- 5 minggu yang lalu
- #jokowi
- #prabowo
- #adearmando
JAKARTA, KOMPAS.TV - Pernyataan Presiden ke-7 RI Joko Widodo soal kekuasaan yang jangan digunakan untuk menjatuhkan orang mendapat sorotan.
Ketua Pergerakan Indonesia untuk Semua, Ade Armando, menilai pernyataan tersebut dapat dimaknai sebagai sikap untuk tidak menggunakan kekuasaan dalam mengkriminalisasi pihak yang berseberangan.
Ade juga mengaku khawatir dengan kondisi politik saat ini, khususnya ketika kritik terhadap pemerintah mendapat respons dari orang-orang di sekitar kekuasaan.
Ade mengaku kekhawatiran itu muncul karena adanya respons terhadap kritik yang dinilainya datang dari orang-orang di sekitar Presiden Prabowo Subianto.
Ia mencontohkan situasi ketika kritik terhadap kebijakan pemerintah mendapat respons berupa permintaan agar pihak yang mengkritik berhenti berbicara.
Ade mengatakan, dirinya dan pihaknya juga pernah mengalami situasi serupa ketika mengkritik kebijakan Prabowo, meski mereka merupakan pendukung Prabowo.
Ade juga menyoroti sejumlah pernyataan Prabowo di ruang publik yang menurutnya rentan dipersoalkan atau menjadi bahan serangan.
Bagaimana menurut Anda? Tuliskan di kolom komentar.
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/iUAlhRmHMEs?si=rgB1htAhQRICHoYF
#jokowi #prabowo #adearmando
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/688894/jokowi-singgung-kekuasaan-ade-armando-jangan-dipakai-kriminalisasi-orang-rosi
Ketua Pergerakan Indonesia untuk Semua, Ade Armando, menilai pernyataan tersebut dapat dimaknai sebagai sikap untuk tidak menggunakan kekuasaan dalam mengkriminalisasi pihak yang berseberangan.
Ade juga mengaku khawatir dengan kondisi politik saat ini, khususnya ketika kritik terhadap pemerintah mendapat respons dari orang-orang di sekitar kekuasaan.
Ade mengaku kekhawatiran itu muncul karena adanya respons terhadap kritik yang dinilainya datang dari orang-orang di sekitar Presiden Prabowo Subianto.
Ia mencontohkan situasi ketika kritik terhadap kebijakan pemerintah mendapat respons berupa permintaan agar pihak yang mengkritik berhenti berbicara.
Ade mengatakan, dirinya dan pihaknya juga pernah mengalami situasi serupa ketika mengkritik kebijakan Prabowo, meski mereka merupakan pendukung Prabowo.
Ade juga menyoroti sejumlah pernyataan Prabowo di ruang publik yang menurutnya rentan dipersoalkan atau menjadi bahan serangan.
Bagaimana menurut Anda? Tuliskan di kolom komentar.
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/iUAlhRmHMEs?si=rgB1htAhQRICHoYF
#jokowi #prabowo #adearmando
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/688894/jokowi-singgung-kekuasaan-ade-armando-jangan-dipakai-kriminalisasi-orang-rosi
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:02Terima kasih Anda masih di Roshi. Kali ini bersama saya Roshia Nasilalahi.
00:06Kita sedang membahas soal pernyataan dalam pidato Pak Jokowi yang katanya adalah
00:13kekuasaan jangan dipakai untuk menjatuhkan orang.
00:17Saya bersama pengamat politik dan militer Universitas Nasional Dr. Selamat Ginting
00:22dan sudah hadir, karena tadi terlambat, Ketua Pergerakan Indonesia untuk semua, Ade Armando.
00:32Saya senang karena dua narasumber saya malam hari ini memiliki disiplin ilmu yang sama.
00:42Paling tidak punya pengalaman yang sama, yaitu sama-sama wartawan.
00:47Bung Selamat Ginting menjadi wartawan waktu itu lama sekali, puluhan tahun ya Bang?
00:54Tiga dekade.
00:54Tiga dekade, Bung Ade juga wartawan, dua-duanya memiliki background komunikasi.
