00:00Saudara korban keracunan gas kimia dari pabrik di desa Kutamekar, kecamatan Ciampel, Karawang, Jawa Barat terus bertambah.
00:07Kasat reskrim Polresta Karawang mengatakan, sudah 139 orang dari dua desa yang dirawat di rumah sakit.
00:32Masih kerasain? Pusing sekarang. Sempat pingsan tadi? Pingsan.
00:42Winarti, warga desa Kutamekar, kecamatan Ciampel, Jawa Barat terkulai lemas dan mendapat perawatan di rumah sakit Rosela, Karawang.
00:49Winarti diduga keracunan uap gas kimia pabrik yang ada di kawasan tempat tinggalnya.
00:54Jumlah korban keracunan gas kimia di desa Kutamekar, kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang terus bertambah.
01:01Soal kasus dugaan keracunan gas dari pabrik di Karawang, Jawa Barat, Kompol Ali Jupri, Kasat reskrim Polresta Karawang mengatakan,
01:08sudah ada 139 orang dari dua desa yang dirawat di rumah sakit.
01:13Sejumlah saksi dan pihak perusahaan juga terus didalami keterangannya.
01:16Ada 139 orang, warga dari desa Kutamekar, dan juga desa Kutamekar, kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang,
01:26yang menjadi korban terdampak daripada gas karakternya gas TCCA.
01:32139 kondisi mereka seperti apa? Apa yang mereka rasakan informasinya, Pak Kasat?
01:40Informasinya yang kita dapatkan, para korban merasa sesak nafas, dan juga daripada masyarakat sesak nafas,
01:51dan juga matanya merasa pedih daripada asap tersebut.
01:58Informasinya tadi kita simak, ada warga yang melihat asapnya berwarna putih itu kejadiannya sejak kapan?
02:04Dan kondisi saat ini apakah sudah bisa ditanggulangi tidak, Pak, di dua desa tadi, Pak?
02:13Jadi, asap itu berasal dari bahan-bahan CL yang ada di pabrik Pindodeli,
02:23yang mana gudang yang ada penuh penyimpanan CL tersebut,
02:30pihak dari pabrik Pindodeli menyimpan di luar,
02:32dan ditutup terpal hanya tadi malam, terjadi hujan besar dan angin,
02:38sehingga terpal ini terbuka, dan jad CL tersebut yang tidak bisa kena air,
02:46tersiram air hujan, yang menimbulkan asap, dan mengakibatkan sisak nafas buat masyarakat sekitar.
02:53Kita didalami beberapa pihak yang bertanggung jawab atas gudang tersebut,
02:59kita minta keterangan dan minta untuk tanggung jawaban daripada barang-barang yang disimpan di luar daripada gudang.
03:06Kita sedang pendalaman dan memuliskan beberapa saksi dan juga yang bertanggung jawab di gudang tersebut.
03:27Hasil sementara penyelidikan bahan kimia jenis TCCA ditemukan tersimpan di area luar ruangan dan terkena air hujan.
03:35Bahan kimia ini diduga berasal dari pabrik PT Pindodeli 2 Karawang.
03:42Reaksi kimia dari zat yang basah terkena hujan, yang uapnya menyebar ke permukiman,
03:47hingga menimbulkan sejumlah gejala seperti lemas, mual, hingga pingsan.
03:51Selain merujuk korban ke sejumlah rumah sakit, pihak perusahaan berupaya menangani area terdampak,
03:56termasuk penyemprotan menggunakan mobil pemadam kebakaran milik perusahaan.
04:08Informasi terkini, kita bergabung dengan jurnalis Kompas TV Adi Wahadi di Karawang, Jawa Barat.
04:14Adi, terakhir ada 139 warga dari dua desa yang dirawat di rumah sakit hingga Jumat siang ini.
04:22Bagaimana kondisi korban?
04:25Ivo dan juga saudara, berdasarkan pantauan kami ke rumah sakit Rosela,
04:30di mana banyak atau mayoritas warga korban keracunan dibawa di tangan di rumah sakit ini.
04:36Dan berdasarkan keterangan dari pihak dokter yang menangani para korban,
04:40saat ini mereka masih mengalami sejumlah keluhan seperti mual, kemudian juga sesak napas, muntah, serta gejala lainnya.
04:49Dan ini disebabkan oleh beberapa faktor.
04:53Pertama, jarak begitu dekatnya dengan sumber asap atau gas yang menyebabkan para korban keracunan ini mengalami beberapa keluhan.
05:04Dan untuk bisa menangani para korban, sejumlah upaya tim medis dari rumah sakit,
05:09yang serta beberapa puskesmas yang menangani para korban,
05:13ini terus melakukan pantauan secara intensif, agar kemudian para korban ini bisa selekas membaik.
05:20Dan untuk lebih jelasnya, berikut wawancara kami dari dokter rumah sakit Rosela yang menangani para korban.
05:30Ada total ada 55, yang masih dirawat ada 18, ada anak-anak satu, sisanya dewasa.
05:40Kebanyakan penumpulan, yang laki-laki ada satu.
05:45Ada satu. Kemudian?
