00:00Kita bahas lebih lengkap bersama pakar hubungan internasional Presiden Universiti, Tuku Reza Syah.
00:05Pak Reza, selamat malam dengan Tata di studio. Pak Reza.
00:09Selamat malam Tata, salam dari Presiden Universiti.
00:12Baik, Pak Reza. Arab Saudi salah satu negara dengan anggaran pertahanan terbesar di dunia.
00:18Tapi, kenapa sistem pertahanan udara yang sangat mahal itu bisa kebobolan oleh serangan drone rakitan dari Huti?
00:26Ini memang unik ya, kita melihatnya sebagai pertarungan antara David dan Goliath.
00:32Tadi tepat sekali dikatakan Arab Saudi adalah pembeli senjata terbesar di dunia dengan anggaran militer tahunan puluhan miliar
00:39dan dia dekat dengan industri pertahanan Amerika Serikat, dekat dengan pengambil keputusan di Washington
00:44tapi kenapa bisa babak belur lawan Huti?
00:47Sementara Huti ini beroperasi sebagai milisi dengan gerilya, dengan perang asimetris yang bermakas di pegunungan
00:54dan gua-gua Yaman dan pindah dengan cepat.
00:57Kemudian Huti ini memang menempatkan dirinya sebagai saya ada kekuatan yang tertindas
01:01yang saya lawan adalah kaki tangan Amerika Serikat yang mencoba menguasai kawasan Timur Tengah.
01:07Itu kira-kira bayangan dari Huti ya.
01:09Tapi mengapa dia bisa kuat sekali ya?
01:11Saya perhatikan Huti ini kuat karena kekuatan domestiknya itu luar biasa.
01:16Dia bisa sanggup mengembangkan kekuatan bersenjata dari jumlah 30 ribu personil menjadi sekitar 350 ribu personil perang
01:27dan mereka bisa merekrut mantan-mantan serdadu dari Yaman.
01:32Kemudian mereka juga mendapat dukungan dari Iran terutama sekali dukungan teknologi, dukungan pelatihan
01:38dan juga dukungan-dukungan tentang operasi-operasi intelijen di berbagai kawasan, di berbagai terin wilayah Yaman sendiri.
01:48Kemudian Huti ini sanggup membangun kekuatan militer yang mandiri,
01:52belajar dari teknologi Rusia, teknologi Cina, teknologi Iran.
01:57Mungkin asalnya dari Iran tapi sebelumnya itu ada teknologi Rusia dan Cina.
02:02Tapi mereka berhasil membangun namanya ATM, amati, tiru dan modifikasi.
02:07Kemudian mereka memang juga menguasai titik-titik penting dari selat Bab El Mandep
02:14di mana ini adalah selat yang menghubungkan Laut Merah ke Teluk Aden
02:19kemudian dapat memonitor pergerakan kapal-kapal yang lewat.
02:24Kalau perlu mereka tidak taat pada aturan Huti maka mereka bisa-bisa terancam.
02:29Kemudian Huti juga sanggup mengoperasikan perang yang murah lewat drone-drone yang tepat guna.
02:35Jadi ini sangat mengagetkan Saudi Arabia.
02:40Kemudian Huti ini menguasai perbatasan,
02:44pergunungan-pergunungan yang terjal di Yaman itu.
02:48Disitulah basis gerilyawan Huti.
02:50Kemudian mereka juga kuat secara ideologis
02:53di mana mereka sangat berterima kasih.
02:56Karena di masa lalu Rasulullah itu mengatakan
02:58penduduk Yaman memiliki hati yang paling lembut dan perasaan yang paling halus.
03:03Kemudian penduduk Yaman itu iman itu ada di Yaman,
03:06fikih itu ada di Yaman, dan hikmah itu ada di Yaman.
03:08Ini merupakan suatu kepaduan ideologi yang membuat Huti itu siap bertarung
03:13walaupun dalam kondisi yang sangat terbatas.
03:15Ini sangat menarik.
03:16Mengingatkan saya pada perang di masa lalu antara Afganistan melawan Uni Soviet
03:21dan juga Afganistan melawan Amerika Serikat.
03:23Dan saat ini antara Iran melawan Amerika Serikat.
03:26Jadi ternyata kekuatan teknologi, kemudian kekuatan pertempuran udara
03:32itu ternyata belum tentu memenangkan sebuah pertempuran untuk jangka panjang.
03:37Demikian.
03:38Oke, tadi Anda bilang kalau Huti punya kekuatan domestik,
03:42kemudian juga didukung oleh Iran,
03:44kemudian juga menggunakan sistem ATM, amati, tiru, modifikasi,
03:49dan juga ternyata menguasai titik-titik.
03:51Apakah taktik gerilya Huti ini dan topografi Yaman jadi faktor yang menguntungkan juga
03:57untuk Huti kalau Anda melihatnya?
03:59Tepat sekali.
04:02Memang dari atas itu memang kelihatan ya.
04:05Ini adalah pegunungan, ini adalah daratan, ini adalah perbatasan laut, itu kelihatan kan.
04:10Tapi kan kalau dalam pertempuran,
04:12siapa yang menguasai wilayah pesisir dan pulau strategis misalnya?
04:16Itu kan sulit sekali dimonitor.
04:20Karena mereka yang berada di darat itu memiliki keunggulan geografis dan taktik darat.
04:25Misalnya terus terang bagaimana mengawasi selat yang sempit.
04:29Bagaimana mengawasi lewat gua-gua.
04:32Bagaimana menggerakkan logistik dan senjata dari gua-gua yang terpencil.
