00:00Pemerintah Singapura mengumumkan akan mengirim surat peringatan kepada tujuh perusahaan di Indonesia terkait kabut asap.
00:07Tetapi, apakah pemerintah Singapura hanya berani menulis surat untuk menyenangkan pemilih dan donatur mereka?
00:15Baiklah, sini saya akan jelaskan.
00:17Kaya Indonesia harus tahu cara main mereka dan apa yang pemerintah Singapura tidak pernah ceritakan kepada public.
00:24Menteri Lingkungan Singapura, Chris Fu, berdiri di konferensi pers dan menyebutkan tujuh nama perusahaan.
00:31Coba kita buka datanya.
00:33Empat dari tujuh perusahaan yang mereka sebutkan itu adalah pemasok untuk grup konglomerat yang memiliki holding raksasa dan listing saham
00:42di Singapura.
00:43Bahkan, di laporan Greenpeace Oktober 2026,
00:46empat dari lima grup sawit besar yang disorot memiliki titik api termasuk raksasa bursa Singapura
00:53seperti First Resources dan Bumi Tama Agri yang nilainya hampir 10 miliar dolar Singapura.
01:00Kantor pusatnya berada di Singapura.
01:03Mengapa bisa begitu?
01:04Coba teman-teman lihat model ekonomi Singapura sendiri.
01:07Singapura tidak punya lahan luas dan tidak punya pasar domestik yang besar.
01:12Jadi, yang mereka jual adalah apa yang tidak butuh tanah.
01:16Menjadi kantor pusat korporasi, modal, dan hanya tempat pengambilan keputusan atau yang mereka sebut dengan headquarter status.
01:25Jualan mereka kepada perusahaan global itu sederhana.
01:28Menaruh pabrik dan perkebunannya di negara tetangga yang lebih murah.
01:33Sementara pengambilan keputusannya duduk di Singapura.
01:37Bahkan, di aturan pajak Singapura sendiri, melalui insentif kantor pusat dan Global Trader Program,
01:44syarat hukum untuk mendapatkan tarif pajak spesial 5-15% adalah wajib memiliki staff dengan jumlah minimum pengeluaran yang real
01:53dan operasional bisnis di Singapura.
01:56Jadi, yang benar yang mana, Menteri Grisfu?
01:58Waktu perusahaan-perusahaan itu meminta diskon pajak, kalian klaim keputusan bisnisnya diambil di Singapura.
02:04Tetapi, giliran muncul kabut asap.
02:07Tiba-tiba, kalian pura-pura mereka tidak ada hubungannya dengan Singapura.
02:12Sekarang, saya buka model bisnis PTI, LTD, dan Family Office mereka yang tidak mau diakui pemerintah Singapura.
02:19Bagaimana cara para Taipan Sawit ini beroperasi?
02:23Mereka meminjam uang riliunan dari bank di dalam negeri Indonesia untuk membangun perkebunan raksasa di tanah Indonesia.
02:30Karena bank Singapura sendiri tidak akan mau memberikan pinjaman untuk mengambil risiko di Indonesia.
02:36Tetapi, begitu kebunnya berjalan, mereka mendirikan perusahaan induk dengan bendera Singapura dan kemudian membayar pajak dengan murah melalui struktur bendera
02:47tersebut.
02:48Lalu, setelah itu, mereka listing di Singapura.
02:51Keuntungan berlipat ganda, mereka investasikan di Family Office yang mempunyai aset minimum setidaknya 20 juta dolar.
03:00Ini seperti mempunyai rumah, makan, dan minum di Singapura, tetapi membuang sampah dan air besar di Indonesia.
03:09Struktur di atas adalah bagian utama yang diperangi oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto yang dinamakan transfer pricing.
03:18Jadi, transfer pricing adalah barang mentahnya dijual terlebih dahulu dari Indonesia ke perusahaan dagang mereka di Singapura.
03:26Supaya nilai keuntungannya digeser ke luar negeri, didesain supaya tax effective, membayar pajak penghasilannya seminimal mungkin di Indonesia, dan memarkir
03:36kekayaannya di Singapura.
03:38Ini adalah permainan yang sangat licik.
03:41Negara kita dikeruk, lalu dirugikan, melalui pajak yang berkurang.
03:46Kita semua tahu bedanya tax avoidance dan tax evasion itu tipis sekali.
03:51Indonesia yang kebagian asap, rusak lingkungan, dan buruk namanya, sementara Singapura yang mengantongi keuntungannya.
03:59Family office-nya bertambah besar, dan komisi pengelolaan keuangannya masuk ke kantong pemerintah Singapura.
04:06Maka dari itu, saya mau bertanya langsung kepada Presiden Singapura, Perdana Menteri Singapura, dan Menteri Hukum mereka, Sean Mugang.
04:16Mengapa hukum di Singapura begitu kejam dan tanpa ampun kepada warga biasa Singapura yang tidak punya apa-apa,
04:24tapi begitu lunak dan sangat melindungi para miliarder yang punya perusahaan listing, headquarter status, dan family offices di Singapura?
04:33Kalian punya family office dan induk perusahaan di Singapura yang mengendalikan konsesi di Indonesia sejak 2014,
04:41berinvestasi ratusan juta dolar di Singapura, tapi tidak pernah sekalipun dituntut pidana di bawah undang-undang pencemaran asap lintas batas
04:51kalian sendiri.
04:52Mengapa mereka tidak pernah dituntut?
04:55Jangan hanya menulis surat, jangan hanya mengirim peringatan ke Jakarta,
05:00geledah kata mereka di Singapura, menggunakan hukum Singapura.
05:04Kalau mau tegas, jangan hanya tegas kepada orang kecil, tapi tegas kepada semua orang.
05:11Kalau kata pepatah Minang, jalan berdua mau di tengah, terhimpit mau di atas, terkurung mau di luatau,
05:19kalau mau pakai suatu kata orang Singapura sendiri,
05:22kiasu.
05:23Jangan menjadi pusat keuangan yang mengantongi miliaran dolar waktu ada untung,
05:28bersembunyi waktu ada musibah, dan menyalahkan Indonesia waktu ada asap.
05:33Sekarang kita akan lihat Singapura ini terbuat dari apa.
05:36Kalau mereka lembek kepada orang kaya, para Taipan itu akan aman.
05:41Tapi kalau hukum, mereka betul-betul adil, buktikan sekarang.
05:45Dan ini pesan saya untuk para Taipan Indonesia yang lebih percaya pemerintah Singapura
05:51daripada negara sendiri.
05:53Bersiaplah karena saya belum selesai.
05:56Kalau pemerintah Singapura mau ikut menari, melindungi kepentingan bisnis ini,
06:01saya akan putar terus urusan ini sampai mereka tidak tahu bagaimana cara menghentikannya.
06:10Lihat saja nanti.