Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV Jumlah korban hilang akibat banjir bandang di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, bertambah menjadi dua orang.

Pasca diterjang banjir bandang, kawasan kantor pemerintahan di Kabupaten Solok dipenuhi lumpur serta material bebatuan dan kayu. Kondisi tersebut membuat akses Jalan PadangSolok lumpuh total dan sejumlah kantor pemerintahan mengalami kerusakan parah.

Tim gabungan bersama masyarakat terus melakukan evakuasi korban banjir bandang di Arosuka, Kabupaten Solok. Sejumlah korban mengalami luka ringan dan berat.

Polda Sumatera Barat menurunkan 300 personel untuk melakukan penyisiran dan pembersihan area terdampak. Sebanyak empat unit alat berat juga dikerahkan untuk mempercepat proses pembersihan.

Untuk mengetahui kondisi terkini Kabupaten Solok pascabanjir bandang, jurnalis KompasTV Rio Johanes berada langsung di lokasi.

#banjirbandang #solok #sumaterabarat #banjir #bencana

Baca Juga Begini Proses Evakuasi 3 Jasad dari Dalam Kapal KM Virgo yang Tenggelam | KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/regional/692047/begini-proses-evakuasi-3-jasad-dari-dalam-kapal-km-virgo-yang-tenggelam-kompas-petang

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/692052/live-kondisi-terkini-solok-pascabanjir-jalan-dipenuhi-lumpur-dan-material-kompas-petang
Transkrip
00:00Dan untuk mengetahui kondisi terkini di Kabupaten Solok, Sumatera Barat pasca banjir bandang,
00:06sudah ada jurnalis Kompas TV Rio Johannes yang berada di lokasi.
00:10Rio, selamat petang. Bisa diceritakan bagaimana kondisi masyarakat korban banjir bandang di sana?
00:18Ya, saudara, hingga sore hari ini memang di lokasi kejadian tempatnya di Arusoka,
00:23kawasan yang berdekatan dengan pusat perkantoran Kabupaten Solok.
00:28Saat ini masih fokus dalam proses pembersihan.
00:32Tadi juga sudah ada beberapa alat berat lagi yang ditambahkan, ada dua unit lagi yang datang.
00:38Artinya totalnya untuk pembersihan jalur jalan lintas nasional ini ada enam unit alat berat
00:43yang sudah stand-by dan siap untuk melakukan percepatan pembersihan
00:47agar jalur jalan ini bisa segera dilalui seperti setiap kalas.
00:51Dan selain jalur jalan, ini juga dioptimalkan untuk melakukan pembersihan daerah-daerah
00:55atau kawasan permukiman yang terdampak.
00:57Dan hingga saat ini, hingga sore hari ini, tadi dari informasi yang disampaikan oleh Basarnas,
01:04sudah juga ditemukan satu orang korban, satu dari dua orang korban yang masih dalam percarian
01:08dan identitasnya sudah berhasil diidentifikasi merupakan DAPI yang berusia 21 tahun.
01:15Korban ditemukan lebih kurang pada jarak 4-5 km dari titik awal kejadian, dinyatakan hilang.
01:22Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan dibawa ke rumah sakit Umum Mungir Sudi Arusoka.
01:28Lalu berdasarkan hasil identifikasi pihak keluarga, dibenarkan bahwasannya itu adalah korban DAPI.
01:34Dan saat ini korban sudah berada di rumah duka seperti yang di belakang saya.
01:36Karena korban saat ini berada di rumah duka yang di belakang.
01:39Ini adalah salah satu rumah sanak saudara dari korban.
01:43Karena rumah korban sendiri hancur di terjang banjir bandang.
01:46Demikian, kembali ke studio.
01:47Rio, tadi Anda mengatakan bahwa satu dari korban hilang kini sudah ditemukan.
01:52Lantas, fokus pencarian terhadap satu korban lain, bagaimana titiknya?
01:57Ya, untuk pencarian satu korban lainnya, memang hingga saat ini berdasarkan titik temuan korban pertama ini,
02:04tim Sarbasarnas akan melakukan penyisiran tidak jauh dari lokasi penemuan titik korban yang ini.
02:09Dan ini ada tiga tim yang dibagi untuk melakukan penyisiran.
02:13Di ujung sungai, di tempat ditemukannya korban ini, tim juga terkenala karena ada percabangan.
02:20Sehingga harus dibagi lagi untuk melakukan penyisiran.
02:23Dan tim Sargabungan nantinya, berdasarkan keterangan dari Kapolda Surmbar,
02:29menyatakan bahasanya untuk optimalisasi pencarian,
02:33tim Sargabungan juga akan diperbantukan dengan anjing pelacak dari divisi K9.
02:39Demikian, kembali ke studio.
02:41Rio, pasca bencana banjir bandang ini, adakah imbauan khusus dari pemerintah atau pihak terkait,
02:48terutama kepada warga yang lokasi tinggalnya berada di dekat bantaran sungai ini?
02:53Ya, untuk kondisi kejadian seperti saat ini, ini adalah hal yang tidak diduga.
02:59Karena aliran sungai ini sebelumnya kering, bahkan airnya sangat kecil sekali.
03:05Dan ini merupakan kejadian yang sangat tidak diduga.
03:08Baik oleh masyarakat sekitar juga, maupun oleh pemerintah daerah.
03:12Dan melihat prediksi dari BMKG, Bupati Kabupaten Solo,
03:17John Pandu itu menghibau agar warga meningkatkan kewaspadaan.
03:23Segala kemungkinan terburuk bisa terjadi,
03:26karena mengingat percetak ekstrim yang diprediksi melanda daerah Kabupaten Solo ini,
03:32dengan curah hujan yang cukup tinggi.
03:33Jadi itu masyarakat diminta segera melakukan efekuasi mandiri
03:38jika terjadi kondisi-kondisi yang dapat membahayakan jiwa.
03:42Demikian, kembali ke studio.
03:43Baik, terima kasih atas laporan lengkap Anda,
03:46Jurnalis Kompas TV Rio, Johanes,
03:48langsung dari Kabupaten Solok, Sumatera Barat.
Komentar

Dianjurkan