00:00Kita lihat sebenarnya kondisi ekonomi dunia itu cukup volatile.
00:04Jadi cukup banyak Amerika Serikat punya kurakan yang masih meningkat terus,
00:11termasuk inflasinya masih tinggi,
00:13kemudian Eropa sudah mengalami kondisi yang kita tahu cukup volatile.
00:19Nah, ini semuanya memiliki dampak di global yang pasti akan terkena dampak ke Indonesia.
00:25Kami melaporkan kepada Bapak Presiden, kondisi ekonomi makro masih sangat resilien,
00:31kondisi transaksi di masyarakat juga masih sangat resilien,
00:35jadi kita akan terus menjaga stabilitas ke depan dan tetap mendorong pertumbuhan.
00:40Khusus tentang pelaksanaan APBN, tadi kami melaporkan kepada Bapak Presiden
00:46bahwa di dalam sisa tahun 2026 ini,
00:51Kementerian Keuangan akan terus melakukan penelahan dan efisiensi anggaran.
00:58Nah, teman-teman media telah mengetahui juga bahwa langkah-langkah yang dilakukan oleh Kementerian Keuangan
01:03adalah bagian dari langkah-langkah akhir tahun,
01:06yang memang secara rutin dilakukan untuk memastikan anggaran itu terlaksana,
01:11namun tetap dilaksanakan dengan efisien.
01:13Namun, kalau kita mengatakan efisiensi anggaran,
01:16itu bukan berarti bahwa menyetop anggaran,
01:19karena untuk Q4 ini APBN akan belanja sekitar 1.300 triliun rupiah,
01:28lebih tinggi dibandingkan Q4 tahun 2025, yaitu 1.200 triliun rupiah.
01:34Jadi belanja APBN akan terus lebih tinggi dibandingkan Q4 tahun lalu,
01:39dan ini akan mendorong kegiatan ekonomi di masyarakat,
01:41termasuk layanan publik pemerintah dan juga perlindungan sosial,
01:47bantuan pangan sudah mulai bergulir untuk Q4,
01:51dan ini akan mendorong kegiatan konsumsi,
01:54dan mendorong kegiatan government expenditure di perekonomian kita.
02:02Dan tentu nanti bersama Bank Indonesia,
02:04kita akan terus bekerjasama,
02:06memastikan stabilitas dari sektor keuangan Indonesia,
02:10dan kita akan terus mendukung teman-teman di OJK yang melakukan pengawasan mikroprudensial.
02:16Mungkin dari saya itu dulu.