Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Antisipasi Dampak Ekonomi Global, Menkeu Suahasil Beberkan Strategi APBN ke Prabowo

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan keterangan pers terkait perkembangan kondisi ekonomi makro serta pelaksanaan APBN usai melapor kepada Presiden Prabowo Subianto. Di tengah dinamika global dan gejolak ekonomi di Amerika Serikat serta Eropa, pemerintah melalui keterangannya di Istana Merdeka pada Senin (19/10/2026) memastikan perekonomian Indonesia tetap memiliki resiliensi yang tinggi. Wamenkeu menegaskan bahwa Kementerian Keuangan akan melakukan penelaahan dan efisiensi anggaran rutin di sisa akhir tahun 2026 tanpa menghentikan alokasi belanja negara.

Pada kuartal IV 2026, belanja APBN ditargetkan mencapai sekitar Rp1.300 triliun, lebih tinggi dibandingkan periode sama tahun lalu guna mendorong kegiatan konsumsi serta perlindungan sosial masyarakat. Sinergi erat juga terus dilakukan bersama Bank Indonesia dan OJK untuk menjaga stabilitas sektor keuangan nasional dari ketidakpastian global. Langkah strategis ini diambil guna memastikan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga sekaligus memperkuat ketahanan nasional di akhir tahun.

#ojk #menkeu #nazara #apbn

Creative/Video Editor: Aqilah/Reiki
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Kita lihat sebenarnya kondisi ekonomi dunia itu cukup volatile.
00:04Jadi cukup banyak Amerika Serikat punya kurakan yang masih meningkat terus,
00:11termasuk inflasinya masih tinggi,
00:13kemudian Eropa sudah mengalami kondisi yang kita tahu cukup volatile.
00:19Nah, ini semuanya memiliki dampak di global yang pasti akan terkena dampak ke Indonesia.
00:25Kami melaporkan kepada Bapak Presiden, kondisi ekonomi makro masih sangat resilien,
00:31kondisi transaksi di masyarakat juga masih sangat resilien,
00:35jadi kita akan terus menjaga stabilitas ke depan dan tetap mendorong pertumbuhan.
00:40Khusus tentang pelaksanaan APBN, tadi kami melaporkan kepada Bapak Presiden
00:46bahwa di dalam sisa tahun 2026 ini,
00:51Kementerian Keuangan akan terus melakukan penelahan dan efisiensi anggaran.
00:58Nah, teman-teman media telah mengetahui juga bahwa langkah-langkah yang dilakukan oleh Kementerian Keuangan
01:03adalah bagian dari langkah-langkah akhir tahun,
01:06yang memang secara rutin dilakukan untuk memastikan anggaran itu terlaksana,
01:11namun tetap dilaksanakan dengan efisien.
01:13Namun, kalau kita mengatakan efisiensi anggaran,
01:16itu bukan berarti bahwa menyetop anggaran,
01:19karena untuk Q4 ini APBN akan belanja sekitar 1.300 triliun rupiah,
01:28lebih tinggi dibandingkan Q4 tahun 2025, yaitu 1.200 triliun rupiah.
01:34Jadi belanja APBN akan terus lebih tinggi dibandingkan Q4 tahun lalu,
01:39dan ini akan mendorong kegiatan ekonomi di masyarakat,
01:41termasuk layanan publik pemerintah dan juga perlindungan sosial,
01:47bantuan pangan sudah mulai bergulir untuk Q4,
01:51dan ini akan mendorong kegiatan konsumsi,
01:54dan mendorong kegiatan government expenditure di perekonomian kita.
02:02Dan tentu nanti bersama Bank Indonesia,
02:04kita akan terus bekerjasama,
02:06memastikan stabilitas dari sektor keuangan Indonesia,
02:10dan kita akan terus mendukung teman-teman di OJK yang melakukan pengawasan mikroprudensial.
02:16Mungkin dari saya itu dulu.

Dianjurkan