00:02Kami lanjutkan Kompas Petang, Saudara Sidang Perkara Fitnah Ijazah Jokowi diwarnai riuh penonton saat Jokowi menjawab lugas sejumlah pertanyaan seputar
00:12Ijazah dan perkuliahannya di UGM.
00:15Total 13 jam, Jokowi memberi kesaksiannya di dua sidang yang berbeda.
00:21Saudara Sasi maaf ya, tidak legowo gitu lah untuk menunjukkan saja.
00:26Karena saya tidak yakin kalau saya menunjukkan di dalam forum biasa Ijazah saya itu kemudian persoalan selesai.
00:35Pak Lura Jendu punya berapa anak Bapak?
00:37Saya KKN tidak mengurus anaknya Lura.
00:44Sidang pertama dengan terdakwa Roy Suryo, Jokowi langsung dicecar soal tanggal lulus sarjana
00:50dari Fakultas Kehutanan UGM tahun 1985.
00:55Jokowi pun menjelaskan soal beda tanggal yang disampaikan Rektor UGM mengenai waktu kelulusannya.
01:03Mana yang menurut keterangan rektor, karena ini dua keterangan yang berbeda,
01:08mana menurut saudara, saudara lulus tanggal 23 Oktober berdasarkan pernyataan rektor sebelumnya
01:14ataukah saudara lulus pada tanggal 5 November 1985?
01:17Tanggal 23 Oktober 1985 itu saya lulus ujian skripsi.
01:25Kalau untuk wisuda itu tanggal 19 November 1985.
01:31Kalau tanda tangan di Ijazah, di Ijazah yang ditanda tangani oleh Prof. Dr. T. Jakob
01:39dan Dekan Fakultas Kehutanan Prof. Dr. Sunarti Rawirat Mojo itu tanggal 5 November.
01:48Jadi tolong ini dibedakan, jangan dicampur aduk kemudian dipelintir-pelintir.
01:53Baik.
01:55Adapun dalam sesi melihat barang bukti,
01:58Hakim meminta agar kuasa hukum Roy tidak mengajukan pertanyaan soal fisik Ijazah Sarjana Jokowi
02:04yang dinilai kubur Roy masih terlihat rapi.
02:08Dari Ijazah yang diperlihatkan ini,
02:11kelihatannya sisi kanan, sisi kiri, sisi atas masih terlihat rapi.
02:16Tidak ada lipatan-lipatan.
02:19Setelah Bapak mendapatkan skrip Ijazah ini,
02:22Bapak taruh di mana Ijazah ini?
02:24Karena kelihatan tidak ada hal yang berubah dari Ijazah ini.
02:29Ini terlihat masih bersih ini, masih bersih.
02:43Jokowi juga dicecar soal sikapnya selama ini
02:46yang menolak memperlihatkan Ijazahnya ke publik
02:49saat sebagian kalangan menuding Ijazahnya palsu.
02:54Kalau kita di masyarakat, itu ada istilah-istilah lain, Saudara Saksi.
02:58Katalah menunjukkan atau menyatakan gitu.
03:02Mengapa Saudara Saksi maaf ya, tidak legowo gitu lah.
03:07Untuk menunjukkan saja Ijazah Saksi pada waktu itu.
03:12Sehingga tidak perlu ada sekian kali rektor berbicara.
03:15Sekian kali Saudara harus memadakan kegiatan-kegiatan untuk membantah.
03:19Padahal hanya satu kali Saudara tunjukkan,
03:21barangkali Uw Sadi sudah selesai.
03:23Karena saya tidak yakin kalau saya menunjukkan di dalam forum biasa
03:28Ijazah saya itu kemudian persoalan selesai.
03:32Saya tidak yakin.
03:33Sehingga saya ingin persoalan ini diselesaikan lewat
03:39ruang sidang yang terhormat ini yang mulia.
03:48Selain Ijazah, kuasa hukum Roy juga menanyakan
03:51soal pengakuan Jokowi bahwa ia lulus dari SMA Negeri 6 Surakarta.