04:36Kemudian kalau berbicara soal geografi,
04:41maka kita akan melihat bahwa Huti ini benar-benar menguasai pegunungan.
04:46Misalnya mereka menguasai sebagian besar wilayah pegunungan di Yaman bagian utara,
04:50Yaman bagian barat laut, dan Yaman pusat.
04:53Kita ketahui bersama, seringkali itu penguasaan antara kota itu berpindah-pindah.
04:58Antara Huti dengan pemerintah Yaman yang didukung oleh Arab Saudi.
05:03Dan konon Arab Saudi juga berpikir-pikir apakah perlu mendatangkan bantuan dari Israel.
05:08Israel sudah sangat ingin membantu Huti dengan perangkat-perangkat perang
05:12karena banyak perangkat-perangkat yang Amerika Serikat tinggalkan.
05:15Tapi tampaknya Arab Saudi itu sadar bahwa kalau melibatkan Israel dalam konflik ini
05:20akan menjadikan reputasi Arab Saudi menurun.
05:23Tapi kalau saya perhatikan ya, basis kekuatan utama itu di benteng-benteng itu,
05:28di benteng-benteng di wilayah Sana, di wilayah Saada, dan wilayah Amran,
05:32itu Huti menyimpan pos-pos peluncuran.
05:38Kemudian juga di pegunungan Kahbob, itu antara Thais dan Lahic,
05:43maka Huti itu mampu melancarkan serangan dan pertempuran sengit
05:48untuk menguasai jajaran pegunungan strategis.
05:50Kemudian juga di pegunungan Lahic, itu adalah basis Huti untuk merebut kembali
05:58wilayah-wilayah dikuasai oleh pemerintah.
06:00Jadi Huti benar-benar menguasai wilayah, dan ini resepnya itu adalah perang teritorial,
06:06persisnya sudah dilaksanakan oleh Vietnam, kemudian sudah pernah dipraktekan oleh Indonesia,
06:11sebagaimana dibuktikan dalam buku tulis oleh almarhum Jenderal Abdul Haris Nasution.
06:18Demikian.
06:19Oke, Pak Rezat, Arab Saudi juga bilang,
06:21Teheran terlibat dalam serangkaian serangan kelompok Huti,
06:25tapi hal itu dibantah oleh Iran.
06:27Jadi benar tidak tudingannya Arab?
06:30Atau sebenarnya memang Huti ini mengadopsi teknologi militer Iran?
06:35Memang harus kita akui ya,
06:38kita berhadapan dengan informasi yang simpang siur ya.
06:41Kalau informasi itu berasal dari lawannya Iran,
06:44maka Iran itu adalah negatif.
06:46Tapi saya berpikir bahwa ada pertemuan kepentingan antara Iran dengan Huti.
06:51Karena mereka sama-sama menentang misalnya kepimpinan Israel di Timur Tengah.
06:55Kemudian mereka juga menolak mengakui,
06:58mewakili negara Israel.
07:00Tapi Huti ini masyarakat yang sangat belajar,
07:04yang sanggup belajar dengan cepat ya.
07:06Di mana Iran itu memang memberikan pelatihan misalnya menggunakan rudal balistik,
07:11menggunakan drone, kemudian merangkit perangkat perang.
07:15Huti belajar.
07:15Tapi kan Huti adalah pelajar yang pintar,
07:18di mana dia bisa belajar,
07:20kemudian melakukan training of trainer secara terus-menerus.
07:24Kemudian Iran juga memberikan pelatihan intelijen angkatan laut.
07:28Misalnya bagaimana memonitor maritim,
07:31dan juga sains kelautan itu praktek teknisnya seperti apa.
07:34Jadi kita perhatikan insinyur-insinyur Iran,
07:38pakar-pakar Iran dari Akademi Khamenei di wilayah Ziba, Kenar,
07:43itu seringkali datang bulat-bulat ke wilayah Huti.
07:46Kemudian Iran juga memberikan latihan penentuan target ya.
07:50Target itu bisa bagaimana membedakan antara kapal perang dan kapal komersial,
07:54kapal komersial maupun kapal yang membawa infrastruktur.
07:59Jadi saya pikir ada pertemuan kepentingan,
08:01tentunya Huti tidak mau dianggap sebagai kaki tangan Iran,
08:03karena mereka memiliki kepentingan yang sama.
08:06Kemudian siapa lagi yang melakukan pelatihan itu ya,
08:09kalau kita melihat dari sumber-sumber yang lain,
08:13itu dapat diketahui bahwa Huti itu banyak sekali mengimpor senjata dari pasaran gelap.
08:19Pasaran gelap itu bisa berasal dari manapun,
08:21tapi tentunya dengan harga yang jauh lebih tinggi.
08:24Jadi intinya Huti itu sanggup memanfaatkan suku cadang,
08:27dan komponen yang dikapalkan dari kapal-kapal tertentu,
08:30dan dirakit menjadi rudal balistik jarak menengah.
08:33Jadi untuk itu kita bisa melihat senjata-senjata rudal Huti itu
08:37ada yang mirip-mirip produk Cina, produk Rusia, maupun produk dari Iran.
08:42Memang di sini adalah unik,
08:44ini merupakan satu laboratorium pembelajaran
08:48bagi mereka yang secara khusus melakukan studi perang.
08:52Demikian.
08:52Baik, terima kasih Pak Reza atas penjelasannya
08:55Pakar Hubungan Internasional dari Presiden Universiti.
08:58Salam sehat selalu.