01:00Jadi kalau kita malam hari ini membahas tentang bagaimana menginterpretasikan pidato seorang mantan presiden,
01:08rasanya mereka berdua adalah orang yang paling tepat.
01:11So, kita tepuk tangan sekali lagi untuk Bung Selamat Ginting dan Bung Ade Armando.
01:16Karena Anda terlambat, saya berikan kesempatan untuk menjawab.
01:19Tadi saya sudah menanyakan pada Bung Selamat Ginting tentang bagaimana ia menginterpretasikan
01:26pernyataan Pak Jokowi yang mengatakan soal kekuasaan jangan dipakai untuk menjatuhkan orang.
01:31Bung Selamat pada kalimat pertama adalah sebenarnya ia sedang mengatakan tentang dirinya sendiri.
01:37Jadi Pak Jokowi sedang ngomong tentang dirinya sendiri tuh.
01:43Apa? Saya komentar nih.
01:45Kan ada seorang komunikator juga.
01:48Iya, tadi kan Anda sudah menyebut tentang dua hal, saya sama dengan beliau ya.
01:54Tapi ada hal ketiga yang kita beda.
01:56Beliau ini berseberangan dengan Pak Jokowi.
01:58Saya adalah pendukung Pak Jokowi.
02:01Makanya relevan Anda untuk diundang.
02:03Bagaimana menginterpretasikan pernyataan beliau?
02:07Ya, jadi gini. Saya menganggap dan publik perlu tahu dan adik-adik dari universitas ini juga harus tahu
02:13bahwa Pak Jokowi itu adalah orang yang sangat mendukung kebebasan berekspresi, berbicara, demokrasi, dan seterusnya.
02:22Salah satu hal penting yang misalnya bisa saya sebut adalah bahwa ketika dia menjadi presiden,
02:28dialah orang yang sebetulnya meminta berulang kali agar undang-undang ITE itu direvisi.
02:34Terutama pasal-pasal karet yang memang digunakan oleh berbagai pihak untuk memenjarakan orang.
02:40Oke, tapi Bung Ade itu tidak menjawab pertanyaan saya?
02:43Itu dulu.
02:43Oke.
02:44Itu kan pengantarnya dulu.
02:45Oke, Anda terlambat.
02:46Jadi sebaiknya pengantarnya harus lebih cepat.
02:50Oke, iya, iya.
02:50Jadi maksud saya adalah begini.
02:52Dia sama sekali tidak, dia tidak seportif terhadap gagasan untuk memenjarakan orang melalui kekuasaan.
02:58Dia itu menganggap bahwa seharusnya kekuasaan itu tidak dipakai memang untuk orang-orang yang berseberangan dengan si orang yang berkuasa.
03:07Oke, saya ngerti maksudnya.
03:08Bahwa Pak Jokowi ingin mengatakan bahwa kekuasaan itu tidak untuk mengkriminalisasi orang-orang.
03:14Persis, persis.
03:15Dan sekarang dalam hal ini, ini interpretasi saya ya.
03:20Saya nggak pernah tanya sama Pak Jokowi.
03:22Tapi interpretasi saya adalah, beliau adalah sebagaimana juga saya, itu adalah orang-orang yang agak khawatir nih dengan kondisi politik
03:29kita sekarang.
03:30Karena kita mendengar berulang kali, bukan Pak Prabowo-nya ya, tapi orang-orang di sekitar Pak Prabowo agak sensitif nih.
03:38Ketika mendengar ada kritik, itu langsung bereaksi dengan misalnya meminta agar orang itu berhenti bicara.
03:45Kami sendiri mengalaminya ya, ketika kami misalnya sebagai pendukung Pak Prabowo, itu mengeritik kebijakan-kebijakan Pak Prabowo.
03:52Atau misalnya, yang paling gampang lah bahwa seringkali Pak Prabowo itu mengucapkan kata-kata yang barangkali tidak semestinya.
04:00Antara lain karena alasan sederhana.
04:02Pertama, barangkali dia karena pengen bercanda, tapi jadinya malah menimbulkan.