03:56Tapi di dalam buku alumni, Jokowi Dodo tercatat lulusan SMA Negeri 6 Yogyakarta.
04:03Menurut Jokowi, perbedaan tersebut karena salah cetak.
04:08Buku saya tunjukkan, buku Album Alumni Fakultas Kehutanan
04:12Universitas Gajah Mada, 1957 Februari 1988.
04:17Pernah lihat?
04:19Kelihatannya belum.
04:20Belum.
04:21Di dalam buku ini ada daftar alumni.
04:24Nah saya mau menunjukkan kepada Saudara daftar alumni.
04:27Silahkan maju.
04:29Ya itu yang salah yang nyetak bukan saya.
04:35Selain Ijazah, Jokowi juga dicecar soal pengalamannya
04:39semasa KKN di Boyolali oleh terdakwa Roy Suryo.
04:43Yang saya hormat menegaskan lagi.
04:44Dan yang kedua adalah Profesor Insinyur Ahmad Sumitro.
04:48Bapak tahu nggak kapan Profesor Dr. Ahmad Sumitro itu
04:52dikukuhkan jadi guru besar?
04:54Nggak tahu dan nggak ingat.
04:56Nggak tahu dan nggak ingat.
04:57Saya beritahu Bapak, Profesor Dr. Ahmad Sumitro baru menjadi Profesor
05:00bulan Maret 1986.
05:03Jadi lahirnya Profesor itu lebih dulu dari
05:07istilahnya ibunya lahir lebih dulu dari bayinya.
05:10Soal KKN, kuliah kerja nyata.
05:13Pak Jokowi masih ingat nama Lurah yang Bapak tinggali?
05:20Pak Lurah Jendu.
05:23Betul.
05:23Pak Lurah Jendu punya berapa anak Bapak?
05:27Pasti ingat.
05:29Saya KKN tidak ngurus ananya Lurah.
05:32Baik.
05:34Jadi nggak apa-apa.
05:36Padahal kalau tinggal di sana 3 bulan pasti ketemu.
05:41Lanjut bersaksi disidang dengan terdakwa Dr. Tifa,
05:45Jokowi ditanyai soal nama jurusannya.
05:48Apakah jurusan teknologi kayu atau teknologi hasil hutan?
05:55Saya tidak melihat itu kartu hasil studi yang ditunjukkan yang mulia.
06:00Bukan transkrip.
06:02Bukan transkrip.
06:05Baik.
06:07Di teknologi kayu atau teknologi hasil hutan, teman-teman saya menyampaikan bahwa saya masuk di jurusan teknologi hasil hutan atau
06:16teknologi kayu.
06:17Karena mereka tahu saya mengambil pengeringan kayu, saya mengambil pengawetan kayu, saya mengambil struktur dan sifat kayu, saya mengambil pot
06:27dan kertas.
06:29Saksi berarti yang memberitahu saksi jurusan apa itu teman-teman saksi, bukan saksi sendiri yang tahu.
06:35Berarti seperti itu.
06:36Ya semuanya di fakultas kehutanan sudah tahu sama tahu.
06:41Kalau tadi kan sudah saya sampaikan teknologi kayu atau teknologi hasil hutan.
06:46Apakah saudara Saki tahu bahwa tidak ada atau pada jurusan di fakultas kehutanan OGM?
06:52Adanya adalah teknologi hasil hutan.
06:55Yang menjalani jadi matematik saat di kantongan saya, bukan dokter.
06:59Sedangkan, ya.
07:02Ya wartawan suruh masuk.
07:04Tuh wartawan suruh masuk.
07:07Total 13 jam Jokowi memberi kesaksiannya di sidang Roy Suryo dan dokter Tifa.
07:13Minggu depan, kiliran Ajudan Jokowi, AKBP Syarif memberi kesaksiannya sebagai saksi yang pertama kali melihat unggahan soal tudingan ijasa palsu
07:23Jokowi.
07:26Tingli Putan, Kompas TV.