak Jokowi-nya maupun dari pihak Mas Gibran-nya itu jauh lebih penting," tegas Hanta.

Sebelumnya Presiden ke-7 RI Joko Widodo menanggapi tuduhan terkait ijazah yang menyeret namanya dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Jokowi menyebut adanya operasi politik serta pihak-pihak yang disebutnya sebagai "penumpang gelap" yang menunggangi isu tersebut hingga menjadi ramai di ruang publik.

Video Editor: Novaltri

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/696702/hanta-yuda-soroti-klaim-operasi-politik-jokowi-klarifikasi-lebih-penting
Transkrip
00:00Dan tidak luar biasa statement yang disampaikan oleh Pak Jokowi itu,
00:03kalaupun ada, tidak ada yang luar biasa, karena Pak Jokowi adalah aktor politik,
00:08yang lebih clear itu adalah mengkritifikasi kepastian hukum,
00:11menunjukkan sesuatu yang perlu dikritifikasi kepada publik, jauh lebih penting tentunya.
00:16Ini operasi politik ada yang mau menjatuhkan reputasi, menurut Mas Santa gimana?
00:21Ya, karena aktor-aktor politik yang sedang bertarung,
00:26ya wajar kalau kemudian ada operasi politik, dan tidak luar biasa statement yang disampaikan oleh Pak Jokowi itu.
00:33Kalaupun ada, tidak ada yang luar biasa, karena Pak Jokowi adalah aktor politik,
00:37kemudian Mas Gibran itu wakil presiden, kemudian ada yang melakukan strategi-strategi politik,
00:43ya wajar saja, tetapi dalam konteks ini jangan sampai proses dinamika politik,
00:49pertarung politik itu mempampakan infrastruktur atau katakanlah dinamika hukum,
00:53atau sebaliknya hukum kemudian berkelindahan, itu yang harus dipisahkan.
00:57Tapi bahwa itu adalah bagian dari pertarungan politik, tidak bisa dipisahkan.
01:01Tapi menurut Mas Santa memang ada yang mau menjatuhkan Pak Jokowi,
01:04atau itu hanya klaim saja biar fokus orang belok gitu?
01:09Memang mungkin terlalu spekulatif kita mengatakan bahwa pasti ada yang ingin menjatuhkan,
01:15tapi bahwa Pak Jokowi sebagai mantan presiden, kemudian Mas Gibran sebagai wakil presiden,
01:22tidak mungkin tidak punya lawan atau musuh politik, kan gitu.
01:25Nah, tapi apakah setiap ada persoalan lalu disimpulkan bahwa itu adalah persoalan,
01:31apa namanya, lawan politik, ya belum tentu juga, belum tentu juga.
01:35Yang paling penting dikelirik itu adalah kreatifikasi, kreatifikasi tuntas kepada publik,
01:40kepada masyarakat, baik dari pihak Pak Jokowi-nya, maupun dari pihak Mas Gibran-nya,
01:44itu jauh lebih penting.
01:45Tapi bagian dari strategi untuk membangun, katakanlah, simpati publik,
01:50ya saya kira tidak terlalu efektif dalam kondisi saat ini.
01:54Yang lebih kelirik itu adalah mengkreatifikasi kepastian hukum,
01:57menunjukkan sesuatu yang perlu dikreatifikasi kepada publik,
02:00jauh lebih penting tentunya.
02:02Tuduhan ijazah palsu yang dari mulai Pak Jokowi, terus sekarang ke Mas Gibran,
02:07ini apakah ada satu rangkaian terkait gerakan yang dulu Bapak sempat bilang
02:11adanya orang besar gitu, Pak?
02:12Ya kan sudah saya sampaikan sejak awal, ini ada operasi politik,
02:19kemudian ada penumpang gelap yang menunggangi lagi, jadi menjadi ramai sekali.
02:25Tapi ya buat saya biasa saja.
02:30Ini membuat isu-isu yang apa namanya, genting menjadi terlupakan itu atau seperti apa sih Pak?
02:35Ya bisa saja seperti itu, bisa saja memang sekali lagi operasi politik untuk mendowngrade reputasi politik seseorang.
02:52Bapak atau Mas Gibran gitu maksudnya?
02:53Ya dua-duanya bisa.
03:17Selesai, kamu bisa menonton video pilihan editorial Kompas TV.
03:22Download Kompas TV apps di TV kamu sekarang juga!

Dianjurkan