05:47Kalau ada yang masih dirasakan, ada yang masih ada sisak, ada mual, ada muntah, sama nyeri bukati.
05:54Nyeri bukati.
05:55Sekarang mulai membaik, cuma karena masih ada keluhan gejala,
05:59sama nanti kita masih evaluasi juga dari keluhannya.
06:02Jadi nunggu masih membaik, sama nunggu dari dokter utama,
06:07namun jawabnya untuk visit juga.
06:11Info dan juga saudara, berdasarkan data yang kami jurnal terbaru,
06:15masih ada 139 korban keracunan akibat gas yang diduga bersumber dari PT Pindu Deli.
06:22Dan 139 korban tersebut ditangani oleh tujuh fasilitas kesehatan.
06:29Mulai dari puskesmasi Ampel, kemudian klinik perusahaan, klinik azahara,
06:34serta beberapa rumah sakit, termasuk rumah sakit Rosela,
06:37yang hingga kini masih merawat 18 korban keracunan Ivo.
06:41Lalu, bagaimana perkembangan penyelidikan kasus dugaan keracunan gas kimia dari pabrik di Karawang ini, Adi?
06:49Berdasarkan keterangan dari pabrik di Polres Karawang,
06:52pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi dari peristiwa keracunan
06:57yang menimpa warga desa Kuta Mekat dan desa Kuta Negara, Ketamatan Ciampel ini.
07:03Beberapa yang diperiksa adalah mereka yang bertugas di bagian gudang,
07:07kemudian termasuk warga korban keracunan, manajemen,
07:12serta beberapa saksi lainnya untuk bisa mengungkap bagaimana penulis kejadian
07:18serta penyebab pasti dari keracunan ini terjadi.
07:21Pasalnya, berdasarkan keterangan dari warga,
07:24peristiwa seperti ini terjadi beberapa kali, dan ini bukan yang pertama kalinya.
07:29Memang untuk bahan kimia yang kemarin menimpa atau menyerang warga hingga terjadi keracunan,
07:35itu yang pertama.
07:36Namun sebelum-sebelumnya, peristiwa keracunan akibat dari gas dari sumber PT tersebut,
07:42sudah terjadi beberapa kali oleh karena itu,
07:44untuk bisa menuntaskan agar kasus ini kemudian terulang,
07:47beberapa upaya pemeriksaan secara intensif,
07:50baik oleh pihak kepolisian serta dinas lingkungan hidup,
07:53masih terus dilakukan.
07:54Terakhir jumlah berapa total yang diperiksa,
07:57kami masih menghimpun data tersebut,
07:59pasalnya hingga saat ini proses pemeriksaan masih terus dilakukan
08:02oleh pihak kepolisian maupun dinas lingkungan hidup, IFO.
08:05Adi, apakah lingkungan warga saat ini sudah steril dari paparan gas beracun?
08:14Semenjak terjadinya kebocoran gas yang menyebabkan beberapa,
08:19139 keluarga mengalami keracunan,
08:22langsung ada upaya-upaya penanganan,
08:25baik dari pihak internal perusahaan maupun pihak lainnya,
08:29membantu agar kemudian lokasinya tersebut bisa segera steril.
08:32Upaya-upayanya dengan cara menyiram sejumlah lokasi atau bahan kimia yang tersisa,
08:37dan kemudian harus membersihkan.
08:39Selain itu, pihak dalam kar dari internal perusahaan juga dikerahkan
08:44untuk membersihkan sisa-sisa bahan kimia yang berpotensi akan kembali menguap
08:49dan membahayakan warga.
08:51Dan saat ini berdasarkan informasi yang kami terima,
08:53pihak kepolisian sudah memastikan area tersebut steril
08:57dan masih namun demikian masih tetap dipantau
09:00agar kemudian tidak lagi ada ceceran bahan kimia atau gas
09:02yang menyebar kepada warga yang mengancam kesehatan warga di sekitar pabrik tersebut.
09:08Ketika pembersihan sisa-sisa bahan kimia di lingkungan warga,
09:12apakah warga sempat diungsikan, Adi?
09:17Benar, selama proses pembersihan sisa-sisa bahan kimia,
09:21warga diungsikan ke sejumlah tempat aman.
09:24Salah satunya adalah kantor desa Kota Mekad
09:26dan lokasi ini dianggap radius paling aman
09:29untuk menghindari tebaran atau penyebaran asap atau gas
09:35yang membahayakan tersebut.
09:37Selain itu, pihak Binas Lingkungan Hidup juga terus melakukan pantauan
09:41dan juga mengambil sampel kondisi udara
09:44serta air yang ada di lokasi tersebut
09:47untuk kemudian nantinya memastikan dan memberikan informasi kepada warga
09:51kondisi terkini bagaimana kondisi udaranya
09:54kemudian bagaimana kondisi airnya
09:56serta beberapa informasi yang dibutuhkan oleh warga
09:59agar kemudian peristiwa tersebut tidak kembali terjadi.
10:04Jurnalis Kompas TV, Adi Wahadi melaporkan langsung dari Karawang, Jawa Barat.
10:07Adi, terima kasih atas laporan Anda.
10:09Selamat bertugas kembali.
10:10Terima kasih telah menonton!