Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Anugerah Cerpen Kompas 2026 kembali digelar sebagai bentuk apresiasi tertinggi bagi para penulis cerpen terbaik Tanah Air yang telah memperkaya kesusastraan Indonesia sepanjang 2025.

Cerpen berjudul "Mata-Mata di Kepala" karya Ni Komang Ariani terpilih sebagai Cerpen Terbaik Kompas 2025. Karya tersebut merefleksikan hubungan warga dan negara di tengah persoalan kebebasan berekspresi yang relevan dengan kondisi saat ini.

Cerpen tersebut terpilih dari 3.342 karya yang masuk ke redaksi Kompas sepanjang 2025. Dari jumlah itu, 49 cerpen dimuat di Harian Kompas dan 972 cerpen di Kompas.id. Sebanyak 17 cerpen kemudian terpilih sebagai nomine Cerpen Pilihan Kompas 2025 oleh dewan juri.

#anugerahcerpenkompas #sastraindonesia #cerpen #kompas #literasi #kompastv

Baca Juga Prabowo Beri Bonus dengan Total Rp158,3 Miliar untuk Para Atlet Asian Para Games | JURNAL NUSANTARA di https://www.kompas.tv/regional/698850/prabowo-beri-bonus-dengan-total-rp158-3-miliar-untuk-para-atlet-asian-para-games-jurnal-nusantara

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/698852/anugerah-cerpen-kompas-2026-apresiasi-bagi-penulis-dan-karya-sastra-terbaik-indonesia-sapa-pagi
Transkrip
00:00Kita di panu air sampai Indonesia pagi saudara.
00:03Anugrah Cerpen Kompas 2026 malam penghargaan sastra bergensi kembali hadir.
00:08Penghargaan ini untuk memberikan apresiasi tertinggi bagi para penulis cerpen terbaik tanah air
00:13yang telah memperkaya kesusastraan Indonesia sepanjang tahun 2025 lalu.
00:23Cerita pendek mata-mata di kepala.
00:26Karya ini Komang Aryani terpilih menjadi cerpen terbaik kompas tahun 2025
00:33pada malam anugrah Cerpen Kompas di Menara Kompas, Jakarta.
00:37Cerpen ini merefleksikan hubungan warga dan negara
00:41di tengah persoalan kebebasan berekspresi yang relevan pada kondisi hari ini.
00:46Mata-mata di kepala terpilih menjadi yang terbaik dari 3.342 cerpen
00:53yang masuk ke redaksi Kompas sepanjang tahun 2025
00:56yang diputuskan oleh para juri
00:58yaitu Andreas Marioto, Dwi Assetia Ningsih,
01:03Dahono Fitrianto, Hilmi Faik, dan Sari Febriana.
01:08Selanjutnya hanya 49 cerpen yang dimuat di harian Kompas
01:13dan 972 cerpen di kompas.id.
01:17Hanya 17 cerpen di antaranya.
01:19Terpilih menjadi nomine cerpen pilihan Kompas 2025.
01:29Ada juga malam ini kita fiksi gitu ya.
01:32Jadi seharian dari yang berat sampai yang malam ini
01:37yang ternyata ya cukup menghibur kita lah, cukup meregakan kita ya.
01:42Jadi biar hidup ini balance, biar kita tuh gak stress-stress banget ya.
01:46Tahun lalu kita menggabungkan malam anugrah cerpen dengan festival kata.
01:51Jadi ada hipotesa kita kalau menulis itu terapi ya.
01:58Membuat hidup tidak terlalu stress ya.
02:02Waktu itu Mas Faik punya hipotesa itu ya.
02:04Jangan lupa like, share, dan subscribe ya.
02:05selamat menikmati

Dianjurkan