04:06Apa tuh?
04:08Apa yang terakhir dia bicara tentang endasmu gitu ya misalnya?
04:14Boleh gak saya menggunakan kata bajingan gitu ya?
04:16Ya itu pasti gak serius-serius amat ya, cuman diangkat dan, tapi kemudian itu kan di ruang publik.
04:22Ruang publik itu ditangkep, kemudian digoreng oleh mereka yang menyerang Pak Prabowo ya.
04:26Nah dan beberapa kali lainnya, dan kali lainnya adalah karena dia salah ngomong aja kan.
04:31Salah ngitung kan, 10 tambahan 6 itu berapa ya gitu ya.
04:34Makanya saya termasuk orang yang misalnya bikin video untuk mengatakan,
04:38Pak lain kali kalau ngomong di depan publik, gunakan sebuah naskah.
04:42Naskah itu dibikin oleh tim yang kuat.
04:45Dan sekarang ternyata orang mulai menampilkan video di mana Pak Prabowo bilang,
04:49Nih saya disuruh baca nih ya.
04:51Terus males lah dibaca gitu kan.
04:54Nah, orang semacam ini itu sangat rentan untuk dikritik pasti.
04:59Orang semacam ini sangat rentan untuk digoreng kalau pakai istilah kita sekarang ya.
05:04Nah, Pak Prabowo-nya kelihatan ini sih gak masalah.
05:07Saya duga, saya duga keras lah ya.
05:09Pak Prabowo itu tidak pernah kemudian marah karena,
05:12Kok kalian mengkritik saya karena gara-gara ini sih?
05:16Tapi for your fact, untuk Anda ketahui,
05:20timnya ada yang begitu.
05:22Yang menegur, mengingatkan, lebih dari mengingatkan lah ya.
05:26Lebih kepada ingin membungkam.
05:29Jadinya kesannya semacam itu.
05:32Jangan ngomong begitu ya.
05:33Sehingga ini menimbulkan, saya rasa jurnalis-jurnalis di Indonesia,
05:38sekarang juga merasakannya ya.
05:39Boleh gak sih kita, apalagi gini,
05:41kalau Anda adalah berada di sebuah media yang taruhlah dianggap sebagai media yang mendukung Prabowo.
05:47Atau yang sejalan dengan kepentingan Prabowo.
05:50Oke, saya ngerti maksudnya.
05:53Jadi gini, jadi Anda ingin mengatakan bahwa Pak Jokowi sedang ingin mengatakan sesuatu yang dirasakan,
05:59atau yang menjadi rosonya masyarakat saat ini.
06:03Atau rosonya dia sendiri.
06:05Ya, rosonya dia sendiri.
06:07Mewakili rosonya banyak orang bahwa saat ini terjadi pembungkaman atas nama kekuasaan.
06:14Barangkali gak sampai level pembungkaman ya,
06:18tapi bahwa sudah terdengar di berbagai kesempatan bahwa ada teguran-teguran.
06:24Ya, kalau mau kasar dengan istilah Anda adalah,
06:28well ya, ada potensi pembungkaman kali ya.
06:31Jadi Anda setuju ya Pak Jokowi mengatakan itu memang ada maksud untuk mengingatkan pemerintahan yang sekarang.
06:38Ya.
06:39Oke.
06:39Anda setuju bahwa itu memang perlu diingatkan.
06:42Harus diingatkan.
06:42Saat ini diingatkan oleh Presiden Ketujuh Republik Indonesia, Jokowi Dodo.
06:48Karena gini, saya sangat percaya pada arti atau kekuatan kritik ya, arti penting kritik.
06:58Sebuah, seorang pemimpin yang, kan Anda pernah dengar lah isilah,
07:04apa namanya, kalau orang tidak dikontrol, dia akan cenderung untuk melakukan power tends to corrupt.
07:15But, pernah dengar gak nih ade-ade ya, power tends to corrupt, but absolute power corrupt absolutely.
07:22Power itu, kekuasaan itu siapapun, termasuk Pak Jokowi ya, Pak Prabowo atau dulu SBI atau siapapun, itu tends to corrupt.
