Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAWA TIMUR, KOMPAS.TV Polisi menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan berencana terhadap seorang istri siri dan anaknya yang berusia empat tahun di Madiun, Jawa Timur. Dalam rekonstruksi tersebut, tersangka memperagakan 48 adegan di sejumlah lokasi, mulai dari hotel, rumah orang tua, hingga rumah pribadinya.

Salah satu temuan yang menjadi perhatian penyidik adalah pembuatan tungku perapian yang diduga dilakukan tersangka untuk menghilangkan jejak pembunuhan. Lokasi kejadian disebut tidak terlihat warga karena terhalang tembok pembatas dan pintu kecil.

Polisi telah memeriksa 16 saksi, termasuk pihak hotel, tetangga, keluarga tersangka, dan keluarga korban. Berdasarkan pemeriksaan psikologis, kondisi kejiwaan tersangka dinilai stabil dan belum menunjukkan indikasi psikopat.

Penyidik masih mendalami motif pembunuhan serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam kasus ini.

#pembunuhan #madiun #rekonstruksi #kriminal #polisi #kompastv

Baca Juga Praktisi Kepolisian soal Pembunuhan Istri Siri-Anak di Madiun: Perencanaannya Full Terbukti di https://www.kompas.tv/nasional/698747/praktisi-kepolisian-soal-pembunuhan-istri-siri-anak-di-madiun-perencanaannya-full-terbukti

