Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 3 menit yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Mahasiswa dari berbagai kampus berencana menggelar aksi demonstrasi pada 20 oktober 2026 di Jakarta.

Perwakilan BEM UI mengatakan akan gelar aksi dengan tanpa mengenakan almamater.

Perwakilan mahasiswa menjelaskan, langkah ini dilakukan agar gerakan lebih inklusif dan para mahasiswa dapat membaur dengan masyarakat sipil, bukan hanya tampil sebagai kelompok dari kampus tertentu.

Menurut perwakilan mahasiswa, perjuangan menyuarakan kritik dan mengawasi kekuasaan bukan hanya menjadi tanggung jawab mahasiswa, melainkan hak seluruh rakyat.

Massa aksi diperkirakan mencapai 500 hingga 700 orang berdasarkan hasil konsolidasi. Mereka mengajak masyarakat sipil untuk ikut menyampaikan evaluasi dan teguran terhadap pemerintah melalui aksi di kawasan Tugu Tani, Jakarta.\

Produser: Prayogi Haro

Editor: Joshua

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/696984/lepas-almamater-bem-ui-aksi-demo-mahasiswa-demo-tanpa-almamater-begini-alasannya
Transkrip
00:13Mas, untuk aksi hari ini kan nanti rencananya di Tugutani akan didular pada pukul 15.00 ya.
00:18Nah itu kira-kira ada berapa masa yang akan hadir dalam aksi hari ini?
00:24Untuk masa saya sendiri bisa dibilang sekitar 500-700 orang.
00:30Kami sendiri sudah melakukan konsolidasi kemarin dan sudah ada beberapa unsur-unsur masyarakat sipil dan sudah beberapa mahasiswa yang memang
00:38sudah mengkonfirmasi.
00:39Jadi untuk jumlah masanya aman untuk dikatakan sedemikian.
00:44Artinya nanti masa yang lain akan langsung menuju ke Tugutani atau berkumpul di sini dulu mas?
00:50Untuk masa yang sendiri itu akan langsung ke Tugutani.
00:55Seperti masa aksi biasanya tapi kali ini kawan-kawan dari BMUI akan mengadakan aksi tidak menggunakan almamater sama sekali bersama
01:05dengan teman-teman mahasiswa.
01:06Biar kita bisa lebih inklusif dan bisa lebih membaur dengan masyarakat sipil.
01:11Berarti artinya perwakilan mahasiswa lainnya juga tidak menggunakan almamater?
01:14Betul. Karena kami rasa dalam dua tahun Prabowo Gibran ini tentu kita harus turun sebagai rakyat.
01:23Karena pada sejatinya kita lah yang seharusnya bisa bersuara lebih gitu loh.
01:30Karena saya rasa tentang mitologisasi yang ada kepada mahasiswa seperti agent of change, social control, aransok dan sebagainya.
01:38Aku rasa semua orang yang ada di Indonesia yang memang saat ini di bawah penindasan itu mereka semua bisa untuk
01:44melakukan hal tersebut.
01:45Jadi ini juga merupakan sebuah ajakan gitu kepada seluruh masyarakat sipil.
01:49Mari kita turun untuk mengevaluasi, untuk menegur dua tahun Prabowo Gibran.
01:55Karena masih ada tiga tahun lagi yang kita harus rasakan nanti.
01:58Kalau hari ini tadi dari kampus mana aja?
02:02Hari ini ada dari ULM dari Kalimantan.
02:06Kami mengundang mereka karena mereka lah sebenarnya perwakilan dari Kalimantan.
02:10Yang merasakan sesak ya nafas dan sebagainya.
02:13Terus ada kawan-kawan dari UB, Universitas Bari Wijaya, kawan-kawan dari Universitas Gajah Mada,
02:19kawan-kawan dari PNJ, kawan-kawan dari Undip, kawan-kawan dari UPN Jogja, kawan-kawan dari ITB, kawan-kawan dari
02:25UNER, dan sebagainya.
02:36Kami sendiri sudah mempunyai mekanisme terkait provokator, ataupun ada beberapa penyusup-penyusup.
02:44Jadi ya kami berharap bahwa provokator tersebut tidak akan terjadi, ataupun segala bentuk kekerasan dari aparat gitu loh.
02:53Karena apa yang kami lakukan itu hanya bersuara vokal, mengkritisi, dan juga itu mandat kami gitu sebagai rakyat,
03:00untuk ya memberi teguran sebesar-besarnya kepada pemimpin-pemimpin yang memang kami berikan mandat kepemimpinannya gitu.
03:08Jadi ya demikian sih untuk mekanismenya, aku tidak bisa memberitahu.
03:13Masanya ada berapa yang nanti ke Tugutani?
03:16Tadi dari 500 sampai 700 orang.
03:19Berarti masih dengan 5...
03:20Kebanyakan langsung berkumpul di sana ya?
03:21Betul.
03:21Berarti masih dengan 5 tuntutan gitu ya Mas?
03:23Iya, yang ada di sosial media kita bisa dilihat.
03:26Ada kemungkinan di HI gak Mas?
03:28Di HI?
03:29Aksinya di Tugutani Mas?
03:31Bukan di HI?
03:33Oh, tanggal 28.
03:34Tanggal 28 kami belum bisa memberitahu untuk titik aksinya di mana.
03:39Karena ini sudah kami lakukan riset yang cukup dalam dengan berbagai teman-teman universitas lain.
03:47Sebelumnya juga kami di sini sebenarnya berkumpul dengan sebuah komite sadar namanya.
03:53Sadar as in serukan kedautan rakyat.
03:55Jadi disinilah kami merasa bahwa untuk kita bisa make a change ataupun bisa lebih kuat lagi suaranya nanti,
04:05kita harus menyuruhkan kedautan rakyat tersebut.
04:08Hari ini apasinya pernah sampai jam berapa?
04:11Mas, sekarang kalau dari surat perizinan Kapolda yang disampaikan sampai jam 6 sore ya ini bagaimana?
04:17Betul.
04:18Untuk surat perizinan itu kami berikan kepada pihak kepolisian.
04:25Memang sampai jam segitu.
04:26Karena kami belum ada rencana untuk lebih dari jam 6 sendiri.
04:30Tapi kami saya rasa, eh kami rasa juga sebenarnya,
04:34bila memang ada kawan-kawan yang ingin lebih dari jam 6 itu tidak apa-apa gitu.
04:37Itu hak kami untuk sebagaimanapun itu.
04:39Kami pun memberi surat kepada kepolisian.
04:41Itu bukan surat izin, tapi itu bukan surat memberitahuan.
04:44Karena aksi dan demonstrasi itu merupakan hak kita sebagai rakyat Indonesia.
04:50Mengadualakan berarti aksi lanjutkan dari hari ini atau berarti?
04:53Betul.
04:53Betul.
04:54Untuk tanggal 28 itu, kalau teman-teman menyadari ya, itu kan tepat pada sumpah pemuda.
05:02Jadi kita menyerukan juga suara-suara generasi muda yang memang sudah saat ini merasa sudah tertindas dan sudah cukup.
05:12Seperti itu.
05:16Seperti itu.
05:18Sudah.
05:18Sudah.
05:21Sudah, terima kasih, mas.
05:32Jalannya long march atau gimana?
05:34Tapi akan langsung saja.
05:35Oke.
05:36Yang dari kampus Karimak.
05:39Iya.
05:39Terima kasih.
05:39tuah.
05:39Tung cordnya.
05:40Tung bob

Dianjurkan