07:29Anda cenderung untuk korupsi ketika Anda punya kekuasaan.
07:35Tapi, dia belum tentu korup, dia baru cenderung korup.
07:39Tapi begitu ada kontrol dari masyarakat, dari DPR, dari kita semua, dari Anda, dari Kompas TV, dan macam-macam.
07:46Itu akan terhambat tuh, tendensi korupsi itu.
07:49Tapi begitu Anda kuasai, Anda bisa kontrol semua orang untuk tidak bicara yang negatif, gitu ya.
07:55Anda pasti akan korup.
07:57Jadi, Anda memang melihat bahwa apa yang dilakukan, sekali lagi saya ingin mengatakan, Anda yang melihat bahwa memang Pak Jokowi
08:04ini sedang mengingatkan pemerintahan Prabowo untuk tidak sewenang-wenang menggunakan kekuasaannya saat ia sedang memegang mandat dan apalagi tidak ada
08:12penyimbang atau oposisi saat ini.
08:14Betul, betul.
08:14Oke, kita tepuk tangan dulu untuk argumentasi dari Bang Ade Armando.
08:21Tapi, jawab dulu.
08:23Dari Bung Selamat Ginting tadi, sebenarnya apa yang dikatakan oleh Pak Jokowi itu sedang membicarakan dirinya sendiri.
08:30Pak Jokowi juga sebenarnya pada saat berkuasa juga menggunakan kekuasaannya untuk membungkam.
08:39Paling tidak memenjarakan orang.
08:41Ya saya akan tanya, kasus yang mana?
08:43Karena gini, bisa enggak seseorang itu karena dia bicara sesuatu kemudian jadinya di penjara misalnya.
08:53Ini pertanyaan besar, ini kan soal perdebatan dalam freedom of expression.
08:58Dalam kebebasan berekspresi, dalam kebebasan berpendapat, termasuk enggak di situ kebebasan memfitnah?
09:04Termasuk enggak kebebasan mencemarkan nama baik orang?
09:07Termasuk enggak kebebasan untuk menghina orang misalnya gitu?
09:11Nah, saya enggak tahu yang dimaksud oleh Bung Selamat tadi ya.
09:15Siapa orang-orang yang Anda maksud ketika di era Jokowi?
09:20Dia ditangkap karena dia mengkritik?
09:23Ya, intinya begini. Tadi awal Bung Selamat Ginting mengatakan ketika Pak Jokowi mengatakan bahwa kekuasaan jangan dipakai untuk menjatuhkan orang,
09:31jabatan itu hanya sampingan, itu yang harus diingat waktu kita memiliki kekuasaan.
09:36Tadi awalnya Bung Selamat Ginting mengatakan sebenarnya Pak Jokowi lagi ngomong tentang dirinya sendiri gitu tadi ya.
09:41Tolong katakan pada beliau bahwa apa yang dikatakan oleh Pak Jokowi itu bukan untuk mengingatkan yang sedang berkuasa sekarang, tapi
09:48justru refleksi tentang dirinya saat berkuasa.
09:51Ya, ada dalam kasus undang-undang ITE misalnya Haris Asar kena, kemudian soal aktivis lingkungan juga kena, akhirnya kemudian pengadilan
10:03membebaskan mereka.
10:05Artinya kan tudingan itu enggak benar.
10:07Kemudian juga dalam kasus undang-undang cipta kerja, kasus sah ganda nenggolan, jumhur hidayat.
10:15Artinya saat itu ada juga orang yang dipidana karena mengkritik pemerintahan di zaman Pak Jokowi?
10:20Ada, kemudian juga Majen Purnawirawan Sunarko.
10:26Dan banyak sekali.
10:27Dan itu fakta-fakta menurut saya.
10:29Jadi ini kritik memang kritik terhadap kekuasaan.
10:33Siapapun yang berkuasa harus dikritik.
10:36Karena itu sekarang Jokowi sedang mengeritik Prabowo.
10:41Itu pesan implisitnya memang tidak mengatakan langsung bahwa ini Prabowo.