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/698836/48-adegan-rekonstruksi-pembunuhan-istri-siri-dan-anak-di-madiun-polisi-dalami-motif-kompas-siang
Transkrip
00:00Saudara polisi membeberkan rangkaian aksi pembunuhan berencana yang dilakukan tersangka.
00:07Dalam rekonstruksi, pelaku memperagakan 48 adegan di sejumlah lokasi,
00:13mulai dari hotel, rumah orang tua, hingga rumah pribadi tersangka.
00:19Salah satu temuan yang menjadi perhatian penyidik adalah pembuatan tungku perapian.
00:25Tungku itu diduga dibuat setelah pelaku berusaha menghilangkan jejak.
00:30Aksi tersangka diduga tak terlihat warga karena lokasi kejadian terhalang tembok pembatas dan pintu kecil.
00:37Sejauh ini, penyidik telah memeriksa 16 aksi, mulai dari manajemen dan pegawai hotel,
00:43tetangga, keluarga tersangka, hingga keluarga korban.
00:48Berdasarkan pemeriksaan psikologis, polisi menyebut kondisi kejiwaan tersangka dinilai stabil
00:53dan belum menunjukkan indikasi psikopat.
01:03Yang menarik
01:07masalah tungku itu ya.
01:08Jadi tungku itu ternyata dibuat ya setelah
01:13dilakukannya semua kegiatan itu.
01:15Ini kita nunggu hasil dari lapor.
01:18Tulang-tulang yang tersisa sedikit itu identik dengan milik siapa.
01:36Para rekonstruksi kasus suami bunuh istri Siri dan anaknya berlanjut di rumah pribadi tersangka.
01:42Di tempat ini, tersangka mempersiapkan upaya menghilangkan jejak pembunuhan.
01:46Dari penyidikan sementara, polisi menyebut pelaku naik pitang usai cek cok dengan korban di hotel di Madiun.
01:52Penyidik juga masih memeriksa kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam rangkaian kasus tersebut.
01:59Itu yang kita dalemi, Mbak.
02:02Jadi sementara yang kita baru dapat di CCTV, hotel itu sangat minim sekali, Mbak.
02:11Sangat minim sekali.
02:12Ini kita juga sedang menyisir perjalanan dari tersangka dan korban ke arah rumahnya.
02:24Ya memang kebetulan sangat minim juga CCTV di seputaran rumah orang tua dan rumah tersangka.
02:34Ini masih kita dalami.
02:36Ibu korban yang hadir saat rekonstruksi meminta tersangka dihukum setimpal.
02:40Sang ibu tidak yakin tersangka bertindak seorang diri.
02:44Ia meminta polisi mengusut kasus ini hingga dumpas.
03:05Dini dan anaknya dilaporkan hilang kontak dengan keluarganya sejak 20 September 2026.
03:10Sejak saat itu, pelaporan orang hilang pun dibuat di Polres Madiun kota.
03:14Pelaku bahkan sempat berpura-pura ikut mencari keberadaan korban.
03:20Hasil pelacakan polisi, korban dan pelaku diketahui menginap di sebuah hotel di kota Madiun 19 September.
03:27Rekaman lain memperlihatkan pelaku keluar menuju mobil untuk mengambil sebuah kantong.
03:31Polisi menduga korban dibunuh di hotel dan dibawa ke rumah pelaku.
03:35Memanfaatkan area rumahnya yang luas,
03:38Dwi Bagus mengeksekusi rencana penghilangan jejak kedua korban.
03:41Dan setelah itu, keberadaan Dini dan sang anak tak lagi terlihat.
03:51Pusai menghabisi nyawa istri Siri dan anak dirinya,
03:54pelaku melarikan diri ke rumah kerabatnya di Jombang, Jawa Timur.
03:58Namun, pelarian Dwi Bagus berlangsung singkat saat polisi menciduknya 25 Oktober.
04:21Air mata dan penyesalan tersangka tak akan bisa mengembalikan Dini Hardianti dan putranya ke dunia.
04:27Harapan keluarga tersangka mendapat hukuman berat karena telah menghilangkan nyawa korban dengan sadis.
04:34Tim Liputan, Kompas TV
04:41Saudara, untuk memantau perkembangan kasus pembunuhan istri dan anaknya,
04:46kita sudah terhubung dengan jurnalis Kompas TV,
04:49Alfian Rahman dan Juru Kamera Misbahul Munir di Polda, Jawa Timur.
04:54Alfian, bagaimana dengan perkembangan penyidikan kasus ini?
05:01Ya, selamat siang, Ifu dan juga Saudara.
05:03Perkembangan kasus memang masih terus didalami oleh penyidik dari Jatan Ras Polda, Jawa Timur.
05:08Informasi yang kami dapatkan ini terbaru dari Kasub D3 Jatan Ras Polda, Jawa Timur, AKBP Arabardi.
05:14Arabardi Jumhur yang menyebut memang hingga saat ini perkembangan kasus ini masih ada 16 saksi yang sudah diperiksa.
05:2016 saksi tersebut terdiri dari keluarga korban, keluarga tersangka, termasuk juga pihak manajemen hotel dan juga orang-orang yang diduga
05:29berada di tempat kejadian perkara.
05:33Informasi yang kami dapatkan, penyidik Polda, Jawa Timur ini akan juga memeriksa dua orang yang diduga terlibat dalam penghilangan jejak.
05:41Dua orang ini belum disebut secara rinci perannya sebagai apa.
05:46Namun hingga saat ini penyidik Jawa Timur memang masih tetap menetapkan duit bagus menjadi tersangka tunggal dalam kasus pembunuhan istri
05:55-istiri dan juga anaknya usia 4 tahun.
05:57Informasi yang kami dapatkan lagi begini, ada beberapa barang bukti yang cukup menarik untuk diulas lebih lanjut oleh penyidik
06:05dimana diketahui bahwa tungku pembakaran yang diduga digunakan untuk menghabisi atau membakar begitu dari potongan tubuh para korban ini ternyata
06:16dibuat setelah semua proses ini selesai.
06:22Jadi ini yang masih didalami makna atau fungsi dari tungku tersebut sebenarnya digunakan untuk apa oleh tersangka.
06:29Selain itu juga ada penyidik juga menemukan beberapa sisa tulang dari korban begitu yang masih diteliti lebih lanjut di laboratorium
06:38forensik.
06:39Apakah nantinya tulang-tulang tersebut atau patan-patan tulang tersebut identik dengan korban yang sedang diidentifikasi lebih lanjut.
06:4916 saksi yang sudah diperiksa, tadi ada juga mengatakan bahwa ada 2 orang lagi yang akan diperiksa,
06:55diduga terlibat dalam kasus ini namun belum diketahui perannya sebagai apa.
06:59Apakah kedua orang ini adalah keluarga tersangka atau rekan tersangka?
07:08Belum ada informasi yang kami dapatkan terkait status dari kedua orang yang nantinya juga akan diperiksa sebagai saksi
07:14yang diduga juga terlibat dalam penyelapan penghilangan begitu dari jejak-jejak korban sendiri.
07:23Namun ada beberapa sumber yang kami dapat informasikan begitu bahwa kedua orang ini juga sebenarnya merupakan kurir
07:31begitu yang membawa dan juga mendistribusikan dari mesin giling yang dipesan oleh tersangka menuju tempat lokasi atau TKP terjadinya penghabisan
07:44barang bukti tersebut.
07:46Namun apakah kedua orang ini mengetahui apakah mesin itu digunakan sebagai alat untuk mengeksekusi korban?
07:54Ini juga belum ada keterangan resmi dari pihak polisian dan hingga saat ini penyedik masih bekerja begitu Ivo dan juga
08:00saudara
08:01baik itu di Madiun maupun di Surabaya untuk mencari lebih lanjut fakta-fakta dibalik barang bukti yang sudah dikumpulkan hingga
08:09saat ini Ivo.
08:10Jurnalis Kompas TV Alfian Rahman dan Juru Kamera Misbahul Munir melaporkan langsung dari Polda, Jawa Timur.
08:16Alfian, terima kasih atas laporan Anda. Selamat bertugas kembali.

Dianjurkan