10:48Kenapa?
10:49Karena memang punya kepentingan yang sama.
10:52Ada orkestrasi yang sama, tapi mungkin kepentingannya berbeda.
10:57Tapi sebelum sampai ke situ, supaya bisa dijawab oleh Bung Ade Armando sebagai pembela Pak Jokowi.
11:03Anda sebenarnya ingin mengatakan bahwa pidato Pak Jokowi di hari melihat Nabi itu double standard kan?
11:08Karena seolah ingin mengingatkan yang sedang berkuasa saat ini.
11:13Padahal pada saat Pak Jokowi berkuasa, ia melakukan hal yang sama.
11:16Ya betul, karena kan katanya harus membatasi kekuasaan itu sementara.
11:22Sementara ini, publik juga melihat bahwa Jokowi itu punya agenda-agenda politik.
11:30Artinya tidak berhenti yang katanya mau pulang ke Solo.
11:35Tapi tetap melakukan safari politik.
11:39Jokowi punya kepentingan, seperti saya bilang.
11:43Jokowi punya kepentingan karena anaknya Wapres.
11:47Karena anaknya ketua umum partai.
11:49Karena menantunya gubernur Sumatera Utara.
11:53Jadi orang melihat ada agenda-agenda politik.
11:58Sehingga ini tidak bisa dikatakan hanya pidato moral dan keagaman semata.
12:04Nuansa politiknya sangat kental.
12:06Dia makhluk politik, bukan makhluk moral.
12:12Kalau saya, saya sepenuhnya barangkali tidak setuju dengan Bung Selamet.
12:17Pertama adalah saya tidak pernah menganggap mahluk politik itu negatif.
12:21Saya sendiri adalah seorang pelaku politik.
12:23Walaupun saya sudah keluar dari partai PSI ya.
12:26Tapi saya adalah seorang pemain politik.
12:28Apakah itu buruk? Apakah itu jahat?
12:30Enggak.
12:31Enggak mesti dong.
12:32Enggak dengan sendirinya.
12:33Tapi kembali ke apa yang tadi Anda katakan.
12:37Saya tidak ingat ya.
12:39Tidak ingat sepenuhnya tentang apa yang Anda gunakan sebagai contoh-contoh tadi ya.
12:43Tapi bahwa misalnya Anda menggunakan contoh hadis ashar.
12:46Hadis ashar itu yang melaporkan ke polisi.
12:50Bukan Pak Jokowi.
12:52Pak Jokowi tidak pernah melaporkan siapapun yang mengkritik dia.
12:56Ya tapi kan pakai atas nama relawan atau pakai nama yang lain.
12:59Itu kan gampang.
13:00Bukan.
13:00Tidak laporan masyarakat.
13:01Bukan.
13:02Anda tanya.
13:04Ya kebetulan saya cukup kenal Pak Jokowi.
13:06Dia tuh gak suka apa-apa dilaporin.
13:09Apa-apa dilaporin.
13:10Makanya kemudian dia bikin permintaan.
13:13Itu yang namanya undang-undang ITE dimenerin dong isinya.
13:16Masa karena pencemaran nama baik orang bisa dipenjara.
13:19Itu yang dia lakukan pada saat itu.
13:22Nah jadi Haris ashar itu yang mengelaporkan bukan relawan.
13:27Yang melaporkan itu adalah LWP.
13:29Dan itu pun kemudian di pengadilan kalah kok LWP-nya.
13:34LWP itu lukut.
13:34Kalau kita maju ke perdebatan yang soal pernyataan Pak Presiden ini.
13:40Saya ingin mengambil garis besar dari apa yang dikatakan oleh Bung Selamat Ginting.
13:46Adalah bahwa ada muatan politik dalam pernyataan Pak Jokowi.
13:52Bahwa itu tidak semata mengingatkan pemerintahan saat ini yang dipimpin oleh Presiden Prabowo.
13:57Tentang kekuasaan jangan digunakan semena-mena.
13:59Mumpung berkuasa jadi membunuh orang.
14:01Atau dalam hal ini membungkam orang.
14:03Tetapi Bung Selamat ingin mengatakan bahwa.
14:06Apa yang dikatakan Pak Jokowi itu sesungguhnya hanya untuk melindungi keluarganya.
14:10Putranya yang menjadi wakil Presiden.
14:12Anaknya yang menjadi ketum PSI.
14:14Mantunya yang menjadi gubernur sumut.
14:16Jadi pidato itu bukan melulu orisinil tentang mengingatkan seorang pemimpin.
14:23Tapi ada kepentingan politik dari pernyataan itu.
14:25Itu kan cara pandang beliau.
14:27Saya tidak melihat bahwa dia sedang melindungi.
14:30Tapi benar dong anaknya wakil Presiden.
14:32Enggak.
14:33Anaknya ketum PSI.
14:35Mantunya gubernur sumut.
14:37Ya lalu kenapa?
14:38Emang salah.
14:39Punya anak yang adalah wakil Presiden.
14:41Memang salah.
14:42Punya anak yang adalah ketua partai.
14:44Menantu yang jabat ya.
14:47Gubernur ya.
14:48Enggak ada yang salah dari situ.
14:49Kita akan bisa menyalahkan Pak Jokowi.
14:51Kalau misalnya begitu ada orang mengeritik Gibran.
14:54Ada serangan balik terhadap mereka yang mengeritik Gibran.
14:57Misalnya orang mengatakan Gibran itu fufufafa.
15:00Ada enggak hukuman yang diberikan kepada orang yang bilang Gibran itu fufufafa.
15:05Jadi kemudian apa ya benar nih.
15:07Kalau misalnya itu kaitannya dengan pesan kepada Pak Jokowi untuk melindungi keluarganya.
15:13Enggak ada benar juga maksudnya Bung Ade.
15:16Enggak ada tuh yang nyerang Mas Gibran sebagai fufufafa langsung digeruduk.
15:20Jadi persoalannya Bung Ade itu terpesona dengan karisma personal Jokowi.
15:26Ini kalau melihat Jokowi harus dilihat bahwa dia itu aktor politik.
15:32Saya tidak mengatakan kalau politik itu jahat atau buruk.
15:36Loh saya juga dokter ilmu politik.
15:38Bukan berarti saya belajar politik.
15:40Bukan berarti kalau ada agenda politik itu buruk.
15:43Tapi publik juga memahami bahwa memang Jokowi itu masih terkait dengan kekuasaan.
15:51Dia punya jaringan kekuasaan dan juga punya sejarah dan kepentingan politik.
15:59Sehingga pernyataan-pernyataannya itu sudah pasti punya kepentingan politik.
16:06Oke kalau gitu singkatnya gini.
16:09So what? Jadi kenapa?
16:10Kalau seorang mantan presiden berpidato punya muatan politik terus?
16:15Iya persoalannya di dalam politik itu kan ada yang namanya legal, ada namanya legitimasi, ada etika demokrasi.
16:25Legal. Ini kan persoalan misalnya kasus Gibran.
16:29Oke legal secara hukum.
16:31Tapi secara legitimasi ini mengandung kontroversi dan juga ketidakpatutan.
16:38Lalu dari etika demokrasi apakah kemudian tampilnya itu adalah muncul sebagai kesetaraan.
16:49Ini keuntungan bagi siapa?
16:52Keuntungan bagi keluarga.
16:53Maka publik tetap melihat ada kepentingan meneruskan dinasti politik.
17:05Saya ingin masuk dalam satu pertanyaan kepada dua narasumber saya.
17:11Pernyataan mantan presiden Pak Jokowi ini dianggap memberikan pesan kepada presiden Prabowo.
17:17Bung Ade mengatakan bahwa ya itu adalah refleksi dari roso banyak orang yang merasa semacam ada pembungkaman ketika memberikan kritik
17:27pada presiden Prabowo.
17:28Tapi menurut Bung Selamat Ginting ini ada sesuatu yang lebih serius bahwa pernyataan ini ingin melanjutkan supaya kroni keluarga Pak
17:38Jokowi terus dalam kekuasaan.